Filipina Raih 9 Nominasi pada World Travel Awards Tahunan ke-32

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Filipina memperkuat statusnya sebagai salah satu destinasi yang paling dicari di dunia dengan meraih sembilan nominasi kategori Dunia pada World Travel Awards (WTA) ke-32.

Dilansir dari https://pia.gov.ph/, setelah kemenangan di tingkat Asia, negara ini kembali ke panggung global dengan sembilan nominasi di WTA ke-32: tiga kategori negara, lima kategori destinasi spesifik, dan satu untuk badan pariwisata

Menteri Departemen Pariwisata (DOT) Christina Garcia Frasco menyambut pengakuan ini sebagai suatu kehormatan dan seruan untuk tindakan kolektif.

Pariwisata terus membawa kabar baik bagi Filipina, tidak hanya melalui pengakuan internasional, tetapi melalui mata pencaharian dan pekerjaan yang dipertahankannya bagi jutaan warga Filipina.

Nominasi ini mencerminkan kekuatan keramahan, kreativitas, dan ketahanan rakyat, serta kepercayaan dunia yang berkelanjutan terhadap Filipina sebagai destinasi keindahan dan harapan.

“Saat kami terus mendorong infrastruktur, konektivitas, dan aksesibilitas yang lebih kuat dalam kemitraan dengan lembaga lain, kami menerima pengakuan ini sebagai dorongan bersama untuk terus membangun negara kita bersama-sama,” kata Menteri Frasco.

“Pariwisata tetap menjadi salah satu mesin harapan terkuat negara, menciptakan peluang, mempertahankan pekerjaan, dan mengangkat komunitas di seluruh pulau kami.”

Pengakuan ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berupaya memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, dunia terus menghargai dan mencintai Filipina.

“Kami mengundang semua orang untuk bersatu di belakang negara kita, memilih Filipina, dan bangga atas kabar baik bagi bangsa kita ini,” tambahnya.

Di antara kategori negara, Filipina mengincar kemenangan ketujuh sebagai Destinasi Selam Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Dive Destination 2025), merebut kembali gelar Destinasi Pantai Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Beach Destination 2025) (yang diraih pada tahun 2022 dan 2023), dan dinominasikan untuk Destinasi Pulau Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Island Destination 2025).

Manila dinominasikan untuk Destinasi Kota Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading City Destination 2025), sementara Intramuros kembali menjadi finalis untuk Atraksi Wisata Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Tourist Attraction 2025).

Boracay juga dinominasikan untuk Destinasi Pulau Mewah Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Luxury Island Destination 2025); Cebu untuk Destinasi Pernikahan Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Wedding Destination 2025).

Clark Freeport Zone yang diakui atas infrastruktur MICE-nya yang berkembang dinominasi sebagai Destinasi Pertemuan & Konferensi Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Meeting & Conference Destination 2025).

Sementara itu, DOT dinominasikan untuk Badan Pariwisata Terkemuka Dunia 2025 (World’s Leading Tourist Board 2025).
Menambah status global negara yang terus berkembang, 16 perusahaan pariwisata swasta Filipina juga dinominasikan di berbagai kategori.

Vietnam Perkuat Pariwisata Kereta Api dengan Kereta Lima Gerbang Hanoi (Hanoi Five Gates Train),

this formate

HANOI, bisniswisata.co.id: Vietnam tengah mengkonsolidasikan pariwisata kereta apinya dengan memperkenalkan kereta wisata warisan, Kereta Lima Gerbang Hanoi (Hanoi Five Gates Train), untuk mengubah setiap perjalanan kereta api menjadi perjalanan budaya yang menarik.

Dilansir dari travelandtourworld.com, proyek ini diharapkan dapat mendorong kembali perjalanan kereta api domestik yang sebelumnya lesu, memperluas potensi kegiatan pariwisata, dan mempromosikan perjalanan berkelanjutan ke ibu kota dan provinsi-provinsi terdekat.

Proyek kereta api ini juga hubungkan Hanoi ke Bac Ninh, tempat lahirnya peradaban Great Viet, sehingga memperkuat identitas sejarah dan budaya Vietnam sambil mempromosikan cita-cita perjalanan yang lambat dan penuh pemikiran (slow and thoughtful travel).

Dengan mengintegrasikan fasilitas kontemporer di kereta dan menyediakan narasi budaya Vietnam, Hanoi Five Gates Train menangkap ambisi negara tersebut untuk mengubah perjalanan dan transportasi menjadi pengalaman warisan dan budaya serta pariwisata ekologi.

Babak baru dalam kisah pariwisata Vietnam terungkap dengan diperkenalkannya “Hanoi 5 Cua O” — atau Kereta Lima Gerbang Hanoi. Perjalanan kereta api budaya yang unik ini menandai pertama kalinya kereta wisata khusus dirancang untuk menampilkan pesona, sejarah, dan warisan ibu kota Vietnam.

Perpaduan yang mulus antara kenyamanan modern dan inspirasi tradisional, ini melambangkan langkah signifikan menuju pendefinisian ulang pariwisata berbasis pengalaman (experiential tourism) di negara tersebut.

Perjalanan Melalui Warisan

Terinspirasi oleh lima gerbang kuno Hanoi, pengalaman kereta api ini merayakan identitas abadi ibu kota sambil menghubungkannya dengan provinsi Bac Ninh yang berdekatan.

Beroperasi di sepanjang rute Hanoi–Tu Son, kereta ini membawa penumpang dalam perjalanan yang menjembatani yang lama dan yang baru — menghubungkan modernitas perkotaan dengan warisan budaya.

Bac Ninh, yang dikenal sebagai “tempat lahir peradaban Great Viet,” menawarkan permadani kaya berupa kuil, musik rakyat, dan arsitektur kuno yang bersama-sama mewakili jiwa budaya Vietnam yang berakar dalam.

