Ingat, 10 Pose Foto Liburan Paling Dibenci di Media Sosial

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih bertahan dengan media sosial Anda? Atau mungkin masih suka unggah foto liburan yang sedang tren saat ini? Hot dog legs yang populer dengan gaya kedua paha di depan kamera dan mengarah ke laut, adalah salah satu trik foto yang banyak beredar di media sosial.

Berpikir kalau gaya ala sosis hot dog ini bakal banyak menuai likes dan disukai orang? Pikir lagi. Setidaknya orang-orang di Inggris kini sudah jengah dengan pose tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan oleh hotel Hilton, 1 dari 4 orang mengatakan kalau foto-foto ini terlihat seperti sosis frankfurter.

Dalam survei yang dilakukan terhadap 2 ribu orang, pose hot dog legs ini dibenci sekitar 25,5 persen. Di posisi selanjutnya, mengutip laman Metro, Sabtu (01/02/2020) gaya-gaya paling menyebalkan selama liburan adalah unggahan media sosial dengan kalimat ‘Hari saya lebih baik dari Anda.” Kalimat tersebut dianggap paling menyebalkan dan menggambarkan kesombongan.

Selain itu, satu dari lima pengguna media sosial juga mengatakan bahwa mereka akan sangat senang jika mereka tak pernah melihat unggahan seperti minuman atau koktail liburan.

Bahkan foto seperti orang yang berpose di kursi berjemur, foto jendela pesawat, atau matahari terbenam juga dianggap menjengkelkan.

Dibanding unggah foto tersebut, ada beberapa foto yang diharapkan bisa dilihat di media sosial. Lebih dari seperempat responden lebih ingin melihat gambaran perjalanan yang lebih realistis setiap harinya.

Berikut 10 pose foto liburan yang dianggap paling dibenci sekaligus paling menyebalkan.

1. Hot dog legs (25,5 persen)
2. Kata-kata sombong (23,05 persen)
3. Berpose dengan bikini atau baju renang (20,15 persen)
4. Gambar minuman (18,85 persen)
5. Berpose di pantai yang masih asli (16,45 persen)

6. Sun lounger pose (15,25 persen)
7. Gambar di pesawat – di luar jendela pesawat, atau jika Anda bepergian dalam kelas bisnis (14,85 persen)
8. Orang-orang memposting gambar lama setelah mereka kembali (12,60 persen)
9. Pemotretan resmi dengan fotografer profesional (12,15 persen)
10. Matahari terbenam atau matahari terbit (12,15 persen) (*)

Arkeolog Temukan Situs Prasejarah di Natuna

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para arkeolog terkejut dengan temuan benda bersejarah di pulau kecil di kawasan destinasi wisata Natuna, Kepulauan Riau. Arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Sonny Chr. Wibisono menyebut setidaknya ada empat situs masa prasejarah di Kabupaten Natuna.

Ia dan tim mulai menyusuri Kabupaten Natuna pada 2010 silam. Tepatnya di Pulau Bungur Besar dan termasuk penelitian pertama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di masa prasejarah Natuna.

“Kami mulai penelitian di sana tahun 2020, memang penemuannya menganggetkan buat kita karena kalau kita lihat posisi Natuna yang begitu kecil. Kita menemukan begitu banyak situs,” tutur Sonny seperti dilansir laman CNNIndonesia, Sabtu (01/02/2020)

Berikut sejumlah hasil temuan arkeologi zaman ketika tulisan belum dikenal (prasejarah) yang dihimpun para peneliti di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Batu Sindu

Bukti hunian penduduk Natuna terdiri dari tujuh beliung di permukaan tanah, di antara blok-blok granit, kompleks ceruk Batu Sindu yang berada di Kelurahan Ranai, Pulau Bunguran. Beliung itu terbuat dari batu lempung yang keras dan berbutir halus, beliung-beliung ditemukan berserakan dan bercampur dengan pecahan-pecahan tembikar.

“Beberapa di antaranya masih utuh, hanya sebagian dari beliung ini yang rampung dibuat karena sisanya masih dalam proses atau yang sering disebut calon beliung,” kata Sonny.

Pecahan tembikar dari Situs Ceruk Batu Sindu terdiri dari tembikar slip merah polos. Di situs ini juga ditemukan jenis tembikar dengan hiasan yang disebut tatap bercap atau berukir yang banyak ditemukan di situs-situs di Asia Tenggara Daratan bahkan Malaysia.

Tak hanya tembikar tatap bercap, peneliti juga menemukan corak tembikar berhias geometris pola tumpal, sebuah corak yang populer di antara kawasan Sahuyn Vietnam dan Kalanay Filipina.

