VANCOUVER AS, Bisniswisata.co.id: Semua orang pasti tahu dan suka dengan kue Pie atau Pai. Camilan ringan ini memang cukup populer di hampir semua negara di dunia. Kue ini digemari karena rasanya yang manis, lezat, nikmat dan rendah gula. Kue berbentuk lingkaran dengan berbagai jenis isian ini, bisa dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi.
Juga, kue ini bisa dikreasikan dengan berbagai topping. Kadang standar hanya diberi sedikit coklat, strawberry, susu putih atau lainnya. Namun ditangan Jessica Leigh Clark-Bojin, topping kue Pie tampil beda malah dipakai karya seni yang artistik, unik juga menarik.
Seniman asal Vancouver, Kanada membuat Kue Pie dengan topping wajah para selebriti terkenal di dunia. Ada Oprah Winfrey (presenter), Chris Hemsworth (Pemeran karakter Thor), David Bowie (Penyanyi), Jensen Ackles (Aktor film), Helena Bonham Carter (Artis pemeran ratu di Alice in Wonderland), Bruce Willis (Aktor laga), Vin Diesel (Aktor action).
“Aku tidak tahu bisa membuat pie. Juga tak mengerti apa saja bahan yang diperlukan membuat pie. Bahkan tak tahu nama bumbu dapur dan cara memecahkan telur,” lontar Jessica seperti dilansir Oddity Central, belum lama ini.
Namun, wanita cantik yang sempat menjadi sutradara dan produser film ini punya semangat kuat untuk belajar cara memasak, belajar bikin kue. Meski kerap gagal, namun tidak pernah menyerah. Malah selalu menikmati semua hasil kreasinya, meski berantakan dan tak sesuai dengan pakemnya.
“Aku mulai belajar memasak saat perayaan Natal. Aku membuat kue dengan caraku sendiri. Meski awalnya terlihat aneh dan gagal, tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku terus mencoba hingga berhasil membuat pie dengan bentuk yang unik. Aku kemudian mengunggah foto kue tersebut ke media sosial,” sambung Jessica.
Siapa sangka, pei yang awalnya dianggap tak berbentuk justru disukai banyak orang, menjadi hits. Jessica terus mengembangkan kemampuannya untuk membuat kue pei, Akhirnya, kerja kerasnya membuahkan hasil yang luar biasa. Kini, dia memamerkan pai unik buatannya melalui akun Instagram @thepieous.
Bahkan, Jessica membagikan cara membuat pai unik melalui website khusus Pie Are Awesome. Pai pertama yang dibuatnya berbentuk panda yang agak aneh. Namun, lama-kelamaan dia berhasil membuat pai dengan karakter yang unik.
Kini, Jessica tak lagi bekerja di industri film. Dia lebih memilih mengambangkan kemampuannya dalam hal memasak. Dia bahkan tidak pernah menyangka bisa melakukan hal seperti itu. “Aku tidak pernah menyangka bakal menjadi seniman kue. Selama ini, aku hanya fokus dengan karierku di dunia film. Tapi, ternyata memasak jauh lebih menyenangkan,” terangnya.
Kini, sebuah kue pie menjadi karya seni yang indah dilihat. Malah ada yang menilai seni lukis dari kue. Namun apapun sebutannya Jessica terus mengembangkan kreatifitasnya dan dianggap sebagai pembuat kue pie yang paling berbakat di dunia. Juga berhasil membuat adonan yang dapat menyala di kegelapan.
“Aku anggap, ini media seni kue pei tapi sesungguhnya apa yang aku nginkan adalah untuk mendorong orang agar kreatif dan berpikir out of the box dengan bagaimana mereka melakukan pendekatan dengan makanan yang mereka sukai,” lontarnya.
Kreasi Jessica banyak mencuri perhatian netizen. Tak hanya menciptakan wajah-wajah pada kue painya, ia pun menambahkan karakter 3D pada kuenya. Terinspirasi serial Game of Thrones, ia menghias kue painya dengan karakter Joffrey. Meski tampak sedikit mengerikan, tapi karakter ini bisa dimakan karena terbuat dari adonan coklat.
Menciptakan karya seni dengan kue pai tidaklah semudah menghias kue tart dengan krim atau icing. Adonan pastry sudah dibentuk sebelum masuk ke pemanggang. Setelah proses pemanggangan bisa saja adonan berubah bentuk. Beruntung ia memiliki latar belakang seni dan desain sehingga ia dapat menghadapi hal-hal tak terduga selama proses pembuatan. (NDHYK)
Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) diapit Menpar Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masalah deregulasi dan turis milenial mengemuka pada jumpa pers yang dihadiri Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC), Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group.
Dalam hal deregulasi, Arief Yahya mengatakan Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Jepang dan Vietnam dalam melakukan percepatan pembangunan ekonomi nasional sehingga pariwisata Vietnam pertumbuhan kunjungan capai 25,2 %, Indonesia mencapai 22 %, Asean 7% dan dunia hanya sebesar 6,4 persen.
“Deregulasi itu sangat penting untuk memperlancar Flow of People, Flow of Trade dan Flow of Investment. Dengan mengupayakan deregulasi, kembangkan digital tourism dan destinasi digital, Pariwisata Indonesia dapat tumbuh cepat,” tandas Arief Yahya.
Tiga hal yang menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata adalah menggenjot deregulasi yang masih menghambat, digitalisasi di Kementrian terkait dan menambah penerbangan yang menjadi akses utama ke suatu destinasi.
Sementara dalam hal turis milenial Menpar mengatakan Indonesia menjadi “gudangnya” turis milenial yang hidup dan aktivitasnya banyak di dunia maya. Oleh karena itu pihaknya tahun ini akan membangun 100 destinasi digital yang instagramable dan banyak di cari turis milenial yang lahir di era akhir 1990 an itu.
