AIRLINES INTERNATIONAL

Masuk Bandara Soetta Dengan Maksimal 90 Orang Penumpang

JAKARTA, bisniswisata.co.id: DIPENGHUJUNG bulan September (30/9), pemerintah Indonesia (Departemen Perhubungan) memperketat aturan kedatangan pelaku perjalanan internasional. Penerbangan rute internasional tujuan Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) hanya diizinkan mengangkut maksimal 90 orang penumpang dalam  satu penerbangan,

Surat yang dikeluarkan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, tertanggal 29 September 2021, bernomor AU.006/2/7/DRJU.DAU-2021, ditanda tangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, menjadi perbincangan hangat kalangan penyelenggara inbound tour yang bernaung dibawah Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA).

Ada dua alternatif sikap pasar atas kebijakan tersebut yaitu operator jasa angkutan udara hanya menjual seat klas bisnis saja atau membatalkan layananannya. Apakah ini akan berlaku saat pembukaan pembatasan kedatangan wisatawan asing ke Indonesia?

“Sulit ya, memprioritaskan penumpang yang hendak diangkut dengan angka booking rerata 90 persen isian pesawat. Dan ini keputusan last minute. Angkutan udara kan tidak seperti angkudes,” ungkap seorang manajer layanan penerbangan asing di bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Pasalnya, dengan pembatasan jumlah penumpang dalam setiap penerbangan (hanya 90 pax), membawa konsekuensi makin tingginya angka operasional yang menjadi beban pengguna jasa. Tercatat dalam dua bulan terakhir angkutan dari luar negeri didomonasi warga negara Indonesia yang di pulangkan dari tempat kerjanya.

Dasar dikeluarkannya pengaturan penumpang datang dan pelaporan data pada penerbangan internasional di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang ini adalah addendum ke-dua SE Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 tentang ProKes perjalanan internasional pada masa pandemic. SE Menteri Perhubungan Nomor SE 77 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan Nomor SE 74 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara pada masa pandemi COVID-19.

Dalam upaya menekan potensi penyebaran virus SARS-CoV-2, menurut pihak perhubungan udara diperlukan pengaturan datang dan pelaporan data pada penerbangan internasional di Bandara Soekarno- Hatta. Badan usaha angkutan udara nasional dan perusahaan angkutan udara asing dapat mengangkut penumpang (inbound traffic) maksimal 90 orang penumpang per penerbangan.

Badan usaha angkutan udara nasional dan perusahaan angkutan udara asing wajib menyerahkan data rencana kedatangan pesawat dan jumlah penumpang yang diangkut dengan rincian jumlah warga negara Indonesia (WNI) dan/atau  jumlah warga negara asing (WNA) sebelum pesawat berangkat dari bandara asal (origin) kepada Ketua Komite Fasilitas Bandar Udara, Komandan Satgas Udara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan EGM Bandar Udara . Ketentuan tersebut dapat dievaluasi sewaktu- waktu.

Belum diperoleh penjelasan resmi baik dari pihak Departemen Perhubungan mau pun instansi terkait yang terdampak dengan pemberlakukan pembatasan dan system pelaporan dimaksud.*

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*