“Penemuan persamaan ini mengindikasikan bahwa Natuna masuk dalam kawasan interkasi antar pulau di perairan Laut Cina Selatan,” ucap Sonny.

Benggong

Benggong merupakan wadah kayu berbentuk perahu lesung ditemukan di Desa Setapang, sebelah utara Kota Ranai. Peneliti menduga situs ini sebagai peti kubur. Pemacokan di sekitar lokasi ekskavasi menghasilkan sebuah keramuk utuh, berupa mangkuk dari China saat Dinasti Yuan abad ke-13 dan 14.

“Tampaknya mangkuk itu bagian dari bekal kubur dari peti kubur yang tidak lagi tersisa rangka atau tulang belulang di dalamnya,” tutur Sonny.

Penemuan Kerangka Manusia

Di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna para arkeolog menemukan lahan wakaf di kebun kelapa dan semak belukar. Di permukaan lahan, banyak ditemukan pecahan keramik, tembikar, dan tulang belulang. Melalui ekskavasi arkeologis yang dilakukan, ditemukan kerangka manusia pada kedalaman 40 hingga 60 Centimeter.

Posisi kerangka membujur miring, kepala menghadap barat daya, orientasi kubur kepala di arah barat laut dan kaki di sebelah tenggara. “Kedua belah tangan lurus di samping, mungkin orientasi arah hadap ke daratan dapat dipastikan rangka ini bukan Muslim,” kata Sonny.

Selain di Desa Sepempang, peneliti juga menemukan kerangka manusia di Situs Tanjung tepatnya di dalam ekskavasi titik S2-T7, kedalaman sekitar 70 Centimeter. “Tengkorak kepala relatif utuh, bagian hidung dan gigi tampak mengalami kerusakan, beberapa gigi terlepas dari rahangnya. Pada bagian pergelangan tangan kiri terdapat gelang dari runggu berjumlah 3 buah utuh, diameter yaitu 5,7 cm dan 5,8 cm,” jelas Sonny.

Kekhasan dari kubur ini kata Sonny ialah adanya barang didekat kerangkanya. Barang penyerta kubur itu terdiri dari senjata logam yang terbuat dari besi. Kendati telah berkarat, namun masih dapat dikenali. Benda kubur ini terdiri dari pisau, keris, dan tombak.

Batu Bayan

Batu Bayan merupakan potongan keranda kayu yang ditemukan di Pulau Bunguran, tidak begitu jauh dari Kota Ranai sekitar 12 kilometer. Satu di antara keranda kayu Batu Bayan ini ditemukan hampir dalam keadaan utuh yang terdiri dari dua bagian. Bagian bawah menyerupai lesung dan atas adalah tutupnya.

“Keranda kayu besar berukuran panjang 210 cm dan lebar tengah 50 cm, terdapat 4 buah kaki di bagian bawah berbentuk persegi berukuran 11 cm x 6 cm x 3 cm. Wadah kubur ini dilengkapi dengan tutupnya berlubang, mungkin untuk mengikatkan pasak atau tali, lubang antara 2 sampai 3 cm. Ukuran tutup tersisa panjang 130 cm, lebar 40 cm dan tebal 19 cm,” ucapnya

Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 224.684, 59 kilometer persegi. Ada 7 pulau terluar di wilayah ini yaitu Pulau Kepala, Subi Kecil, Senoa, Sekatung, Sebetul, Semiun, dan Tokong Boro.

Menurut Ahli Antropologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Djoko Marihandoro, Kabupaten Natuna terbentuk berdasarkan Undang-undang No. 53 Tahun 1999 dari hasil pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau, Indonesia. “Dalam perkembangannya, Kabupaten Natuna dimekarkan menjadi satu kabupaten lagi, yaitu Kabupaten Anambas di bawah Provinsi Kepri tahun 2008,” kata Djoko (*)

Anton Memaknai Pelarian Tanpa Batas dalam Kanvas

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pelukis asal Yogyakarta, Anton Subiyanto meraih penghargaan dari United Overseas Bank (UOB) dengan predikat ‘Shoutheast Asia Painting of the Year Award’. Prestasi ini tentu saja bikin bangga kalangan seniman perupa. Bukan hanya di Yogyakarta, juga Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap Anton, Artotel memberikan kesempatan menggelar pameran tunggal. Artotel memberikan ruang bagi seniman Indonesia memamerkan karyanya kepada para tamunya. Hotel di Jalan Kusuma Sari 1 Sanur, Denpasar itu memiliki ruangan khusus bagi perupa mamerkan karyanya.

