Saudia Group Umumkan Rencana Musim Haji 2024. Dalam waktu 74 hari akan mengantarkan jemaah haji dari seluruh dunia ke Tanah Suci

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: Saudia Group mengumumkan rencana operasionalnya selama Musim Haji 2024, yang bertujuan memfasilitasi transportasi jemaah haji dari seluruh dunia, mengefektifkan semua prosedur dan menyuguhkan pelayanan terbaik di berbagai lokasi. 

Lebih dari 1,2 juta telah disiapkan melalui investasi optimalnya dalam armada sejumlah lebih dari 150 pesawat, yang menerapkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. 

Prakarsa ini sejalan dengan arahan kepemimpinan Saudi, yang didukung oleh kolaborasi bersama berbagai entitas yang terlibat dalam pelayanan Ibadah Haji.

Periode operasional maskapai penerbangan nasional selama Musim Haji 2024, meliputi tahap inbound dan outbound, berlangsung selama 74 hari sejak 9 Mei. 

Saudia Group secara proaktif telah membentuk tim-tim khusus yang disebar di bagian monitoring kinerja, terminal operasional, tindak lanjut, dan kordinasi dengan sektor-sektor pihak lainnya. 

Selain itu, sumber daya operasional telah dialokasikan di seluruh ruang tunggu Bandara Internasional King

Abdulazis di Jeddah, dan rencana darurat telah dikembangkan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, simulasi virtual telah sering dilakukan di bandara internasional Jeddah dan Madinah. Saudia Group akan menyambut jemaah haji melalui lima bandara domestik, yaitu di Jeddah, Madinah, Riyadh, Dammam, dan Yanbu.

Didukung lebih dari 11,000 karyawan garis depan dan teknisi perawatan pesawat, guna memastikan kelancaran arus pergerakan di bandara serta efisiensi operasional.

Selain itu, 120.000 jemaah akan dilayani melalui inisiatif “Rute Makkah” yang dirancang untuk menyederhanakan proses imigrasi jemaah ke Makkah.

Saudia juga akan melanjutkan layanan “Luggage First” dan pembagian 270.000 tas serta 240.000 botol Zamzam.

Maskapai penerbangan nasional

Arab Saudi merasa terhormat untuk melanjutkan peran pentingnya dalam melayani jemaah, memastikan perjalanan spiritual mereka diperkaya sejalan dengan tujuan Visi 2030, kata Amer Al Khushail, CEO Haji dan Umrah Saudia.

Setiap tahun, pihaknya mengintegrasikan upaya di semua sektor seiring upaya kami meningkatkan kepuasan jemaah dengan penerapan inisiatif penyederhanaan prosedur kedatangan dan proses check-in bandara.

“Berkaitan  persiapan menyambut musim haji, Saudia berkomitmen pada penandatanganan perjanjian dengan delegasi pemerintah dan agen perjalanan guna memastikan penyediaan

kapasitas kursi yang sesuai untuk pasar dengan permintaan tinggi di lebih dari seratus tujuan di empat benua,” tegasnya.. 

“Kami menawarkan pemesanan tanpa batas melalui kantor Saudia dan saluran

online. Kami juga telah merancang kampanye kesadaran akan kriteria penerimaan bagasi.” tambah Al Khashil.

Saudia menawarkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan pengalaman jemaah. Hal ini dimulai dengan penerbitan boarding pass keluar dan masuk. Dengan komitmen akan komunikasi yang lancar, staf multibahasa Saudia yang mahir dalam lebih dari 30 bahasa.

Vietjet Luncurkan Rute Langsung Hanoi ke Melbourne, Tingkatkan Konektivitas antara Asia dan Australia 

this formate

Penyambutan penumpang di bandara Melbiurne

Vietjet menawarkan pengalaman perjalanan mewah dengan diskon 50% untuk semua tiket kelas Bisnis dan SkyBoss di seluruh rute domestik dan internasional 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penerbangan perdana Vietjet dari Hanoi, Vietnam, menuju Melbourne, Australia, tiba di Bandara Melbourne pada tanggal 4 Juni 2024. Penerbangan ini disambut oleh Natalie Hutchins, Anggota Parlemen Victoria.

Turut hadir Menteri Pekerjaan dan Industri, Menteri Perempuan, Menteri Perjanjian dan Penduduk Asli Victoria, Wakil Duta Besar Vietnam untuk Australia Nghiem Xuan Hoa, Kepala Penerbangan Bandara Internasional Melbourne Jim Parashos, Wakil Komisaris Utama Vietjet Nguyen Thanh Ha, dan Wakil Presiden Vietjet Nguyen Thi Thuy Binh, bersama dengan penduduk setempat serta para penumpang.

Penerbangan Hanoi – Melbourne merupakan rute keenam Vietjet yang menghubungkan Vietnam dengan Australia. Dengan dua penerbangan pulang pergi setiap hari Selasa dan Sabtu menggunakan pesawat A330 berbadan lebar yang modern, Vietjet terus meningkatkan kenyamanan perjalanan antara Hanoi dan Australia.