Pengenalan kereta tematik ini adalah bagian dari dorongan nasional yang lebih luas untuk mengintegrasikan warisan dan transportasi. Rute kereta api tradisional yang dulunya hanya melayani kebutuhan logistik kini diimajinasikan ulang sebagai koridor pariwisata, menawarkan kenyamanan dan imersi.

Dengan mengubah mobilitas menjadi pengalaman bercerita, para pelancong dapat menemukan kembali ritme, pemandangan, dan kisah yang mendefinisikan Hanoi dan wilayah sekitarnya.

Kereta Api Vietnam Melangkah ke Masa Depan

Mendukung transformasi ini, Vietnam Railways Corporation (VNR) telah berinvestasi besar-besaran dalam peningkatan layanan penumpang. Gerbong kereta telah didesain ulang untuk mencerminkan estetika lokal dan standar internasional, menampilkan pintu semi-otomatis, layar LED, Wi-Fi gratis, dan interior yang terinspirasi oleh kesenian Vietnam.

Peningkatan ini tidak hanya tingkatkan kenyamanan tetapi juga memperkuat identitas perjalanan kereta api sebagai cara yang halus dan modern untuk menjelajahi negara tersebut.

Selain Hanoi Train, VNR telah aktif memperkenalkan serangkaian pengalaman kereta api bertema dan berkualitas tinggi yang melayani wisatawan domestik dan internasional.

Di antaranya adalah kereta jarak jauh SE19/20 dan SE21/22, kereta Hoa Phuong Do (Flamboyant Flower), Kereta Warisan Hue–Da Nang, express trans-Vietnam Sjourney, dan La Reine di rute Da Lat–Trai Mat.

Opsi premium seperti The Vietage, gerbong mewah yang beroperasi antara Da Nang dan Quy Nhon, semakin memperkuat reputasi Vietnam untuk perjalanan berbasis pengalaman melalui kereta api.

Mengubah stasiun menjadi markah tanah budaya

Strategi kereta api Vietnam tidak terbatas pada kereta saja. Stasiun kereta api itu sendiri sedang diubah menjadi ruang budaya yang dinamis yang menceritakan kisah masa lalu industri dan artistik bangsa.

Pemberhentian bersejarah seperti Long Bien, Gia Lam, dan Co Loa dijadwalkan untuk direnovasi, masing-masing dibayangkan sebagai tempat untuk pameran, acara seni, dan keterlibatan komunitas.

Pabrik lokomotif Gia Lam — situs dengan makna sejarah yang sangat besar — direncanakan akan diubah menjadi museum kereta api, melestarikan warisan kereta api Vietnam sambil menginspirasi generasi mendatang.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global dalam pariwisata berkelanjutan, di mana penggunaan adaptif situs warisan mempromosikan konservasi dan inovasi.

Dengan mengubah infrastruktur transportasi menjadi destinasi budaya, Vietnam tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisatanya tetapi juga memastikan bahwa pembangunan tetap berakar pada keaslian.

Kebangkitan Pariwisata Berbasis Pengalaman di Hanoi

Penerimaan Hanoi terhadap pariwisata kereta api mencerminkan evolusi perjalanan yang lebih luas di Asia Tenggara. Wisatawan semakin mencari pengalaman yang melampaui jalan-jalan — perjalanan yang melibatkan indra, memupuk pemahaman budaya, dan mengungkapkan esensi suatu tempat.

Dengan inisiatif seperti The Hanoi 5 Cua O Train, kota ini memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam pariwisata berbasis pengalaman dan berkelanjutan, menunjukkan bagaimana transportasi dapat menjadi wadah budaya.

Model ini juga mendukung pemulihan pariwisata Vietnam yang lebih luas dan tujuan diversifikasi. Saat kedatangan internasional terus meningkat, pengenalan kereta warisan, rute metro budaya, dan ruang stasiun kreatif menawarkan cara baru bagi para pelancong untuk terlibat dengan kota secara perlahan, bermakna, dan berkesan.

Simbol Warisan Modern

Hanoi’s Five Gates Train lebih dari sekadar sarana transportasi; ini adalah museum budaya dan kreativitas yang bergerak. Setiap gerbong, rute, dan pemberhentian menjadi bagian dari kisah yang lebih besar, kisah yang merayakan masa lalu kota sambil merangkul masa kini yang dinamis.

Dengan melakukan hal ini, Hanoi tidak hanya meningkatkan portofolio pariwisatanya tetapi juga menegaskan kembali identitasnya sebagai jantung budaya Vietnam yang berdetak.

Vietnam meningkatkan peluang pariwisata kereta apinya dengan inisiasi Hanoi Five Gates Train, yang mendorong pengalaman perjalanan berkelanjutan dan mendalam secara budaya dari Hanoi ke Bac Ninh, mempromosikan pariwisata negara dan menghargai aspek-aspek berbasis pengalaman dari pariwisata.

Melintasi koridor kereta api Hanoi ke Bac Ninh, kereta ini mendorong penumpangnya untuk berhenti dan merenungkan pentingnya koneksi kembali – dengan orang-orang, dengan sejarah, dan dengan suatu tempat.

Perjalanan kereta api ini mendorong pembaruan, menangkap esensi mantra pariwisata Vietnam: perjalanan harus melalui waktu, bukan hanya melalui ruang.

Satu Tahun Kabinet Merah Putih: Pariwisata Naik Kelas, Kontribusi Ekonomi Menguat.

this formate

Presiden Prabowo salami Menpar Widiyanti.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sektor pariwisata Indonesia mencatat kinerja gemilang dalam tahun pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih. Tercatat sektor ini kian terlegitimasi sebagai salah satu sektor
unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika dan tantangan global yang penuh ketidakpastian.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhan menyampaikan kinerja sektor pariwisata
Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam 12 bulan terakhir (September 2024-Agustus 2025) jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh sebesar +12,32%, mencapai 14,85 juta kunjungan.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara melonjak +21,69%, menjadi sebesar 1,15 miliar perjalanan. Capaian ini menunjukkan pariwisata Indonesia telah kembali menjadi
motor penggerak ekonomi rakyat dengan kualitas yang semakin meningkat.

