Kebangkitan CBD di Kamboja Dara Sakor Membentuk Kembali Citra Baru Kota Kamboja

this formate

Kawasan investasi Koh Kong, Kamboja

KOH KONG, Kamboja, bisniswisata.co.id: Coastal City Development Group telah meningkatkan wilayah Dara Sakor-Danau Stardream Kamboja dan akan menjual 200 hektar lahan pada tahun mendatang.

Di balik serangkaian transaksi lahan ini adalah bagian dari program peningkatan baru untuk wilayah Dara Sakor-Danau Stardream Kamboja dan proyek penting untuk investasi ekonomi antara Tiongkok dan Kamboja.

Menurut Dewan Pembangunan Kamboja (CDC), pada bulan Agustus 2024, Kamboja telah menyetujui 53 proyek investasi dengan investasi yang disepakati sebesar US$1,2 miliar.

Di antara proyek-proyek tersebut, investasi Tiongkok menduduki peringkat pertama, dengan kontribusi sebesar 84,7% dari nilai investasi.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi Tiongkok di Kamboja berada pada posisi yang solid dan meningkat secara signifikan.

Selain itu, volume perdagangan bilateral antara Kamboja dan Tiongkok melampaui 10 miliar dolar AS dalam 8 bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 24,5%, yang semakin mengokohkan posisi Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Kamboja.

Perdana Menteri Kamboja Samdach Hun Manet menyelenggarakan upacara peletakan batu pertama proyek Kanal Dechon Phuoc Nam pada bulan Agustus tahun ini, yang memiliki total investasi sebesar US$1,7 miliar dan dipimpin oleh perusahaan milik negara Kamboja dan perusahaan lokal, sementara perusahaan Tiongkok terlibat dalam investasi dan pembangunan fase kedua kanal tersebut.

Proyek ini tidak hanya akan promosikan pembangunan ekonomi regional, tetapi juga menciptakan sejumlah besar kesempatan kerja lokal.

Sementara itu, Kamboja telah menerapkan sistem entri elektronik di tiga bandara internasional utama di Phnom Penh, Siem Reap, dan Sihanoukville sejak 1 September, mengintegrasikan bentuk asli dari berbagai jenis dan menambahkan fungsi seperti pembelian tiket Angkor Wat, menanyakan informasi pariwisata dan informasi bantuan.

Untuk lebih memudahkan wisatawan. Rangkaian kegiatan dan inisiatif kebijakan ini telah sangat meningkatkan daya tarik investasi Kamboja.

Menurut sumber internal, sebagian besar dari 200 hektar lahan yang akan dijual di area Dara Sakor terletak di dalam area pengembangan utama, dan penjualan lahan ini akan mendatangkan suntikan modal yang cukup besar untuk proyek pengembangan di masa mendatang.

Transaksi lahan ini tidak hanya menjadi bagian dari program peningkatan baru di wilayah tersebut, tetapi juga dimaksudkan untuk mendorong pengembangan menyeluruh di area tersebut.

Rencana peningkatan baru untuk area Dara Sakor-Danau Stardream mencakup struktur spasial bertingkat “satu lingkaran, dua pusat, dua sumbu, dua sabuk, tiga inti, dan enam area”, dengan tujuan menyediakan lingkungan rekreasi dan liburan yang menyeluruh bagi wisatawan dan penduduk.

Secara khusus, rencana ini mencakup area resor rekreasi, area resor ekologi danau, area dukungan layanan yang menyeluruh, lingkungan budaya Eropa, area demonstrasi pariwisata pesisir, dan taman tematik Buddha.

Area yang direncanakan dengan cermat ini tidak hanya akan mendorong pengembangan ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan citra internasional area Dara Sakor, menarik lebih banyak wisatawan domestik dan asing untuk datang bertamasya, bersantai, dan berlibur.

Pada saat yang sama, kemajuan rencana ini juga akan mengarah pada kemakmuran pasar real estat di wilayah tersebut, menyediakan banyak peluang bagi para investor.

Bagi para investor dan penggemar perjalanan yang peduli dengan pengembangan real estat di Asia Tenggara, rangkaian perubahan di wilayah Dara Sakor ini tidak diragukan lagi lebih menarik.

Dengan peningkatan infrastruktur regional dan layanan pariwisata, Dara Sakor diharapkan menjadi tujuan wisata dan liburan terkenal internasional berikutnya.

Kisah eksklusif dari dalam transaksi tanah di wilayah Dara Sakor ini mengungkap potensi besar untuk pengembangan wilayah di masa depan.

Di bawah promosi aktif pemerintah Kamboja, rencana peningkatan baru wilayah Dara Sakor secara bertahap mulai berlaku, dan peningkatan berkelanjutan berbagai infrastruktur dan layanan pariwisata telah menjadikan wilayah ini sebagai hotspot yang sedang berkembang bagi para investor dan wisatawan global.

“ Kami akan terus fokus pada pengembangan lebih lanjut wilayah tersebut dan menghadirkan lebih banyak laporan eksklusif kepada Anda,” kata sumber itu.(PRNewswire)

Menparekraf Dukung Kota Bitung Masuk UNESCO Creative Cities Network

this formate

BITUNG, bisniswisata.co.id: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung upaya Kota Bitung, Sulawesi Utara, untuk bergabung dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network).

“Status sebagai kota kreatif UNESCO penting bukan hanya sebagai pengakuan internasional, tetapi juga memberikan dampak luas bagi keberlanjutan potensi seni, budaya, dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendukung Bitung dengan subsektor kuliner yang terpilih untuk masuk dalam UNESCO Creative Cities Network dalam workshop “KaTa Kreatif” yang berlangsung di Yulita Hills Coffee and Resto, Bitung Barat, Minggu.

