WITEX 2025 Berakhir, KTT Roundtable Sepakat Isi Peluang dan Investasi Bersama.

this formate

BANDAR SUNWAY, KL, bisniswisata.co.id: World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX 2025) yang berlangsung selama 3 hari resmi berakhir hari Minggu di Sunway Resort Hotel, Minggu diisi dengan Roundtable Meeting para CEO dan media internasional.

Konferensi Roundtable WITEX ini membahas peluang-peluang kerjasama yang konkrit di dunia Islam. Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) misalnya mengusulkan pada forum terutama pada Dr Azmil Munif Bin Mohd Bukhari, Lembaga Pembangunan Langkawi untuk saling menarik wisatawan RI-Malaysia terutama pada Visit Malaysia Year 2026.

“ Langkawi seperti Balinya Indonesia maka cocok sekali untuk menjaring wisatawan RI dari Sumatra Barat, Medan, Riau untuk datang begitu juga sebaliknya, wisatawan Makaysia dapat meningkatkan kunjungan ke Sumbar, lihat pacu jalur yang mendunia di Riau dan banyak lagi,” kata Sapta Nirwandar.

Langkawi cocok untuk destinasi halal tourism karena kaya dengan keindahan alami dan legenda masa silam ini telah menampilkan diri sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang paling populer di Malaysia. Geopark, cable car dan sport tourism juga menjadi andalan.

Pulau Langkawi, yang sering disebut sebagai “Permata Kedah”, merupakan salah satu destinasi paling mempesona di Malaysia, yang terkenal karena pemandangan alamnya yang memukau, warisan budaya yang semarak, dan kemewahannya.

Terletak di perairan Laut Andaman yang sebening kristal, Langkawi merupakan bagian dari kepulauan yang terdiri dari 99 pulau, masing-masing menawarkan pesona dan daya tariknya yang unik.

Di Langkawi, Malaysia memperkenalkan visinya untuk menjadi destinasi wisata Islam dan ekowisata unggulan dalam program Visit Malaysia Year 2026.

Berakhirnya ajang berskala internasional WITEX 2025 menandai tonggak penting dalam memposisikan Malaysia sebagai pusat global untuk pariwisata, budaya, perdagangan, dan investasi Islam yang dihadiri sedikitnya 12 negara terutama dari Asia Tengah seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Azerbaijan.

Salah satu sorotan utama dari program tahun ini adalah mempertemukan para pemimpin industri, CEO dan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi strategi kolaboratif bagi pertumbuhan pariwisata Islam serta peluang perdagangan berkelanjutan.

Oleh karena itu Dato’ Sri Dr. Mohd Khalid Harun, Presiden Asosiasi Agen Tur & Perjalanan Malaysia (MATA) sebagai penyelenggara dan Ketua WITEX & WCAF 2025, menekankan dari awal pembukaan pada 22 Agustus lalu para CEO tak hanya sekadar diskusi melainkan membentuk masa depan pariwisata Islam dan memposisikannya sebagai mesin penggerak yang kuat bagi perkembangan ekonomi dan budaya global.

“Dengan meningkatnya permintaan wisata halal dan pasar wisata Muslim global yang diperkirakan mencapai US$300 miliar pada tahun 2030, KTT ini membuka jalan bagi kemitraan yang berdampak dan kemakmuran bersama,” jelasnya.

Perhelatan yang berlangsung di hotel mewah Sunway Resort Hotel dihadiri pula Nazli Ahmad yang mewakili CEO Alex Castaldi dari Sunway Hospitality. Dia mengungkapkan strategi branding dan positioning hotel sebagai destinasi halal tourism atau di Malaysia di sebut Islamic Tourism.

“ Disini branding kami adalah Integrated City dan dari Sunway Resort, Sunway Pyramid serta Sunway Lagoon sudah 1500 kamar & suites dengan kapasitas parkir hingga 9000 mobil. Ada tempat leisure yg sudah bersertifikat halal dan family friendly,” kata Nazli Ahmad.

Kawasan Bandar Sunway memang terintegrasi semua, depan hotel Sunway Hospitality Grup, ada hotel-hotel kecil yang tarifnya sangat terjangkau, jejeran resto, pertokoan bahkan mall, ada Medical Centre dengan jumlah tempat tidur capai 1000 unit, Sunway University dan international Schools dengan 23.000 pelajar, ada Convention Centres dan 60 an Venues untuk kegiatan bisnis MICE.

“ Bayangkan kalau kawasan Nusa Dua Bali bisa dipersiapkan dari awal sebagai integrated City seperti Sunway, mau yang mewah ada, yang harga terjangkau juga banyak,” kata Sapta Nirwandar.

Pada hari terakhir acara, ditampilkan berbagai presentasi menarik mengenai pariwisata Islam yang berfokus pada peluang, tantangan dan kisah sukses dari seluruh dunia. Dari Uzbekistan menyoroti warisan Jalur Sutranya sebagai magnet bagi wisata ramah muslim.

Negara Zambia memamerkan peluang investasi pariwisatanya, memposisikan dirinya sebagai garda terdepan baru Afrika untuk pariwisata Islam berkelanjutan dan infrastruktur perhotelan halal.

Lalu negara Kamboja mempromosikan situs bersejarahnya dengan layanan perhotelan halal yang ditingkatkan. Sementara itu, di negara Azerbaijan mempromosikan tentang destinasi kaya budaya dan warisan dengan infrastruktur ramah muslim.

Acara puncak World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025) yang pertama di Sunway Resort berlangsung Senin Malam ini ( 25/8/2025).WCAF 2025 memamerkan kekayaan warisan global melalui pertunjukan, pengalaman kuliner dan pameran seni yang memperkuat komitmen Malaysia terhadap diplomasi budaya dan ekonomi kreatif.

Desainer kenamaan asal Sumbar, Emi Arlin akan membuka fashion show bertajuk AMARANGGANA diambil dari bahasa Sanksekerta yang berarti bidadari, menggambarkan kecantikan dan keindahan. Namun kecantikan yang berkarakter. Selain itu juga hadir penyanyi asal Sumbar pula, penampilan istimewa Vanny Vabiola, yang dikenal sebagai Celine Dion of West Sumatera, melalui lantunan suara merdunya.

Keberhasilan WITEX & WCAF 2025 dimungkinkan berkat dukungan dari Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC), MyCEB, Batik Air, Etiqa Takaful, Tourism Selangor dan berbagai mitra internasional.

Pameran dan festival ini menjadi pembuka program Visit Selangor Year 2025 dan Visit Malaysia Year 2026 yang memperkuat peran Malaysia sebagai pemimpin dalam pariwisata Islam serta titik temu global budaya, seni dan perdagangan kata Dato’ Sri Dr. Mohd Khalid Harun

Rendang Mamaden, Olahan Rumahan Kualitas Global

this formate

Rahma Dheni Surya, S.Pd atau Mamaden

BANDAR SUNWAY, KL,bisniswisata.co.id
Senyumnya mengembang, menyambut pengunjung WITEX 2025 di lantai 15, Sunway Resort di Selangor, Kuala Lumpur. Wajahnya yang glowing, putih dan bebas dari permasalahan kulit.

Soalnya produk yang dibawanya pada expo perdagangan di dunia Islam yang ada di hadapannya adalah Rendang Mamaden. Apalagi Rahma Dheni Surya, S.Pd atau Mamaden ini sudah bercerita bahwa untuk produk andalannya, dia memasak sendiri mulai dari meracik bumbu hingga memasaknya.