Ekspansi jaringan penerbangan internasional Vietjet ini juga akan memberikan manfaat bagi para wisatawan di Asia dan Australia. Wakil Presiden Vietjet Nguyen Thi Thuy Binh menyampaikan sejak penerbangan pertama Vietjet ke Australia pada April 2023, pihaknya terus memperluas jaringan  yang menghubungkan lima kota terbesar di Australia, yaitu Melbourne, Sydney, Brisbane, Perth, dan Adelaide, dengan Ho Chi Minh City.

Peluncuran rute Melbourne – Hanoi pada 4 Juni 2024, dan rute Sydney – Hanoi yang akan diluncurkan pada 8 Juni 2024, semakin membuktikan komitmen kami untuk terus mengembangkan jaringan penerbangan serta menyediakan layanan berkualitas antara Australia dan Vietnam guna memenuhi permintaan masyarakat setempat dan wisatawan.”

Kepala Penerbangan Bandara Melbourne, Jim Parashos, menyampaikan bahwa pertumbuhan pasar Vietnam merupakan salah satu hal positif yang muncul pasca pandemi.

“Peningkatan kapasitas di pasar memberikan keuntungan bagi penumpang dalam bentuk tarif yang lebih murah, tetapi juga memberikan akses bagi eksportir ke pasar-pasar bernilai tinggi,” ujarnya.

Layanan Vietjet di Hanoi akan melengkapi layanan penerbangan lima kali seminggu ke Ho Chi Minh City yang beroperasi saat ini serta membuka pintu bagi masyarakat Vietnam untuk terhubung dengan beragam destinasi Asia lainnya melalui jaringan maskapai ini.

Vietnam merupakan salah satu dari sepuluh destinasi internasional utama kami.” Peluncuran rute Hanoi – Melbourne diharapkan dapat menarik investasi dan meningkatkan permintaan dalam sektor pariwisata, pendidikan internasional, kunjungan keluarga, dan peluang kerja di Victoria.

Tujuan dari rute ini adalah untuk membantu memulihkan sektor pariwisata negara bagian Victoria ke tingkat sebelum pandemi pada tahun 2025, dengan target mencapai pendapatan pariwisata sebesar USD 53 miliar dan mendatangkan 111,8 juta wisatawan pada tahun 2028

Menyusul peluncuran rute Hanoi – Melbourne, Vietjet akan meluncurkan rute penerbangan Hanoi – Sydney pada tanggal 8 Juni 2024 mendatang. Saat ini, Vietjet mengoperasikan 58 penerbangan mingguan antara Vietnam dan Australia.

Selain itu, maskapai ini juga memiliki empat rute yang menghubungkan Vietnam dengan Indonesia: Jakarta ke Ho Chi Minh City, Jakarta ke Hanoi, Bali ke Ho Chi Minh City, dan Bali ke Hanoi.

Langkah ekspansi ini menggarisbawahi komitmen dalam menyediakan beragam pilihan konektivitas menuju berbagai destinasi internasional.

Untuk menyambut peluncuran, maskapai ini menawarkan harga tiket promo mulai dari Rp1.000.000 (termasuk pajak dan biaya) untuk tiket sekali jalan kelas ekonomi, yang berlaku untuk semua rute antara Vietnam dan Australia hingga 10 Juni 2024.

Paket ini juga mencakup fasilitas bagasi 20kg dan makanan hangat. Ketersediaan kursi diskon dapat bervariasi tergantung pada rute dan tanggal perjalanan.

Vietjet juga menyediakan kelas Bisnis premium dengan fasilitas eksklusif seperti check-in khusus, jalur prioritas, ruang tunggu bisnis, beraneka ragam kuliner otentik, makanan bergizi, serta hidangan hangat dan segar yang disajikan sepanjang penerbangan, bagasi terdaftar hingga 60kg dan satu golf set, serta kabin pribadi dan kursi yang dapat direbahkan hingga 180 derajat.

Setiap penumpang yang menggunakan layanan maskapai ini akan mendapatkan manfaat asuransi perjalanan SkyCare secara gratis. Selain itu, penumpang yang terbang bersama Vietjet selama periode musim panas ini dapat mengumpulkan poin melalui program loyalitas Vietjet SkyJoy dan memiliki kesempatan untuk memenangkan undian berhadiah..

Tahun ini meraih penghargaan “Best Ultra Low-Cost Airline 2024” dan “World’s Best Low-Cost Airline Onboard Hospitality 2024” dari AirlineRatings. Penghargaan ini mencerminkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik dan pengalaman yang istimewa kepada para wisatawan.

Vietjet mengajak masyarakat untuk menjelajahi dunia menggunakan armada pesawat baru yang modern dan ramah lingkungan. Awak kabin Vietjet yang profesional dan berdedikasi siap melayani penumpang dengan menyajikan pengalaman kuliner Vietnam dan internasional.