“Pada beberapa kesempatan telah kita angkat Kota Bitung sebagai kota kreatif dunia dan upaya terakhir kita untuk membawanya ke UNESCO Creative Cities Network ini akan terus dimaksimalkan, sehingga para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bitung bisa meningkatkan penjualan produk-produknya.

Hal ini bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan Sandiaga Uno juga memperkuat subsektor ekonomi kreatif lainnya di Kota Bitung, seperti batik khas Bitung dengan motif burung manguni dan tarsius.

“Bitung ini juga menjadi salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas Likupang, Jadi kita harapkan para pelaku UMKM di sini bisa meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Menparekraf juga mendorong agar ekonomi kreatif Bitung bisa bersinergi dengan desa wisata di daerahnya dalam memasarkan produk-produknya. Ia juga ingin Kota Bitung dapat membangun kemitraan dengan industri besar pariwisata.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengikutsertakan Kota Bitung dalam program Kemitraan Nasional Rantai Pasok Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KENAROK).

“Nanti akan kita fasilitasi dan koordinasikan dengan resort yang ada di Kota Bitung ini. Jadi mohon bantuan dari BPPD untuk mendata, dan kami akan fasilitasi,” kata Menparekraf.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengatakan akan terus berupaya menggiatkan ekonomi kreatif di Kota Bitung dan daerah lainnya di Sulawesi Utara.

“Terima kasih atas dukungan Menparekraf Sandiaga atas kehadirannya dalam mendukung ekonomi kreatif di Bitung,” katanya.

Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, menyampaikan menjadi kota kreatif dunia adalah impian Kota Bitung, oleh karena itu pihaknya akan terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bitung.

“Sudah banyak daerah di Sulawesi Utara yang menjadi kota kreatif, dengan improvisasi yang luar biasa, sehingga menunjang program kami. Oleh karena itu pengakuan ini adalah bukti nyata Bitung menjadi Kota Kreatif dan menuju Kota Kreatif Dunia,” katanya.

BPJPH bersama Komisi Fatwa MUI dan Komite Fatwa Produk Halal

this formate

SERPONG, bisniswisata.co.id:Menindaklanjuti adanya produk dengan nama “tuyul”, “tuak”, “beer”, dan “wine” yang mendapat sertifikat halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menggelar rapat koordinasi bersama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komite Fatwa Produk Halal.

Pertemuan menyepakati solusi bagi 151 produk bersertifikat halal yang penamaannya bermasalah. Hadir dalam pertemuan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat S Burhanudin, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, dan Ketua Komite Fatwa Produk Halal Zulfa Mustofa, serta jajaran pada masing-masing lembaga.

“Pada hari ini Selasa 8 Oktober 2024 kita mengadakan pertemuan konsolidasi dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Komite Fatwa Produk Halal,”. kata Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham

Konsolidasi untuk mengidentifikasi nama-nama produk yang disinyalir menyangkut penamaan-penamaan produk yang berkonotasi dan tidak diperbolehkan di dalam Fatwa MUI, tambahnya

“Dari konsolidasi ini kita memperoleh data dari 5.314.453 produk (bersertifikat halal), (produk dengan) nama bermasalah sebanyak 151 produk. Prosentasenya adalah 0,003%. Artinya, alhamdulillah kita cukup proper. Namun demikian, dari 151 itu kita identifikasi temuannya ada dua, yang dikecualikan berjumlah 30 dan tidak dikecualikan berjumlah 121,” lanjut Aqil.

Dari jumlah 151 produk tersebut, sebagian berasal dari sertifikasi halal skema reguler yang ketetapan halalnya melalui Komisi Fatwa MUI, dan sebagian lainnya berasal dari skema self declare yang ketetapan halalnya berasal dari Komite Fatwa Produk Halal.

“Oleh karena itu, konsolidasi ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi secara detil berdasarkan data dan selanjutnya menyepakati langkah-langkah solutif bersama Komisi Fatwa MUI dan Komite Fatwa Produk Halal,” jelas Aqil.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Soleh mengatakan, merujuk Fatwa MUI nomor 44 tahun 2020, terdapat dua kondisi terkait penamaan produk.

Pertama, sesuai dengan fatwa, ada pengecualian terkait dengan penggunaan nama, bentuk, dan atau kemasan yang diatur di dalam fatwa nomor 44 tahun 2020 misalnya yang secara ‘urf atau kebiasaan di tengah masyarakat dikenal sesuatu yang biasa atau tidak terasosiasi dengan sesuatu yang haram, misalnya bir pletok, dikenal sebagai jenis minuman tradisional yang halal, suci, dan tidak terasosiasi dengan pengertian bir yang mengandung alkohol,” terang Niam.

Demikian juga, lanjutnya, tidak semua jenis kata ‘wine’ itu kemudian terlarang. Misalnya, ‘red wine’ yang merujuk kepada jenis warna yang secara empirik digunakan di tengah masyarakat.

Ini penting untuk difahami secara menyeluruh sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di publik dan yang kedua, yang secara substansi memang tidak sejalan dengan fatwa.

Karena itu, kita komitmen untuk melakukan perbaikan dan juga meminta pelaku usaha melakukan perbaikan dan perubahan sesuai dengan standar fatwa, kata Niam.

Mengenai mekanisme perbaikan penamaan produk tersebut, telah didiskusikan adanya jalan afirmatif untuk melakukan proses perbaikan untuk kepentingan penyesuaian dengan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan dan juga standar fatwa yang menjadi acuan di dalam proses penetapan fatwa halal.

