Mencoreng Citra Pariwisata Islandia, Google Maps Diprotes

0
142
Air-Terjun-Seljalandsfoss-Tempat-Wisata-Terbaik-Di-Islandia (Foto: Repro Google)

ISLANDIA, bisniswisata.co.id: Citra pariwisata Islandia tercoreng oleh Google Maps. Dalam aplikasi itu, Islandia selalu ditampilkan memiliki permukaan berupa tanah es dan salju. Wali kota dari dua kota Islandia merasa cukup lelah menghadapi wisatawan mancanegara yang menyangka Islandia selalu tertutup salju, seperti apa yang ditemukan pada Google Maps.

Walikota Bolungarvik Jon Pall Hreinsson dan Walikota Ísafjörður Guðmundur Gunnarsson memprotes keras terhadap Google Maps yang dianggap merusak citra pariwisata Islandia. Kedua Walikota langsung mengirim surat protes kepada Google. Keduanya merasa dirugikan karena gambar satelit aplikasi Google secara konsisten menunjukkan kota-kota mereka tertutup salju.

Dikutip dari Travel and Leisure, Senin (18/3/2019), Walikota Jon Pall menjelaskan Islandia menjadi tujuan utama bagi pelancong dunia selama beberapa tahun terakhir, bahkan dengan cuaca sedingin es. Salah satu atraksi paling populer di negara ini adalah spa panas bumi yang menyenangkan untuk dikunjungi sepanjang tahun.

Seperti bertentangan dengan kepercayaan yang begitu populer mengenai hawa dingin Islandia, “Tak selamanya Islandia seperti itu. Cuaca di Islandia sebenarnya bisa sangat menyenangkan pada saat musim panas. Bahkan jika mengunjungi negara kepulauan itu pada waktu yang tepat, maka pemandangan hijau pun bisa terlihat,” paparnya.

Hreinsson menulis di sebuah unggahan Facebook, dia menyatakan, meskipun salju sering ada di Bolungarvik, sebuah desa nelayan di Islandia barat laut, namun itu tidak selalu terjadi. Dia menambahkan, Google Maps yang kerap menunjukkan salju di daerah tersebut sepanjang waktu, dapat mempengaruhi, bahkan merusak pariwisata ke Islandia.

“Saya memikirkan jutaan orang yang mungkin mempertimbangkan untuk mengunjungi Western Fjords dan kemudian melihat peta dan melihat, yah, tidak ada apa-apa selain salju,” tulis Hreinsson di Facebook.

Demikian pula, Gunnarsson yang merasa sama-sama kesal karena kotanya yang juga di wilayah Westfjords dilemparkan secara tidak adil sebagai memiliki musim dingin yang tak ada habisnya. Dia mengatakan kepada surat kabar Islandia, Visir, yang diterjemahkan oleh The Telegraph.

“Bayangkan seseorang bertanya-tanya apakah akan menuju barat atau utara dan ini yang mereka lihat, sementara semuanya hijau dan indah di arah lain. Saya pikir mereka akan mempertimbangkan hal itu ketika memutuskan jalan mana yang harus ditempuh,” kata Gunnarson.

Menurut tautan Iceland Review, Hreinsson juga menyebut negara-negara Nordik lainnya telah memiliki pemandangan yang berbeda pada Google yang memamerkan musim lainnya selain musim dingin. “Jika mungkin untuk menunjukkan Hammerfest di Norwegia, dengan pemandangan hijau terbaiknya, maka pemandangan itu juga mungkin di sini!” Kata Hreinsson di Facebook

Tampaknya, ada perbedaan besar antara citra satelit dan tampilan jalan untuk kota-kota ini, tergantung pada waktu tahun. Jika ada orang yang melihat kota-kota ini di Google Street View, mereka mungkin akan terkejut melihat pemandangan hijau cerah, yang bertentangan dengan gambar dingin dan bersalju pada tampilan satelit.

Kedua wali kota tidak mengharapkan pemandangan musim dingin untuk hilang sama sekali pada Google. Namun mereka hanya ingin Google menunjukkan kota mereka dengan cara yang lebih realistis.

Wali Kota Hreinsson bermaksud untuk terus menghubungi Google sampai ada perubahan. Dia juga akan mendorong warga untuk melakukan hal yang sama. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.