Sajiannya kaya dengan beraneka ragam hidangan hangat dan menyegarkan seperti Pho dan Banh Mi khas Vietnam. Selain itu, para penumpang juga dapat berpartisipasi dalam program budaya dan seni melalui acara-acara khusus di atas ketinggian 10.000 meter.

Festival Jakarta Great Sales Diharapkan naikkan 30% Transaksi dari Tahun Sebelumnya. 

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2024 dibuka bersamaan dengan Jakarta Kreatif Festival (JaKreatiFest) di Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).

FJGS merupakan bagian dari perayaan HUT Ke-497 Jakarta dan digelar di 94 mal yang menjadi bagian dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta selama 45 hari dimulai pada 5 Juni hingga 10 Juli 2024.

“Kami optimis jumlah pengunjung FJGS tahun ini naik 30 persen dari tahun sebelumnya dengan jumlah transaksi di atas 12 triliun,” ujar Ketua Pelaksana FJGS sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo .

Berbicara saat saat jumpa pers sebelum acara pembukaan FJGS 2024 di Taliwang Bali Restoran, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan (6/6/2024), Mualim mengatakan target itu bisa melebihi rata-rata jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal yang mencapai sekitar empat juta pengunjung setiap harinya.

Peluncuran Festival Jakarta Great Sales( FJGS)

Menurutnya, APPBI juga gencar melakukan promosi yang dibantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat pemasangan iklan LED (videotron) hingga penempatan poster di sejumlah taman di Jakarta. Tak hanya itu, APPBI DKI Jakarta juga memberikan diskon hingga 70 persen dan hadiah menarik pagi pengunjung.

“Kami berharap kegiatan ini juga bisa menjadi peluang bagi para pelaku UMKM dan Pariwisata dalam menggerakan roda perekonomian di Jakarta dan tentunya juga memerlukan support yang tinggi supaya bisa tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mualim mengatakan, “Untuk itu pengelola pusat belanja dalam gelaran ini juga akan membuat beberapa event untuk menarik minat belanja masyarakat”.

Sementara Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dalam sambutannya pada acara pembukaan mengatakan acara ini merupakan wujud sinergi Pemprov DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta untuk terus mengembangkan ekonomi di Jakarta, sejalan dengan perubahan status Jakarta dari Ibu Kota Negara menjadi pusat ekonomi dan bisnis berskala global”.

“Sinergi ini dibutuhkan untuk bersama-sama memperkuat posisi aspek-aspek Jakarta menuru kota global. Hal ini dapat ditempuh dengan mengoptimalkan ekonomi yang kuat dan terhubung secara global, kapasitas riset dan inovasi, serta aksesibilitas yang baik secara intra dan interkota,” ungkapnya.

Rental Escapes Memperpanjang Komisi Bonus Penasihat Perjalanan Hingga Juni

this formate

Vila pribadi Rental Escapes, Seaclusion, Grace Bay, Turks dan Caicos.  (Foto: Rental Escapes)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Sebagai pengakuan atas peran penting yang dimainkan penasihat perjalanan dalam perencanaan perjalanan mewah, perusahaan persewaan vila global terkemuka, Rental Escapes , dengan bangga mengumumkan perpanjangan penawaran komisi bonusnya.

 Awalnya diluncurkan untuk Bulan Apresiasi Travel Advisor di bulan Mei, tawaran komisi bonus hingga $5.000 yang menggiurkan ini kini akan tersedia hingga 30 Juni 2024. 

Dilansir dari travelpulse.com , “Kami sangat senang dapat menawarkan peluang tambahan bagi penasihat perjalanan untuk memperoleh penghasilan,” kata Willie Fernandez, kepala pemasaran Rental Escapes. 

“Komisi bonus dirancang untuk memberi insentif kepada para penasihat agar penjualan mereka mencapai garis finis,” ujarnya.

Dia melihat kesuksesan luar biasa dengan komisi bonus bulan lalu dengan rekor jumlah pemesanan, jadi perusahaan bersemangat untuk dapat terus memberikan penghargaan kepada mitra penasihat perjalanannya. 

Penawaran yang diperpanjang ini berlaku untuk pemesanan yang dilakukan antara 1-30 Juni 2024, untuk masa inap tamu yang diselesaikan paling lambat 31 Desember 2025. 

Inisiatif ini menggarisbawahi komitmen berkelanjutan Rental Escapes untuk mendukung dan memberi penghargaan kepada mitra penasihat perjalanannya atas upaya luar biasa mereka dalam menciptakan perjalanan yang berkesan. pengalaman untuk klien mereka.

Menurut statistik yang diberikan oleh American Society of Travel Advisors (ASTA), 70 persen pelancong mewah beralih ke penasihat perjalanan untuk merencanakan liburan mereka. 

Karena hal ini menjadikan penasihat sangat penting bagi kesuksesan perusahaan secara keseluruhan, Rental Escapes memastikan untuk memberikan mereka dukungan yang tak tertandingi. 