“Dengan demikian, konsolidasi ini akan semakin mengakselerasi proses penyelenggaraan sertifikasi halal dan dedikasi ini untuk kepentingan publik, kepentingan jaminan perlindungan halal, dan juga kepentingan ketepatan secara syar’i,” tambahnya.

Ketua Ketua Komite Fatwa Produk Halal Zulfa Mustofa mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ragu terhadap sistem jaminan produk halal (SJPH) serta sertifikat halal yang dikeluarkan oleh BPJPH yang diterbitkan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa (MUI) maupun Komite Fatwa Produk Halal.

“Karena pada dasarnya kami menggunakan acuan yang sama, standar fatwa yang sama, kemudian juga melalui proses audit yang sama, walaupun memang di produk reguler mungkin sedikit lebih rumit,” jelas Zulfa.

Oleh karenanya, pada hal-hal yang tadi sudah disepakati, ada yang dikecualikan, maupun ada yang tidak dikecualikan, akan ada mekanisme yang kita lalui bersama. Ada proses perbaikan dan juga ada proses afirmasi kepada mereka, jelasnta.

“Masyarakat harus memiliki kepercayaan kepada Sistem Jaminan Produk Halal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan juga yang fatwanya dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI maupun Komite Fatwa Produk Halal,” tegas Zulfa.

Seperti diketahui, sesuai amanat peraturan perundang-undangan, sertifikasi halal dilakukan pelaku usaha melalui dua skema. Pertama, skema reguler, yang prosesnya diawali dengan pengajuan sertifikasi halal melalui Sihalal BPJPH, kemudian pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal yang dilakukan oleh auditor halal.

Hasil audit ini kemudian disidangkan pada sidang fatwa oleh Komisi Fatwa MUI. Hasil sidang berupa ketetapan kehalalan produk kemudian menjadi dasar BPJPH menerbitkan sertifikat halal by system secara digital.

Kedua, sertifikasi halal dengan skema self declare atau pernyataan pelaku usaha. Skema ini diawali dengan pengajuan sertifikasi halal oleh pelaku usaha mikro dan kecil (yang produknya dipastikan berbahan halal dan diproses sederhana) melalui akun Sihalal.

Kemudian, Pendamping Proses Produk Halal (P3H) melakukan pendampingan kepada pelaku usaha untuk memastikan kehalalan baik bahan maupun proses produksi.

Hasil pendampingan selanjutnya disidangkan pada sidang fatwa oleh Komite Fatwa Produk Halal, yang hasil ketetapan kehalalan produknya menjadi dasar diterbitkan sertifikat halal secara digital oleh BPJPH melalui Sihalal.

RI Raih Penghargaan GIFA Championship Internasional 2024 Bidang Sertifikasi Halal

this formate

MALADEWA, bisniswisata.co.id: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia kembali meraih penghargaan bergengsi yaitu penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) Championship Award bidang Sertifikasi Halal.

Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan dalam ajang Global Islamic Finance Awards ke-14 Tahun 2024, yang merupakan rangkaian dari Global Islamic Finance Summit 2024, di Paradise Island, Maladewa.

BPJPH mengungguli tiga nomine lainnya dan dinyatakan layak menerima GIFA Championship Award 2024 bidang Sertifikasi Halal. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua GIFA Humayon Dar dan diterima oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham.

“Alhamdulillah, hari ini BPJPH memperoleh penghargaan internasional, GIFA Championship Award bidang Sertifikasi Halal.” kata Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham belum lama ini usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan yang didasarkan pada penilaian berbasis informasi dan riset ini, merupakan bukti nyata kesungguhan, kerja keras, dan komitmen BPJPH dalam melaksanakan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik Jaminan Produk Halal.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa pengelolaan layanan sertifikasi halal BPJPH di Indonesia tidak hanya mendapat perhatian, tetapi juga mendapat pengakuan, kepercayaan, dan apresiasi internasional,” lanjut Aqil.

“Hal ini sekaligus membuktikan bahwa berbagai upaya strategis BPJPH dalam melakukan transformasi layanan sertifikasi halal memiliki implikasi positif yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dalam negeri, tetapi juga internasional.” imbuhnya.

Penghargaan GIFA diberikan atas kontribusi besar BPJPH dalam menyelenggarakan layanan sertifikasi halal yang menjadi kunci penguatan ekosistem industri halal. Hingga kini, sejumlah capaian penting BPJPH memang telah berimplikasi signifikan terhadap pengembangan ekosistem industri halal nasional.

Pada tahun 2023, Indonesia berhasil naik dari peringkat keempat menjadi peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) sebagaimana dilaporkan dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang dirilis DinarStandard.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya strategis Pemerintah melalui BPJPH dalam memperkuat ekosistem halal. Dalam Laporan SGIE 2023 disebutkan sejumlah upaya penting telah dilakukan Pemerintah Indonesia, dengan memberikan dukungan besar kepada UMK lintas sektor melalui program sertifikasi halal.

Hingga saat ini, lebih dari lima juta produk telah tersertifikasi halal oleh BPJPH. BPJPH juga berhasil memperkuat ekosistem pelayanan sertifikasi halal dengan terbentuknya 77 Lembaga Pemeriksa Halal, 268 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, 106.146 Pendamping Proses Produk Halal bagi UMK, 1.666 auditor halal, 10.518 penyelia halal, dan 18 Lembaga Pelatihan Halal.