Mega conference
Berbagai masalah pariwisata yang kekinian dan membutuhkan kesamaan visi dan misi dari para stakeholder pariwisata memang menjadi perhatian Panorama Group, sebuah grup usaha pariwisata yang unggul di bidangnya dan paling terintegrasi di Indonesia.
Mengawali tahun 2018 ini, Parorama menggelar Mega Conference yang melibatkan para pelaku industri pariwisata global yang bertajuk “Taking Pride in Tourism: Indonesia and Asia Pacific Outlook Toward 2020.” Acara ini digelar bertepatan dengan ulang tahun kelompok usaha itu yang ke-45 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (1/2).
Budi Tirtawisata dalam Mega Conference kali ini menyatakan pihaknya ingin memberi kontribusi lebih kepada industri pariwisata Indonesia yang sedang mengalami momentum pertumbuhan positif, terlebih dengan dukungan pemerintah melalui campaign Wonderful Indonesia yang dilakukan secara masif di mancanegara. “Oleh karena itu, melalui konferensi ini kami memberikan tinjauan dan wawasan bagi para stakeholder di industri pariwisata nasional” ungkap Budi pada diskusi panel yang menghadirkan panelis dari industri pariwisata global yaitu Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC).
Hadir pula Hiroyuki Takahashi,President & CEO JTB Corp; Darren Ng, Managing Director TTG Media Asia serta Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri bidang Manajemen Strategis mewakili Menpar sebagai nara sumber.
Usai diskusi panel Menpar Arief Yahya yang hadir untuk jumpa pers dengan Gloria Guevera, CEO World Travel and Tourism Council (WTTC). Organisasi yang bermarkas di London ini keanggotaannya adalah para CEO industri pariwisata dan industri terkait seperti hotel, perusahaan digital, kapal pesiar, maskapai penerbangan maupun operator tour wisata.
Kegiatan organisasi dunia ini antara lain penelitian tentang dampak ekonomi dan kebijakan pariwisata serta bersama-sama United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mengkampanyekan industri pariwisata melalui penyampaian Open Letter kepada para pimpinan negara.
Menanggapi pernyataan Menpar mengenai deregulasi, Gloria mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh kunci, contoh bagus untuk pemerintah lain karena perubahan yang dilakukan Indonesia sangat signifikan, misalnya visa.
“Namun kebijakan ini harus diiringi dengan digitalisasi oleh Kementrian lain karena wisatawan mancanegara sekarang menuntut kemudahan di semua proses sehingga masalah imigrasi harus menjadi perhatian,” kata Gloria.
Menyambut data dari Menpar tersebut, Gloria Guevara mengapresiasi dengan sangat positif. “Pertama-tama saya ingin mengakui atas nama sektor swasta yang menjadi anggota WTTC bahwa gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya banyak mendapat perhatian anggota kami,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa banyak dari mereka tertarik untuk berinvestasi di Indonesia terutama perusahaan digital dan hotel karena deregulasi yang sangat signifikan. Contoh bagus deregulasi visa di Indonesia menjadi catatan WTTC sehingga bisa digunakan untuk pemerintahan lain di seluruh dunia.
“Peran pemerintah adalah mengurangi investasi dengan deregulasi, saya akui dan menghargai atas gebrakan dan usaha-usaha yang telah dilakukan Menpar Arief Yahya,” kata Gloria.
Acara Mega Confrence dengan nara sumber internasional dilanjutkan jumpa pers dengan CEO WTTC dan gala dinner serta penyerahan award bagi anak perusahaan dan mitra kerja.
Turis milenial
Menanggapi pertanyaan mengenai negara mana yang sukses menjaring turis milenial, Gloria mengatakan bahwa Thailand adalah salah satu negara yang sukses menjaring wisatawan milenial termasuk para remaja.
Dia tidak sependapat bahwa turis milenial hanya besar dalam jumlah namun kecil dalam pengeluaran sehingga industri pariwisata belum sepenuhnya membidik segmen empuk ini.
“ China selain menjadi penduduk terbesar dunia kini anak mudanya banyak yang sukses sebagai pengusaha dan disana ada 40 juta orang kaya baru. Di Eropa dan Amerika banyak pasangan muda yang penghasilannya bagus, belum punya anak dan suka traveling,” kata Gloria
Di Amerika, turis milenial ini dinamakan golongan HENRY singkatan High Earning Not Rich Yet, dari golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi yang suka traveling. Setahun bisa melakukan traveling berkali-kali di dalam benua Amerika atau menyebrang ke benua lainnya.
“Penilitian WTTC pada suatu desa wisata suku Maya, Meksiko ternyata banyak dikunjungi segmen turis milenial mancanegara. Mereka bahkan membeli produk lokal, kulineran dan menikmati atraksi seni budaya. Bagi milenial pengalaman unik yang diburu bahkan mereka mau tinggal di rumah penduduknya,” ungkap Gloria.
Indonesia dengan ribuan pulau dan keragaman suku, seni dan budaya adalah destinasi wisata turis milenial. Di Indonesia mereka bisa mendapatkan beragam pengalaman unik dan konektivitas sangat penting untuk mencapai tujuan wisata di negara kepulauan ini.
“Tahun 2020 menjadi tahun milenial turis dimana mereka adalah tipe orang yang cepat bosan tapi selalu mencari tantangan,”
Oleh karena itu dengan 10 destinasi baru di luar Bali dan kebijakan destinadi digital dari Menpar Arief Yahya, Gloria yakin Ibdonesia akan menjaring banyak turis milenial dari negara tetangga Asean seperti Singapura, Malaysia hingga China.
“Indonesia bisa menjaring lebih banyak milenial dari Eropa dan Amerika karena semua keunikan yang dimiliki, ” tandas Gloria.