Program Kunci Sukses perusahaan yang komprehensif membekali para penasihat dengan semua alat dan sumber daya penting yang mereka perlukan untuk menarik dan melayani klien mereka—termasuk webinar bulanan, sesi mingguan ‘Rabu bersama Willie’, templat email yang siap dikirim, situs web label putih yang dapat disesuaikan dan banyak lagi.

Selain itu, Rental Escapes menjalankan Program Hadiah perintis, di mana para penasihat bisa mendapatkan poin yang pada akhirnya dapat ditukarkan dengan liburan vila mereka sendiri. 

Kedua inisiatif ini menunjukkan dedikasi perusahaan dalam menyediakan penasihat perjalanan dengan potensi pendapatan dan peluang pertumbuhan bisnis sebesar-besarnya.

Rental Escapes menonjol sebagai pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman vila eksklusif, lengkap dengan akomodasi dan layanan tak tertandingi.

 Ini adalah perusahaan persewaan vila mewah berlayanan lengkap dengan portofolio luas lebih dari 5.000 properti pribadi, masing-masing dipilih dan diperiksa dengan cermat, di lebih dari 70 destinasi di Amerika Serikat , Meksiko , Karibia , Eropa , dan sekitarnya. 

Menawarkan dukungan yang tak tertandingi, tim spesialis vila ahli perusahaan membantu tamu dan penasihat perjalanan dalam merencanakan dan memesan penginapan vila yang sempurna.

Selain itu, setiap pemesanan mencakup layanan pramutamu khusus untuk mengatur fasilitas opsional seperti koki pribadi dan penyewaan perahu, memastikan pengalaman liburan yang tak tertandingi.

Kroasia Pertimbangkan Pajak Wisata Lingkungan Baru.

this formate

ZAGREB, bisniswisata.co.id : Tahun depan, Kroasia mungkin akan memberlakukan pajak wisata lingkungan baru. Hal ini sebagai respons terhadap dampak negatif pariwisata terhadap ekosistem lokal. Penerimaan pajak akan digunakan untuk upaya perlindungan lingkungan.

Dilansir dari tourism-review.com, melestarikan keindahan alam Kroasia melalui perpajakan berimbang yang tidak terlalu memberatkan negara Eropa Timur adalah sebuah langkah menuju pelestarian perairan Kroasia yang terkenal jernih dan garis pantai yang menakjubkan.

Meskipun populasinya kecil yaitu 4 juta jiwa, Kroasia menyambut 20,6 juta wisatawan tahun lalu, meningkat 9% dari tahun sebelumnya. Meskipun arus masuk ini menguntungkan perekonomian lokal, namun juga mengancam lingkungan dan populasi, karena rumah-rumah di Kroasia sering kali penuh sesak selama musim ramai.

Infrastruktur Kroasia tidak dilengkapi dengan baik untuk menangani banyaknya wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut. 

Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak tersambungnya pipa-pipa tersebut ke sistem publik sehingga menyebabkan air limbah langsung dibuang ke laut. 

Neven Iveša, seorang profesor dan peneliti biologi kelautan di Universitas Pula, menjelaskan bahwa beberapa kota wisata populer di pantai barat Istria, seperti Poreč dan Rovinj, sedang berupaya meningkatkan pipa mereka untuk meningkatkan pengelolaan air limbah.

Namun upaya modernisasi ini dinilai “tidak berkelanjutan” oleh peneliti karena berdampak negatif terhadap kualitas perairan Laut Adriatik dan merugikan flora laut. Selain itu, wisata bahari juga memberikan dampak buruk terhadap fauna lokal.

Di tingkat lokal, terdapat peningkatan inisiatif untuk memerangi overtourism, yang tidak cukup menghargai lingkungan. Misalnya, pada Agustus 2023, Kelly Craighead, CEO CLIA, dan Mato Franković, walikota, menandatangani peraturan tentang kapal pesiar di Dubrovnik.

Selain itu, kampanye “Hormati Kota” sedang dilaksanakan di Dubrovnik. Proyek manajemen ini mencakup serangkaian tindakan dan kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Tujuannya adalah untuk memposisikan Dubrovnik sebagai pemimpin dalam pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab di Mediterania, sebagaimana tercantum dalam situs resminya.

Sapta Nirwandar:  Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Wisata Terpadu Ciater Mulai Oktober

this formate

Sapta Nirwandar ( kiri)  bersama Natalia Bayona, Executive Director of UN WTO dan Menparekraf Sandiaga Uno ( tengah) dan investor lainnya di International Tourism Investment Forum 2024

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kerjasama (MoU) investasi pembangunan kereta gantung pariwisata di kawasan wisata terpadu Ciater, Kabupaten Subang, resmi ditandatangani oleh Sapta Nirwandar, Presiden Direktur PT. Kamara Citra Destinasi Indonesia sekaligus Representatif POMA Perancis dan Supriyanto, Direktur Utama PT. Sari Bumi Mas.