Komitmen Kuat BPJPH untuk Memajukan Industri Halal Guna Memperkuat Perekonomian Nasional

Aqil mengatakan, BPJPH memiliki komitmen serius untuk memajukan industri halal demi memperkuat perekonomian nasional. Industri halal merupakan sektor penting dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Pengembangan industri halal juga menjadi salah satu jawaban atas transformasi perekonomian Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan dalam rangka pengembangan paradigma baru industrialisasi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang.

“Saat ini, pengembangan ekonomi syariah dan gaya hidup halal semakin dilirik oleh banyak negara di dunia sebagai salah satu elemen penting bagi pengembangan sumber-sumber pertumbuhan baru, guna mendukung perekonomian berkelanjutan.” jelas Aqil.

“Industri halal dengan segala potensinya dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan nilai cadangan devisa. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Pertama, meningkatkan nilai ekspor produk halal, di mana komoditas produk halal yang memiliki potensi besar untuk kita ekspor adalah makanan halal dan busana muslim.” lanjut Aqil.

Industri halal, lanjutnya, ditengarai sebagai arus ekonomi baru yang berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi global. Tingginya permintaan produk halal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk muslim di dunia yang kini mencapai dua miliar jiwa. Penilaian Penghargaan GIFA Berdasarkan Asesmen dan Riset

Untuk diketahui, GIFA merupakan salah satu ajang penghargaan bergengsi bertaraf internasional bagi lembaga atau pimpinan atau individu yang memiliki prestasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan dan kemajuan industri perbankan dan keuangan syariah.

Penghargaan ini merupakan ajang bergengsi yang memberikan pengakuan kepada pemerintah, lembaga, dan individu atas prestasi luar biasa di bidangnya, serta berkontribusi bagi keberlanjutan perbankan dan keuangan syariah sebagai sistem yang layak dalam arsitektur keuangan internasional.

Tahun ini merupakan ajang GIFA yang keempat belas sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011. Hingga saat ini, lebih dari 500 lembaga pemerintah dan individu/pimpinan telah menerima apresiasi dan penghargaan GIFA.

Sebelumnya, GIFA telah memberikan penghargaan kepada banyak pemimpin dunia termasuk Presiden Joko Widodo yang menerima GIFA Global Islamic Finance Leadership Award pada tahun 2016. Di tahun yang sama, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga menerima GIFA Lifetime Achievement Award 2012.

Dilansir dari situs GIFA, metodologi pemberian penghargaan dan pemilihan pemenang ditentukan melalui pendekatan terperinci untuk menyaring hanya yang terbaik dari yang terbaik di setiap kategori. Setiap nominasi dinilai berdasarkan kombinasi informasi yang diberikan dan informasi yang dihimpun oleh Tim Peneliti.

Penetapan pemenang didasarkan pada empat kriteria. Pertama, bagaimana inovasi produk/jasa berdampak positif terhadap perkembangan keuangan Islam. Kedua, bagaimana kualitas dan kuantitas kinerja produk/jasa.

Ketiga, bagaimana jangkauan penyediaan produk/jasa yang berdimensi nasional dan internasional. Dan keempat, bagaimana produk/jasa memiliki standar terbaik untuk mendorong pertumbuhan industri dan keuangan Islam untuk pasar nasional dan global yang lebih unggul dibandingkan produk lainnya.

Azerbaijan: Ketua AFSA Umumkan Proses Sertifikasi Halal Empat Kategori

this formate

Goshgar Tahmazli

BAKU, Azerbaijan, bisniswisata.co.id: Telah ditetapkan bagaimana proses sertifikasi halal akan dilaksanakan di Azerbaijan. Sertifikasi akan dilaksanakan dalam empat kategori: penyembelihan hewan besar dan kecil, unggas, susu dan produk olahan susu, serta produk olahan.

Ketua Badan Keamanan Pangan Azerbaijan (AFSA/AQTA), Goshgar Tahmazli, menyampaikan pernyataan ini saat berpidato pada upacara pembukaan resmi Forum Bisnis dan Pariwisata Halal Azerbaijan (Forum AZHAB), Azernews melaporkan.

Ketua AQTA juga mencatat bahwa pekerjaan yang relevan telah dimulai untuk memfasilitasi proses pengajuan sertifikasi halal:

“Dengan penerapan solusi inovatif, kondisi akan tercipta bagi bisnis makanan untuk mengajukan permohonan dengan lebih mudah dan mudah diakses.

Untuk menyelenggarakan proses sertifikasi halal, dibentuklah komite Sertifikasi, Ketidakberpihakan, dan Pengaduan yang terdiri dari para spesialis dari Institut Keamanan Pangan Azerbaijan.

Sebagai bagian dari langkah akreditasi, audit awalnya dilakukan di salah satu perusahaan yang terlibat dalam proses sertifikasi sesuai dengan standar yang relevan.

Audit tersebut mengevaluasi tingkat kepatuhan terhadap aturan penyembelihan halal, keamanan pangan, dan standar halal di perusahaan tersebut, kata ketua AQTA.

Ahmad Kavesa Sengendo, asisten Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk masalah ekonomi, yang berbicara di acara tersebut, mencatat bahwa industri halal tidak hanya terkait dengan makanan tetapi mencakup semua bidang kehidupan.

“Oleh karena itu, kita memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk pengembangan bidang ini. Saya harus mencatat bahwa minat terhadap bisnis dan praktik halal meningkat secara global, “tambahnya.

Kavesa menyatakan bahwa bisnis halal di seluruh dunia telah meningkat sebesar 47 persen dalam enam tahun terakhir.

“Angka ini menegaskan bahwa industri halal tumbuh pesat. Kita harus secara aktif mendorong pembangunan di area ini dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan peluang bisnis,” tegas Kavesa.

