Menyedihkan, Nasib Pariwisata Daerah Tertinggal Selalu Tertinggal

0
119
Panorama pariwisata di NTT (Foto: Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nasib pariwisata di daerah tertinggal selalu tertinggal. Menyedihkan memang. Apalagi ada kesan selalu ditinggalkan dengan mengutamakan 10 destanasi wisata unggulan. Kini Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), berusaha keras untuk membangkitkan nasib pariwisata di daerah tertinggal Melalui inovasi dan teknologi.

“Memang salah satu persoalan pariwisata di daerah tertinggal adalah kurangnya akses untuk melakukan promosi pariwisata. Untuk itu diperlukan strategi untuk mendekatkan teknologi ke daerah-daerah tertinggal. Untuk itu kami mencoba menerapkan sistem cashless payment untuk membantu mempromosikan pariwisata di daerah tertinggal,” papar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal dalam keterangan tertulis, Kamis (16/05/2019).

Diakui, pariwisata merupakan sektor unggulan dalam pembangunan karena berdampak multiplier effect. Dengan kata lain, sektor pariwisata akan menggerakkan sektor-sektor lain sebagai pendukungnya, seperti industri makanan dan minuman, transportasi lokal, infrastruktur, dan lain-lain.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan platform iPaymu menggelar workshop penggunaan cashless payment. “Ini merupakan pemanfaatan alat pembayaran digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, digelar workshop marketing solution melalui Viralmu.id. Yaitu pemanfaatan sosial media dan pemberian insentif untuk content yang di-share dalam rangka meningkatkan jaringan pemasaran para pelaku UMKM di Labuan Bajo.

iPaymu akan mendukung cashless payment system di Labuan Bajo. Program ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain multi payment features atau bisa menerima cashless payment melalui teknologi QR Code, debit GPN atau kartu kredit. Point of sales system atau mesin kasir yang sudah terintegrasi dalam Android mobile device untuk cashless payment.

Workshop cashless payment bersama iPaymu dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Terdapat 100 merchant yang terdiri dari hotel, homestay, travel agent, trip, restoran dan souvenir yang mengikuti workshop cashless payment.

Para merchant akan melakukan registrasi di iPaymu cashless system dan mendapatkan Android mobile sebagai device untuk cashless payment dan point of sales. Informasi merchant yang telah terdaftar akan muncul dalam aplikasi Refeed.id yang nantinya akan dipromosikan dan diviralkan oleh para influencer yang tergabung dalam Viralmu.id, sehingga promosi akan semakin luas.

Para wisatawan yang datang ke Labuan Bajo akan diberikan SMS blasting ketika tiba di Bandara Komodo mengenai informasi dan rekomendasi destinasi wisata, paket trip, restoran, hotel, homestay dan lainnya. Turis akan berwisata lebih mudah, pelaku usaha terbantu promosi, sambungnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.