“ Ada asisten juga tapi hanya bagian mengaduk-aduk agar rendangnya matang secara merata,” kata Mamaden singkat.

Ibu empat anak ini seperti ibu rumah tangga lainnya mengaku memang senang memasak buat suami tercinta dan dua pasang anaknya yang dua lelaki dan dua perempuan. Mereka kerap meminta ibundanya masak Rendang, Gulai ikan dan Daging asam padeh.

Waktu kecil, ungkapnya, Dheni yang menjadi anak seorang kepala daerah pertama di Pariaman, Sumbar suka membantu ibunya menyiapkan beragam masakan di dapur. Maklum ayahnya yang memiliki jabatan tinggi kerap harus menjamu tamu-tamu penting di rumah dinas dan saat itu bisnis catering belum ada hingga ibundanya banyak habiskan waktu di dapur dan ke pasar.

Dheni kecil suka mengantar ibu ke pasar, masak di dapur sehingga pulang dari pasarpun meski baru kelas 3 SD dia sudah mampu membersihkan ikan, memotong sayuran dengan baik dan pekerjaan lainnya.

“ Biasanya saya yang pilih sendiri dari tas keranjang ibu mau membantu apa, termasuk bersihkan ikan tadi,” katanya.

Setelah menjadi sarjana dan tenaga pendidik, mama Den yang disekolahnya kerap dipanggil Bukden, maksudnya bu guru Dheni, suka membawa makan siang dengan lauk yang dibuatnya sendiri. ” Umumnya anak didik dan kolega yang ikut mencicipi makanan saya berkomentar bahwa makanannya enak dan rendangnya yang berwarna coklat jadi favorit,” tuturnya.

Tahun 2019 akhir ketika pandemi global COVID 19 datang, tiga anaknya yang kuliah di Jakarta minta kiriman rendang sekaligus berjualan untuk pemasukan mereka di perantauan. Alhasil tiap bulan Mamaden bisa mengirim 100 kg dari dapur rumahnya ke Jakarta dan kota lainnya dari jaringan anak-anaknya sendiri.

“ Selain tidak terlalu pedas, warna rendangnya juga coklat berminyak dan disukai anak milenial maupun gen Z sehingga saya langsung belajar bagaimana kemasannya, tekhnik tahan lama dan strategi lainnya,”

Dia tidak gentar untuk memulai usaha kemasan rendangnya sendiri meskipun se Sumatra Barat sudah banyak yang berjualan rendang. Namun karena ada 19 kabupaten/ kota di provinsi Sumbar ini dan cara pembuatan rendangnya juga berbeda-beda maka Mamaden terus produksi dan berkembang sehingga saat ini menembus pasar mancanegara.

Sebelum ke  Kuala Lumpur, dia juga ikut rombongan Indonesia Halal Lifestyle Center       ( IHLC) pimpinan Sapta Nirwandar ke negara-negara di Asia Tengah. Dia juga diundang oleh Pegadaian untuk ikut program Gadepreneur sehingga tahun 2025 ini kesibukannya bertambah.

 

Hobby Membawa Berkah

Seperti ayahnya yang seorang kepala daerah, suami Mamaden sebagai Aparatur Sipil Negara ( ASN) juga memegang jabatan sebagai Kepala Dinas Dispora dan instansi negara lainnya dan terakhir menjadi kepala Balitbang.

“ Suami sempat khawatir saya akan kecapean mengurus bisnis. Tapi saya bilang dari kecil memang sudah suka masak kue-kue dan makanan enak jadi saya melakukan hal yang saya sukai. Don’t worry be happy dong,” tegasnya.

Rahma Dheni Surya, seorang perempuan kelahiran Lubuk Alung pada 11 November 1970, adalah sosok yang dikenal sebagai guru sekaligus pelaku usaha kuliner rendang.

Sejak tahun 2000, ia memulai kariernya sebagai pendidik di salah satu SMA Negeri di kota Padang. Dedikasinya dalam dunia pendidikan tidak pernah surut, namun di balik profesinya

Sebagai seorang guru, ada pula keinginan besar yang tumbuh sejak kecil, yaitu memasak dan senang mencoba resep-resep baru. Dia juga kerap membagikan hasil masakannya kepada teman- teman terdekat. Tidak jarang dia membagikan resep andalannya untuk teman-teman yang sedang berjuang untuk membuka usaha restoran.

Melihat kecintaannya yang begitu dalam terhadap dunia kuliner, banyak teman dan kerabat yang mendorongnya untuk membuka
usahanya sendiri. Akhirnya, pada tahun 2020, ia memberanikan diri untuk memulai usaha kuliner kecil-kecilan dengan mengandalkan hidangan yang telah lama menjadi kebanggaannya yaitu rendang.

Mamaden memulai usaha ini dengan sederhana, membagikan tester rendang buatannya kepada teman-teman, mendengarkan masukan, lalu mulai menjual secara perlahan lewat promosi dari mulut ke mulut (Word of Mouth). Menantunya Bobby yang memberikan masukan untuk memakai nama sendiri sebagai brand sehingga jadilah brand  ” Mamaden”. ungkapnya.

Respons yang positif membuatnya semakin yakin. Tak lama kemudian, ia memanfaatkan media sosial, terutama instagram, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Dari sinilah bisnis rendangnya berkembang dan mulai dikenal luas dengan nama “Rendang Mamaden”.

Rendang Mamaden memiliki cita rasa yang khas dan membedakannya dari rendang pada umumnya. Ciri khasnya terletak pada warna coklat kehitaman, tekstur daging yang empuk, bumbu yang tidak terlalu basah, dan aroma harum yang menggoda selera.

Setiap orang yang mencicipinya tidak jarang untuk kembali memesan. Karena rasanya yang istimewa dan tahan lama, Rendang Mamaden kini sering dijadikan sebagai oleh-oleh khas Padang dan hadiah untuk keluarga dan kolega, bahkan dibawa ke luar negeri.

Kini, Rahma Dheni Surya bukan hanya sebagai seorang guru yang penuh dedikasi, tetapi juga sebagai pelaku usaha kuliner yang menyalurkan hobinya menjadi bisnis yang bermanfaat. Perjalanannya adalah contoh nyata bahwa seseorang bisa tetap mencintai profesinya, sekaligus mengembangkan potensi diri di bidang lain.

“ Jangan pernah memulai usaha yang tidak kita sukai alias karena terpaksa. Apapun yang kita lakukan sebisa mungkin adalah yang menjadi passion kita sehingga membuatnya dengan tingkat keikhlasan tinggi serta penuh suka cita,” pesannya.

Jika seseorang banyak berfikir dan menjadikan pekerjaan sehari-harinya adalah beban maka seluruh tubuhnya jadi sakit karena hidupnya tidak merasa bahagia. Yuk kita bahagia selalu dengan bergoyang lidah dengan rendang Mamaden, katanya berseloroh.

Emi Arlin, Perancang Busana Sumatra Barat Terus Menembus Pasar Dunia

this formate

Emi Arlin ( paling kiri) bersama Sapta Nirwandar Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) dan rekan-rekan  UMKM Indonesia dari berbagai daerah di ajang WITEX & WCAF 2025, Malaysia.

