KULINER LAPORAN PERJALANAN

Menyantap Daging Wagyu Rasa Ayam di Samarasa Steak Bintaro

Wajar rasanya bila kita memiliki ekspektasi yang rendah saat hendak menyantap makanan yang dijajakan oleh penjual kaki lima, bahkan seringkali ekspektasi rendah kita terbayar dengan hidangan lezat yang disajikan bagaikan restoran bintang lima. Namun semua itu terbantahkan saat saya menyantap makanan di Samarasa Steak, yang terletak di Pasar Modern Bintaro.

 

Walaupun ekspektasi saya sudah sangat amat rendah, saya tetap menjaga suasana hati yang ceria saat menghampiri gerobak untuk memesan makanan. Namun keceriaan saya dibalas dengan kemuraman oleh wajah dan perilaku si pelayan yang menghancurkan mood dalam sekejap.

 

Seakan memiliki dendam pribadi, beliau menatap saya dengan sinis setelah saya menanyakan menu yang bisa saya lihat sambil menunjuk ke arah meja di belakang saya. Karena tidak mau ambil pusing, saya lantas berjalan menuju meja untuk mengambil satu dari beberapa menu yang berserakan diatasnya.

 

Suasana hati saya sedikit terangkat saat melihat lezatnya foto-foto pada menu yang disajikan dengan harga terbilang murah. Mulai dari Tenderloin, Sirloin, Wagyu dan Rib Eye, semua disamaratakan dengan harga Rp 55.000,- saja.

Menu Samarasa Steak, Bintaro

Tanpa berpikir panjang, pilihan saya terjatuh pada Steak Sirloin. namun, sang pelayan dengan ketus berkata bahwa semua daging tidak tersedia melainkan daging Wagyu. Karena sudah terlalu lapar dan capek untuk berpindah tempat, akhirnya saya pun mengikuti sabda beliau untuk memesan daging Wagyu.

 

Hal pertama yang saya tanyakan adalah bagian daging sapi manakah yang akan disajikan dalam Steak Wagyu yang akan saya pesan, beliau berkata bahwa daging wagyu yang mereka miliki merupakan mixed stock. Jadi potongan yang disediakan adalah random. Sebuah hal yang sangat dapat diterima mengingat harganya yang murah.

 

Saat ditanya soal tingkat kematangan, saya menginginkan tingkat kematangan ‘rare’. Namun sang pelayan yang maha tahu memutuskan untuk meluangkan waktu saya dengan memulai perdebatan dengan saya. Menurut beliau, ‘Rare’ adalah steak mentah yang belum dimasak sama sekali.

 

Mendengar hal itu, saya hanya tertawa kecil lalu berkata “yaudah, medium rare aja”. Namun perlu kita ketahui bahwa tingkat kematangan steak dibagi menjadi 5 macam: yaitu Rare, Medium Rare, Medium, Medium Well, dan Well Done.

Suasana di Kuliner Malam Pasar Modern Bintaro

Dilansir dari cibubur.transstudiomall.com, tingkat kematangan Rare adalah tingkat kematangan steak dagingnya masih hampir mentah. Alias daging hanya dimasak sebentar sehingga daging yang matang di bagian luarnya saja. Sementara bagian dalamnya masih mentah dengan warna merah daging yang terlihat nyata. 

 

Setelah menunggu selama lebih dari setengah jam, pesanan saya akhirnya datang dengan disajikan diatas Hot plate yang masih panas. Keteledoran sang pelayan yang maha benar membuat muka dan sebagian tangan saya terciprat lemak panas. Dan lebih mengejutkan lagi, beliau bergeming seribu kata tanpa meminta maaf lalu beranjak meninggalkan meja seakan-akan tidak ada yang terjadi.

 

Setelah mengingat kembali, saya menyadari kebodohan saya pada saat itu karena saya masih berusaha berpikir positif dan mengharapkan daging pesanan saya setidaknya akan terasa cukup enak walaupun secara visual sangat sangat amat berbeda dengan di gambar.

Lokasi Samarasa Steak, Bintaro

Tapi seakan jatuh dan tertimpa tangga, saus yang disajikan bersama daging ‘Wagyu’ yang saya makan merupakan jauh dari kata enak. Yang lebih sukar dipercaya terjadi setelah saya menyantap satu suapan daging ‘Wagyu’ tersebut, sensasi daging ‘Wagyu’ yang berwarna putih dan memiliki citarasa persis seperti dada ayam broiler. Sebuah keajaiban dunia!.

 

Karena terlanjur lapar dan emosi, saya menghabiskan kentang goreng yang disajikan bersama daging ‘Wagyu’ saya tanpa menyentuh kembali daging ajaib yang telah lama saya tunggu-tunggu lalu membayar pesanan saya dan meninggalkan tempat.

 

Hal yang dapat dikutip dari pengalaman saya adalah, selalu percaya kepada insting anda dan jeli melihat tanda-tanda buruk saat hendak memesan makan di tempat yang baru. Jangan pernah takut untuk menolak ataupun malas untuk kembali berkeliling. Dijamin pengalaman berkuliner anda akan jauh lebih baik!.

Justin Sabrinsky

Co-Founder & Creative Director of EXPLORE! e-Magazine by bisniswisata.co.id