Acara ini disaksikan langsung oleh Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Natalia Bayona, Executive Director of UN WTO, dalam acara International Tourism Investment Forum 2024 yang digelar di Swissotel PIK Jakarta pada Rabu, 5 Juni 2024.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan apresiasi tinggi terhadap rencana ini yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata di Jawa Barat.

“Saya mengucapkan selamat karena (rencana) ini sudah lama ditunggu dan ini merupakan kabar yang sangat baik,” kata Sandiaga dalam keterangan resminya.

Rencana kerjasama investasi ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan mendukung tercapainya target penciptaan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru di sektor Parekraf pada tahun 2024.

Direktur Operasional PT. Sari Ater, Herrie Hermanie Soewarma, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan Sari Ater seluas 100 hektare dari total rencana 400 hektare. Untuk tahap awal pengembangan kawasan akan dilakukan di lahan seluas 100 hektare.

Pengembangan berfokus pada fasilitas pendukung pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions/MICE). Kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai atraksi dan sarana pariwisata, termasuk resort, yang mendukung kegiatan pariwisata lebih luas seperti MICE.

“Seluruh sarana dan prasarana ini akan menjadikan Sari Ater sebagai “The First Resort Cable Car in Indonesia.” kata Sapta Nirwandar.

Panca R Sarungu, Representatif POMA Perancis, mengatakan bahwa kereta gantung di Sari Ater akan dibangun bekerja sama dengan Pomagalski S.A. atau POMA, perusahaan kereta gantung asal Perancis.

Teknologi yang digunakan oleh kereta gantung tersebut bakal lebih modern dibandingkan dengan kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

“Selama ini yang kita tahu cable car hanya ada di TMII dan Ancol dari tahun 1970-an. Itu sudah lama sekali. Padahal, kalau kita berwisata ke negara lain, kita suka naik cable car yang lebih modern, dan mudah-mudahan kita bisa segera punya cable car,” ujar Panca.

Sapta Nirwandar, yang juga Representatif POMA Perancis, menyatakan bahwa tahap pertama pembangunan kereta gantung ini membutuhkan investasi antara Rp 600-700 miliar.

“Di fase pertama, kita akan membangun yang pendek dulu di dalam kawasan. Pengembangan ke depannya (cable car) akan menyambung sampai ke Tangkuban Perahu, itu bisa 5 kilometer,” jelas Sapta.

Dia optimistis rencana kerjasama ini akan menarik minat investor karena selain rencana pengembangan yang matang, Sari Ater juga merupakan salah satu destinasi yang kaya akan potensi, dengan 1,7 juta kunjungan wisatawan dalam satu tahun.

Sapta juga memastikan kehadiran cable car nantinya akan memperkuat daya tarik kawasan dengan teknologi terbaik yang dihadirkan oleh POMA.

Sapta Nirwandar, yang juga merupakan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2011-2014 dan Chairman Indonesia Tourism Forum, berharap rencana ini sudah dapat berjalan pada bulan Oktober mendatang.

“Kita tahu Sari Ater adalah tempat yang sangat indah dan nyaman. Apalagi daya tarik dari thermal (air panas) saat ini sedang menjadi tren di negara-negara Eropa,” tambahnya.

Italia Harapkan 216 Juta Orang Tinggal  Bermalam di Musim Panas Ini

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id : Industri perhotelan Italia berada dalam tren yang menggembirakan, menunjukkan peningkatan jumlah penginapan sebesar 3,8% selama lima bulan pertama tahun 2024. 

Tren positif ini akan terus berlanjut hingga musim panas, dengan perkiraan 216 juta orang yang menginap di akomodasi resmi antara bulan Juni dan Agustus, menandai peningkatan 1,5% dibandingkan musim panas sebelumnya

Dilansir dari tourism-review.com, Wisatawan asing diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan, dengan 105 juta pengunjung, meningkat 2,5%. Sementara itu, permintaan di Italia diperkirakan akan tetap stabil, dengan 110,9 juta orang yang menginap semalam, menunjukkan peningkatan sebesar 0,5% .

 Temuan-temuan ini, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Studi Pariwisata Florence untuk Assoturismo Confesercenti, sebuah kamar bisnis sektor, memberikan pandangan yang meyakinkan bagi industri ini.

Dinamika kedua pasar tersebut menunjukkan bahwa pangsa wisatawan domestik diperkirakan akan menurun menjadi 48,6%. Sebaliknya, jumlah pengunjung asing diproyeksikan meningkat menjadi 51,4% (dibandingkan dengan 48,2% dan 51,8% pada tahun 2023).

Untuk pariwisata internasional, permintaan pemesanan menunjukkan minat yang terus berlanjut dari pasar sumber tradisional, dengan peningkatan pengunjung yang signifikan dari Jerman, Perancis, Swiss, Belanda, Polandia, Austria, Belgia, Inggris, dan Brasil.

Pasar sumber AS mengalami pertumbuhan yang signifikan di antara pasar non-Eropa, sementara pasar Kanada dan Skandinavia tetap stabil. Namun permintaan dari pasar Tiongkok, Jepang, India, dan Spanyol sedikit menurun.