BANDAR SUNWAY, Selangor,  Malaysia, bisniswisata.co.id: Berpindah dari satu event ke event yang lain di Asia Tengah seperti Bosnia, Sarajevo, Serbia, Biograd di medio akhir Juni lalu serta sukses menyabet penghargaan Rangkayo Award 2025, di Borobudur Hotel Jakarta, pada bulan Juli 2025 itulah sosok Emi Arlin.

Desainer Emi Arlin asal Sumatra Barat ini kembali mengukir prestasi dengan hadir di World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX 2025) Edisi ke-3 dan World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025) yang pertama di Sunway Resort, Selangor, Malaysia.

Desainer yang terkenal melalui berbagai koleksi busana yang mengangkat berbagai kerajinan – kerajinan di Sumatera barat seperti Sulaman, Tenun, Bordiran, Batik dan lain-lain ini pada 25 Agustus 2025 juga didaulat menggelar fashion show diacara World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025) yang pertama di Sunway Resort, Selangor, Malaysia.

Acara dinner sekaligus pemberian penghargaan bagi insan industri dan pariwisata halal ini akan menjadi momentum bagi promosi pariwisata Sumatra Barat sebagai tujuan wisata halal di Indonesia pula.

Kehadiran Emi Arlin, pemilik Rumah Mode yang beralamat Jalan Beringin IV B No.19, Lolong Belanti, Kec. Padang Utara, Kota Padang ini memang sangat tepat menghadiri event dari dunia Islam yang dihadiri lebih dari 10 negara belum lagi negara-negara non Muslim seperti Zambia, Thailand, Kamboja yang jumlah warga Muslimnya terus melesat .

Emi Arlin adalah perancang busana Indonesia yang terkenal melalui berbagai koleksi busana yang mengangkat berbagai kerajinan  kerajinan di Sumatera Barat seperti Sulaman, Tenun, Batik, Bordir dan lain – lain.

Terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Barat (Minangkabau) yang selama ini tidak banyak terekspose, maka Emi Arlin mencoba menemukan berbagai kekayaan Sumatera Barat yang dapat dituangkan kedalam desain batik, tenun dan sulaman.

Bersama mufti dari Rusia

Emi Arlin ( kir) di booth Indonesia 

Saat ini desain dari Emi Arlin tersebut telah mendapat pengesahan Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkum & HAM seperti Batik Motif Rumah Adat Kajang Padati Khas Kota Padang, Batik Motif Mesjid Raya Sumatera Barat dan Tenun Khas Kota Padang Motif Rumah Adat Kajang Padati

Tak heran Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) yang dipimpin Sapta Nirwandar terus memfasilitasinya untuk berkibar di dunia fashion Muslim dunia karena menurut IHLC, brand Emi Arlin adalah salah satu ikon modest fashion Indonesia yang potensial dan dikenal.

“Emi Arlin terkenal dengan karya-karya yang mengangkat budaya Minang secara elegan, hal ini memperkaya representasi Indonesia dalam fesyen muslimah yang modern, inklusif, dan berdaya saing global,” terang Sapta Nirwandar

Ditambahkan Sapta Nirwandar, IHLC sebagai mitra penyelenggara WITEX dan WCAF 2025 menilai event ini merupakan platform strategis berskala internasional untuk
mempromosikan produk fesyen brand Emi Arlin, karena dihadiri delegasi lebih dari 10 negara dan para Duta Besar Negara-Negara Sahabat di Kuala Lumpur juga hadir .

Diantaranya negara-negara peserta pameran dan konfrensi dengan basis muslim yang kuat, antara lain: Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Zambia, Vietnam, Thailand, Spanyol, Kazakhstan, Azerbaijan, dan Tajikistan. Sementara perwakilan Dubes ada dari Rusia, Zambia dan belasan negara yang membuka kantor diplomatik di Malaysia.

Emi Arlin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan Indonesia Halal Lifestyle ( IHLC). Baginya WITEX dan WCAF 2025 ini merupakan momentum perayaan seni Islam sekaligus mempromosikan busana-busana ciptaannya sekaligus daerah asalnya Sumatra Barat sebagai tujuan pariwisata halal.

Kamboja Posisikan Diri sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim Terkemuka

this formate

BANDAR SUNWAY, KL, bisniswisata.co.id: Pameran Pariwisata dan Perdagangan Islam Dunia (WITEX 2025) di Malaysia, delegasi tingkat tinggi Kamboja yang dipimpin oleh Mohammat Younes, Wakil Menteri Pariwisata, menunjukkan komitmen kerajaan untuk menjadi destinasi ramah Muslim terkemuka.

Berbicara pada konferensi di WITEX 2025, diskusi panel bertajuk Membentuk Masa Depan Pariwisata & Perdagangan Islam di Era Digital, Mohammat Younes mengatakan bahwa jumlah penganut agama Islam di negaranya terus meningkat.

Dia juga menekankan dedikasi Kamboja terhadap keamanan dan kenyamanan, dengan menyatakan, “Kami menjamin bahwa Kamboja siap dan bersemangat menyambut wisatawan Muslim dengan tangan terbuka.”

Younes menyoroti upaya konkret untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, termasuk jaringan restoran bersertifikat Halal dan tempat ibadah yang terus berkembang di kota- kota seperti Phnom Penh, Siem Reap, dan Sihanoukville.

Inisiatif-inisiatif ini menggarisbawahi investasi strategis Kamboja dalam layanan yang disesuaikan—mulai dari bersantap hingga keramahtamahan—yang memastikan pengalaman yang lancar dan penuh rasa hormat bagi para tamu Muslim.

Masyarakat hidup di tengah lingkungan berdamai dan harmonis karena Pemerintah Kerajaan Kamboja telah secara konsisten dan tegas melaksanakan kebijakan persatuan nasional dan kerukunan umat beragama.

“Dari tahun 1980 hingga saat ini pada tahun 2025, kami, rakyat Kamboja, telah menyaksikan keberhasilan penerapan kebijakan ini baik oleh para pemimpin maupun dari warga negara kam” tambahnya.

Untuk pengembangan pariwisata Ramah Muslim sedikitnya ada 11 destinasi yang memiliki sambutan hangat dari penduduk lokal dan dikenal sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi dengan jutaan wisatawan disambut setiap tahun.

Berdasarkan penelitian, hasil tingkat keamanan Kamboja adalah 8,14 dari 10 hasil
bimbingan Komite Pengarah Halal yang dibentuk pada tahun 2008.

Rencana Pariwisata Ramah Muslim 2023-2027, Kementerian Pariwisata memiliki visi untuk mengubah Kamboja menjadi destinasi yang menarik dan ramah bagi wisatawan Muslim melalui hotel dan restoran Ramah Muslim, Pusat Perbelanjaan hingga pemandu wisata Muslim.

“Ayah saya imam mesjid dan saya dari kecil sudah mendampinginya menjadi bilal. Kini ada wisata religi ke tiga mesjid di Kamboja dan desinasi menarik lainnya, bukan hanya Angkor Wat tentunya,” jelasnya yang darang ke WITEX untuk ke dua kalinya.

PM Hun Sen bersama komunitas Muslim Kamboja. Perdana Menteri ini digantikan oleh anaknya yaitu Hun Manet.