Berkaitan dengan perkembangan pariwisata global dan munculnya generasi baru turis milenial yang mendunia, Gloria mengungkapkan pentingnya Pariwisata bagi sebuah negara seperti Indonesia. “Pariwisata berkontribusi sebesar 6% (direct, indirect, induced) dari total GDP dan mendatangkan devisa sebesar Rp220 triliun bagi Indonesia, ditambah lagi pariwisata membuka lapangan kerja sebanyak 2,4 juta lapangan kerja, maka sektor ini merupakan sektor penting bagi ekonomi Indonesia” ungkap Gloria.
Perlu strategi tepat
Pemerintah saat ini mendorong Pariwisata menjadi sektor unggulan bagi Indonesia, maka diperlukan strategi yang tepat untuk meraih target besar salah satunya mencapai kunjungan wisman sebesar 20 juta pada tahun 2019.
“Kita memiliki potensi yang luar biasa dan telah menetapkan target yang luar biasa juga. Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata. Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan mendorong ranking Indonesia dari tidak terdaftar (Not Available), menjadi ke urutan 47 dunia pada World Economic Forum tahun 2017 lalu. Raihannya mampu mendahului Malaysia di posisi 96, dan Thailand di posisi 83. Kenaikan lainnya juga bisa dilihat dari peningkatan Indeks Daya Saing Wonderful Indonesia. Rangking melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42. “Pak Menteri sangat menginspirasi. Dedikasinya membangun pariwisata Indonesia sungguh luar biasa. Kini pariwisata Indonesia tumbuh sangat bagus. Semua sektor berkembang,” ungkap Budi Tirtawisata. Dengan prestasi tersebut, Panorama Group memberikan gelar The Most Outstanding Achievement untuk Arief Yahya. Penghargaan ini diberikan usai jumpa pers saat di selenggarakan Panorama Awards 2018 bagi anak perusahaan serta mitra kerja Panorama Grup.
Panorama Mega Conference (PMC) tahun 2018 dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang dari kalangan industri pariwisata dan stakeholder.
Adhi Tirtawisata, pendiri Panorama grup dari sebuah garasi rumah yang kini berusia 85 tahun hadir diantara para undangan.
Selain Menpar Arief Yahya, para anggota Indonesia Tourism Senior Club ( ITSC) yang didirikan oleh Adhi Tirtawisata baik dari kalangan perusahaan perjalanan, perhotelan juga hadir seperti Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar dan tokoh lainbya seperti Didien Djunedi, Achmad Sari Alam, Herna Danuningrat, Meity Robot, Hashiyana Ashadi, Harry Pangabean dan tokoh lainnya.
“Kami sangat menghargai semangat industri pariwisata saat ini. Panorama juga sangat optimis menuju 2020. Kami akan mensinergikan unit bisnis strategis kami, lebih aktif merespon tren yang muncul, dan terus memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder kami. ” tutup Budi Tirtawisata.
Ketua Bekraf, Triawan Munaf ( paling kanan) panel diskusi bersama Ratih Ibrahim, Uti Raharjo dan Aviliani.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kalangan pengusaha membutuhkan Creative Biz Forum ( Crebo) untuk terus melatih kreativitas dan inovasi yang dituntut oleh dunia usaha, kata Uti Raharjo, Pendiri Creative Center Indonesia, hari ini.
“Kreativitas masih menjadi satu-satunya andalan terbesar yang bisa menciptakan solusi dan inovasi bagi bisnis yang kita jalankan sehari-hari untuk tetap kuat dan terus berkembang,” tambahnya dalam bincang bisnis bertajuk How Creativity builds business from Zero to Hero
Untuk itu pada kesempatan ini dia menampilkan lima nara sumber sekaligus para pengusaha wanita yang menjadi EY Entrepreneurial Winning Women seperti Anne Sri Arti, pendiri Raja Tani Agro Nusantara, Novita Yunus, pendiri Batik Chic, Swan Kumarga, pendiri resto Dapur Solo, Mirawati Basri, pendiri PT Asiatech Integrasi dan Wilda Yanti, Social Entrepreneur, pendiri PT Xaviera Synergie.
Penggagas Crebo yang juga Wakil Ketua Bidang Industri Kreatif HIPPI ini mengatakan dunia usaha punya banyak peluang dan terus membutuhkan inovasi sehingga bincang bisnis ini perlu hadir untuk memberikan pencerahan dan arah bagi pelaku bisnis, tegas Uti.
Acara yang dipandu Ratih Ibrahim, psikolog dan pendiri PT Personal Growth yang menjadi mitra pengusaha sukses ini menghadirkan pula Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Suryani Motik, Ketua Umum HIPPI serta pengamat ekonomi Aviliani sekaligus pembina Crebo ini.
Suryani Motik mengatakan kreativitas bukan hanya dibutuhkan pengusaha karena ibu rumahtangga juga harus kreatif untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. Intinya kreativitas yang terus diasah dan melahirkan ide-ide baru mendatangkan bisnis dan menghasilkan uang.
“Kreativitas itu on going procces dan kita butuh pengusaha kreatif bukan yang hanya copy paste. Begitu juga dalam melihat peluang pasar karena generasi milenial jaman sekarang potensi hidupnya lebih panjang sehingga dalam membuat produk juga harus menyesuaikan,” kata Suryani Motik.
Para nara sumber dan pendukung fashion show
Kepala Bekraf, Triawan Munaf sebagai wakil pemerintah mengatakan dalam membina inkubator bisnis, maka ibarat aquarium pemerintah harus bisa menyediakan aquarium dengan air yang jernih sehingga ikan-ikan di dalamnya sehat.