Kota seni di Italia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan paling pesat sebesar 2%, diikuti oleh wilayah pesisir sebesar 1,4%, danau dan spa sebesar 1,1%, dan wilayah pegunungan sebesar 0,4%. 

Variasi kinerja juga diperkirakan terjadi di seluruh wilayah makro di negara ini, dengan perkiraan yang sedikit lebih tinggi untuk wilayah Barat Laut dan Selatan/Kepulauan masing-masing sebesar 1,9% dan 2%. Untuk wilayah tengah, perkiraan variasinya adalah 1,3%, dan untuk wilayah timur laut sebesar 1,1%.

Penting untuk diketahui bahwa perkiraan ini tidak memperhitungkan potensi perubahan cuaca, yang semakin memengaruhi pilihan wisatawan akibat perubahan iklim. 

Sebanyak 24% pengusaha melaporkan peningkatan permintaan akan sistem pendingin udara dan minat untuk menawarkan pilihan liburan yang tidak terbatas pada musim tertentu. 

Selain itu, terdapat permintaan fleksibilitas dalam pemesanan jika tamu harus membatalkan karena gelombang panas, risiko banjir, kejadian cuaca luar biasa, atau kebakaran. 

Dengan menyadari potensi tantangan ini, para pemangku kepentingan dapat lebih mempersiapkan diri menghadapi musim panas mendatang.

Hyatt Terus Mencatat Pertumbuhan dengan 129,000 Kamar dalam Pembangunan

this formate

Render eksterior Hyatt Studios. ( Foto: Hyatt)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Hyatt Hotels Corporation melanjutkan pembangunan hotelnya yang memecahkan rekor pada tahun ini dengan melaporkan bahwa jalur pengembangannya kini berjumlah 129.000 kamar, meningkat hampir 85 persen dari tahun 2017, dengan portofolio kemewahan, resor, dan gaya hidup menjadi inti dari pertumbuhan ini. 

Dilansir dari travelpulse.com, jumlah keanggotaan program loyalitas World of Hyatt telah meningkat empat kali lipat sejak tahun 2017. Hingga akhir kuartal pertama tahun 2024, keanggotaan meningkat sebesar 22 persen dan telah mencapai 46 juta anggota. 

“Kemampuan Hyatt untuk memimpin industri dalam pertumbuhan kamar bersih selama tujuh tahun adalah hasil dari pendekatan unik kami terhadap pengembangan,” kata Mark Hoplamazian, presiden dan CEO, Hyatt. 

Menurut dia, secara strategis pihaknya memperluas portofolio merek dengan sengaja memilih merek-merek baru dari pasar yang ada untuk meningkatkan efek jaringan sebagai pemilik dan tamu. 

“Komitmen kami terhadap pertumbuhan organik dan akuisisi strategis memperkuat model bisnis kami yang ringan aset. Tujuan kami bukanlah menjadi perusahaan perhotelan terbesar, namun perusahaan yang paling dihargai oleh kolega, tamu, dan pemilik.” tambahnya.

Merek Gaya Hidup Terus Mendorong Pertumbuhan

Popularitas merek gaya hidup terus meningkat, mendorong pertumbuhan Hyatt. Pembukaan properti masa depan dan rebranding di bawah kategori gaya hidup di Amerika termasuk Thompson Palm Springs, Andaz Miami Beach, Thompson Miami Beach, The Legend Paracas Resort dan The Digby. 

Lebih jauh lagi di luar negeri, pembukaan yang diantisipasi tahun ini dan tahun depan termasuk saya dan seluruh Berlin East Side, Hyatt Centric Cairo West , Andaz Doha, Thompson Rome dan Caption oleh Hyatt Namba Osaka. 

Properti baru dibangun diharapkan segera dibuka 

Hotel dan resor yang baru dibangun juga merupakan bagian besar dari pengembangan Hyatt, terutama di antara merek Grand Hyatt dan Hyatt Studios. Hyatt Studios adalah merek perpanjangan masa tinggal skala menengah atas yang baru , yang kini menawarkan 250 penawaran.p

Beberapa hotel baru dengan merek Grand Hyatt diperkirakan akan dibuka pada tahun ini dan 2025, antara lain Grand Hyatt Kunming, Grand Hyatt Deer Valley, Grand Hyatt Grand Cayman Hotel & Residences, Grand Hyatt Mexico City Santa Fe, dan Grand Hyatt Los Cabos.

Beberapa kesepakatan di bawah merek Hyatt Studios telah diterima, termasuk di destinasi seperti Ontario, Front Royal, Virginia, Oxford, Mississippi, Chesapeake, Virginia, Jacksonville, Florida, dan banyak lagi. 

Resor Koleksi Inklusif Terus Bertumbuh

Koleksi Inklusif Hyatt memiliki 124 properti dengan total lebih dari 41.000 kamar, menawarkan beberapa pengalaman resor lengkap terbaik dari Meksiko hingga Timur Tengah. 