Phnom Penh sebagai ibukota negara memiliki Masjid Internasional Phnom Penh.
yaitu Masjid Nur Ul Ihsan. Bangunan untuk beribadah umat muslim yang satu ini sudah ada sejak tahun 1813. Letaknya berada di sisi timur danau Boeung kak Pusat Kota Phnom Penh.

Pada tahun 1990 sempat adanya renovasi besar pada masjid ini dan sumber pendanaannya sendiri berasal dari beberapa negara Timur tengah seperti Uni Emirat Arab, Dubai, dan Arab Saudi

Komunitas Muslim saat ini cukup berkembang di negara non Islam seperti Kamboja. Terdapat komunitas bernama Cham di wilayah semenanjung Chroy Changvar dekat Phnom Penh Kamboja yang menjadi pusat Spiritual Cham. Hal ini berdampak terhadap dunia pariwisata negara ini dengan adanya beberapa masjid yang bisa jadi tempat wisata religi di

Sejauh ini masjid yang cukup terkenal dan berdiri cukup baik di wilayah Kamboja adalah Masjid Bergaya Ottoman. Masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1968 . Saat itu diresmikan menteri Hun Sen dalam sebuah upacara meresmikan tempat ibadah umat muslim ini.

Keunikan dari masjid ini adanya sebuah lingkungan Boeng Kak Phnom Pen dan didanai Eisa Bin naseer. Setelah melalui beberapa waktu masjid ini mengalami rekonstruksi dengan membangunkan kembali pada tahun 2012. Tentu saja sekarang masjid ini sudah berangsur membaik dari berbagai aspek seperti fasilitas dan bangunannya.

Masjid lainnya adalah Neak Mah yang juga menjadi salah satu tempat ibadah besar di Kamboja bagi umat Muslim. Terdapat dua lantai dengan kubah emas besar di bagian atas majid ini sebagai daya tarik utama. Kemudian terdapat juga pancuran air di area samping untuk umat muslim mengambil air wudhu.

Di dalam masjid sendiri terdapat tumpukan karpet sholat di sisi dan tempat kecil untuk penceramah berkhotbah di depan dan mengaksesnya tidak sulit karena tempatnya cukup strategis.

Wisata religi selanjutnya yang dapat wisatawan datangi adalah Angkor wat yang menjadi destinasi isata utamanya. Situs Keagamaan satu ini masuk yang terbesar di dunia dan merupakan saksi bisu dari masa kejayaan kerajaan Khmer.

Angkor Wat adalah reruntuhan kuil namun kompleks perkotaannya telah eksis di abad ke-8 hingga ke 14. Luas wilayah kurang lebih 163 hektar dan umumnya pengunjung perlu 3 hari menjelajahinya.

Kuil ini sangat menarik dari segi penampilan dan juga menawarkan pemandangan unik seperti akar pohon besar yang menyelimuti kuil. Bahkan karena kondisi uniknya ini setting film Tomb Raider pernah terjadi di sini.

Menurut Mohammat Younes, sebagai negara yang baru menyambut Muslim Traveler dunia maka kehadirannya di World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX 2025) Edisi ke-3 dan World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025) yang pertama di Sunway Resort, Selangor, Malaysia bukan sekedar belajar dan berkontribusi informasi pariwisata halal.

“ Hal yang terpenting adalah berjumpa langsung dengan para stakeholder dari berbagai belahan dunia yang sudah sukses dalam mengembangkan Muslim Friendly Traveler,” tegasnya.

Apalagi di Kamboja saat ini sudah ada Masjid & Musalla di 1,375 lokasi seperti di pusat perbelanjaan (shopping Malll, pompa bensin, rumah sakit, tempat-tempat umum dan ada banyak komunitas Muslim meski jumlah warganya baru sekitar 5% dari jumlah penduduk yang beragama Budha sebesar 17,6 juta jiwa.

“ Tahun lalu kami menerima kunjungan 6,7 juta wisatawan mancanegara baik non Muslim maupun Muslim. Kini kami juga memiliki aplikasi bagi wisatawan Muslim untuk menemukan makanan halal danbtempat ibadah. Jadi sudah tersedia Muslim Friendly Route, Prayer Facility, Muslim Friendly Restaurant,” jelasnya.

Kamboja adalah negara Asia Tenggara yang berbatasan dengan Thailand, Laos, dan Vietnam, dengan Phnom Penh sebagai ibu kotanya. Populasi Kamboja saat ini adalah 17.671.795 jiwa berdasarkan proyeksi data Perserikatan Bangsa-Bangsa terbaru. Populasi Muslim sekitar 5% dari total populasi. Bahasa Resmi: Khmer, diikuti oleh Bahasa Inggris.

MATA: WITEX Bukan Sekedar PAriwisata Islam Tapi Penggerak Ekonomi Global.

this formate

BANDAR SUNWAY, bisniswisata.co.id
Pariwisata Islam saat ini bukan sekadar segmen niche—melainkan penggerak ekonomi global. Menurut Laporan Keadaan Ekonomi Islam Global 2024, wisatawan Muslim menghabiskan US$ 225 miliar pada tahun 2023, dan angka ini diproyeksikan akan tumbuh menjadi US$ 260 miliar pada tahun 2026, ungkap Dato’ Sri Dr. Mohd Khalid Harun, Presiden MATA & Ketua WITEX & WCAF 2025.

Malaysia Tourism Agency Association ( MATA) menyelenggarakan World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX 2025) Edisi ke-3 dan World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025) yang pertama di Sunway Resort. Dato’ Sri Dr. Mohd Khalid Harun mengatakan dengan populasi Muslim sebesar 2 miliar di seluruh dunia, yang mewakili hampir 25% dari populasi global, permintaan akan destinasi ramah Muslim, perhotelan halal, dan layanan yang sesuai Syariah semakin meningkat.

Malaysia dengan bangga tetap berada di posisi terdepan, termasuk dalam 5 besar destinasi ramah Muslim dunia. Kekuatan kami tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada keragaman budaya, keramahan, dan rasa hormat yang mendalam terhadap nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip pariwisata Islam, tambahnya.

Permintaan & peluang pasar potensi pasarnya sangat luas, meliputi wisata halal, makanan halal, keuangan, layanan kesehatan, dan gaya hidup. Riset menunjukkan bahwa wisatawan Muslim semakin mencari destinasi yang menggabungkan kebutuhan berbasis agama dengan pengalaman modern.

Hal ini menciptakan peluang luar biasa bagi para pelaku industri, mulai dari maskapai penerbangan hingga hotel, agen perjalanan bahkan penyedia asuransi. WITEX menyedia -kan platform yang sempurna untuk menghubungkan pembeli, penjual, investor, dan inovator yang mendorong pertumbuhan ini.

“Tahun ini, kami menyambut peserta pameran dan delegasi dari Indonesia, ASEAN, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa—semuanya berkomitmen untuk memperluas cakrawala pariwisata dan perdagangan Islam.

Festival Seni dan Budaya Dunia (WCAF).

Bersamaan dengan itu, kami dengan bangga meluncurkan Festival Seni dan Budaya Dunia 2025 (WCAF), sebuah perayaan keberagaman global. Budaya dan seni adalah jiwa pariwisata—mereka menjembatani komunitas, memperkuat pemahaman internasional, dan menciptakan pengalaman pengunjung yang unik.