“Kreativitas sangat penting apalagi di era generasi milenial maka masa hidup dari produk yang kita keluarkan juga pendek sesuai karakteristik dari konsumennya sehingga dalam satu perusahaan butuh tim kerja terdiri dari hipster, hacker dan hustler,” kata Triawan.
Menurut dia tim kerja seperti diatas dibutuhkan dengan kepiawaiannya masing-masing dalam melihat trend pasar, menciptakan peluang dan orang yang penuh tenaga dan kreativitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Jangan buru-buru menyalahkan kondisi perekonomian tapi seberapa jauh kita dapat memahami dan mengakses pasar dan kreatif dengan produk baru. Kalau dalam perusahaan ada hipster, hacker dan hustler maka perusahaan yang kolap bisa bangkit lagi,” tambahnya.
Senada dengan Triawan maka Aviliani juga menilai kreativitas dan inovasi merupakan kata kunci. Bagi mereka yang punya DNA creatives ini maka golongan ini tidak buru-buru menuding bahwa bisnisnya terpengaruh lesunya perekonomian.
“Kesalahan besar dari sistem pendidikan kita adalah dari usia PAUD hingga perguruan tinggi tidak pernah diajarkan dan dilatih untuk kreatif. Pengajarannya satu arah padahal kita membutuhkan kurikulum yang sesuai jaman. Jika tidak paham perubahan pasar domestik dan luar negri sehingga perusahaan yang sudah berusia 40 tahun pun mati,” ungkap Aviliani.
Jadi kreativitas dan inovatif yang membuat usaha bisa survive. Jangan lupa, tambahnya, 42% dari penduduk Indonesia adalah generasi milenial sehingga memahami karakteristik mereka yang selalu butuh tantangan baru dan keunikan harus dipahami oleh para produsen produk maupun jasa.
Uti Raharjo, psikolog yang ahli dibidang periklanan ini mengatakan bahwa kreativitas bukan monopoli milik para seniman karena gen-nya sudah ada sejak manusia lahir dan bisa dipelajari dan dilatih serta mendatangkan keuntungan.
Ciri dari orang kreatif sedikitnya ada 8 DNA yang dimiliki sehingga mampu menikmati hidup, bisa mengatasi masalah dan bisa me-monetize ide-ide kreatifnya karena dalam dirinya ada curiosity dan courage.
Pengusaha kreatif juga bersikap resilient, penuh energi, agile, transeden atau berfikir yang melampaui apa yang terlihat, punya imaginasi yang kuat, visi serta empati sehingga dalam menjalankan usaha dapat mengatasi masalah yang dihadapi serta menikmati tantangan yang ada.
Lima pengusaha sukses
Anne Sri Ati ( kanan) bersama Swan Kumarga, Novita Yunus, Mirawati Basri dan Wilda Yanti sharing pengalaman dipandu Ratih Ibrahim.
DNA di atas terbukti sudah tertanam dalam diri lima pengusaha wanita yang sukses dibidangnya masing-masing. Anne Sri Arti misalnya mengaku bahagia karena Raja Tani Agro Nusantara membina petani dengan visi ke depan para petani punya pasar pasti.
“Saat ini kami punya jasa menyediakan 85.000 catering industri per hari. Nah kebutuhan catering itu dihasilkan dari para petani sehingga mereka punya pasar yang pasti. Kami bina pola tanam dan panennya untuk kebutuhan catering,” kata Anne.
Swan Kumarga dengan bisnis kulinernya Resto Dapur Solo juga eksis selama 30 tahun. Semula berjualan rujak door to door dan menerima pesanan lewat telpon sambil membawa anak balutanta keliling komplek akhirnya punya 5 cabang restoran dan usaha catering lainnya.
Mantan banker Novita Yunus dengan kreasi Batic Chic juga bermula usaha dari berjualan tas melalui media sosial Facebook. Hasilnya ternyata melebihi gaji bulanannya sehingga fokus menjadi designer tas, sepatu, baju dan aksesoris .
“ Saya juga ketok pintu Kementerian sehingga setahun bisa 15 kali pameran di luar negri. Brand yang bisa bertahan selain harus kreatif dan penuh inovasi juga bisa beradaptasi dengan cepat sehingga tahu apa yang lagi hits dan perkuat networking,”
Mirawati Basri mengaku baru belajar IT tahun 2000. Ahli keuangan ini mengaku terjun ke bisnis IT yang mensupport jasa IT dari perbankan nasional dengan modal networking dan kepercayaan. Mira akhirnya menjadi perusahaan IT yang bersinergi dengan perusahaan di Silicon Valley AS dan menjadi satu-satunya wanita dan muslimah IT yang eksis.
Nara sumber lainnya adalah Wilda Yanti, social entrepreneur yang mula-mula mengolah sampah rumahtangga hingga menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dia mengaku 8 creative DNA terutama sikap transeden akhirnya membuatnya mampu mengatasi problem solving terutama dalam hal pemasaran pasti.
Acara ini diisi dengan fashion show dari Batik Chic berkolaborasi dengan Amandari Gallery, Griya Cinere Hijau, Radana dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia serta didukung oleh Smart FM.
Hal menarik dalam sesi Crebo ini adalah kehadiran Maya Hasan, pemain harpa yang membuka V-Clinic di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Dia memberikan terapi musik sehingga seseorang dapat melakukan penyembuhan dan menemukan kedamaiannya.
Maya memberikan pencerahan bahwa terapi musik selain memicu kreativitas, dalam organ tubuh juga memiliki frekwensi yang bisa sinkron dengan musik yang didengarkannya. Maya menggabungkan teori frekwensi, quantum dan metafisika untuk menangani stress yang dialami seseorang.
Creative Biz Forum ini acara yang sukses mengumpulkan para wanita pengusaha dari beragam komunitas untuk bersinergi dan networking serta akan saling memberdayakan karena selesai acara para nara sumber bahkan sepakat untuk saling bersinergi.