“Lebih dari itu, kita tidak hanya mengejar angka kunjungan tetapi juga nilai tambah dari setiap perjalanan,” ujar Menteri Widiyanti.
Sebagai penggerak ekonomi rakyat, ujar beliau, pariwisata memegang peran strategis dalam membuka lapangan kerja baru,perkuat
ketahanan ekonomi daerah dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Saat ini, sektor pariwisata menyumbang 3,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan data sementara BPS untuk kuartal pertama 2025, serta menyerap lebih dari 25,88 juta tenaga kerja di berbagai daerah, berdasar-kan data Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) BPS Februari 2025.

Kementerian Pariwisata juga terus perkuat berbagai program unggulan yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan pelaku
industri. Kelima program unggulan adalah Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0, Pariwisata Naik Kelas, Event by Indonesia, dan Desa Wisata. Karisma Event Nusantara dan Event by Indonesia lainnya, misalnya, berhasil mendorong perputaran ekonomi langsung hingga lebih dari Rp11 triliun.

Selain itu, pengembangan 6.153 Desa Wisata turut memperkuat pemerataan ekonomi dan meningkatkan kualitas destinasi wisata berbasis komunitas.

Dalam kurun satu tahun terakhir, Indonesia juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan meraih 143
penghargaan bergengsi.

Di antaranya adalah Best Tourism Village dari UN Tourism, ASEAN Tourism Awards untuk 15 desa wisata, 33 hotel yang meraih MICHELIN Keys, serta penobatan Bali sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025 oleh Condé Nast Traveller.

Dari sisi regulasi, Kementerian Pariwisata telah menerbitkan tujuh produk hukum strategis, termasuk Perubahan Ketiga Undang-Undang Kepariwisataan bersama DPR RI, dan Peraturan Menteri tentang Satu Data Pariwisata yang menjadi landasan penting dalam pengelolaan sektor ini secara lebih terintegrasi dan berbasis data.

Sinergi lintas kementerian dan lembaga juga semakin diperkuat melalui 14 kolaborasi formal, juga kerja sama internasional strategis dengan Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Prancis untuk bidang pariwisata.

Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus perluas pasar pariwisata Indonesia ke tingkat global.
Menteri Widiyanti menegaskan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid
antara seluruh pemangku kepentingan.

“Satu tahun Kabinet Merah Putih telah membuktikan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci. Kita membangun pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Desa Wisata Pemuteran Bali Raih Penghargaan Best Tourism Village 2025 dari UN Tourism

this formate

Perwakilan Desa Pemuteran, peraih Best Tourism Villages by UN Tourism – 2025 dan Upgrade Programme of the Best Tourism Villages, Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi bersaing dengan 270 kandidat desa wisata dari 65 negara.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Desa Wisata Pemuteran di Buleleng, Bali, Indonesia, berhasil meraih predikat bergengsi “Best Tourism Village 2025” dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UN Tourism).

Penghargaan ini diserahkan secara bersamaan kepada sejumlah desa wisata terbaik dunia dalam ajang tahunan Best Tourism Villages by UN Tourism – 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10/2025).

Selain Pemuteran, Desa Wisata Osing Kemiren dari Banyuwangi, Jawa Timur, juga terpilih masuk dalam Upgrade Programme of the Best Tourism Villages by UN Tourism 2025. Kedua desa tersebut berhasil lolos dari proses seleksi yang sangat ketat, bersaing dengan 270 kandidat desa wisata dari 65 negara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya menyam- paikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menegaskan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas pengelolaan desa wisata di Indonesia.
“Saya sangat bangga dan optimistis.

Penghargaan ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di seluruh Indonesia agar terus mengoptimalkan potensi alam, warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Ia menambahkan, program penghargaan ini sejalan dengan visi pembangunan desa dalam prioritas nasional Asta Cita Kabinet Merah Putih.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, hadir langsung menerima penghargaan tersebut bersama perwakilan dari kedua desa wisata, yaitu I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa dan I Ketut Sutrawan Selamet dari Desa Wisata Pemuteran, serta Muhamad Nanda Al Hakim Akbar dari Desa Wisata Osing Kemiren.

Hariyanto menjelaskan bahwa Best Tourism Villages (BTV) merupakan inisiatif UN Tourism untuk mempromosikan pariwisata sebagai pendorong pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di kawasan pedesaan.

“Kementerian Pariwisata akan terus mengamplifikasi nilai-nilai yang didorong oleh UN Tourism agar desa wisata di Indonesia dapat memanfaatkan pariwisata sebagai kendaraan transformasi yang positif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Hariyanto.

Kita ingin menciptakan desa yang mempromosikan dan melestarikan alam serta budaya, menghargai gastronomi, kerajinan tangan, dan manusianya.

Desa yang terus berinovasi dan memiliki jiwa kewirausahaan, memberdayakan masyarakatnya, serta mengupayakan kesejahteraan (wellbeing) bagi penduduk lokal maupun wisatawan, tambahnya.

Desa Pemuteran dikenal sebagai desa pesisir di Kabupaten Buleleng, Bali, yang memikat wisatawan dengan keindahan alamnya, kekayaan warisan budaya, serta komitmen tinggi terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan.

Desa ini telah menjalankan berbagai inisiatif untuk melestarikan ekosistem laut, mengembangkan ekowisata, dan menjaga kearifan lokal budaya Bali.