Sudah 40 Persen Pelaku Usaha Wisata Indonesia Adopsi IA untuk Solusi Digital

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id – Pariwisata Indonesia tercatat makin menunjukkan pemulihan pascapandemi Covid-19. Hal itu didorong lewat adopsi teknologi digital masa kini yang meningkatkan efisiensi dan pengalaman wisata, pemerintah pun terus mendorongnya. Namun baru 40 persen pelaku usaha wisata di Indonesia yang mengadopsi Solusi digital itu.

CMO dan Cofounder Feedloop AI, Muhammad Ajie Santika, mengatakan 30 persen pelaku usaha wisata itu sudah membuktikan bahwa teknologi digital masa kini dan masa depan salah satunya Artificial Intelligence (AI) telah terbukti membantu pemulihan pasca pandemi Covid-19 yang menghancurkan sektor pariwisata.

“Pemerintah saat ini terus mendorongnya dengan harapan mudah-mudahan di 2025 mendatang sudah tercapai 60 persen pelaku usaha yang mengadopsi teknologi digital,” kata Muhammad Ajie Santika.

Berbicara saat menjadi narasumber Sesi II Indonesia Tourism Oulook (ITO) 2025 yang digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwarparekraf), di Hotel Aston Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/10/2024), dia mengaptakan sayangnya
regulasi mengenai penggunaan AI belum ada di Indonesia karena masih dibahas oleh pemerintah bersama stakeholders terkait.

“Jika sudah ada regulasi itu, saya yakin pariwisata kitab isa berkembang lebih cepat. Tapi sekali lagi tantangannya di Indonesia tidak mudah di antaranya kesenjangan integrasi teknologi hingga ketidakcocokan budaya dan layanan AI itu,” ujar Ajie.

Sementara itu Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi Injourney Airport, Ferry Kusnowo, yang diwakili Technology and Digitalization Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Wahyu Chayadi, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan pihaknya sebagai pengelola bandara di Indonesia sudah mulai mengadopsi AI guna memaksimalkan pelayanan dan pengalaman penumpang pesawat hingga pelaku usaha di bandara.

“Adopsi teknologi digital bagi kami adalah sebuah keniscayaan karena semua operasional bandara harus terintegrasi, agar konektivitas penerbangan terjalin jika tidak maka akan kacau,” kata Wahyu.

Apalagi lanjut Wahyu, saat ini sudah tidak ada Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II namun digabung menjadi Angkasa Pura Indonesia, maka integrasi system lewat teknologi salah satunya AI seperti menjadi kewajiban seraya memenuhi tuntutan pengguna jasa layanan penerbangan yang semakin butuh efisiensi serta kecepatan.

“AI tidak hanya mempermudah petugas dan bandara, namun juga memudahkan penumpang, kami punya CCTV Analytics yang mempermudah petugas melihat kepadatan di beberapa titik,)” ujarnya.

Hal itu termasuk untuk mendeteksi ancaman bahaya di bandara dengan mengenali beberapa gerak mencurigakan yang berpotensi membahayakan.

Ketua Forwarparekraf Pasha Hernowo dan para nara sumber

Wahyu menuturkan, saat ini Bandara Soekarno Hatta tengah melakukan uji coba autogate di Terminal 3 yang mengadopsi AI. AI itu akan memudahkan wisatawan dan pengguna jasa bandara untuk check in lebih cepat, traveler tak perlu lagi menunjukkan dokumen fisik KTP atau boarding pass dan bertatap muka saat check ini.

“Jadi cukup dengan menunjukkan wajah ke mesin, nanti datamu akan disesuaikan hingga gate terbuka. Dengan teknologi itu kita tak hanya mempercepat, namun juga mengurangi penggunaan kertas dan dokumen cetak, jadi efisiensi bukan hanya bagi pengguna jasa tapi bagi perusahaan juga,” ungkap Wahyu.

Selain memanfaatkan CCTV Analytics dan biometrik, saat ini menurut Wahyu, Angkasa Pura Tengah mengembangkan aplikasi ‘Traveling: Injourney Airport’.

Aplikasi yang memanfaatkan AI itu akan memberikan kemudahan wisatawan mencari informasi seperti, rekomendasi perjalanan hingga informasi akurat seputar penerbangan dan bandara.

“Bicara soal kecanggihan biometrik, traveler harus tahu nih, salah satu bandara yang paling canggih dalam memanfaatkan AI adalah Korea Selatan.Teknologi Korea Selatan terkait biometrik terbaik di dunia. Mulai dari CCTV hingga gate-nya, kata dia.

Kita semua tahu warga Korea kan suka operasi plastik dan satu orang bisa beberapa kali melakukan operasi. Nah, untuk mengidentifikasi perubahan itu butuh teknologi canggih yang menunjukkan dia adalah orang yang sama, tambahnya.

Tak hanya Korea, ungkap Wahyu, Tiongkok juga memiliki teknologi serupa yang canggih. Karena itu, Indonesia terus belajar dan bekerja sama dengan produsen-produsen teknologi masa kini itu untuk bisa diadopsi di Indonesia untuk mendukung pariwisata nasional.

Acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2025 mengangkat tema “Integrasi Blue-Green-Circular Economy (BGCE) dan Artificial Intelligence (AI) Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia”.

Menghadirkan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai keynote speech. Narasumber Sesi I selain diisi Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Agustini Rahayu, juga hadir Guru Besar Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, I Nyoman Sunarta, SVP Marketing Taman Safari Indonesia, Alexander Zulkarnain, dan Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno, Mokhamad Rofik Anwar.

Sementara Sesi II menghadirkan CMO dan Cofounder Feedloop AI, Muhammad Ajie Santika, serta Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi Injourney Airport, Ferry Kusnowo, yang diwakili Technology and Digitalization Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Wahyu Chayadi.