Selama tiga hari ke depan, pengunjung akan menikmati pertunjukan, pameran seni, wisata kuliner, dan pameran budaya dari seluruh dunia. WCAF melengkapi WITEX dengan tidak hanya mempromosikan perdagangan dan bisnis, tetapi juga hubungan antar-masyarakat yang mewujudkan semangat harmoni global.

Saat kita memulai perjalanan yang mengasyikkan ini selama beberapa hari ke depan, mari kita ingat bahwa pariwisata Islam bukan hanya tentang perjalanan dan perdagangan—melainkan tentang menumbuhkan pemahaman, inklusivitas, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Atas nama Asosiasi Agen Pariwisata Malaysia (MATA) dan panitia penyelenggara, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada: Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya (MOTAC) atas dukungan mereka yang tak henti-hentinya. MyCEB atas kolaborasi yang kuat dalam memposisikan Malaysia sebagai pusat acara internasional.

Mitra maskapai kami, Batik Air, atas koneksinya dengan masyarakat dan destinasi. Etiqa Takaful, yang perjuangkan perjalanan sesuai syariah solusi perlindungan. Kepada seluruh sponsor, peserta pameran, dan mitra kami yang berharga atas kepercayaan mereka terhadap visi kami.

Visi Malaysia Jadi Pusat Islam Global , Bukan Sekedar Destinasi Wisata.

this formate

Datuk Seri Shamsul Iskandar bin Mohd Akin, Sekretaris Politik Senior untuk Perdana Menteri Malaysia ( tengah) diapit Datuk Jeffrey dan Datuk Khalid Harun, COO dan  Ketua MATA saat pembukaan WITEX & WCAF 2025

BANDAR SUNWAY, KL,bisniswisata.co.id:
Dua eventI WITEX dan WCAF 2025 bukan hanya sekedar pameran atau festival saja. Ini adalah manifestasi peran Malaysia di panggung internasional, kata Datuk Seri Shamsul Iskandar bin Mohd Akin, Sekretaris Politik Senior untuk Perdana Menteri Malaysia.

“Visi Malaysia sebagai Pusat Islam Global bukan membuat negara ini sekedar destinasi, tetapi pusat global untuk pariwisata, perdagangan, dan budaya Islam dan WITEX serta WCAF 2025 mewujudkan ambisi ini,” tambahnya.

Menurut dia, Malaysia bercita-cita menjadi pusat keunggulan tempat tradisi bertemu inovasi, tempat daya saing ekonomi dipadukan dengan kekayaan budaya, dan tempat keyakinan membimbing kemajuan.

“Saat Malaysia menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2025 ini, WITEX dan WCAF mengambil makna yang lebih besar. Acara-acara ini lebih dari sekadar platform budaya dan perdagangan — ini adalah peluang untuk memperkuat kerja sama regional, menyelaraskan strategi ekonomi halal ASEAN, dan memposisikan kawasan ini sebagai tujuan utama untuk pariwisata Islam dan industri kreatif, kata Datuk Seri Shamsul Iskandar

Di bawah kepemimpinan Malaysia, ASEAN dapat memanfaatkan kekuatan kolektifnya — dari warisan budaya bersama hingga ekosistem perdagangan terintegrasi — untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat utama bagi ekonomi halal global.

Oleh karena itu, WITEX dan WCAF 2025 menandai momen yang menentukan bagi ASEAN untuk menunjukkan persatuan, keragaman, dan potensi ekonominya di panggung dunia.

“Selain itu, dari pengamatan saya, acara ini memiliki makna ganda:(a) Dimensi Ekonomi Pengusaha, dan WITEX membuka pintu baru bagi UKM dan investor di seluruh dunia, menciptakan platform bagi ekonomi halal, layanan pariwisata dan kolaborasi perdagangan untuk berkembang secara global,”

Sedangkan dimensi Budaya WCAF mengingatkan dunia bahwa Islam adalah peradaban, kasih sayang, kreativitas, dan konsistensi. Hal Ini merayakan warisan budaya Melayu kita; budaya yang dibangun atas rasa hormat, kebaikan, dan kehalusan. Nilai-nilai ini bukan sekedar adat istiadat, tetapi berakar dalam prinsip Al-Qur’an: Al-Anbiya: 107.

Tradisi kesopanan dan kerendahan hati kita merupakan perpanjangan dari rahmat ini; suatu cara hidup yang menyelaraskan iman, budaya, dan interaksi sehari-hari. Di sini, saya juga teringat kata-kata abadi Ibnu Batutah, penjelajah Muslim yang hebat:“Bepergian — itu membuatmu terdiam, lalu mengubahmu menjadi pendongeng.”

Kutipan ini menyoroti bagaimana pengalaman perjalanan yang mendalam dapat membuat seseorang terdiam sementara karena kagum, hanya untuk menginspirasi narasi yang kaya dan perspektif yang diperluas sesudahnya.

Perjalanannya yang luas melintasi dunia abad pertengahan, yang didokumentasikan dalam catatan perjalanannya Rihla, menjadi bukti gagasan ini, yang menunjukkan bagaimana perjalanan menumbuhkan pengetahuan, empati, dan apresiasi yang mendalam terhadap keberagaman.

Hal Ini menangkap esensi WITEX dan WCAF, tempat kita berkumpul untuk berbagi cerita, menemukan keberagaman, dan merayakan warisan kolektif kita. “Saya mengakui kerja luar biasa dari Asosiasi Badan Pariwisata Malaysia (MATA) dan mitra strategis kami atas peran mereka dalam mengadvokasi industri di tingkat kebijakan, meningkatkan standar melalui pelatihan, akreditasi, dan pengembangan kapasitas, menampilkan kekuatan Malaysia melalui misi perdagangan internasional dan platform kolaboratif.

Semua upaya ini mencerminkan semangat Malaysia MADANI: kemakmuran inklusif, tata kelola yang etis, pelestarian warisan, dan inovasi dengan kasih sayang, jelasnya
Tak ada visi untuk masa depan yang lengkap tanpa pemuda dan UKM kita. Dari perusahaan rintisan digital hingga inovator teknologi halal, anak muda M’sia membentuk ekonomi masa depan.

Kewirausahaan yang digerakkan oleh ESQ, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, adil, dan etis. Ini adalah esensi dari Malaysia MADANI, masa depan di mana pembangunan mengangkat masyarakat sambil melestarikan budaya dan nilai-nilai.

Oleh karena itu kata Datuk Seri Shamsul Iskandar, mari kita jadikan WITEX dan WCAF lebih dari sekadar pameran tapi mendukung warisan lokal melalui pariwisata yang dipimpin masyarakat dan residensi budaya, Memberdayakan usaha kecil dan pengrajin dengan akses yang adil ke pasar.

Mengadopsi solusi digital untuk terhubung secara global dan membangun kepercayaan melalui akreditasi. Bersama-sama, mari kita jalin kemitraan, rancang inovasi, dan ciptakan narasi yang akan mendefinisikan peran Malaysia sebagai pusat keunggulan Islam global, ujarnya menutup sambutan.

Indonesia Halal Lifestyle Center Berpartisipasi dalam WITEX 2025

this formate

Penghargaan kepada tokoh-tokoh unggul di bidang pariwisata, perdagangan, media, pelayanan publik, dan inovasi dalam ekosistem pariwisata Islam pada 2024 lalu.