Melalui program berbasis komunitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat, Pemuteran berupaya menciptakan keseimbangan harmonis antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan, menjadikannya destinasi yang unik dan menarik bagi wisatawan.

Desa ini sebelumnya juga telah meraih penghargaan tingkat regional melalui ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT) 2023–2025.

Sementara itu, Desa Wisata Osing Kemiren merupakan desa binaan PT Astra International Tbk yang juga pernah menerima penghargaan ASEAN Homestay Standard Award 2025–2027.

Keberhasilan Desa Pemuteran dalam ajang BTV 2025 melanjutkan deretan prestasi desa wisata Indonesia yang sebelumnya telah menorehkan nama di tingkat dunia, seperti Desa Wisata Nglanggeran (2021), Penglipuran (2023), Jatiluwih (2024), dan Wukirsari (2024), serta desa-desa lain yang berhasil masuk dalam Upgrade Programme. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan desa wisata global

Kejuaraan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 Resmi di Buka

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Kejuaraan Dunia Gymnastic 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, resmi dibuka pada Minggu, (19/10/2025). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang dari Wakil Menpora Taufik Hidayat, Ketua federasi senam dunia (FIG) Morinari Watanabe, dan Ketua Gymnastic Indonesia (Persani) Ita Yuliati.

Pemukulan itu kemudian disusul dengan gerakan indah para pemukul gendang lainnya mengitari tepi lapangan pertandingan. Seorang remaja putri kemudian menyanyikan lagu kebangsaan RI, muncul tarian kolosal penari Jaipong dan tari bendera di podium pertandingan, Acara juga menampilkan hiburan musik yang dibawakan oleh artis untuk penonton yang hadir.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat di acara 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 ini mengatakan pemerintah sangat mendukung kejuaraan Dunia Gymnastic 2025.

“Kita tahu kejuaraan dunia Gymnastic ini sudah disiapkan sejak lama, saya dan Ketua Umum (Ketum) Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati juga sempat menghadap Presiden Prabowo, dan beliau sangat mendukung ajang ini bisa berjalan dengan baik,” kata Taufik Hidayat.

Wamenpora Taufik Hidayat juga berharap Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 kali ini bisa menjadi ajang bagi atlet-atlet Gymanstic di Indonesia untuk berprestasi baik di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita tahu Gymnastic adalah salah satu mother of sport di Indonesia, saya harap adanya kejuaraan dunia gimnastik yang baru pertama digelar di Indonesia bisa menjadi ajang pembibitan dan pembinaan atlet-atlet muda gimnastik kita. Sekali lagi pemerintah mendukung penuh kejuaraan ini agar sukses,” ujar Wamenpora Taufik.

Sementara itu Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan kejuaraan dunia Gimnastik tahun ini adalah sejarah, karena baru kali ini kejuaraan dunia gimnastik bisa diselenggarakan di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

“Kejuaraan dunia ini bisa mendorong lebih banyak lagi atlet gymastic di Indonseia
dan saya yakin ini bisa menjadi batu loncatan yang baik untuk prestasi senam di Indonesia,” tambahnya.

Ketua Umum (Ketum) Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden dan Kemenpora serta NOC Indonesia yang terus mendukung kejuaraan ini agar berjalan sukses.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Kemenpora dan NOC Indonesia yang sampai hari ini terus mendukung kejuaraan ini agar bisa berjalan dengan baik,”.

Dari kejuaraan ini banyak manfaat yang kita ambil untuk mengembangkan olahraga senam di Indonesia. Salah satunya alat-alat yang nantinya bisa digunakan untuk mengembangkan pembinaan atlet di daerah,” ujar Ita Yuliati.

Pada kegiatan kualifikasi putra yang diikuti 75 negara ini terbagi dalam 10 subdivision untuk menentukan 24 pesenam yang akan lolos ke kategori All Around dan delapan pesenam untuk nomor Apparatus yang akan bersaing di babak final.

Usai pembukaan tim Jepang, Syria, Aljazair Jamaica dan Malaysia mengawali pertandingan. Sementara dari tribun penonton, Ketua Delegasi Aljazair, Tewfik Khatib mengatakan sangat senang bisa datang ke Indonesia yang namanya sedang naik daun, negara Islam terbesar dan punya banyak pantai.

“Saya berterimasih pada panitia lokal, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati dan tim yang telah menjadi tuan rumah yang baik,” ungkapnya.

Total sampai pulang nanti 26 Oktober 2025 delegasi Aljazair tinggal selama 16 hari di Indonesia untuk latihan, beradaptasi dan bertanding. Lima atlitnya berlaga di kejuaraan dunia ini dan untuk level benua Afrika prestasi mereka sudah unggul di banding negara Afrika lainnya.

“Pertandingan dunia ini saya yakin akan berdampak positif dan sangat bagus terutama bagi atlit senam Indonesia dan negara Asean lainnya,” kata Tewfik Khatib.

Dia juga sudah mendengar keindahan pantai-pantai di Indonesia tapi belum bisa berkunjung melihat pantai di Jakarta. Aljazair adalah negara yang terletak di Afrika Utara, berbatasan dengan Laut Mediterania. Sering dianggap sebagai pintu gerbang antara Afrika dan Eropa.

Tren Utama yang Harus Diperhatikan di HICAP 2025

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Seiring dengan terus berkembangnya sektor perhotelan Asia, HICAP 2025 akan menyoroti beberapa topik paling mendesak dalam dunia investasi hotel.

Dilansir dari travelandtourworld.com

•Investasi Berkelanjutan di Hotel: Keberlanjutan terus menjadi prioritas utama bagi industri perhotelan, dan HICAP 2025 akan menyoroti bagaimana pengembang dan investor hotel dapat menerapkan praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sambil memaksimalkan profitabilitas.

Mulai dari desain bangunan yang hemat energi hingga fasilitas yang ramah lingkungan, pembangunan berkelanjutan akan menjadi topik diskusi utama.