Pameran tunggal bertema ‘Invisible Journey’ itu memarkan 13 karya pria kelahiran Yogyakarta itu. Lulusan Seni Grafis Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu menjelaskan aktif berpartisipasi pada pameran seni internasional di berbagai negara seperti Malaysia dan Australia sejak tahun 2014

Soal tema yang dipilih? “Setiap orang pasti memiliki perjalanan hidup sendiri-sendiri di dunia ini. Melalui Invisible Journey, saya membayangkan sebagai seorang penjelajah, kemudian mengeksplorasi dan menjelajahi tempat-tempat yang asing,” jawabnya serius.

Anton dapat menikmati tempat tujuan yang menarik, menciptakan sebuah lingkungan, bukan secara fisik, tapi melalui imajinasinya yang tak terbatas. Baginya, tak ada batas untuk berpetualang dari satu tempat ke tempat lain dan ia menyampaikan visi dan imajinasinya menjadi cerita unik ke dalam setiap kanvas.

Uniknya, Anton selalu menyertakan dirinya dalam setiap goresan cat yang menjadi karyanya. “Saya tidak berjarak dengan karya saya yang berangkat dari realitas kehidupan sehari-hari di lingkungan saya. Saya yang menuangkan imajinasi dalam bentuk lukisan ikut terlibat di dalamnya. Dengan kata lain, ada saya di lukisan saya sendiri,” lontarnya.

Bagi Anton, menuangkan imajinasi di kanvas merupakan ‘pelarian’ hidup. Betapa tidak, ia seperti tampil beringas jika tak berkarya. “Empat tahun belakangan ini saya mulai bisa mengendalikan diri melalui lukisan. Sebelumnya, kalau tidak melukis, wah bisa emosi kalau misalnya di jalan. Pelariannya pun bisa negatif. Dengan melukis saya bisa mengontrol diri, mengendalikan emosi,” papar dia.

“Karya saya lebih banyak menekankan pada isu mengenai sistem sosial manusia dan lingkungan. Dalam satu karya saya, saya bercerita mengenai orang-orang yang terpinggirkan. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, pembangunan tak mesti mengasingkan manusia dan lingkungannya,” harap Anton.

Regional General Manager Artotel, Goya A Mahmud mengaku bangga bisa menjadi bagian dari ruang berkarya Anton Subiyanto. “Kami merasa sangat terhormat bisa menampilkan karya seni Anton Subiyanto dan menyaksikan imajinasi dan cara ia bercerita melalui goresannya yang sangat mengagumkan,” katanya seperti dikutip laman Liputan6, Sabtu (01/02/2020).

Goya berharap pameran ini dapat menginspirasi tamu hotelnya untuk tidak pernah melepaskan rasa imajinasi mereka. “Kami juga berharap agar setiap pengunjung akan menikmati karya seni Anton, seperti kami juga menikmatinya,” harap Goya. Pameran ini sendiri akan berlangsung mulai 30 Januari 2020 hingga 31 Maret 2020. (*)

Waterpark bakal Lengkapi Obyek Wisata Solo

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Solo berencana membangun taman air apung atau waterpark dengan nilai investasi Rp50 miliar. Taman itu rencananya dibangun di lahan bekas Pondok Persada, Jebres. Perkembangan pemanfaatan lahan bekas Pondok Persada di kawasan Jurug itu telah sampai pada tahap mematangkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan taman rekreasi air (waterpark).

“DED final akan dipaparkan pekan ini dan ditargetkan ada penandatanganan kontrak pengerjaan paling cepat dua bulan lagi. Nilai investasi pembangunan taman itu mencapai Rp50-an miliar,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat.

Dilanjutkan, DED yang dipaparkan benar-benar megah. Beberapa fasilitas yang jadi unggulan, di antaranya inflatable waterpark alias taman air apung, kolam arus, kolam ombak, wahana anak, kolam untuk dewasa, dan sebagainya. “Kami tinggal menunggu DED rampung karena sebelumnya Pak Wali Kota minta ada beberapa tambahan,” lanjutnya.

Pemkot Solo dan investor sebelumnya telah menyepakati kontribusi bagi hasil dalam pemanfaatan lahan seluas 39.015 meter persegi itu. Kontribusi tetap oleh mitra kerja sama pemanfaatan (KSP) mulai dari Rp200 juta per tahun dengan kenaikan 4 persen per tahun. Kemudian, pembagian keuntungan bagi hasil untuk Pemkot 20 persen dan investor 80 persen.