PADANG, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pada 2017 provinsi itu paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dari Malaysia. Jumlah pelancong dari Negeri Jiran itu mencapai 44.201 orang.
“Dari 56.313 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar paling banyak dari Malaysia, pada 2017 jumlahnya mengalami peningkatan 14,16 persen dibandingkan 2016 yang hanya 38.453 orang,” kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Kamis (1/2).
Menurutnya setelah Malaysia kunjungan wisatawan asing terbanyak berasal dari Thailand sebanyak 2.662 orang, Perancis 478 orang, Australia 407 orang, Amerika Serikat 304 orang, Philipina 372 orang, dan Inggris 372 orang. Pada sisi lain ia menyampaikan kunjungan wisatawan asing ke Sumbar pada 2017 mengalami kenaikan 13,34 persen dibandingkan 2017.
Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah wisatawan yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) karena jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan didata lewat bandara kedatangan.
Sebelumnya hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP) menemukan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sumbar mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.
“Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung,” kata Peneliti PKSBE UNP Doni Satria,M.SE.
Menurutnya tidak ada yang membantah alam Sumbar indah dan hal itu menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata. Akan tetapi pada sisi lain dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata tidak memadai. “Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan fasilitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung,” ujarnya.
Ia mengatakan survei dilakukan bukan pada musim liburan, bisa dibayangkan kalau survei saat sedang padatnya seperti apa kepuasaan wisatawan terhadap infrastruktur penunjang. “Belum lagi kalau jalur Padang-Bukittinggi macet hingga delapan jam, jadi masalah pariwisata Sumbar itu ada pada infrastruktur, ” tambahnya.
Kemudian pada sisi lain ia menemukan ketersediaan pusat informasi wisata kurang lengkap padahal itu penting bagi wisatawan. (ANT)
SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari, menjadikan hari spesial bagi Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya. Special lantaran tak ingin mengecewakan para tamunya saat merayakan Hari Kasih Sayang itu. Dan, Hotel berbintang ini mengajak para pasangan untuk merayakannya dengan menawarkan set menu spesial bernuansa cinta, diantaranya menu utama Forever Love dan menu penutup cake Perfect Couple.
“Kami akan menghadirkan dinner yang romantis untuk para pasangan yang merayakan Hari Valentine. Set menu yang akan kami sajikan tak jauh-jauh dari nuansa cinta yang hangat dan intim sesuai dengan tema hari kasih sayang,” ujar Maya Puspita, Humas Mercure Grand Mirama, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (01/02/2018).
Dilanjutkan, spesial yang dipersembahkan kepada tamu wanita mendapat bunga mawar, yang identik dengan cinta. Para pasangan juga dihibur live band yang melantunkan lagu-lagu romantis sambil menikmati wine dan set menu yang disajikan.
Executive Sous Chef menyajikan menu Forever Love hasil olahannya berupa steak daging sapi impor yang empuk dan lezat. “Dagingnya dimasak dengan tingkat kematangan well done, karena orang Indonesia suka demikian,” lontarnya.
Steak terbuat dari daging sapi seberat 150 gram dipadu Ratatuil ala Prancis berupa sayuran terdiri dari wortel, buncis dan paprika merah yang ditumis dengan saus tomat ala Italia.
Juga dilengkapi kentang rebus yang ditumis dengan mentega, oregano, rosemary dan thyme. Di bagian atas steak, diberi tambahan grilled tomato dan crispy permesan cheese. Tak ketinggalan garnish daun mint.
Untuk menu penutup disajikan cake Perfect Couple kreasi Chef de Pastry Rahmat yang membuatnya berlapis-lapis dalam paduan warna pink dan putih. Dengan topping potongan bermacam buah segar berupa peach, stroberi, kiwi dan longan, cake ini begitu cantik dan menggiurkan.
Cake ini terasa lembut di lidah, terbuat dari susu cair, mentega cair, gula, telur, tepung dan sari stroberi dengan filling keju, fresh cream, gula halus dan sari jeruk lemon. Untuk mempermanis tampilan, ditambahkan garnish coklat. Mau Coba? (redaksibisniswisata@gmail.com)
KULON PROGO, Bisniswisata.co.id: Kawasan Bukit Menoreh Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki 12 obyek wisata dijadikan sebagai penyangga kawasan wisata Candi Borobudur. Untuk itu, pemerintah setempat berencana membebaskan tanah untuk membangun jalan selebar 14 meter yang menghubungkan Purwosari-Kebonharjo.
Ke-12 lokasi wisata penompang Borobudur itu adalah Waduk Sermo, wisata alam Kalibiru, Gua Kidang, Gunung Gajah, Pule Payuh, Tuk Mudal, Kedung Pedut, Ayunan Langit, Gua Suplayan, Nglinggo, Suroloyo, dan destinasi wisata religi Sedangsono. Jalan selebar 14 meter itu nantinya terhubung ke New Yogyakarta International Airport yang rencananya selesai dibangun pada 2017.
Untuk menambah daya tarik wisatawan, basis pengembangan wisata daerah tersebut tetap pada budaya lokal dan sejarah. Alasannya, “Tidak mudah ditiru dan memiliki daya tarik sendiri. Kesemuanya dalam rangka menyambut beroperasinya bandara dan kawasan Borobudur,” kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Kamis (1/2/2018).
Akses jalan diharapkan membuat warga Girimulya, misalnya, tak harus turun atau memutar ke arah Samigaluh. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo Nurcahyo Hudi Wibowo mengatakan infrastruktur bandara masih dalam tahap pendetailan.