•Teknologi dan Inovasi dalam Perhotelan: Teknologi mengubah industri hotel dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di HICAP 2025, para peserta akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi inovasi terbaru dalam teknologi, termasuk AI, otomatisasi, dan analitik data.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman tamu tetapi juga membantu operator menjalankan bisnis yang lebih efisien dan menguntungkan.

•Tren Pengembangan dan Pembiayaan Hotel: Dengan pertumbuhan pasar hotel Asia Pasifik, pembiayaan proyek pengembangan hotel menjadi lebih kompleks. HICAP 2025 akan menampilkan sesi tentang berbagai opsi pembiayaan yang tersedia untuk pengembang dan investor, dengan fokus khusus pada pasar negara berkembang di Asia Tenggara dan India.

Mengapa Singapura?

Singapura secara luas dianggap sebagai tujuan ideal untuk konferensi internasional, dan HICAP 2025 tidak terkecuali. Negara-kota ini adalah pusat bisnis global yang dikenal karena infrastruktur kelas dunianya, kemudahan berbisnis, dan lokasi strategis di Asia.

Ekonomi Singapura yang stabil, ditambah dengan komitmennya terhadap inovasi, menjadikannya tujuan yang menarik untuk investasi hotel, yang semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor perhotelan Asia Pasifik.

Peluang Jaringan dan Kemitraan

Peluang jaringan di HICAP 2025 akan menjadi yang terbaik. Acara ini akan menawarkan sesi terstruktur dan informal di mana para delegasi dapat berinteraksi dengan para pemimpin industri, calon investor, dan pemangku kepentingan utama.

Baik Anda ingin menjalin kemitraan baru, mencari peluang investasi, atau tetap berada di depan tren industri, HICAP menyediakan lingkungan yang ideal untuk membuat koneksi yang berharga.

Hotel Investment Conference Asia Pacific (HICAP) 2025 menjanjikan acara yang tak boleh dilewatkan bagi siapa pun yang terlibat dalam industri hotel.

Dengan para pemimpin industri seperti Accor, Hilton, Marriott, dan Pan Pacific yang menjadi pusat perhatian, konferensi ini akan memberikan wawasan yang tak ternilai tentang masa depan investasi hotel di kawasan Asia Pasifik.

Baik Anda seorang investor yang mencari peluang baru, pengembang hotel yang mencari solusi inovatif, atau profesional perhotelan yang ingin tetap terdepan, HICAP 2025 akan menjadi tempat yang tepat.

Dengan fokusnya pada keberlanjutan, teknologi, dan masa depan perhotelan, HICAP 2025 akan menjadi panggung untuk investasi hotel generasi berikutnya di Asia.

CEO PATA Soroti Jalur Berkelanjutan untuk Perjalanan Jepang-Uni ​​Eropa di World Expo 2025

this formate

World  EXPO 2025, Osaka

BANGKOK, bisniswisata co.id: Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) menegaskan kembali komitmennya terhadap pariwisata lintas kawasan. CEO Noor Ahmad Hamid menyampaikan pidato utama dalam acara “Membentuk Masa Depan Perjalanan Jepang-Uni ​​Eropa” yang diselenggarakan di Paviliun Uni Eropa selama World Expo 2025 di Osaka, Jepang.

Acara ini diresmikan oleh Apostolos Tzitzikostas, Komisioner Transportasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Komisi Eropa, dan Takeshi Nakano, Wakil Komisioner Badan Pariwisata Jepang (JTA).

Diselenggarakan oleh Komisi Perjalanan Eropa (ETC), salah satu mitra berharga PATA, yang diwakili oleh CEO Eduardo Santander, bekerja sama dengan Uni Eropa, dan didukung oleh JTA, sebuah badan publik di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT).

Dengan arus pariwisata di kedua kawasan yang terkonsentrasi di sejumlah titik fokus yang terbatas, program ini berfokus pada bagaimana pariwisata yang lebih cerdas dan seimbang dapat mendorong pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan dalam perjalanan dua arah.

Program ini mencakup strategi untuk mendiversifikasi pola perjalanan, memperkuat konektivitas lintas batas, dan menargetkan wisatawan yang bertanggung jawab melalui pemasaran dan promosi bersama.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Eduardo Santander, CEO ETC, timnya yang terhormat, dan Marlene Bartes, Pejabat Kebijakan, Direktorat Jenderal Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Komisi Eropa, atas undangannya kepada PATA,” ujar Hamid.

Dia merasa terhormat menjadi bagian dari dialog penting ini yang tidak hanya memperkuat ikatan lintas kawasan antara Jepang dan Uni Eropa, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi kawasan Asia Pasifik dalam memajukan kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan pertumbuhan berkelanjutan di bidang pariwisata.

Menurut dia, hubungan antara Jepang dan Uni Eropa merupakan salah satu koridor ekonomi dan budaya paling signifikan di dunia. Pariwisata bukan sekadar komponen dari hubungan ini; pariwisata merupakan pendorong utamanya, yang mendorong saling pengertian dan menghasilkan nilai ekonomi yang substansial.

Menurut FITUR, perjalanan Jepang ke Uni Eropa diproyeksikan mencapai 4,87 juta untuk tahun ini, menunjukkan peningkatan yang luar biasa sebesar 67% dari tahun 2023. Hal ini menandakan permintaan yang kuat dan terpendam untuk pengalaman perjalanan jarak jauh di Eropa yang bernilai tinggi.

Hamid lebih lanjut mencatat bahwa meskipun pencapaian masa lalu dan prospek masa depan signifikan, hal tersebut juga telah memunculkan tantangan yang mendesak, termasuk pariwisata massal dan tingginya tingkat emisi karbon.

