HALAL NEWS

Pandangan Pemuka Islam dalam Kenaikan Tarif BBM

Kenaikan BBM pengaruhi semua sektor termasuk pariwisata. ( Foto: Beritaterbaru news)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah akhirnya resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar pada akhir pekan lalu. Mengapa BBM kembali mengalami kenaikan, apa motif kenaikan dan bagaimana menyikapi kenaikan BBM dengan benar? 

Kenaikan tarif BBM berdampak luas ke semua sektor ekonomi dan kehidupan rakyat banyak  termasuk juga bidang pariwisata. Hal inilah yang dibahas dalam webinar  menghadirkan pembicara Mirah Sumirat, SE, Presiden Asosiasi Pekerja Indonesia (ASPEK) serta Nida Sa’adah, SE, Ak, MEI, pengamat ekonomi yang biasa dipanggil ustazah.

Nida Sa’adah mengatakan dalam pandangan Islam, sumber daya alam apalagi yang tidak dapat dipulihkan (non-renewable atau deposit resources seperti Bahan Bakar Minyak ( BBM) adalah pemberian Allah SWT untuk tanah yang berkah bernama Indonesia.

“Sebagai sumber daya alam yang secara fisik akan habis dan tidak bisa digunakan kembali seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam, maka semuanya yang berasal dari bumi, biosfer, dan atmosfer adalah pemberian Allah SWT untuk umatnya,” ungkap Ustazah Nida melalui Zoom Cloud Meeting

Sangat di sesali pemerintah Indonesia dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia tidak memahami bahwa sumber daya alam seperti BBM memiliki peranan penting bagi manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Selain itu, sumber daya alam juga penting sebagai tempat tinggal manusia.

Oleh karena itu tindakan pemerintah menaikan harga BBM,  suatu energi milik umat dari sang penciptaNya tidak dapat ditolerir dengan alasan yang diungkapkan termasuk kenaikan harga minyak dunia.

“Negara yang pro rakyat tidak akan memiskinkan rakyatnya sendiri. Hal ini terjadi karena sumber daya alam yang ada telah salah dalam pengelolaan. Sumber energi yang melimpah ruah tapi pemerintahnya tidak punya visi pengeloaan energi sumber daya alamnya,” kata Nida Saadah.

Sumber daya alam pemilik aslinya adalah masyarakat yang diberikan langsung oleh Allah SWT. Namun karena pemerintah menyerahkannya pada korporasi maka keberpihakannya bukan lagi pada rakyat.

Menyusul kenaikan BBM  tersebut, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM akan semakin mengancam kehidupan pekerja, tidak terkecuali PHK.

“Kondisi rakyat kecil saat ini sangat sulit. Sebelum harga BBM naik, harga-harga kebutuhan bahan pokok telah melambung. Kondisi jutaan pekerja yang ter-PHK masih belum mendapatkan kepastian pekerjaan dan upah yang layak,” tutur Mirah Sumirat, Dewan Pimpinan Pusat ASPEK

Kenaikan harga BBM membuktikan pemerintah tidak peduli dengan kondisi riil masyarakat. Kenaikan harga BBM akan sangat memukul daya beli rakyat, memicu lonjakan inflasi dan juga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional.

” Ditelevisi rakyat yang dimiskinkan ini memang dijanjikan adanya Bansos, BLT dan lainnya. Namun sejak lama kita mengetahui selain tidak tepat sasaran data pemerintah juga tidak riil,” kata Mirah Sumirat.

Menurut dia pemerintah berpihak pada satu kelompok bukan pada rakyat banyak yang di dalam sila pertama Pancasila sudah disebutkan yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Pemimpin dan penyelenggara negara harus paham maknanya. 

Sebagai lambang sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa, lambang bintang emas berkaitan dengan cahaya yang menyinari dan menjadi penuntun untuk meraih tujuan berdasarkan atas ridho Tuhan Yang Maha Esa.

” Kita harus menjadi bangsa yang adil, makmur dan sejahtera. Para pejuang dan pendiri bangsa ini mendapat ridho dan rahmat dari Allah SWT ” tegas Mirah Sumirat 

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)