ITO 2025 digelar oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwarparekraf), yang didukung penuh oleh Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Telkomsel, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Indofood, Kokola, MEG Cheese, Cap Panda, Y.O.U dan Swissbel Hotel and Resort.

FISIP UI Hidupkan Kembali Student Nite Festival, Wadah Salurkan Kreativitas Seni Mahasiswa

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) kembali menggelar Student Nite Festival, sebuah acara ikonik yang akan diadakan pada 2 November 2024 di kampus FISIP UI, Depok.

“Acara ini merupakan kolaborasi antara FISIP UI, Komunitas Musik FISIP UI (KMF UI), Idekami Communications, Paguyuban Satu FISIP (PSF) dan Ikatan Alumni (ILUNI) FISIP UI. Beberapa penampil juga merupakan mahasiswa atau alumni FISIP UI,” ujar Evie Narulita, Ketua Panitia Student Nite Festival 2024.

Student Nite Festival diselenggarakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi serta menampilkan potensi kreatif mahasiswa FISIP UI yang akan menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari musik hingga visual, dengan atmosfer yang mendukung pertumbuhan holistik.

Festival berkomitmen untuk memperkuat nilai budaya dan identitas kesenian yang telah menjadi bagian integral dari FISIP UI.
Sebagai wujud dari komitmen tersebut, Student Nite Festival akan menampilkan sejumlah band dan penampil yang berasal dari FISIP UI serta para musisi ternama lainnya.

Deretan musisi yang akan tampil di tiga panggung Student Nite adalah Bilal Indrajaya, Vierratale, Kunto Aji, Sunwich, Motherbank, The Panturas, Puff Punch, Perunggu, G-Pluck, Alif Toeanradjo, Skyline, For Revenge, The Adams, Inara Arcelia, Skastra, Archie Wonderchild Gold, Adhisvara Choir, KMF Muspro dan satu band pemenang dari kompetisi band (Band Submission) yang diadakan sebelum Student Nite.

“Kehadiran kembali Student Nite Festival, yang sempat menjadi ikon tahunan FISIP UI pada era 1980-an hingga 1990-an, merupakan momen bersejarah bagi kami semua. Tidak hanya sekadar merayakan hiburan dan kreativitas, tetapi juga menyatukan nilai-nilai edukasi dan kepekaan sosial yang selalu menjadi landasan utama FISIP UI,” ujar Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto.

Panggung Student Nite Festival akan diisi oleh musisi dari berbagai genre, yang menunjukkan inklusivitas dan keberagaman FISIP UI. Selain itu, Student Nite Festival juga mendukung perkembangan musik Indonesia dengan memberikan panggung bagi musisi indie muda.

Salah satu keistimewaan Student Nite Festival adalah hadirnya musisi-musisi indie muda, karena salah satu misi memang mendukung bertumbuhnya musik Indonesia dengan mengedepankan musisi-musisi muda berbagai genre untuk tampil di panggung Student Nite.

Sementara Ricky H. Sutjipto, Steering Committee Student Nite Festival 2024 mengatakan sedapat mungkin acara Student Nite Festival tidak mengganggu aktivitas sehari-hari di kampus UI. Misalnya, pada saat festival berlangsung, Bis Kuning (Bikun) yang merupakan moda transportasi umum di lingkungan kampus UI tetap beroperasi.

“Kami tidak menutup seluruh jalan, agar Bikun tetap dapat melayani warga UI. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk tetap mengedepankan kepentingan umum, karena festival dilaksanakan di hari Sabtu, di mana kegiatan perkuliahan dan aktivitas lain di kampus masih berlangsung,” ujarnya.

Dengan berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan, Student Nite Festival 2024 siap menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas, mempererat hubungan antar komunitas, serta merayakan keanekaragaman budaya dan seni.

Selain pertunjukan musik, Student Nite Festival juga akan menampilkan rangkaian kegiatan menarik untuk menyemarakkan acara utama.

Beberapa kegiatan tersebut meliputi Coaching Clinic, kegiatan yang memberikan pengajaran seputar manajemen acara dan seni tradisional. Coaching Clinic bertema seni tradisional telah dilaksanakan pada 10 Oktober 2024, sedangkan Coaching Clinic bertema event management akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2024.

Music Submission, kompetisi band yang memberikan kesempatan bagi musisi muda untuk menunjukkan bakat mereka. Kompetisi ini diikuti oleh 20 band, dan telah terpilih 3 besar. Penjurian 3 besar diadakan pada 11 Oktober 2024, dan pemenang utamanya akan tampil di panggung Student Nite Festival.

Kamis Musik, agenda seni yang mencakup jamming, screening film, dan gambar bareng (Gambreng), diadakan di kampus FISIP UI setiap hari Kamis sepanjang bulan September dan Oktober 2024.

Kampus Bergoyang (Kayang), acara yang akan diisi dengan berbagai penampilan dari mahasiswa FISIP UI. Kayang diadakan pada 11 Oktober 2024 bersamaan dengan penjurian kompetisi band.

“Kami sangat antusias menjadi bagian dari penyelenggaraan Student Nite Festival tahun ini. Bagi kami ini menjadi pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah festival musik besar secara professional,” ujar Rafflesya Aqila, Ketua Komunitas Musik FISIP UI yang diwakili oleh Banyu.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Selain itu, sebagai komunitas musik, acara ini adalah wadah bagi kami untuk mengekspresikan kreativitas, berkolaborasi dengan berbagai elemen kampus, dan mempersembahkan karya terbaik bagi FISIP UI. Kami berharap Student Nite Festival dapat menjadi ajang yang menginspirasi dan mempererat rasa kebersamaan di antara seluruh mahasiswa dan komunitas kampus”.

