Komunitas Pecinta Lingkungan Ajak Masyarakat Peduli Sampah

1
31
Sampah di waduk Selorejo (Foto: IDN Times)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sampah masih menjadi masalah serius di republik ini. Selain kesadaran masyarakat masih sangat rendah, juga pemerintah pusat hingga daerah masih setengah hati dalam menangani masalah sampah. Dan persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia.

Melihat kondisi itu, sebanyak enam komunitas pecinta lingkungan melakukan aksi kampanye bersama mengajak masyarakat untuk peduli sampah di area “Car Free Day” (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Ahad (7/7)

Kegiatan gabungan enam komunitas pecinta lingkungan yang didukung oleh salah satu produsen elektronik tersebut dilakukan dengan melakukan konvoi jalan kaki memutar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sepanjang Jalan MH. Thamrin.

Tidak sekadar berkonvoi, aksi gabungan juga diikuti puluhan masyarakat umum melakukan aksi pungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan yang mereka lalui. Kali pengunjung yang bersimpati terlihat membantu untuk memungut sampah yang tercecer di jalan.

Salah satu aktivis dari komunitas pecinta lingkungan Jakarta Osoji Club, Faiz Muttaqin mengapresiasi positif kegiatan kampanye gabungan ini. “Dengan begitu, kami berharap pesan untuk lebih peduli sampah di Indonesia, khususnya Jakarta dapat lebih tersampaikan,” kata Faiz.

Senada dengan Faiz, aktivis lingkungan dari komunitas Trash Hero, Wibisono mengatakan, kesadaran masyarakat yang kurang dalam membuang sampah pada tempatnya masih menjadi pemicu banyaknya sampah yang berserakan di perkotaan. “Jangan sampai masyarakat sadar setelah merasakan dampak buruk besar dari kebiasaan membuang sampah sembarangan ini,” kata dia.

Karena itu, lanjut Wibisono, kampanye penyadaran seperti yang dilakukan secara gabungan oleh para aktivis harus terus dilakukan. Selain aksi kampanye dengan memungut sampah, aksi gabungan itu juga dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan sampah plastik oleh komunitas Kertabumi Klinik Sampah. Mereka mempraktikkan cara mengolah sampah plastik untuk jadi barang dengan nilai jual tinggi ke masyarakat.

Koordinator “Brand Market” Kertabumi Klinik Sampah, Athaya Lavita mengatakan, demonstrasi pengolahan sampah ini dilakukan agar masyarakat sadar bahwa sampah plastik memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.

“Semakin banyak yang mengelola sampah dengan benar diharapkan dapat berkontribusi positif bagi keseimbangan lingkungan yang baik di bumi,” kata Athaya seperti dilansir Antara, Ahad (07/07/2019). (NDY)

1 KOMENTAR

  1. cara apapun sdh banyak digunakan toh tetap masalah sampah,namun beda bila dgn teknologi pemusnah sampah sebagei solusi cerdas mengatasi masalah sampah sebageimana kebanyakan yg sdh menggunakan segala masalah sampah tuntas total

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here