Selain kontribusi tetap dan pembagian keuntungan KSP, Pemkot akan menerima pendapatan lain berupa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hiburan/rekreasi, pajak restoran, pajak parkir, pajak reklame, pajak hotel dan penginapan, serta pajak air tanah.

“Berkas sudah kami kembalikan ke panitia lelang untuk melanjutkan pengusulan pemenang lelang yang nantinya ditetapkan Wali Kota. Setelah itu baru pembuatan surat kerja sama investasi,” beber Herman seperti dilansir laman Liputan6, Sabtu (01/02/2020)

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan taman rekreasi air diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah selain mengoptimalkan daya guna dan hasil guna aset daerah. Selain itu, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung program kali bersih Bengawan Solo lewat sumur resapan dan biopori.

“Juga meningkatkan produktivitas usaha masyarakat kecil dan menengah karena mereka bisa masuk ke waterpark.ta Keberadaan Taman Air Apung melengkapi obyek wisKota ata di kota Solo yang diharapkan dapat menggairahkan pariwisata Kota Solo,” ucapnya. (*)

Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi Akan Rayakan HPN 2020 Sehari Lebih Awal di Banjarmasin

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo akan lebih awal hadir ke Banjarmasin untuk menghadiri Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 bersama insan pers nasional pada 8 Febuari, ungkap Atal Depari, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat, hari ini.

” Setiap tahun Presiden hadir pada peringatan HPN pada 9 Febuari, namun karena kali ini Presiden Joko Widodo ( Jokowi) melakukan serangkaian acara di Singkawang dan Pontianak Kalimantan Barat pada Tanggal 7 Selanjutnya Presiden langsung bertolak ke Kalsel sehingga datang lebih awal,” kata Atal Depari.

Menurut jadwal, Presiden Joko Widodo bersama rombongan akan berada di Banjarmasin Kalimantan Selatan lebih cepat sehari dari rencana awal sehingga untuk menghormati kehadiran Presiden pada Rangkaian Hari Pers Nasional, Panitia juga menyesuaikan dengan Agenda Presiden pada 8 Februari 2020, tambahnya.

Setelah hadir di HPN, Presiden selanjutnya dipastikan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia. Oleh karena itu Presiden Joko Widodo akan Bertemu dengan Insan Pers pada 8 Februari 2020.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana HPN 2020 Auri jaya memastikan salah satu acara bergengsi di HPN yakni Konvensi Media Massa yang sebelumnya dilaksanakan pada pagi hari nanti akan dimulai setelah kehadiran Presiden.

“Konvensi media massa tetap dilaksanakan tanggal 8 Februari usai acara Presiden. Untuk rangkaian acara lainnya tidak banyak mengalami perubahan,  jelas Auri Jaya.

Pihaknya yakin acara sampai tanggal 9 Februari 2020 akan berjalan dengan baik karena Panitia dan Pemprov Kalsel sudah mempersiapkan dengan baik suksesnya HPN 2020 apalagi acara ini melibatkan ribuan wartawan serta undangan lainya dari seluruh Indonesia.

Berbicara di sela-sela rapat final di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Aury menjelaskan Hari Pers Nasional 2020 berlangsung di Kalimantan Selatan 7 – 9 Februari 2020 dengan mengangkat Tema ” Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibukota Negara”.

Selain akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo,sejumlah Menteri dan Duta Besar Negara sahabat serta Perwakilan Wartawan Asing, dipastikan akan hadir.

Rapat final selain dihadiri Atal S Depari yang juga Penanggung Jawab HPN 2020, Ketua Panpel HPN 2020, Auri jaya, juga dihadiri olehKetua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang dan Panitia inti. 

Jokowi Bangga Bandara Yogya Dikerjakan BUMN Indonesia

this formate

KULONPROGO, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau fasilitas Bandar Udara (bandara) Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta, Jumat (31/1) sore.

“Ini pekerjaan besar yang diselesaikan dalam waktu sangat singkat, kurang lebih 20 bulan, 20 bulan bangunan, runway sebesar ini. Sangat besar sekali. Karena bangunannya sendiri ada 219 ribu meter persegi,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai peninjauan.

Dilanjutkan, secara detail pekerjaan bagus dan ini dikerjakan oleh BUMN Indonesia. Presiden menyampaikan kepuasannya meski secara umum akan melihat kembali jika sudah selesai seluruhnya di bulan Maret akhir 2020.