Untuk mengatasi isu-isu yang muncul ini, beliau mengusulkan penerapan kerangka kerja Fasilitasi Destinasi Terpadu PATA dalam konteks perjalanan Jepang-Uni ​​Eropa.

Model holistik dan strategis ini dirancang untuk merancang masa depan yang lebih berkelanjutan melalui empat pilar utama:

*Kebijakan yang Mendukung: Mengelola distribusi pengunjung di luar wilayah rawan dan memitigasi dampak ekonomi terhadap masyarakat lokal.

*Infrastruktur Cerdas: Berinvestasilah dalam konektivitas, khususnya kereta api, untuk membuka destinasi sekunder dan tersier.

*Pemasaran Terarah: Beralihlah dari strategi berbasis volume ke strategi berbasis nilai, yang menarik wisatawan dengan imbal hasil tinggi dan dampak rendah.

*Keterlibatan Masyarakat: Libatkan penduduk lokal sebagai mitra, pastikan mereka mendapatkan manfaat dari pariwisata sekaligus melestarikan warisan budaya.

Accor, Ace, Pan Pacific, Hilton, Marriott, Bersinar di Hotel Investment Conference Asia Pacific Singapura, 22-24 Okt.

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Saat industri perhotelan terus bangkit dan beradaptasi dengan tantangan baru, tidak ada tempat yang lebih baik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tren, tantangan, dan peluang di sektor ini selain di Hotel Investment Conference Asia Pacific (HICAP) 2025.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, dijadwalkan akan diadakan di Singapura mulai 22 hingga 24 Oktober 2025, acara bergengsi ini menjanjikan perubahan besar bagi mereka yang terlibat dalam investasi dan pengem-bangan hotel di seluruh kawasan Asia Pasifik.

HICAP, dalam edisinya yang ke-35, akan mempertemukan lebih dari 300 profesional dari seluruh dunia. Konferensi ini menawarkan platform eksklusif bagi pemilik hotel, pengembang, investor, operator, arsitek, dan pakar industri untuk terhubung, berdiskusi, dan mengembangkan strategi inovatif yang akan membentuk masa depan sektor perhotelan di kawasan ini.

Acara tahun ini sangat penting karena industri hotel berupaya untuk pulih, berinovasi, dan mengatasi tantangan baru seperti keberlanjutan, transformasi digital, dan preferensi konsumen yang terus berkembang.

Dengan hadirnya pemain utama seperti Accor, Hilton, Marriott, Pan Pacific, dan Ace Hotels, HICAP 2025 siap memamerkan strategi, peluang investasi, dan inovasi terbaru yang akan mendorong kemajuan industri.

Menyatukan para pemimpin di bidang perhotelan

Selama tiga hari, HICAP akan menjadi pusat lanskap investasi hotel Asia Pasifik. Konferensi ini dirancang untuk melayani berbagai profesional yang terlibat dalam industri hotel, menciptakan lingkungan di mana jaringan (networking), berbagi pengetahuan, dan pembuatan kesepakatan dapat berkembang.

Acara tahun ini akan menampilkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari jaringan hotel besar hingga operator butik, lembaga keuangan, perusahaan investasi, dan badan pariwisata pemerintah.

Setiap peserta akan membawa perspektif unik mereka, baik merek hotel yang ingin memperluas kehadirannya di kawasan ini, investor yang mencari peluang baru, maupun konsultan yang menawarkan wawasan tentang kondisi pasar.

Berbagai keahlian ini akan mendorong percakapan dinamis tentang cara mendekati tantangan paling mendesak di kawasan ini dan memanfaatkan peluang yang muncul.

Platform untuk Investasi, Inovasi, dan Jaringan
HICAP 2025 akan menjadi lebih dari sekadar konferensi—ini akan menjadi pusat untuk menjalin koneksi bisnis yang penting, belajar dari para pemimpin pemikiran, dan merumuskan strategi untuk meraih kesuksesan.

Para profesional industri dapat mengharapkan:
•Peluang Investasi: Acara ini menawarkan tinjauan komprehensif tentang peluang investasi saat ini dan yang akan datang di sektor hotel Asia Pasifik. Dengan pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara dan Tiongkok, serta kawasan yang sedang rising, konferensi ini akan menyoroti lokasi terbaik untuk pengembangan dan investasi hotel.

•Tren Pasar dan Prospek Masa Depan: Diskusi panel akan mendalami tren pasar terbaru, memberikan wawasan tentang perilaku konsumen, inovasi teknologi, dan masa depan perhotelan.

•Jaringan dan Kemitraan: HICAP dikenal karena peluang jaringannya yang tak tertandingi. Melalui acara formal dan informal, peserta dapat membangun hubungan yang langgeng dengan investor, pemilik hotel, dan penyedia layanan.

•Konten Edukasi: Acara ini akan menampilkan serangkaian lokakarya, seminar, dan pidato utama yang membahas isu-isu terbesar dalam industri.

Topik akan mencakup masa depan desain hotel, praktik pengembangan berkelanjutan, dan strategi untuk berkembang di dunia yang semakin digital.

Accor, Hilton, Marriott, dan Pan Pacific Memimpin

Partisipasi raksasa perhotelan global seperti Accor, Hilton, Marriott, dan Pan Pacific menyoroti peran penting yang dimainkan merek-merek ini dalam membentuk lanskap investasi hotel di kawasan ini.

Masing-masing perusahaan ini memiliki kehadiran yang kuat di Asia Pasifik dan memimpin upaya untuk menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada di kawasan tersebut.

Visi Accor untuk Asia Pasifik

Accor, grup perhotelan multinasional Prancis, siap menyoroti pendekatan dinamisnya untuk memperluas jejaknya di seluruh Asia Pasifik. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 2.000 properti di 30 negara di kawasan tersebut dan terus berfokus pada peningkatan portofolionya.