 

Syukuran Indonesia Peringkat 1 Dunia Kategori Modest Fashion (State of The Global Islamic Economic Report 24/25).

BANDAR SUNWAY, KL, bisniswisata.co.id :
Sorotan dunia kembali mengarah pada gelaran World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX) 2025 yang akan berlangsung pada 22–25 Agustus 2025 di Sunway Resort Hotel, Malaysia.

Ajang prestisius ini akan menghadirkan partisipasi lebih dari 10 negara, termasuk Malaysia, Indonesia, Brunei, Tiongkok, Zambia, Vietnam, Thailand, Spanyol, Kazakhstan, Azerbaijan, dan Tajikistan.

Dengan skala internasional dan jangkauan yang begitu luas, WITEX 2025 menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan peran aktifnya dalam ekosistem pariwisata dan gaya hidup halal global.

Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dengan bangga mengambil bagian dalam ajang ini, membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus produk halal Indonesia kepada dunia.

Partisipasi ini juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan ekonomi halal dan memperkuat posisinya di kancah global.

Sebagai salah satu penggerak dalam pengembangan halal lifestyle dan halal tourism, Sapta Nirwandar, Chairman IHLC, akan hadir sebagai pembicara pada dua agenda penting: World Islamic Tourism & Trade Conference 2025 dan WITEX Ministers & CEOs Summit.

Kehadirannya sekaligus menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam mendorong arah strategis industri halal dunia.

Momentum ini terasa semakin istimewa dengan capaian membanggakan: Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dunia dalam kategori modest fashion (State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025), yang semakin memperkokoh reputasinya sebagai pusat kreativitas dan inovasi fesyen halal dunia.

Sebagai bentuk syukur atas pencapaian ini, akan digelar peragaan busana (fashion show) yang menampilkan karya-karya terbaik para desainer Indonesia, antara lain Poppy Dharsono, Emi Arlin, Kain Halal, dan Uzzy Fauziah.

Pagelaran ini sekaligus menjadi sarana promosi budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Acara semakin semarak dengan penampilan istimewa Vanny Vabiola, yang dikenal sebagai Celine Dion of West Sumatera, melalui lantunan suara merdunya.

Selain fashion, Indonesia Halal Center juga menghadirkan Indonesia Halal Pavilion yang memamerkan beragam produk unggulan untuk mendorong investasi dan ekspor.

Produk-produk yang ditampilkan antara lain:
Sektor Fashion: karya Kain Halal dan Emi Arlin.
Sektor Kuliner: cita rasa otentik Sumatera Barat melalui Rendang Mamaden.

Sektor Perhiasan: keindahan mutiara berkualitas dari MM Jewelry. Sebagai bagian dari platform berbagi pengetahuan, WITEX 2025 akan menghadirkan Konferensi Pariwisata Islam mulai 22–23 Agustus 2025, yang mempertemukan lebih dari 15 pembicara internasional dan pemikir global.

Indonesia meraih peringkat ketiga dunia dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, sebuah capaian yang menunjukkan kekuatan sekaligus keberlanjutan ekosistem ekonomi syariah nasional. Dalam laporan tersebut, Indonesia tercatat sebagai pemimpin global di sektor fesyen halal, serta menempati peringkat kedua untuk pariwisata ramah Muslim dan produk farmasi & kosmetik halal.

“Partisipasi Indonesia di WITEX merupakan momentum besar untuk memperkuat sinergi antara fesyen, pariwisata, dan pengembangan gaya hidup halal di ranah global,” ujar Sapta Nirwandar.

Pada 24 Agustus 2025, digelar KTT Menteri dan CEO yang bergengsi akan menghimpun para pemimpin pemerintahan, menteri pariwisata, dan eksekutif papan atas untuk merumuskan arah strategis pengembangan pariwisata Islam, penyelarasan kebijakan, dan fasilitasi investasi di negara-negara anggota OKI dan seterusnya.

Perayaan akan mencapai puncaknya pada malam 25 Agustus 2025, dengan penyelenggaraan World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA) 2025 yang gemerlap.

Bertempat di Grand Ballroom, Sunway Resort, gala dinner ini akan mempersembahkan 30 penghargaan kepada tokoh-tokoh unggul di bidang pariwisata, perdagangan, media, pelayanan publik, dan inovasi dalam ekosistem pariwisata Islam.

Produksi Kapal Disney Destiny Menandai Tonggak Penting

this formate

Artistik Disney Destiny (Foto : Disney Cruise Line)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Kapal terbaru Disney Cruise Lines, Disney Destiny yang akan datang, mencapai tahap akhir pengembangan dengan kapal bertema pahlawan dan penjahat yang bahkan telah berlayar keluar dari galangan kapal di Jerman.

Dilansir dari travelpulse.com, detail terbaru seputar kapal tersebut dirilis melalui catatan kapal Disney Destiny . Catatan tertanggal 11 Agustus tersebut menyatakan bahwa tim Walt Disney Imagineering sedang bekerja sama dengan para kru di galangan kapal Meyer Werft di Papenburg, Jerman, untuk menghidupkan kapal tersebut.

Hal yang lebih penting lagi, Disney Destiny meninggalkan aula untuk pertama kalinya pada 9 Agustus, berlayar keluar dari Galangan Kapal Meyer Werft menuju pelabuhan.

“Pahlawan Minnie menyambut kapal bertema pahlawan dan penjahat saat kapal itu keluar dari galangan dengan langkah mundur terlebih dahulu, dipimpin oleh Spider-Man dan Spider-nya,” demikian bunyi rilis itu.

Float Out bukan hanya merupakan tonggak penting dalam proses pembangunan, tetapi juga merupakan tradisi maritim yang berarti kapal tersebut selangkah lebih dekat untuk berlayar untuk pertama kalinya.

Sementara kapal tetap berada di galangan kapal Meyer Werft, pekerjaan terus berlanjut di dek atas dan ruang interior kapal, menurut Disney.

Pada bulan April, Disney Cruise Line meluncurkan tampilan yang lebih luas pada tema imersif kapal “Pahlawan dan Penjahat”, yang menampilkan hiburan, santapan, dan pengalaman karakter baru yang membedakan kapal baru ini dari kapal-kapal saudaranya.

Kapal kelas Triton ketiga, Disney Destiny, akan dibangun di atas fondasi yang dibangun oleh Disney Wish dan Disney Treasure, mereplikasi tempat dan pengalaman favorit penggemar sekaligus memperkenalkan konsep-konsep orisinal yang berani.

Pelayaran perdana kapal dijadwalkan pada tanggal 20 November dari Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida.

Catatan kapal juga mengungkap detail seputar kapal lain di kelas Disney Wish yang kini resmi dibangun. Joe Schott, presiden Disney Signature Experiences, bergabung dengan Philip Gennotte dari Walt Disney Imagineering, Bernd Eikens dari Meyer Werft, dan Direktur Pelayaran Carly Scott untuk memotong sepotong baja untuk armada Disney Cruise Line berikutnya.

“Dengan bantuan tamu spesial Kapten Mickey Mouse, percikan api beterbangan di dalam ruang pemotongan laser di halaman, memperlihatkan bentuk kapal pesiar Disney,” kata catatan Disney.

Pemotongan baja merupakan tradisi maritim lain yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, yang berarti proses konstruksi sedang berlangsung untuk kapal yang diharapkan tiba pada tahun 2027.