Tahun ini dan tahun berikutnya, Koleksi Inklusif akan terus berkembang dengan dibukanya Dreams Madeira Resort Spa & Marina, Secrets Playa Esmeralda Punta Cana, dan Secrets Baby Beach Aruba.

TAT Sambut Penerbangan Charter  Almaty-Surat Thani dari SCAT Airlines

this formate

Penumpang SCAT Airlines di sambut dengan tarian setiba di bandara.

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Tourism Authority of Thailand (TAT) dengan bangga menyambut penerbangan charter langsung perdana SCAT Airlines rute Almaty-Surat Thani, yang tiba di Bandara Internasional Surat Thani dini hari tadi dan disambut dengan meriam air, memberi hormat saat ia meluncur ke gerbangnya.

Penerbangan perdana ini mendapat sambutan bandara dari pejabat pariwisata Thailand, termasuk Somradee Chitchong, Deputi Gubernur TAT untuk Pasar Domestik.

Di antara penumpang terhormat yang berada dalam penerbangan untuk menandai dimulainya penerbangan tersebut adalah  Chatchawan Sakornsin, Duta Besar Thailand untuk Kazakhstan.

“Penerbangan baru SCAT Airlines Almaty-Surat Thani akan melayani peningkatan jumlah wisatawan dari Kazakhstan, sekaligus menghadirkan lebih banyak pilihan bagi pengunjung dari CIS dan Rusia,” kata Chiravadee Khunsub, Direktur Eksekutif TAT untuk Wilayah Eropa.

“Selain menjelajahi tempat persembunyian pedalaman Surat Thani yang diselimuti hutan dan pulau-pulau terkenal Ko Samui, Ko Pha-ngan dan Ko Tao di Teluk Thailand, pengunjung pantai dapat memaksimalkan perjalanan dengan kunjungan ke garis pantai Andaman termasuk pemandangan yang indah. resor pantai Krabi dan Phang-Nga.”

SCAT Airlines, yang beroperasi dari hub di Bandara Internasional Shymkent di Kazakhstan, dijadwalkan mengoperasikan 13 penerbangan pada rute tersebut antara Mei dan September. Mereka akan menggunakan pesawat Boeing 737-Max berkapasitas 220 kursi.

Rute ini diwujudkan melalui kemitraan strategis antara TAT dan Selfie Travel yang berbasis di Shymkent, salah satu operator tur terkemuka di Kazakhstan. Selfie Travel memperluas jaringannya ke Surat Thani mengingat kemampuan bandara dan penawaran wisata unik Thailand untuk wisatawan musim panas dari Kazakhstan, CIS, dan Rusia.

Chiravadee menambahkan “TAT memanfaatkan rute Almaty-Surat Thani dari SCAT Airlines dengan mempromosikan Thailand sebagai tujuan wisata sepanjang tahun, sekaligus menegaskan kembali pembebasan visa bagi wisatawan Kazakstan serta kebijakan bebas visa bersama Thailand-Kazakhstan yang akan datang.”

Berdasarkan skema pembebasan visa saat ini, yang berakhir pada 31 Agustus 2024, wisatawan Kazakstan diperbolehkan tinggal tidak lebih dari 30 hari di Thailand untuk tujuan pariwisata.

Kebijakan bebas visa bersama Thailand-Kazakhstan akan mulai berlaku 30 hari setelah kedua negara menyelesaikan formalitas hukum masing-masing, menyusul penandatanganan perjanjian kedua negara pada 23 April 2024.

Setelah berlaku, pemegang paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan dari kedua negara dapat masuk, keluar, transit, dan tinggal sementara di negara masing-masing hingga 30 hari per kunjungan, dengan maksimal 90 hari dalam jangka waktu 180 hari. .

Kazakhstan adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Thailand dan juga merupakan pasar terbesar kedua di CIS, setelah Rusia. Dari 1 Januari hingga 16 Mei 2024, sekitar 99,572 wisatawan Kazakhstan mengunjungi Thailand, sedangkan ekspektasi sepanjang tahun adalah 220,000 pengunjung. Tahun lalu, jumlahnya mencapai 172.282 kedatangan, meningkat 190% dibandingkan tahun lalu.

Perempuan ‘Berleher Panjang’ Myanmar Berharap Pariwisata Bisa Mengubahnya Jadi Pemudik

this formate

Wanita suku Kayan mengenakan tumpukan kalung leher perunggu, tanda kecantikan sukunya di desa Panpet di Myanmar tengah. (Foto AFP)

PANPET, Myanmar, bisniswisata.co.id: Mengenakan setumpuk kalung perunggu di leher — tanda kecantikan suku Kayan — Mu Par memimpikan suatu saat ketika semua wanita “berleher panjang” dapat kembali ke Myanmar dari Thailand di mana mereka menjadi objek wisata.

Dilansir dari ndtv.com, selama bertahun-tahun perempuan dan anak perempuan suku Kayan ini terpaksa melintasi perbatasan karena kemiskinan dan konflik untuk mendapatkan uang dengan berpose di foto-foto wisatawan di desa-desa yang dibangun khusus di Thailand dan dikecam oleh aktivis hak asasi manusia sebagai “kebun binatang manusia”.