Infrastruktur jalan pendukung bandara itu antara lain akses ke tempat wisata meliputi Gemulung-Soka, Bulu-Clereng, Simpang Clereng- Segajih, Slanden-Bolong, palang kereta api barat-Gemulung (Sermo). “Total panjang jalan infrastruktur jalan pendukung bandara 92,015 kilometer. Soal anggaran yang dibutuhkan masih dalam kajian,” katanya. (ANT)
JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pemerintah melalui Kementrian Pariwisata (Kemenpar) gagal menggapi target kunjungan wisatawan asing sepanjang tahun 2017. BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 hanya 14,04 juta kumjungan, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 15 juta kunjungan.
“Meski begitu, masih ada untungnya kata orang Jawa. Jumlah kunjungan wisman naik 21,88% dibanding tahun 2016. Catatan BPS, sepanjang 2016 jumlah kunjungan wisman mencapai 11,52 juta,” papar Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat konferensi pers di gedung BPS Jakarta, Kamis (01/02/2018).
Salah satu penyebab, sambung Suhariyanto, Letusan Gunung Agung di Karangasem Bali yang terjadi menjelang penghujung tahun 2017 berdampak pada tak tercapainya target kunjungan pelancong asing. Karena saat itu, bandara internasional Ngurah Rai Bali ditutup, penerbangan domestik maupun asing dibatalkan dan banyak wisman membatalkan kunjungannya ke Pulau Dewata.
“Tentunya kalau tidak ada kejadian letusan Gunung pasti jumlah wismannya pasti akan meningkat. Kalau enggak ada letusan, BPS enggak bisa memperkirakan (berapa jumlah wisman 2017),” sindirnya.
Dilanjutkan, pada Desember 2017, kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai Bali tercatat merosot 14,16% dibanding bulan November 2017. Dari 358 ribu kunjungan pada November 2017 menjadi 307,3 ribu kunjungan.
Bukan hanya itu, jumlah kunjungan turis asing melalui Bandara Ngurah Rai secara tahunan juga tercatat melorot dratis 29,83% secara year on year (YoY). Hal itu menunjukkan, sambung dia, kunjungan wisman belum sepenuhnya recover. Tetapi setelah Gunung Agung selesai, diharapkan ada peningkatan lagi jumlah wisatawan asing ke Bali.
Dijelaskan secara total, kunjungan wisman di Desember 2017 tercatat 1,15 juta kunjungan dan dibandingkan Desember 2016 hanya 1,06 juta orang. Secara YOY, jumlahnya juga naik 3,03% YoY atau pada Desember 2016 tercatat 1,11 juta kunjungan.
Jumlah itu terdiri dari kunjungan wisman reguler yang melalui 19 pintu utama sebanyak 927.000 kunjungan dan di luar 19 pintu utama sebanyak 220.040 kunjungan. Wisatawan Singapura menyingkirkan China sebagai negara dengan jumlah kunjungan turis terbanyak ke Indonesia.
Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2017 mencapai rata-rata 59,53 persen atau naik 3,03 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2016 yang tercatat sebesar 56,50 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK December 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Desember 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,65 poin.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2017 tercatat sebesar 1,72 hari, terjadi kenaikan 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2016. (NDHYK)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi Anda yang suka berkeliling Indonesia atau mancanegara untuk berwisata maupun perjalanan bisnis, tentunya perlu membawa pakaian dan perlengkapan lainnya yang serba praktis. Salah satunya dengan koper atau tas yang bisa diisi banyak pakaian dan peralatan. Bagaimana caranya agar satu tas bisa diisi beragam kebutuhan selama perjalanan?
Caranya mudah. Salah satunya dengan mengepres pakaian hingga hampa udara dan jadi sangat tipis. Sehingga ruangan dalam tas jadi luas dan bisa disi berbagai macam barang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, produsen Jepang berupaya membuatnya untuk memudahkan para pelancong dalam perjalanan. Seperti yang baru diluncurkan oleh J-World Inc., produk vakum min bernama Piccola.
Piccola adalah produk mini vakum pengepres pakian atau makanan. Benda kecil ini cocok bagi mereka yang suka melakukan perjalanan keliling Indonesia mau pun ke luar negeri, baik untuk bisnis atau berwisata. Piccola produknya kecil dan ringan, seukuran telapan tangan dan portable,” kata Richard Y. Soesilo, Perwakilan J-World Inc. untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Dilanjutkan, Piccola muncul pertama kali di Jepang awal tahun ini, dan di Indonesia akan diluncurkan 2 Februari 2018 siang, di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Bagi masyarakat yang ingin datang saat peluncuran produk ini dipersilahkan. Masuknya gratis. Acara akan dimeriahkan dengan tarian Jepang dari Okinawa,” ujarnya.
Produk vakum mini ini, kata Richard, dibuat satu set dengan plastik hampa udara. Pakaian yang akan dibawa selama perjalanan, dimasukkan ke dalam plastik tersebut akan terkompres dan hampa udara. Pakaian jadi menyusut ukurannya hingga tipis, dan itu membuat koper bisa membawa lebih banyak baju dan peralatan lainnya.
Menurut dia, produk ekslusif dari Jepang ini, meskipun pabriknya di China dan diproduksi dengan pengawasan ketat dari Jepang, pada awalnya memang diluncurkan 2 Februari 2018 di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. “Bagi masyarakat yang ingin datang saat peluncuran produk ini dipersilahkan. Masuknya gratis. Acara akan dimeriahkan dengan tarian Jepang dari Okinawa,” ujarnya.
Produk vakum mini ini, kata Richard, dibuat satu set dengan plastik hampa udara. Pakaian yang akan dibawa selama perjalanan, dimasukkan ke dalam plastik tersebut akan terkompres dan hampa udara. Pakaian jadi menyusut ukurannya hingga tipis, dan itu membuat koper bisa membawa lebih banyak baju dan peralatan lainnya.