“Nanti kalau sudah selesai baru. Ini kan penataannya baru dalam proses semuanya. Tapi perlu yang perlu saya sampaikan kecepatan dalam membangun ini patut diapresiasi. 20 bulan itu bukan waktu yang lama, pendek banget, tapi bisa dikerjakan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, semua bandara di Indonesia yang diinginkan adalah pelayanan yang cepat sehingga traffic-nya itu semakin padat. “Kita ini kan semua bandara kan arahnya kita kan ke traffic, semakin banyak traffic itu yang kita maui. Semua bandara akan orientasinya akan ke sana, sehingga pelayanan yang cepat service yang cepat itu adalah menjadi kunci,” tambahnya.

Hitung-hitungan yang ada di sini sekarang, sambung Presiden, penumpang 8,4 juta per tahun, kapasitas ini 20 juta, ada sebuah kelonggaran yang sangat besar, kurang lebih 11 juta kelonggaran kapasitas.

“Itu yang harus diarahkan agar penerbangan-penerbangan baru slot-slot diberikan kepada penerbangan yang membawa turis sebanyak-banyaknya ke Yogya dan sekitarnya,” tambahnya seperti diunduh laman Setkab.go.id

Soal peralihan dari Bandara Adisucipto, Presiden menyampaikan seluruhnya nanti akan dipindah. “Jadi di Maret diharapkan sudah geser ke sini semuanya. Di sana disisakan hanya untuk pesawat baling-baling,” pungkas Presiden. Sebagai informasi, setibanya di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, Presiden Jokowi langsung meninjau fasilitas-fasilitas yang ada di Bandara Yogyakarta International Airport.

Selain meninjau, Presiden Jokowi juga meresmikan lintas bawah (underpass) Yogyakarta International Airport (YIA) dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Underpass tersebut menjadi terowongan terpanjang di Indonesia dengan panjang keseluruhan mencapai 1,3 kilometer.

“Pada sore hari ini kita meresmikan terowongan terpanjang. Ini 1,3 kilometer. Terowongan terpanjang di Indonesia yang juga salah satu dari keseluruhan proyek Yogyakarta International Airport,” katanya.

Underpass tersebut dibangun untuk mempertahankan eksistensi ruas jalan nasional Pantai Selatan Jawa (pansela) yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta. Selain itu juga memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya. Pasalnya pembangunan Bandara YIA memotong ruas jalan pansela sebelumnya.

Struktur underpass tersebut terdiri atas konstruksi terowongan sepanjang 1.095 meter dan jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Sedangkan lebar lintas bawah adalah sebesar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter, dan samping 18,4 meter.

Jokowi mengatakan pembangunan lintas batas tersebut nantinya dapat memberikan kontribusi terutama peningkatan turis menuju Yogyakarta, Borobudur, Prambanan, dan sekitarnya. “Tinggal kita nanti menyelesaikan layanan transportasi antarmoda yang interkoneksi sehingga masyarakat memiliki pilihan-pilihan. Ada opsi yang bisa dipilih dalam rangka pelayanan kepada turis dan masyarakat,” sambungnya. (end)

Rekomendasi Film Akhir Pekan Di Ibukota

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Belum banyak film baru menghiasi akhir Januari 2020. Tercatat ada lima yang akan diputar di akhir Januari 2020. Kelima film layar lebar itu terdiri film barat sebanyak 2 film tentang film perang dan mistis. Selain itu, 2 film nasional bertema percintaan dan persilatan serta satu film animinasi dari Jepang.

Namun ada yang menarik dalam rekomendasi film di akhir pekan ini, dengan hadisrnya sebuah film 1917 yang merupakan film nominasi Best Pictures Academy Awards atau Oscar 2020.

Merangkum berbagai laman resmi jaringan bioskop di Indonesia, berikut lima rekomendasi film akhir pekan akhir Januari 2020 yang akan main di gedung bioskop di Jakarta, antara lain:.

1917
Puncak Perang Dunia Pertama, dua tentara muda Inggris, Schofield dan Blake, diberi tugas nyaris mustahil, yakni melintasi wilayah musuh untuk menyampaikan pesan menghentikan serangan. Tugas ini diberikan setelah terjadi penyergapan dalam salah satu pertempuran usai pasukan Jerman mundur ke Garis Hindenburg dalam Operasi Alberich. Peringatan diberikan dengan harapan bisa mencegah kematian sekitar 1.600 tentara, salah satunya adik Blake. Schofield dan Blake harus melalui banyak rintangan untuk menyelesaikan misi dan selamat dari perang. 1917 merupakan film drama perang yang disutradarai dan ditulis Sam Mendes. Sebelumnya ia dikenal lewat Skyfall, Revolutionary Road, Spectre, dan American Beauty yang memenangkan Oscar.

Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di CGV Cinema dan Cinepolis.

Akhir Kisah Si Doel

Film ini mengisahkan pergulatan batin Doel-Sarah-Zaenab dalam mengakhiri kegalauan hubungan cinta segitiga mereka. Doel berada di antara pilihan antara Sarah yang ia cintai namun meminta cerai, dan Zaenab yang tengah mengandung anaknya tapi tak mau terbayang-bayang hubungan Doel-Sarah. Di sisi lain, Doel juga mulai merasa dekat dengan Dul, putranya dari Sarah, setelah 14 tahun terpisah. Dul pun berharap Doel-Sarah bisa kembali bersama dan mereka menjadi keluarga yang utuh. Di tengah tekanan itu, Doel harus memilih karena wasiat dari Mak Nyak yang meminta dirinya bersikap adil.

Film untuk REMAJA ini bisa disaksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Girl on The Third Floor

Film ini mengisahkan petualangan mistis nan menegangkan Don Koch di sebuah rumah tua di pinggiran Chicago. Rumah tua itu tadinya dibeli oleh Don Koch sebagai lambang dirinya masuk dalam kehidupan yang baru setelah memiliki masa lalu yang tak begitu baik. Untuk itu, ditambah istrinya sedang hamil, Don Koch berupaya untuk memperbaiki terlebih dahulu. Sendirian, ia datang ke rumah itu untuk merenovasi.Namun yang terjadi justru ia harus berhadapan dengan tenaga supernatural yang mulai memengaruhi dirinya selama proses renovasi.

Film untuk DEWASA ini bisa disaksikan di CGV dan Cinepolis.

Wira
Film Wira bercerita tentang Hassan (Hairul Azreen) meninggalkan keluarganya sejak ia masih muda. Dia menjadi anggota militer untuk mengatasi ‘iblis’ dalam dirinya dan untuk menjauh atas ketidakadilan yang dialami keluarga dan komunitasnya yang ditindas oleh Raja. Setelah menjalankan tugasnya sebagai tentara, Hassan kembali ke keluarganya dengan hutang janji kepada saudara perempuannya, Zain dengan bertarung dalam pertandingan MMA. Hassan dan Zain harus melawan anak-anak Raja.

Film Wira mulai tayang di Indonesia pada 30 Januari 2020 dan bisa disaksikan di jaringan Cinema 21.

Violet Evergarden

VIolet Evergarden merupakan film animasi asal Jepang karya Haruka Fujita. Film ini mengisahkan Violet Evergarden, mantan prajurit yang baru kembali dari peperangan. Ia kemudian mengajar di sebuah sekolah perempuan, dan ia pun mengubah hidup seorang gadis mua.

Film animasi untuk REMAJA ini bisa disaksikan di jaringan CGV. (*)

Waduk Jatiluhur, Ikon Wisata Purwakarta yang Menakjubkan

this formate

Destinasi Wisata Waduk Jatiluhur di Purwakarta Jawa Barat, memang menarik dikunjungi. Selain menjadi ikon Kabupaten Purwakarta yang terkenal di kalangan wisatawan, bendungan terbesar ini menawarkan pemandangan panorama danau yang sangat menakjubkan. Jika kamu hobi berfoto, bisa menemukan berbagai spot foto yang menarik di tempat ini. Juga tempat wisata ini dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai.

Dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (31/1/2020), obyek Wisata ini berada di Kecamatan Jatiluhur. Untuk tiba di Waduk Jatiluhur, dapat ditempuh perjalanan sejauh 9 kilometer dari pusat Kota Purwakarta. Untuk mendapatkan pemandangan indah serta pengalaman yang menarik di Waduk Jatiluhur ternyata tidak memerlukan biaya yang menguras isi dompet.

Jika datang pada hari Senin hingga Jumat, kamu hanya perlu membeli tiket seharga Rp 15.000 per orang. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional biayanya menjadi Rp 20.000 per orang.

Wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini memiliki banyak sekali fasilitas rekreasi yang memadai, seperti hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, playground, sarana rekreasi dan olahraga air seperti mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating, dan lain-lain.

Apabila tidak puas hanya duduk-duduk di tepi waduk, kamu juga bisa menyewa perahu motor yang dapat digunakan untuk berkeliling. Selain itu, kamu juga bisa berkeliling waduk dengan menggunakan jetsky atau dengan mendayung kano. Keduanya bisa disewa di sekitar waduk.

Jika budget kamu mencukupi, tidak ada salahnya untuk mencoba naik kapal pesiar yang akan mengantarkan kamu berkeliling danau. Jika ingin yang murah, kamu juga bisa menyewa kereta kayuh untuk menikmati keindahan wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini.