Seperti kapal saudaranya Disney Wish, Disney Treasure, dan Disney Destiny, kapal ini akan memiliki berat kotor sekitar 144.000 ton, menampung 4.000 tamu, dan ditenagai oleh gas alam cair.

Agoda Perkenalkan Visi Connected Trip Manfaatkan Kecerdasan Buatan (AI)

this formate

Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda Indonesia

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Agoda memperkenalkan strategi dan tren pariwisata terbaru melalui visi Connected Trip, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta wawasan mendalam tentang wisata Asia. Komitmen ini diwujudkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, terjangkau, dan menyenangkan.

Platform perjalanan digital terkemuka di Asia ini tengah merayakan 20 tahun kiprahnya dalam mendekatkan dunia melalui traveling.

“Dalam momen ini, Agoda memperkenalkan strategi dan tren pariwisata terbaru melalui visi Connected Trip, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta wawasan mendalam tentang wisata Asia,” kata Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda Indonesia

Komitmen ini diwujudkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, terjangkau, dan menyenangkan, tambahnya

Forum ini juga menyoroti peran Indonesia sebagai salah satu destinasi global utama, berkat keunggulan alam, keterjangkauan harga, serta pertumbuhan pesat destinasi sekunder yang kian menarik perhatian wisatawan internasional maupun domestik.

Perjalanan Terkoneksi dan Inovasi AI

“Konsep Connected Trip menjadi dasar strategi Agoda dalam menjawab kebutuhan wisatawan modern. Melalui satu platform, pengguna dapat memesan akomodasi, tiket pesawat, hingga aktivitas perjalanan dengan lebih mudah. Wisatawan juga menikmati diskon eksklusif, opsi pembayaran fleksibel, serta jaminan keamanan transaksi,” kata Gede Gunawan.

Perjalanan adalah momen yang seharusnya menyenangkan dan membawa kebahagiaan, bukan beban. “Visi Connected Trip lahir dari kebutuhan wisatawan untuk merencanakan segala sesuatu dengan cepat dan mudah, sambil tetap mendapatkan kenyamanan dan nilai tambah.”

Agoda juga semakin aktif mengembangkan teknologi AI untuk mendukung pelanggan sekaligus mempercepat kinerja internal. Fitur chatbot properti, ringkasan ulasan otomatis, hingga peningkatan kualitas foto membantu wisatawan mengambil keputusan lebih cepat. Di sisi internal, AI mempercepat analisis data sehingga Agoda lebih gesit dalam merespons tren.

Tren Wisata Asia yang Dinamis

Wisata Asia terus menunjukkan perubahan signifikan, dengan tiga tren utama: perjalanan tanpa hambatan, lonjakan wisata berbasis acara, dan kebiasaan baru Gen Z.

Konektivitas penerbangan terbukti berdampak besar. Misalnya, pembukaan rute langsung Singapura–Labuan Bajo dan Kuala Lumpur–Labuan Bajo pada Maret 2025 mendorong lonjakan pencarian akomodasi di Agoda hingga 107 persen.

Tren serupa terlihat di India pada Juli 2024, di mana kebijakan bebas visa bagi wisatawan Malaysia meningkatkan pencarian hotel hingga 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Acara musik internasional juga menjadi magnet perjalanan. Konser Coldplay di Singapura (Januari 2024) meningkatkan pencarian akomodasi 8,7 kali lipat, terutama dari Indonesia dan Malaysia.

Konser Taylor Swift bahkan mendorong peningkatan lebih dari 100 kali lipat dari wisatawan Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Generasi muda turut membentuk arah industri. Survei Agoda terhadap 1.500 Gen Z di Asia menunjukkan 20% menggunakan TikTok sebagai sumber utama inspirasi perjalanan.

Di Indonesia, pengaruh media sosial ini tampak pada meningkatnya kunjungan ke Festival Pacu Jalur di Riau, yang tumbuh 35% berkat tren daring “Aura Farming.”

Indonesia di Peta Global

Indonesia terus memperkuat posisinya di panggung pariwisata dunia. Dalam Scuba Deals Survey 2025, sebanyak 48% penyelam global menempatkan Indonesia sebagai destinasi impian nomor satu.

Selain itu, Surabaya dinobatkan sebagai destinasi musim panas paling terjangkau di Asia dengan tarif rata-rata Rp576 ribu per malam. Kota-kota sekunder seperti Bandar Lampung, Garut, dan Dieng juga mencatat lonjakan minat hingga lebih dari 100% sepanjang 2025.

Bali tetap menjadi ikon, menempati peringkat keempat kota paling sering dikunjungi kembali di Asia dan destinasi favorit wisatawan Eropa. Di tingkat domestik, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta memimpin pilihan wisatawan Indonesia, diikuti Labuan Bajo, Lombok, Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Agoda mencatat Indonesia juga menempati posisi pertama sebagai destinasi adrenalin di Asia Pasifik dalam Travel Trends Survey 2025, menegaskan daya tariknya tidak hanya pada alam, tetapi juga pengalaman petualangan.

Pertumbuhan Akomodasi dan Keberlanjutan

Jumlah akomodasi di Agoda terus bertambah pesat, dengan hampir 150 ribu properti terdaftar di Indonesia pada Agustus 2025, naik 15% dari tahun lalu. Sebanyak 365 hotel di Indonesia juga menerima Agoda Gold Circle Award 2025, menjadikan pasar ini salah satu dengan penghargaan terbanyak secara global.

Di sisi keberlanjutan, program Eco Deals berhasil menghimpun dana US$1,5 juta sepanjang 2025 untuk mendukung proyek lingkungan. Agoda juga meluncurkan Sustainable Tourism Academy bersama GSTC yang memberikan akses pelatihan gratis bagi profesional dan mahasiswa pariwisata di Indonesia.

Kolaborasi dengan WWF Indonesia memperkuat konservasi satwa di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, sementara kantor Agoda di Bali aktif dalam restorasi mangrove dan pemberdayaan pengrajin lokal.

Dua Dekade Perjalanan Agoda

Tahun ini, Agoda merayakan 20 tahun mendampingi jutaan perjalanan dunia. Di Indonesia, perayaan ini ditandai kampanye Wonderful Indonesia bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat pariwisata dunia. Dengan kolaborasi erat bersama pemerintah, mitra hotel, dan komunitas lokal, kami ingin memastikan pertumbuhan ini berlangsung inklusif dan berkelanjutan. Dua puluh tahun ini baru permulaan, dan kami bangga Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan Agoda,” tutup Gede Gunawan.

BWH Hotels Berekspansi di Asia dengan Pembukaan Hotel Baru di Destinasi Terbaik.

this formate

BANDUNG, bisniswisata co.id: Asia tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan, menawarkan perpaduan unik budaya yang beragam, kualitas layanan yang tinggi, dan kemewahan yang terjangkau. Pasar pariwisata yang terus berkembang di kawasan ini berkembang pesat, baik di tempat-tempat terkenal maupun destinasi baru.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, Hal ini menarik lebih banyak wisatawan yang mencari pengalaman menarik dan berkesan.
Best Western Hotel (BWH) Hotels memperkuat kehadirannya di Asia dengan membuka properti baru di kota-kota besar seperti Bangkok, Hangzhou, Bandung, Rawalpindi, dan Subic.