Kini beberapa orang telah kembali ke daerah asal mereka yang terpencil, Panpet, di negara bagian Kayah, Myanmar, dengan rencana kewirausahaan untuk membalikkan arus pengungsian karena tanah air mereka yang dulu dikuasai junta telah bangkit dari kesunyian selama beberapa dekade.

Mu Par pulang ke kampung halamannya beberapa bulan yang lalu setelah menabung cukup banyak uang setelah 14 tahun bekerja di Thailand.

Dia sekarang mengelola satu dari selusin gubuk kecil rapi yang menjual boneka kayu buatan lokal, syal, dan cincin leher perunggu — memberi wisatawan jendela yang lebih etis untuk melihat budaya unik mereka.

Menjejerkan deretan rapi “boneka leher panjang” buatan tangan di pasar kerajinan baru, Mu Par berharap dapat menarik wisatawan ke kampung halamannya di Myanmar timur, dan menghidupi keempat anaknya, yang berusia antara empat dan 15 tahun.

Dalam foto yang diambil pada tanggal 6 Maret 2016 Monu, wanita suku Kayan berusia 76 tahun sedang duduk di rumahnya mengenakan setumpuk kalung perunggu — tanda kecantikan suku Kayan, di Panpet, Myanmar tengah. (Foto AFP)

“Di Myanmar, anak-anak saya bisa bersekolah dan saya juga senang berada di antara kerabat saya,” kata pria berusia 33 tahun itu kepada AFP, ketika segelintir wisatawan melintas di daerah tersebut.

Myanmar yang dulunya merupakan kawasan lindung bagi wisatawan pemberani dan terpuruk di bawah pemerintahan junta, kini menjadi daya tarik wisata baru.

Kedatangan migran meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat di bawah pemerintahan baru yang dipimpin oleh partai pro-demokrasi Aung San Suu Kyi.

Hingga saat ini, sebagian besar negara bagian kecil Kayah terlarang bagi orang asing. Pihak berwenang kini berharap perbukitan zamrud dan perairan tenang di wilayah tersebut akan menjadi tujuan wisata utama berikutnya di negara tersebut.

Mu Par dan tetangganya dari lima dusun di kelompok Panpet berkumpul untuk membangun . Mereka berbagi keuntungan dari biaya masuk pengunjung sebesar 5.000 ky ($4) “Jika kami bisa mendatangkan banyak turis ke sini, kami ingin semua gadis Kayan di Thailand kembali,” katanya kepada AFP.

Kontroversi dan budaya

Sejak

Sejak usia lima tahun, anak perempuan Kayan diberikan sepuluh cincin leher untuk dipakai, kemudian mereka menambahkan satu cincin baru setiap tahun hingga dewasa.

Latihan tersebut, yang membuat mereka terlihat seperti jerapah, justru menekan bahu dan tulang selangka mereka dengan menyakitkan, alih-alih meregangkan leher mereka.

Seorang wanita dewasa dapat memakai sebanyak 25 cincin, dengan berat total lima kilogram (11 pon).

Salah satu legenda setempat menyatakan bahwa para wanita mulai mengenakan cincin itu untuk melindungi diri mereka dari harimau, yang pernah berkeliaran di wilayah tersebut dalam jumlah besar dan menggigit leher mangsanya.

Laki-laki di desa tersebut juga biasa memakai masker berbentuk wajah di bagian belakang kepala mereka sebagai upaya untuk mengusir serangan harimau, menurut masyarakat setempat, meskipun praktik tersebut sudah tidak ada lagi.

Kini semakin sedikit wanita yang memakai kalung, sehingga memaksa mereka untuk terus melihat lurus ke depan.

Keluarga sering kali tidak mampu membeli cincin buatan tangan yang mahal, sementara banyak gadis muda merasa bahwa cincin tersebut merupakan hambatan untuk mendapatkan pekerjaan di luar wilayah mereka.

Para wanita dapat melepas cincin mereka dengan bantuan dokter spesialis dan bahu serta tulang selangka mereka pada akhirnya dapat kembali normal, tergantung pada usia saat cincin tersebut dilepas.

Puluhan perempuan dan anak perempuan masih mengenakan pita tradisional, termasuk yang ada di pasar kerajinan baru di Panpet.

Hingga baru-baru ini, mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di Thailand, dengan penghasilan sekitar 3.000 baht ($90) sebulan di desa-desa tempat wisata, dan sebagian besar uangnya disalurkan ke agen tur Thailand.

“Meminta mereka berfoto demi uang adalah tindakan seolah-olah mereka berada di kebun binatang manusia,” kata Phyoe Wai Yar Zar, seorang pejabat pariwisata Myanmar.

“Sebaliknya (di desa asal mereka) masyarakat dapat membeli produk mereka seperti makanan, kerajinan tangan, dan suvenir untuk mendukung mereka.”