Dokter Tekuni Dunia Fashion Monochrome Style Hitam Putih

0
136
Dokter juga desiner Nurul Eka Yulifah dengan hasil karya dan brand fashionya (Foto: istimewa)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jumlah millenial yang mencapai 90 juta jiwa atau sepertiga dari total jumlah penduduk Indonesia memang meniupkan angin segar bisnis fashion kasual. Ceruk pasarnya demikian luas. Asal, kreatif melihat selera dan masuk dalam dunia mereka lebih dalam, bisnis fashion kasual anak muda akan terus eksis.

Seorang dokter juga tekuni dunia desiner Nurul Eka Yulifah bersama suaminya penikmat fashion monochrome style hitam putih mencoba peruntungannya di bisnis fashion anak muda bergenre pria yang diberi nama Mr.Brank. Brand Mr. Brank diadaptasikan dari istilah Kumis yang dalam bahasa Jawa disebut Brengos, yang kemudian dengan pertimbangan komersial diubah menjadi Brank.

Nurul Eka Yulifah optimis impiannya menduniakan Gresik bisa terwujud melalui keunggulan kualitas produk fashion Mr. Brank besutannya. “Kami menjunjung tinggi kualitas mulai dari bahan yang nyaman sablon, bordir, printing, sampai produk handmade. Desainnya pun mencerminkan gaya hidup anak muda pria yang kekinian, sportif, nyeleneh, story petualangan mencari pasangan dan berbagai quote yang bisa menertawakan diri sendiri,” papar Nurul dalam keterangan resminya, Ahad (19/05/2019)

Menyasar segmen anak muda diakui Nurul menjadi tantangan tersendiri, bagaimana membuat mereka terlibat dan menjadi aktor yang mengilhami dan menjiwa pada desain Mr.Brank. Juga mencoba membuat setiap konsumennya merasa istimewa karena model dan desain yang ditawarkan meski bertema hitam putih tapi tetap tidak pasaran, prestise dan limited edition.

Untuk target pasar, Mr.Brank menyasar segmentasi mulai dari kelas ekonomi sampai menengah dengan kisaran harga Rp 100.000 sampai Rp 1.000.000 untuk berbagai varian produk, diantaranya syal, topi, celana pendek, celana panjang, jaket, sweater, sweatshirt, hoodie, T-Shirt, kemeja dan sebagainya.

Pemasarannya dilakukan secara offline melalui store dan online dengan sistem penjualan langsung, reseller dan franchise. Dalam setahun terakhir, setidaknya bisa merambahi kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Medan.

“Selain pasar dalam negeri, kami juga tengah menjajaki pasar ekspor. Minimal menjangkau negara tetangga dulu seperti Malaysa, Brunei, Singapura, dan Australia,” sambungnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.