Lokasi-lokasi baru ini menawarkan perpaduan gaya, kenyamanan, dan kemewahan bagi wisatawan rekreasi, bisnis, dan bleisure.

Seiring meningkatnya permintaan akan beragam pengalaman perjalanan, BWH Hotels memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan berbagai properti yang mengesankan yang menarik bagi wisatawan yang mencari segalanya, mulai dari petualangan perkotaan hingga tempat peristirahatan yang indah.

Baik mencari tempat untuk bersantai setelah seharian rapat atau tempat menginap yang nyaman untuk bertamasya, hotel-hotel baru ini memastikan bahwa wisatawan memiliki akses ke fasilitas terbaik di lokasi-lokasi utama.

Bangkok: Liburan Kota Penuh Cita Rasa yang Mudah

Bangkok tetap menjadi salah satu destinasi paling diminati di Asia, terkenal akan kekayaan budayanya, pasar yang ramai, dan kulinernya yang luar biasa. Kota ini merupakan surga bagi para pecinta kuliner, menawarkan segalanya mulai dari jajanan kaki lima hingga restoran mewah, dan pengunjung sering kali menikmati beragam hidangan berkesan dengan berbagai harga.

SureStay by Best Western Iconic Ari-Jatujak Merupakan tambahan yang menarik untuk pilihan akomodasi di kota ini. Berlokasi strategis hanya 30 menit dari Bandara Internasional Don Mueang, properti dengan 157 kamar ini memudahkan wisatawan untuk mencapai Pasar Chatuchak, salah satu objek wisata paling ikonis di Bangkok.

Para tamu dapat bersantai di kamar-kamar luas yang dilengkapi dengan semua fasilitas penting, memastikan masa inap yang nyaman. Fasilitas rekreasi di hotel ini meliputi kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran yang lengkap, dan kafe, sempurna untuk bersantai setelah seharian bertamasya.

Bagi mereka yang ingin melanjutkan penjelajahan mereka di dunia kuliner Bangkok yang luar biasa, Stasiun BTS Saphan Khwai hanya berjarak berjalan kaki sebentar, menghubungkan para tamu ke lebih banyak tempat makan, objek wisata, dan lingkungan yang semarak.

Hangzhou: Pemandangan Abadi Berpadu dengan Penginapan Kontemporer

Hangzhou, yang terkenal dengan Danau Baratnya yang indah dan kekayaan sejarahnya yang berusia lebih dari seribu tahun, telah lama menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari relaksasi sekaligus pendalaman budaya.

Kota ini merupakan perpaduan antara keindahan alam dan perkembangan modern, menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menjelajahi kawasan bersejarah, kawasan bisnis mutakhir, dan pusat perbelanjaan yang semarak.

Wenlan Hotel Northern Hangzhou, anggota baru dari koleksi WorldHotels Elite, memiliki posisi ideal untuk melayani wisatawan bisnis maupun rekreasi. Dengan 295 kamar yang tertata apik, hotel kontemporer ini hanya berjarak lima menit dari berbagai objek wisata utama, termasuk Grand Canal, area perbelanjaan dan kuliner, serta museum.

Keunggulan hotel ini adalah restoran fine dining di lantai 25 yang menawarkan pemandangan kota yang indah serta hidangan Tiongkok yang mewah. Kombinasi kenyamanan, gaya, dan lokasi ini menjadikan Wenlan Hotel pilihan yang sangat baik bagi mereka yang mengunjungi Hangzhou, baik untuk bisnis maupun liburan.

Bandung: Alam, Budaya, dan Perubahan

Suasana yang Menyegarkan
Kurang dari satu jam penerbangan dari Jakarta, Bandung menawarkan jeda yang sangat dibutuhkan dari kehidupan kota yang serba cepat.

Terletak di antara pegunungan vulkanik, kota yang sejuk dan indah ini sempurna bagi pecinta alam dan mereka yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Indonesia. Bandung adalah rumah bagi landmark bersejarah, pusat budaya, dan kancah seni yang semarak, serta kuliner Jawa yang menggugah selera.

Bagi wisatawan yang ingin bersantai setelah seharian menjelajah, Best Western Setiabudhi Bandung menawarkan tempat peristirahatan yang damai. Terletak di bagian utara kota, properti dengan 63 kamar ini dirancang dengan estetika minimalis dan dilengkapi fasilitas modern.

Kamar-kamar hotel menawarkan pemandangan kota yang indah, dan gerai makan di hotel menyajikan beragam hidangan Indonesia dan Asia. Studio kebugaran yang lengkap dan kedai kopi menambah daya tarik hotel ini, menjadikannya pilihan tepat bagi pengunjung jangka pendek maupun jangka panjang.

Rawalpindi: Gerbang Warisan Budaya dengan Kenyamanan Perkotaan

Rawalpindi, kota terbesar keempat di Pakistan, merupakan pusat komersial dengan warisan budaya yang kaya.

Sebagai gerbang menuju wilayah utara Pakistan, kota ini menawarkan beragam wisata sejarah, termasuk benteng, kuil, dan istana era Mughal, serta pasar-pasar kuno dan kota Taxila yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Best Western Hotel Rawalpindi Central adalah hotel modern yang terletak di dekat Sungai Soan dan hanya berkendara singkat dari Bandara Internasional Islamabad.

Properti dengan 100 kamar ini menyediakan akomodasi yang nyaman dan lengkap bagi para tamu, menjadikannya basis ideal untuk menjelajahi kota dan objek wisata di sekitarnya.

Restoran hotel yang buka sepanjang hari menyajikan beragam hidangan internasional, dan lokasinya yang strategis di dekat pusat perbelanjaan, perkantoran, dan sekolah memastikan para tamu terhubung dengan baik ke jantung Rawalpindi.

Subic: Liburan Pesisir dengan Sentuhan yang Tepat

Bagi mereka yang mencari pelarian yang penuh petualangan namun menenangkan, Subic menawarkan perpaduan sempurna antara aktivitas luar ruangan dan relaksasi pesisir.

Hanya dengan berkendara singkat dari Metro Manila, Subic Freeport Zone merupakan destinasi populer bagi wisatawan yang mencari sensasi seperti berlayar, jet ski, dan menyelam.

Setelah seharian berpetualang, para tamu dapat beristirahat di Best Western Plus Hotel Subic, properti yang baru saja direnovasi dengan 95 kamar modern.

Lokasi prima dan beragam fasilitas hotel menjadikannya pilihan ideal bagi pengunjung Subic. Para tamu dapat menikmati kolam renang luar ruangan dengan pemandangan teluk yang menakjubkan, pusat kebugaran yang lengkap, dan beragam restoran yang menyajikan masakan Filipina dan internasional.

Hotel ini juga berlokasi strategis, hanya lima menit dari Teluk Subic dan SM City Olongapo, sebuah pusat perbelanjaan besar, serta satu jam dari Bandara Internasional Clark.

Asia: Destinasi Wisata Berikutnya
Properti-properti baru BWH Hotels di Asia memenuhi beragam kebutuhan wisatawan. Mereka melayani wisatawan bisnis maupun mereka yang ingin menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya kawasan ini.

Pembukaan properti ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan dengan akomodasi berkualitas tinggi, layanan prima, dan lokasi yang strategis. Para tamu dapat mengharapkan pengalaman menginap yang tak terlupakan, baik untuk urusan bisnis maupun liburan.