Student Nite Festival terselenggara berkat dukungan IM3, BRI, Maxx Coffee, Kirab Remaja Nasional serta beberapa media partner.

Royalton CHIC Antigua Luncurkan Suite Eksklusif di Atas Air

this formate

Bungalow baru di atas air di Royalton CHIC Antigua. (Foto: Blue Diamond Resorts)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Resor all-inclusive khusus dewasa yang baru dibuka, Royalton CHIC Antigua, telah resmi membuka selusin suite eksklusif di atas air , Blue Diamond Resorts mengumumkan pada hari Jumat.

Dilansir dari travelpulse.com, Suite canggih yang sangat dinantikan ini menandai hadirnya akomodasi atas air kedua bagi merek Royalton, yang hadir lima tahun setelah Chairman Overwater Bungalows yang ikonik di Royalton Antigua.

Hal yang menjadi sorotan adalah pemandangan matahari terbenam yang indah, lantai kaca yang tembus pandang, kolam renang pribadi, dan akses langsung ke laut. Para tamu juga menikmati hak istimewa Diamond Club, termasuk layanan pelayan pribadi dan akses ke fasilitas terbaik.

Suite tersedia dalam tiga kategori khusus, meliputi Chairman, Presidential, dan Junior.
“Kami benar-benar gembira perkenalkan Overwater Suites baru, rangkaian kedua kami di pulau ini, yang siap mengubah pengalaman perjalanan Karibia dengan menawarkan kesempatan kepada para tamu untuk menikmati akomodasi di atas air.

Biasanya tipe akomodasi ini  biasanya ditemukan di destinasi terpencil seperti Maladewa,” kata Jurgen Stutz, Wakil Presiden Senior Penjualan, Pemasaran & Distribusi untuk Blue Diamond Resorts , dalam sebuah pernyataan.satu

“Pembukaan ini mengundang wisatawan dewasa dari seluruh dunia untuk menemukan pesona Antigua, salah destinasi paling trendi dan mudah diakses di kawasan ini.”

Peluncuran minggu ini diperingati dengan upacara pemotongan pita dan bersulang bersama para eksekutif resor. Debut ini juga menampilkan pertunjukan oleh CHIC Angels dan tur eksklusif ke suite-suite baru.
Tamu pertama juga menerima sertifikat khusus untuk menginap di masa mendatang

Hotel Harcourt Investasikan 20 juta euro+ Dalam Portofolio, Tarik Pengunjung Amerika

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id : Harcourt akan menginvestasikan lebih dari 20 juta euro dalam portofolio hotel mereka, The Harcourt Collection . Tahap pertama mencakup investasi multijuta dolar ke satu-satunya hotel bintang lima di County Donegal, Lough Eske Castle, yang akan diluncurkan musim gugur ini, diikuti oleh investasi dan pengerjaan di hotel-hotel grup tersebut di Antigua, Liverpool, Belfast, dan Redcastle.

Dilansir dari traveldailynews.com, Di Kastil Lough Eske akan ada suite dan kamar mewah baru yang dirancang khusus untuk menarik wisatawan Amerika dan wisatawan internasional lainnya, memamerkan perabotan, karya seni, dan fasilitas yang bersumber dan dibuat oleh perajin lokal termasuk penenun lokal terkenal Magee 1866.

Bisnis pasca Covid-19 telah bangkit kembali di seluruh hotel The Harcourt Collection. Keputusan investasi didasarkan pada kinerja properti dalam portofolio hotel, yang semuanya mencapai tingkat hunian jauh melebihi pasar lokal masing-masing.

Kuatnya pasar pariwisata Amerika Utara dan meningkatnya akses udara AS menjadi faktor kunci keberhasilan dan pertumbuhan sektor akomodasi mewah khususnya di Republik Irlandia.

rute baru telah diperkenalkan dari Denver, Las Vegas dan Minneapolis,
Jet Blue telah memulai layanan baru dari Boston dan New York,
Pertumbuhan terkuat terlihat pada properti mewah grup tersebut, Lough Eske Castle (Irlandia) dan Carlisle Bay (Antigua).

Hal ini konsisten dengan tren perjalanan global yang, bertentangan dengan kepedulian terhadap iklim, melihat orang melakukan lebih sedikit perjalanan, mencari pengalaman mewah, bersama keluarga atau kelompok persahabatan, untuk periode yang sedikit lebih lama, dan bepergian di musim sepi dan di luar musim puncak.

Harcourt Developments telah mengoperasikan hotel di London, Manchester, Belfast, Liverpool, Jersey, dan Antigua. Saat ini The Harcourt Collection meliputi Titanic Hotel Belfast, Titanic Hotel Liverpool, Lough Eske Castle, Redcastle Hotel & Spa , dan Carlisle Bay Antigua .

Dua properti lainnya, Aspect Hotel Park West dan Grand Central Bundoran , saat ini dioperasikan oleh pihak ketiga.

Dimulai sebagai perusahaan konstruksi dan manajemen properti yang didirikan oleh Pat Doherty pada tahun 1960-an, Harcourt Developments secara bertahap telah mendiversifikasi portofolio kepentingannya.

Minat Harcourt Developments saat ini mencakup perhotelan, pengembangan perumahan dan penggunaan campuran serta Titanic Experience yang memenangkan penghargaan, objek wisata paling populer di Irlandia Utara dan paling populer kedua di Irlandia.