Rangkaian merek Accor yang beragam, mulai dari yang ramah anggaran hingga mewah, memungkinkannya untuk melayani berbagai segmen pasar.

Di HICAP 2025, Accor diharapkan akan membagikan rencana pertumbuhan masa depannya di kawasan ini, terutama di pasar dengan permintaan tinggi seperti Tiongkok, India, dan Asia Tenggara.

Visi strategis Accor mencakup fokus yang kuat pada keberlanjutan, dan perusahaan telah berkomitmen untuk mengurangi jejak karbonnya dan meningkatkan praktik berkelanjutan di seluruh portofolionya.

Kehadiran merek ini di HICAP akan memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan industri untuk mempelajari lebih lanjut tentang upaya Accor dalam menciptakan industri perhotelan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Jejak Hilton yang Meluas di Asia
Hilton telah lama menjadi kekuatan dominan di pasar hotel Asia Pasifik. Dengan lebih dari 400 hotel beroperasi di seluruh kawasan, perusahaan ini memperluas jejaknya untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan pengalaman hotel premium dan mewah.

Di HICAP 2025, Hilton akan presentasikan strateginya untuk pertumbuhan berkelanjutan di pasar-pasar utama, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tenggara.

Pendekatan ekspansi Hilton didorong oleh fokusnya pada merek-merek mewah dan gaya hidup kelas atas, termasuk Hilton Hotels & Resorts, Conrad Hotels & Resorts, dan Waldorf Astoria.

Penekanan perusahaan pada pengalaman tamu, termasuk penggunaan teknologi inovatif untuk meningkatkan layanan, akan menjadi fokus utama presentasinya di acara tersebut.

Penawaran Diversifikasi Marriott
Marriott International, perusahaan hotel terbesar di dunia berdasarkan jumlah properti, akan menjadi sorotan utama di HICAP 2025 dengan portofolio mereknya yang beragam.

Sedikitnya 30 merek Marriott mencakup seluruh spektrum hotel, mulai dari pilihan yang ramah anggaran hingga resor ultra-mewah.

Fokus perusahaan pada perluasan kehadirannya di Asia Pasifik akan menjadi topik pembicaraan utama, terutama karena Marriott terus meningkatkan jejaknya di pasar-pasar utama seperti Tiongkok, India, dan Vietnam.

Di HICAP 2025, Marriott akan membahas komitmen berkelanjutannya terhadap inovasi, teknologi, dan keberlanjutan. Inisiatif merek ini untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pengalaman tamu yang dipersonalisasi dan merampingkan operasi akan menjadi bagian penting dari diskusi di konferensi.

Pengaruh Pan Pacific yang Meluas
Pan Pacific Hotels Group, pemain regional dengan fokus pada properti mewah dan kelas atas, akan memamerkan lintasan pertumbuhannya yang kuat di HICAP 2025.

Dengan kehadiran yang meluas di Asia Tenggara, terutama Singapura, Indonesia, dan Vietnam, Pan Pacific memiliki posisi unik di pasar.

Fokus perusahaan dalam menggabungkan kemewahan dengan keberlanjutan menjadikannya mitra yang menarik bagi investor dan pengembang yang mencari pendekatan investasi hotel jangka panjang dan berbasis nilai.

IATA Menggelar Simposium Penumpang & Keuangan Dunia di Istanbul

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) akan menyelenggarakan Simposium Keuangan Dunia (WFS) dan Simposium Penumpang Dunia (WPS) pada 5–6 November 2025 di Istanbul, Turki, yang diselenggarakan oleh Turkish Airlines.

Acara ini mempertemukan para pemimpin di bidang ritel, keuangan, pembayaran, dan identitas digital.

“Industri penerbangan berada di ambang transformasi besar. Model ritel baru, teknologi pembayaran yang disruptif, dan identitas digital sedang membentuk kembali cara maskapai melayani pelanggan dan menjalankan bisnis mereka.

CFO akan menjadi pusat perubahan ini, memastikan strategi, sistem, dan investasi keuangan selaras dengan masa depan industri. IATA WFS/WPS merupakan kesempatan unik untuk mengkaji perubahan ini, belajar dari mereka yang berada di garis depan inovasi, dan menyelaraskan strategi,” ujar Sandrine Le Borgne, Wakil Presiden Senior IATA, Layanan Korporat & CFO.

Turkish Airlines dengan bangga selenggarakan IATA WFS/WPS gabungan di Istanbul, kota asal. Sebagai maskapai yang menghubungkan lebih banyak negara daripada maskapai lain, perusahaan penerbangan ini berkomitmen untuk memimpin transformasi perjalanan penumpang.

Tetap menjadi yang terdepan di industri ini dalam hal inovasi di bidang keuangan, identitas digital, dan ritel yang sangat penting untuk menawarkan perjalanan yang lebih cerdas, lebih sederhana, dan lebih nyaman di seluruh dunia,” kata Kepala Keuangan Turkish Airlines dan Anggota Dewan Direksi dan Komite Eksekutif, Prof. Murat Şeker.

“Menyelaraskan perubahan dengan harapan pelanggan sangatlah penting. Di WFS/WPS 2025, kami akan mengungkap wawasan utama dari Survei Penumpang Global (GPS) IATA terbaru, “. kata Nick Careen, Wakil Presiden Senior IATA, Operasi, Keselamatan, dan Keamanan

Dari survei sebelumnya, dia tahu bahwa penumpang peduli dengan cara mereka berbelanja dan membayar perjalanan, dan bahwa mereka menginginkan teknologi untuk membuat perjalanan mereka lebih baik.

“Jadi, kami akan menggunakan GPS untuk membantu industri ini membuka nilai inovasi dalam identitas digital, pembayaran, dan ritel,” ungkap Nick Careen

Sorotan Program

Simposium akan dibuka dengan pidato utama dari Ketua Dewan dan Komite Eksekutif Turkish Airlines, Prof. Ahmet Bolat dan Le Borgne, dilanjutkan dengan serangkaian sesi.