Di wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Budidaya ikan tersebut pun kini telah dikembangkan menjadi tempat memancing di Waduk Jatiluhur yang sangat menarik minat pengunjung.

Kamu bisa memancing di tengah heningnya suasana sekitar sambil menyaksikan matahari yang mulai terbenam dan ditemani lezatnya ikan bakar.

Selain itu, kamu juga bisa berenang di waduk ini, Kamu tidak perlu takut tenggelam karena telah dibangun fasilitas waterboom di wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini. Wahana permainan air yang bernama water world itu memiliki 4 tingkatan kolam renang, yaitu olimpic, dangkal, anak-anak, dan dewasa. Di sana juga terdapat banyak permainan yang menyenangkan seperti ember air, papan seluncur, bungee trampolin, dan lain sebagainya.

Bagi kamu yang menyukai kegiatan fisik seperti outbound, di Waduk Jatiluhur ini juga menyediakan fasilitasnya. Untuk berkemah di sisi waduk pun merupakan hal yang sangat memungkinkan karena telah disediakan lahan yang cukup luas. Bahkan, dengan hamparan hijau yang dialiri sungai Citarum, tentunya akan sangat memesona jika tempat ini dijadikan sebagai objek pengambilan foto kamu.

Kamu juga bisa mendapatkan pesona “morning glory” yang merupakan jenis bunga berwarna ungu yang tumbuh di sana secara liar. Foto kalian tentu akan lebih berkualitas dengan berpose di tempat yang instagramable ini.
Wisata Kuliner dan Belanja di Waduk Jatiluhur

Bagi kamu yang ingin membeli oleh-oleh dari wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh yang terletak tidak jauh dari panggung terbuka yang sering dijadikan sebagai tempat berbagai acara. Beberapa pedagang souvenir dengan harga terjangkau dapat kamu temui di sekitar area Waduk Jatiluhur.

Selain itu, kamu juga bisa memborong ikan-ikan segar hasil tangkapan warga dari Waduk Jatiluhur. Tentu saja kualitas ikan di sini sangat baik dan segar karena ditangkap langsung dari waduk.

Untuk kulineran di wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta, kamu bisa makan siang di restoran apung yang terletak di tengah waduk. Perjalanan menuju ke restoran harus mengenakan perahu motor yang bisa diisi sekitar 10 orang dewasa.

Di tempat ini kamu bisa kulineran ikan karamba yang memang dibudidayakan di sekitar restoran apung tersebut. Ada pun pilihan ikan yang tersedia adalah patin, nila merah, nila hitam, hingga gurame. Bagi yang tidak suka ikan bisa memesan nasi goreng, mi rebus, mi goreng, kangkung, tahu, tempe, dan lainnya.

Dengan harga yang tidak begitu menguras kantong dan rasa lezat yang kamu rasakan, tidak akan ada penyesalan setelah mengarungi waduk menggunakan perahu motor demi menyantap makanan di restoran apung ini.

Menu masakan khas Sunda juga tersedia lengkap dengann harga yang bersahabat serta rasa yang lumayan lezat. Sambil menunggu makanan disajikan, kamu bisa berkeliling restoran untuk melihat-lihat keramba yang berisi berbagai macam ikan dan menikmati suasana wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta ini. (*)

Bandara Juanda Renovasi, Keberangkatan Pindah ke Terminal 1A

this formate

SIDOARJO, bisniswisata.co.id: PER Februari 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut, layanan keberangkatan penerbangan domestik Lion Air dan Wings Air di bandara Juanda Sidoarjo, dipindahkan dari Terminal 1B ke Terminal 1A. Sementara untuk kedatangan, seluruh penerbangan yang dilayani Lion Air, Wings Air dan Batik Air berada di Terminal 1B.

Pemindahan dilakukan untuk menjaga kenyamanan calon penumpang angkutan udara pengguna terminal bandara Juanda. Pasalnya pengelola bandara sedang melaksanakan renovasi perluasan dan peningkatan fasilitas layanan penumpang di bandara tersebut. Demikian penjelasan tertulis yang diterima Redaksi bisniswisata.co.id.

Saat ini Lion Air Group memiliki rata-rata 187 frekuensi penerbangan setiap hari pergi pulang (PP) bandara internasional Juanda. Pindah terminal keberangkatan, tidak mengubah jadwal penerbangan. Perpindahan terminal diharapkan mempermudah konektivitas dan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Memudahkan penggunajasa meneruskan perjalanannya menuju destinasi berkutnya baik ke Banyuwangi, Jember, Denpasar, Lombok, Kupang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Banyuwangi, Jember, Banjarmasin, Balikapapn, Tarakan dan kota popular yang lain.