Menurut dia, produk ekslusif dari Jepang ini, meskipun pabriknya di China dan diproduksi dengan pengawasan ketat dari Jepang, pada awalnya memang melihat produk serupa dari Jerman. “Namun bukan Jepang, kalau tidak memberikan nilai tambah atau plus alpha,” ujar Richard.
Jadi, katanya, produk yang sudah ada disempurnakan lebih lanjut dan dipatenkan di Jepang dengan berbagai kelebihan dan ide dasar, sesuai dengan kebutuhan. “Juga dengan memadukan kebudayaan negeri tersebut yang small is beautiful, serta kesederhanaan Jepang.”
Hal tersebut,lanjutnya, tampak dari warna produk Piccola yang sangat sederhana tapi menawan. Biru langit, putih murni dan hitam pekat, yang dilengkapi dengan penggunaan silicon di bagian bawahnya.
Produk vakum ini cukup praktif dibawa kemana-mana. Beratnya hanya 150 gram, dan ukurannya kecil. Selain itu, tambah Richard, energinya dapat dikaitkan dengan komputer menggunakan kabel USB, sehingga pengisian bisa sampai penuh. Lampu pengisian akan mati otomatis jika baterai sudah penuh. (Rahmayulis Saleh)
SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Masih ingat Padi? Group musik asal Surabaya dengan anggotanya terdiri Ari Tri Sosianto, Andi Fadly Arifuddin, Surendro Prasetyo, Rindra Risyanto Noor, dan Satriyo Yudi Wahono alias Piyu, memang sudah lama fakum. Dan kini menggelar konser bertajuk “Padi Reborn-Welcome Home Concert” di Surabaya, pada 3 Februari 2018.
Now, Padi hadir kembali. Sobat Padi, sebutan fans fanatiknya maupun pecinta musik Padi kini bisa menyaksikan lagi band kesayangan yang terdiri dari Piyu (gitaris), Fadly (vokalis), Ari (gitaris), Rindra (bassis) dan Yoyo (drummer) setelah tujuh tahun vakum.
Setelah disibukkan dengan proyek masing-masing, kelimanya memutuskan untuk kembali berkarya bersama dengan nama Padi Reborn. Konser pertamanya digelar di The Pallas Jakarta, Rabu (31/01/2018) malam.
“Apakah kalian merindukan kami? Sungguh, kami juga,” Fadly akhirnya menyapa kerumunan penonton dan mengajak mereka berjingkrak-jingkrak sambil berkaraoke massal dengan lagu “Sang Penghibur”, “Lingkaran” dan “Perjalanan Ini”.
Padi membawakan sederet lagu-lagu hits yang liriknya sudah dihafal di luar kepala oleh para penggemarnya: “Mahadewi”, “Ternyata Cinta”, “Harmoni”, “Sesuatu Yang Indah”, “Bayangkanlah” hingga “Kasih Tak Sampai”.
Padi berkomitmen penampilan ini adalah awal dari kembalinya grup yang dibentuk saat para anggotanya masih jadi mahasiswa Universitas Airlangga. “Kami berlima berbeda, tapi berkomitmen bersama untuk kembali karena kami percaya persahabatan di atas segala-galanya,” kata Piyu.
Sebuah kejutan muncul di tengah pertunjukan. Semua anggota Padi meninggalkan panggung, digantikan oleh denting piano yang mengalun, mengiringi Rossa -mantan istri Yoyo- membawakan lagu “Rapuh”. Penonton semakin riuh, apalagi ketika semua anggota Padi kembali muncul dan Rossa berduet dengan Fadly dalam lagu “Semua Tak Sama”.
Perjalanan panjang
Dilansir Wikipedia, Grup musik ini memulai debut mereka di dunia musik Indonesia pada penghujung tahun 1990-an melalui singel Sobat dalam album kompilasi indie ten, dan dianggap membawa warna baru dalam dunia musik Indonesia. Jalur musik yang dipilih adalah pop-rock-kreatif. Pada awal kemunculannya, corak musik Padi sering dibandingkan dengan U2 dan Radiohead.
Motor utama grup ini adalah Piyu, yang menjalankan fungsi sentral sebagai komposer musik dan lirikus hampir seluruh lagu. Namun kekuatan utama Padi terletak pada penguasaan instrumen para personelnya yang memiliki karakter dan kemampuan teknis jauh di atas rata-rata musisi dalam berbagai band Indonesia.
Personel Padi diisi jawara berbagai kejuaraan instrumen musik. Selepas dalam kondisi vakum, Piyu memilih mengembangkan kreativitas sendiri, sedangkan personel lainnya membentuk Musikimia yang menjalani proses bermusik secara indipenden.
Dibentuk 8 April 1997, grup ini merupakan wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Semula bernama ‘Soda’, namun kemudian diganti menjadi ‘Padi’ (“Padi makanan orang susah,” demikian kata salah seorang personalnya).
Nama ini dipilih juga karena bersifat “sangat membumi”. Lebih jauh, mereka tidak hanya mengambil filosofinya saja, semakin berisi semakin merunduk, tapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kesejahteraan. Diawali dari bermain musik dari satu panggung ke panggung lain, grup ini akhirnya dikontrak untuk masuk dunia rekaman.
Album-album Padi cukup sukses menembus pasar musik Indonesia. Beberapa pengamat menyimpulkan aransemen musik padi yg dinamis dan lebih kompleks dari rata-rata lagu oleh grup band Indonesia yang seangkatan adalah salah satu penyebab kesuksesan tersebut.
Pada awal kemunculannya pada tahun 1998 khasanah band Indonesia didominasi oleh lagu-lagu dengan aransemen sederhana dengan tempo sedang cenderung lambat. Ciri lain grup musik Indonesia pada masa tersebut adalah cukup dominannya instrumen keyboard pada band-band terkemuka. Karakter Keyboard/Organ memengaruhi gaya musik menjadi minim distorsi dan cenderung melodik.
Hal ini tampak pada band-band pencetak hits saat itu seperti Kahitna, Dewa 19 dengan album Pandawa Lima-nya, maupun Slank sesaat sebelum perombakan formasi di mana Indra Q masih tampil sebagai keyboardist.
Padi kemudian mendobrak dengan formasi tanpa keyboard melalui album pertama mereka Lain Dunia (1999). Formasi semacam ini membuat eksplorasi teknik permainan gitar begitu dominan, maka wajar jika lagu-lagu yang dihasilkan cenderung penuh ditorsi.
Apalagi ditunjang oleh gaya permainan dua gitarisnya, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto, yang berbeda satu sama lain, Padi mendobrak dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda dalam tiap frasa dalam tiap lagu. Album ini mendapatkan platinum pada bulan April 2000 dan quadraple platinum pada tahun 2001.
Sesuatu Yang Tertunda
Pada tahun 2001, Padi mengeluarkan album kedua mereka Sesuatu Yang Tertunda. Album ini mampu terjual sebanyak 1,6 juta kopi dan mendapat 10x Platinum pada tahun 2002. Salah satu Album terbaik dan terfavorit sampai saat ini.
Save My Soul adalah nama album musik ketiga Padi. Album ini diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Dalam lagu “Sesuatu Yang Tertunda”, Padi berduet dengan musikus pujaan mereka, Iwan Fals.
Selain Iwan Fals, kolaborator lainnya yang terdapat dalam album ini termasuk musisi Australia yang merupakan pemain saksofon, Robert Burke dan pianis Kiernan Box, Adjie Rao (perkusi), dan penyanyi Astrid Sartiasari. Nasib album ketiga tersebut, meski tak bisa dibilang gagal, tapi tak segemerlap dua album sebelumnya.
Setelah lebih dari 2 tahun vakum dari dapur rekaman, Padi menggebrak dengan album baru Tak Hanya Diam. Album yang berisi 10 lagu ini tak lagi bertemakan ‘interpersonal’ (cinta) seperti 4 album sebelumnya, namun meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar.
Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia. Seperti tsunami dan gempa bumi. Tak hanya temanya, peluncuran album ini juga cukup unik.
Padi meluncurkan album terbaru mereka dengan tampil menyanyi di atas geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta, Senin 12 November 2007. Peluncuran album di atas kapal ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Walau pada awalnya hanya ingin unik dari launching album secara konvensional, namun Padi kali ini memberikan isyarat kepada kita untuk selalu ingat bahwa negeri ini adalah negeri maritim dengan kekayaan dan keindahan laut yang dimiliki.
Selain itu, Padi juga mengenalkan logo baru mereka. Mereka mengaku perubahan logo ini hanya untuk lebih fresh saja, menghindari “kultus” logo Padi yang pertama karena Padi membuat logo bukan untuk membuat ‘laskar’.
Cover album Tak Hanya Diam mewakili tema dari album ini, cover yang berbentuk titik-titik saling berhubungan yang mencerminkan adanya saling sinergi satu sama lain didasari saling komunikasi untuk saling mengisi dalam damai. Di album ini juga terlihat keberanian Rindra (bass) dan Piyu (gitar) tampil sebagai vokalis di lagu “Belum Terlambat” dan “Jangan Datang Malam Ini”. (NDHYK)
PARIS, Bisniswisata.co.id: Salah satu lukisan karya Raden Saleh, mencatat rekor baru. Sebagai benda mahakarya seni Indonesia dilelang dengan harga termahal di Perancis, akhir pekan lalu.
Lukisan itu terjual seharga 7,2 juta euro atau setara sekitar Rp 119,9 miliar kepada seorang kolektor asal Indonesia yang tak diketahui identitasnya.
Juru lelang Jack-Philippe Ruellan menyatakan, pelelangan lukisan Perburuan Banteng (Banteng Hunt) karya Raden Saleh sukses dilaksanakan. “Ini adalah rekor bagi lukisan Raden Saleh dan Indonesia,” tutur Ruellan seperti dikutip dari The Jakarta Post, Kamis (1/2/2018).
Kritikus seni sekaligus konsultan koleksi benda seni Istana Kepresidenan Agus Dermawan T juga mengonfirmasi bahwa ini adalah harga tertinggi bagi karya seniman Indonesia. “Beberapa tahun lalu, karya-karya S Sudjojona, Lee Man Fong, Hendra Gunawan, yang ukurannya lebih besar, dijual seharga Rp 60 miliar,” kata Agus.
Harga awal pelelangan lukisan Raden Saleh tersebut adalah 200.000 euro. Sesaat sebelum lelang dimulai, harganya melonjak ke 1 juta euro. Prediksi ini dibuat berdasarkan penjualan lukisan serupa karya Raden Saleh berjudul The Deer Hunt yang terjual di balai lelang Christie’s Singapura pada tahun 1996 seharga 1,5 juta euro.
Ruellan menuturkan, ada 12 peminat yang ikut lelang lewat telepon dan dua lainnya hadir. Proses lelang pun berlangsung cepat. Salah satu pihak yang ikut lelang lukisan tersebut, imbuh Ruellan, adalah Museum Pasifika di Bali.
Terkait kolektor asal Indonesia yang membeli lukisan ini, Ruellan menyatakan ini hal yang bagus karena lukisan ini akan dibawa kembali ke Indonesia dari Paris.
Namun, perlu diingat bahwa sang pembeli adalah kolektor pribadi, sehingga lukisan ini tak akan dapat dilihat oleh publik kecuali ada pameran yang menampilkan lukisan ini. (TJP)