Sorotan program meliputi:

Hasil Survei Penumpang Global 2025: Wawasan Eksklusif tentang prioritas wisatawan ;
Mengapa Pembayaran Harus Menjadi Agenda Dewan Anda: Mengatasi beban biaya sebesar US$ 22 miliar.

Mengutamakan Pelanggan: Membuka nilai melalui keuangan, ritel, dan operasional.
Selain itu, tiga jalur khusus akan membahas lebih mendalam.

Penawaran & Pesanan yang Sedang Dibuat: Studi kasus maskapai dan wawasan vendor TI tentang bagaimana AI dan sistem bebas warisan mentransformasi ritel dan pengalaman pelanggan.

Pembayaran & Pembiayaan untuk Pesanan: Bagaimana maskapai penerbangan, penyedia pembayaran, dan klien korporat memodernisasi pembayaran dan mengalihkan akuntansi pendapatan ke akuntansi pesanan, mengatasi kendala, inovasi, dan standar

Identitas Digital & Pesanan: Menggunakan identitas digital dan biometrik untuk menyederhanakan proses perbatasan, memungkinkan personalisasi, dan meningkatkan manajemen disrupsi, dengan inovasi maskapai penerbangan dan pemerintah.

Pembicara
*Gary Liu, CEO, Antom, Ant International
*Tamur Goudarzi Pour, EVP Strategi dan Anggota Komite Eksekutif, Lufthansa Group
*Christine Rovelli, Chief Revenue Officer, Finnair
*Prof. Murat Seker, Chief Financial Officer, Anggota Dewan Direksi dan Komite Eksekutif, Turkish Airlines
*Kerem Kiziltunc, Chief Information Technology Officer, Turkish Airlines

Indonesia Tampilkan Pesona Bahari, Kuliner, dan Wellness di ITB Asia 2025

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menampilkan tema flagship yang strategis dan relevan dengan tren global pariwisata, yaitu marine (bahari), gastronomi (kuliner), dan wellness (kesehatan dan kebugaran) dalam pameran pariwisata business to business ITB Asia 2025 pada 15–17 Oktober 2025 di Marina Bay Sands, Singapura.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, sampaikan bahwa partisipasi Indonesia tahun ini mengusung tiga tema flagship, yaitu marine (bahari), gastronomi (kuliner), dan wellness (kesehatan dan kebugaran) menjadi cerminan fokus utama pemerintah dalam mengembang-kan potensi pariwisata Indonesia.

“Indonesia tidak hanya berorientasi pada keindahan alam, tetapi juga pada pengalaman yang holistik dan mendalam bagi wisatawan,” ujar Made.

Oleh karena itu, Made menilai partisipasi Indonesia dalam pameran berskala internasional ini menjadi platform strategis untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat hubungan bisnis dengan pelaku industri pariwisata dari seluruh dunia.

Terlebih, ITB Asia dihadiri oleh lebih dari 13.000 profesional industri pariwisata, termasuk 1.500 hosted buyers dari segmen leisure, MICE, dan corporate travel.

Booth Wonderful Indonesia seluas 61 m² yang dihadirkan merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, KBRI Singapura, dan para pelaku industri pariwisata yang berpartisipasi. Booth tersebut dirancang dengan konsep minimalis namun tetap atraktif, menampilkan berbagai aspek kekayaan laut Indonesia, mulai dari keindahan bawah laut dan ekowisata bahari, hingga keanekaragaman kuliner tradisional dan modern yang mampu memikat wisatawan internasional.

Tak hanya itu, layanan wellness yang dipamerkan menggabungkan kearifan lokal dalam tradisi kesehatan dengan tren kesehatan global yang terus berkembang.

Melalui pendekatan ini, Indonesia ingin menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai ragam produk pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar yang semakin beragam.

Sebanyak 16 pelaku industri pariwisata nasional turut serta dalam pameran ini, terdiri atas delapan _travel agent/tour operator_ dan delapan hotel ternama yang mewakili berbagai destinasi utama di Indonesia, khususnya 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif.

Kehadiran mereka tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan produk dan paket wisata, tetapi juga untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama dengan para buyer serta agen perjalanan internasional yang hadir di ITB Asia.

Made menegaskan pentingnya partisipasi Indonesia dalam ITB Asia, terutama di pasar Singapura. Ia menjelaskan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis dan berperan sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

“Dengan profil wisatawan yang sangat beragam dan memiliki potensi tinggi, promosi di Singapura menjadi langkah vital untuk meningkatkan awareness dan minat kunjungan ke destinasi-destinasi Indonesia,” kata Made.

Pada 2025, Indonesia menargetkan kedatangan antara 1,6 juta hingga 1,8 juta wisatawan asal Singapura. Angka ini menjadikan Singapura sebagai salah satu kontributor utama dalam pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

“Melalui ITB Asia, kita dapat menghadirkan cerita dan pengalaman pariwisata Indonesia yang autentik, mulai dari kekayaan laut yang menakjubkan, cita rasa kuliner yang khas, hingga layanan wellness yang menawarkan keseimbangan fisik dan mental.

“Hal ini tidak hanya akan mendongkrak angka kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan,” kata Made.

Selain menjadi ajang promosi, ITB Asia 2025 juga menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan dunia.

Melalui berbagai kegiatan business matching dan  networking event yang digelar selama pameran, Indonesia berupaya memfasilitasi kolaborasi yang dapat mempercepat pemulihan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional di tengah tantangan global.

Kementerian Pariwisata mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan partisipasi Indonesia di ITB Asia 2025 serta mendukung upaya bersama dalam menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional.