PADA pertemuan ke-25 Menteri Pariwisata ASEAN, Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea (The 25th Meeting of ASEAN, China, Japan and Republic of Korea Tourism Ministers /25th M-ATM Plus Three), di Cebu Filipina. Anggota M-ATM Plus Three, menerima capaian program ASEAN Plus Three (APT) Tourism Cooperation Work Plan 2021–2025 (Rencana Kerja Sama Pariwisata ASEAN Plus Three 2021–2025) dan mengakui kontribusinya dalam meningkatkan kualitas layanan, memajukan pengembangan sumber daya manusia, memperkuat standar pariwisata, dan mempromosikan ASEAN sebagai destinasi pariwisata berkualitas, berkelanjutan.
Capaian tersebut menjadi dasar diskusi konstruktif pada 48th Meeting of the ASEAN Plus Three National Tourism Organisations (Pertemuan ke-48 Organisasi Pariwisata Nasional /NTO, ASEAN Plus Three, untuk penyusunan APT 2026-2030.
Pertemuan ke 25- M-ATM Plus Three, mencatat bahwa kawasan ASEAN Plus Three menunjukkan momentum pemulihan positif. Angka sementara menunjukkan sekitar 226 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2025, yang mencerminkan pemulihan berkelanjutan, didukung peningkatan konektivitas, keragaman penawaran wisata dan penguatan kegiatan promosi. Serta optimism pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Diversifikasi dan Tematik
Pertemuan ke 25- M-ATM Plus Three menyepakati prioritas pariwisata ASEAN untuk tahun 2026–2030 berpusat pada memajukan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, tangguh, dan berkualitas; meningkatkan perjalanan dan kelancaran konektivitas; memperkuat pengembangan sumber daya manusia; mempercepat transformasi digital dan inovasi produk; memperdalam kolaborasi dalam pemasaran dan promosi bersama untuk memposisikan Asia Tenggara dan kawasan ASEAN Plus Three sebagai satu destinasi berkualitas tinggi.
M-ATM Plus Three ke 25 mengadopsi Rencana Kerja Kerja Sama Pariwisata APT 2026–2030, yang menggarisbawahi kerja sama untuk meningkatkan ketahanan pariwisata; memperluas pembangunan kapasitas dan berbagi pengetahuan; mempromosikan inovasi digital; memajukan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas; meningkatkan upaya pemasaran dan promosi bersama untuk memperkuat visibilitas, daya saing ASEAN Plus Three sebagai kawasan pariwisata terpadu.
Sepakat mendiversifikasi sumber pasar dan mendukung perjalanan multi-destinasi. Mendorong koordinasi yang lebih besar dalam mempromosikan rute pariwisata tematik, pariwisata kapal pesiar, pariwisata berbasis alam dan budaya, serta program pertukaran pemuda, dengan digitalisasi dan strategi berbasis data untuk menjangkau audiens global secara lebih efektif.
Menteri Pariwisata se ASEAN pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kemitraan dan dukungan berkelanjutan dari Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea dalam melaksanakan program pembangunan kapasitas, pertukaran profesional, upaya promosi bersama, dan proyek pengembangan pariwisata yang telah membantu memperkuat ketahanan industri dan konektivitas antar masyarakat di seluruh kawasan.
M-ATM Plus Three ke 25, mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan pusat dan lembaga terkait, —Pusat ASEAN-China (ACC), Pusat ASEAN-Jepang (AJC), dan Pusat ASEAN-Korea (AKC)—, untuk mendukung implementasi Rencana Kerja APT 2026-2030. Inisiatif tersebut diharapkan membantu membekali para profesional pariwisata dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif dan mampu beradaptasi dengan tren yang muncul.
Monitoring dan evaluasi program aksi di masing- masing negara anggota ASEAN (11 negara) akan dilaksanakan pada M-ATM Plus Three ke-26 di Singapura pada tahun 2027, sebagai tuan rumah ATF-2027 dan Keketuaan ASEAN.
Pertemuan M-ATM Plus Three ke-25, serangkaian penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum di Cebu, Filipina –26-31 Januari–, dipimpin Sekretaris Pariwisata Filipina, Christina Garcia Frasco dan Wakil Menteri. Selain anggota M-ATM Plus Three, juga dihadiri Parlemen Bidang Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, Jepang. ***