John Doherty , Direktur Kreatif Grup, Harcourt Developments berkomentar: “ Koleksi Harcourt telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan pertumbuhan terkuat terlihat di hotel bintang limanya seperti Lough Eske Castle dan Carlisle Bay, Antigua.

“Kami telah menyaksikan tren perjalanan serupa di seluruh koleksi hotel kami* yang mencakup tamu yang mencari pengalaman mewah, mungkin dengan keluarga besar atau kelompok pertemanan, untuk periode yang sedikit lebih lama, dan berkat kerja hibrida, tamu semakin banyak bepergian di musim sepi dan musim sepi .

Khususnya di Lough Eske Castle, kami telah melihat peningkatan berkelanjutan dalam jumlah pengunjung internasional ke hotel tersebut.

Hal ini didukung oleh peningkatan akses udara ke Pulau Irlandia, yang telah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan dan pertumbuhan sektor akomodasi mewah di Republik Irlandia dan Wild Atlantic Way.

Karena Lough Eske Castle adalah satu-satunya hotel bintang lima di Donegal, kami ingin memastikan hotel tersebut memenuhi permintaan yang meningkat ini, dengan membangun reputasinya yang telah memenangkan penghargaan dan keramahtamahan Donegal yang asli.

Donegal memiliki tempat yang sangat istimewa dalam perjalanan Harcourt Developments, dan kami senang menyambut lebih banyak tamu di wilayah yang indah ini.

Hal Ini telah menjadi prinsip utama dalam pembangunan Donegal Suites tambahan, dengan interior yang dikembangkan di sekitar kain wol khusus yang unik yang meliputi lanskap Donegal melalui tekstur dan corak warna, ditenun oleh salah satu penenun tertua dan paling terkenal di Irlandia, Magee 1866. ”

Dónal Cox , General Manager di Lough Eske Castle berkomentar pihaknya telah menemukan peningkatan permintaan untuk suite yang dapat menampung tamu domestik dan internasional yang terdiri dari beberapa generasi, serta suite yang cocok untuk menginap untuk merayakan sesuatu.

Meskipun tujuan utama kami adalah menyediakan akomodasi mewah yang mencakup tempat tidur bertiang empat, kamar mandi dengan bak mandi roll top, dan perapian yang nyaman di setiap suite seluas 68 meter persegi, tim dan saya juga ingin menambahkan pengalaman yang dibuat khusus untuk tamu kami.

Kami benar-benar bersemangat tentang apa yang ditawarkan County Donegal, dan kami memamerkannya melalui karya seni, kerajinan, kain wol, dan hasil bumi setempat kepada tamu selama mereka menginap di Donegal Suites kami yang baru,” kata Dónal Cox.

Shangri-La Kuala Lumpur Dinobatkan Sebagai Hotel No. 1 di Asia Tenggara

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Shangri-La Kuala Lumpur telah dinobatkan sebagai hotel No. 1 di Asia Tenggara dalam ajang bergengsi Condé Nast Traveler’s 2024 Readers’ Choice Awards (AS).

Penghargaan luar biasa ini mencerminkan komitmen hotel yang teguh terhadap kemewahan, keramahtamahan yang tulus, dan tekad yang kuat untuk memberikan pengalaman yang luar biasa dan berkesan bagi para tamunya.

Dilansir dari hype.my, Readers’ Choice Awards terkenal karena merayakan yang terbaik dalam bidang perjalanan dan perhotelan, dengan suara yang diberikan oleh ribuan wisatawan di seluruh dunia.

Kemenangan Shangri-La Kuala Lumpur sebagai hotel terbaik di Asia Tenggara menggarisbawahi posisinya sebagai destinasi utama bagi wisatawan cerdas yang mencari kemewahan luar biasa dan keramahtamahan yang hangat.

“Kami sangat bangga menerima pengakuan ini karena kami dipilih oleh para tamu sebagai hotel terbaik di Asia Tenggara. Penghargaan ini merupakan cerminan sejati dari Keramahtamahan Malaysia yang telah menjadi ciri khas Shangri-La Kuala Lumpur, komitmen tim kami terhadap keunggulan, dan hubungan yang kuat dengan para tamu.

Dia bangga melihat rekan kerja bekerja keras setiap hari untuk memastikan setiap tamu memiliki perjalanan yang luar biasa.

Kami berterima kasih kepada para tamu dan pembaca setia kami atas dukungan mereka yang berkelanjutan. Kami berharap dapat segera menyambut Anda kembali!” kata Daniel Kaeflein, General Manager Shangri-La Kuala Lumpur.

Terletak di jantung ibu kota Malaysia yang ramai, Shangri-La Kuala Lumpur menawarkan 662 kamar dan suite yang indah, masing-masing dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemewahan.

Dengan lokasi yang strategis, hotel ini menawarkan akses mudah ke berbagai objek wisata paling ikonik di Kuala Lumpur, menjadikannya pilihan utama bagi pelancong bisnis maupun rekreasi.

Hotel ini bangga dengan beragam sajian kulinernya, mulai dari Lemon Garden yang terkenal, tempat para tamu dapat menikmati hidangan laut, masakan internasional, dan makanan khas setempat, hingga Shang Palace, restoran Kanton ikonik di Shangri-La.

Para tamu juga dapat menikmati masakan Jepang asli di Zipangu, yang dipandu oleh Chef Kazuo Takizawa atau menikmati hidangan yang terinspirasi dari Manhattan di Arthur’s Bar & Grill.

Selain itu, hotel ini memiliki ruang acara serbaguna, kolam renang luar ruangan yang luas, pusat kebugaran canggih, dan spa yang tenang untuk pengalaman kesehatan yang lengkap.