Himbauan Perjalanan

Lion Air Group meminta kepada seluruh penumpang untuk check-in lebih awal 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan, guna meminimalisir dampak antrean panjang ketika check-in. Counter check-in Lion Air Group di akan tutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan domestik.

Agar setiap penerbangan menyenangkan, Lion Air dan Wings Air menawarkan “tren bepergian simpel”. Apabila akan membawa bagasi saat bepergian maka bisa membeli bagasi. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi. Konsep ini memberikan nilai lebih ekonomis serta terjangkau yang disesuaikan kebutuhan.

Penumpang atau tamuyang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage). Pembelian bagasi harga lebih hemat dapat dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

 Setiap penumpang (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin.

 Bagasi terdaftar (tercatat) ditimbang dan dibawa ke bagasi (kompartemen kargo) pesawat, diberi label khusus bagasi yang menunjukkan kota tujuan dan nomor seri bagasi. Tanda bagasi tersebut juga akan ditempel pada lembar masuk pesawat (boarding pass). Hal ini harus ditunjukkan pada petugas di terminal kedatangan, guna tujuan verifikasi dan identifikasi.

Lion Group, mewajibkan barang-barang berharga atau bernilai dibawa ke dalam kabin untuk alasan keamanan, seperti perhiasan, uang, surat/ dokumen penting, kamera, ponsel, laptop. Barang atau benda yang dibawa ke kabin adalah tanggungjawab penumpang dan harus dibawah pengawasan pribadi. Melarang membawa barang atau benda yang dapat membahayakan penerbangan, antara lain bahan peledak, bahan kimia/ zat beracun, cairan mudah terbakar, benda padat mudah terbakar, material radioaktif dan gas bertekanan.

1 – 2 Februari 2020, Festival Durian Banten

this formate

SERANG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Banten kembali menggelar festival durian di Go Food Festival The Flavor Bliss Alam Sutera, Ring O, Kota Tangerang pada 1 dan 2 Februari 2020. Festival ini dalam upaya penyelamatan sumber daya genetika durian Banten serta menjaring durian-durian Banten terbaik.

Dalam festival durian kali ini juga akan disiapkan sebanyak 1.000 durian yang bisa disantap atau dinikmati secara gratis. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan Festival Durian Banten telah terselenggara sejak tahun 2015 lalu serta telah menghasilkan beberapa durian yang layak diunggulkan dalam ajang nasional.

Tujuan festival durian Banten ini salah satunya ingin mendapatkan durian terbaik Banten yang akan didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas. Selanjutnya, diupayakan menjadikan Varietas Unggul Nasional.

“Adapun untuk hari pertama itu diisi dengan lomba, kontes durian dan olahan yang juga tentunya disiapkan durian gratis sebanyak 1.000 butir. Untuk yang masih ingin tambah, panitia juga menyiapkan konter penjualan buah durian. Sebagai teman makan durian, panitia juga menyiapkan stand kopi WH. Sementara hari kedua lebih diisi dengan jualan,” kata Agus M Tauchid.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan durian-durian dari Banten secara kualitas mampu bersaing dengan durian-durian lokal dari daerah lain bahkan luar negeri. Selain memiliki kekhasan dalam setiap jenisnya, jenis-jenisnya pun beragam dengan bentuk, tekstur hingga rasa yang juga beragam.

“Kita patut berbangga Banten memiliki kontur tanah yang subur dan potensial untuk ditanami apapun, termasuk durian dengan kualitas yang sangat baik. Dan kita ingin lebih banyak orang bisa merasakan dan tahu akan potensi yang kita miliki,” kata Wahidin Halim.

Wahidin menjelaskan, Banten terkenal sebagai salah satu sentra durian pada masa lalu. Bahkan, ada ratusan kampung di Kabupaten Pandeglang dan beberapa kampung di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang yang menggunakan nama kadu (bahasa sunda dari durian) untuk daerahnya.

Dicontohkan, Kadu Gajah, Kadu Panjang, Kadu Ngora, Kadu Ketug dan masih banyak lainnya. Tidak hanya sekedar nama, namun buah durian memang menjadi salah satu potensi perkebunan strategis di Banten.

“Saya yakin, durian Banten layak untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Dan Pemerintah akan mendukung penuh pengembangan dan pelestarian durian sebagai buah unggulan daerah,” kata Wahidin dikutip Antara, Jumat (31/01/2020) (*)