HILDA'S NOTE

Mengganggu" Warga, Suara Azan Kembali Dipersoalkan

Presiden Jokowi meninjau bagian dalam Masjid Istiqlal. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden). Media asing mempermasalahkan suara azan yang menjadi panggilan sholat umat Islam.

 

Oleh Nur Hidayat

JAKARTA, bisniswisata.co.id: mSuara azan, yang dianggap “mengganggu” warga di dekat masjid, mushala, untuk kesekian kalinya dipermasalahkan. Kantor berita AFP , 15 Oktober 2021, melalui artikel bertajuk _Piety or noise nuisance? Indonesia tackles call to prayer volume backlash_.

Info itu menyiarkan keluhan tersebut dari perempuan yang tinggal di dekat masjid, selama 6 bulan. Suara azan Shubuh membuat dirinya tidak nyaman. Lalu cemas dan malam harinya dia tidak bisa tidur.

Kita tahu, azan  adalah panggilan agar umat Muslim segera menjalankan ibadah shalat hanya berlangsung sekitar 5 menit. Waktu yang amat pendek. Azan digaungkan hanya 5 kali sehari semalam, 24 jam.

Bandingkan dengan yang ini: Berbagai tempat di kota besar dihubungkan dengan jaringan jalan: ada yang 2-3 lajur dalam dua jalur. Ada yang lebih kecil, dua arah masing-masing satu lajur.

Di jalan itu lalu lalang banyak sekali kendaraan bermotor. Sejak sebelum Shubuh hingga sekitar jam 20.00 malam. Berkurang setelah itu.

Suara bising kendaraan nyaris tak pernah berhenti. Hampir di sepanjang jalan itu dipenuhi warung, toko, bengkel, klinik, tempat kursus, kantor dan rumah penduduk. Yang tinggal di situ terpapar suara bising, keras, selama 16 jam. Nyaris tanpa henti.

Apakah mereka yang sudah lama tinggal di situ mengeluh, terganggu ? Cemas dan tidak bisa tidur di malam hari ? Tidak. Kok bisa ? Salah satunya karena mereka sudah terbiasa mendengar suara bising tersebut. “Alah bisa karena biasa,” kata pepatah.

Mereka juga fokus, sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing, sehingga tidak mempedulikan suara bising itu. Mereka tidak komplain.

Penyebab rasa cemas

Rasa cemas yang normal biasanya akan mereda sendiri ketika faktor pemicu kecemasannya hilang. Misalnya, seseorang yang merasa cemas saat menghadapi ujian akan merasa tenang kembali setelah ujiannya selesai.

Menurut psikolog, rasa cemas berlebihan bisa disebabkan oleh beberapa jenis gangguan kecemasan. Salah satunya adalah gangguan kecemasan umum ( _generalized anxiety disorder_ ). Ditandai dengan perasaan cemas, khawatir. Atau takut berlebihan yang berlangsung setidaknya selama 6 bulan.

Orang yang mengalami gangguan kecemasan umum dapat merasa cemas kapan saja. Bahkan tanpa ada faktor pemicu stres yang jelas. Orang itu dapat merasakan gejala lain, seperti: sulit tidur, sulit berkonsentrasi, khawatir berlebihan terhadap hal-hal kecil. Dada berdebar-debar. Berkeringat dingin, mudah lelah, otot terasa kaku dan tegang.

Penyebab sulit tidur

Gangguan tidur di malam hari (insomnia) adalah kondisi yang umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Pengidapnya sulit tidur atau tidak cukup tidur meski memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut.

Insomnia jarang dikaitkan dengan kronis, tetapi kondisi ini bisa sangat mengganggu. Orang yang sering mengalami insomnia umumnya akan melakukan apa saja untuk mengembalikan pola tidur normal.

Gangguan tidur yang berlangsung dalam jangka panjang tidak hanya akan mempengaruhi kualitas tidur, tetapi juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan seluruhnya. Jika kita mengalami insomnia berkepanjangan, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya

Sebenarnya, sebagian besar kasus insomnia dapat disembuhkan dengan perubahan yang dapat dilakukan sendiri, tulis halodoc.com.

Mengatasi insomnia biasanya dilakukan dengan pengobatan medis serta terapi perilaku kognitif. Masih ada beberapa jenis terapi lain untuk mengatasi insomnia. Mulai dari terapi yang sederhana hingga cara-cara yang cenderung aneh.

Tiga cara unik ini mungkin tidak terduga, tetapi efektif mengatasi insomnia ;
1. Lawan Rasa Kantuk: Cara ini bisa membantu merangsang rasa kantuk. Sama seperti saat kita menahan atau melawan rasa kantuk di siang hari.

Melakukan cara yang sama pada malam hari disebut-sebut malah bisa membuat tubuh dan mata mengantuk. Memberi sugesti tubuh untuk melawan kantuk malah akan membuat otak menerjemahkannya sebagai bentuk “perintah untuk tidur”.

2. Dengarkan Suara Napas: Orang yang mengalami insomnia kerap disarankan untuk mendengarkan musik sebelum tidur. Tapi ada cara aneh yang lebih efektif untuk mengatasi gangguan tidur, yaitu dengan mendengarkan suara napas.

Saat kesulitan tidur, cobalah memfokuskan tubuh dan dengar serta rasakan setiap tarikan dan hembusan napas sendiri. Cara ini bisa membuat tubuh lebih tenang dan mudah untuk tertidur.

3. Putar Bola Mata: Sudah memejamkan mata, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang ? Kalau ini yang terjadi, cobalah memutar bola mata tiga kali dalam keadaan mata tertutup. Cara ini bisa merangsang hormon tidur dan membuat rasa kantuk cepat datang.

Penulis adalah: Senior journalist, pemerhati pariwisata &  Free Individual traveler

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)