Dia yang Di Garis Depan

0
9

DENPASAR, bisniswisata.co.id: DIDEDIKASIKAN kepada mereka-mereka yang ada di garis depan dalam cerita menghadapi pandemi COVID-19. “Ada beberapa temanku dokter dan paramedis yang sudah terlalu lama nggak pulang ke rumah,” kata Dadang Pranoto yang lebih popular sebagai Pohon Tua, penulis lagu utama Dialog Dini Hari, saat merilis single baru yang diberi judul lantang, Garis Depan.

Pandemik COVID-19 menjadikan pergerakan masyarakat dunia menjadi senyap yang mengkhawatirkan, akibat pembatasan pergerakan oleh pemerintah. Persoalan keseharian dalam darurat kesehatan juga mempengaruhi dinamikan kalangan pemusik seperti dialami grup musisi Dialog Dini Hari. Secara kolektif, mereka bergumul dengan isu-isu yang sama; tentang bagaimana persoalan umat manusia ini ditanggulangi. Sekaligus melihat ke depan dan menyalakan harapan optimistis.

 “Ingat ketika sibuk tur, main di sana, di sini. Perlu waktu lama, bengong di rumah biar dapat ide untuk karya baru. Pandemik, ketika band nggak ada kesibukan lain, ya waktunya dipakai untuk ngobrol dan diskusi. Akhirnya bikin sesuatu,” ungkap Pohon Tua menjelaskan apa yang terjadi di belakang layar kehidupannya bersama Brozio Orah (bas dan synthesizer) dan Deny Surya (drums), dua orang personil Dialog Dini Hari yang lain.

 “Karena ngobrol dan diskusi itu tadi, dari satu lagu jadi dua lagu, jadi tiga lagu dan seterusnya. Prosesnya terus berlangsung,” lanjut Pohon Tua.

Single Garis Depan dan juga Kulminasi II – single lainnya–  akan menjadi bagian dari mini album (EP/ Extended Player) bertajuk Setara. Uniknya mini album Setara di mixing di Lengkung Langit Studio dan mastering di Posko Studio oleh Deny Surya, rekamannya dilakukan dari studio rumah masing- masing personil Dialog Dini Hari.

Pandemik menuntut semua pihak meminimalisir komunikasi fisik dan mengubahnya jadi serangkaian obrolan virtual serta menahan rindu untuk bercengkerama dengan orang-orang yang banyak membantu Dialog Dini Hari bertahun-tahun.

 “Kami masih punya banyak api yang tertahan paska Parahidupdi rilis tahun lalu. Itu yang juga membuat kami terus menulis,” jelas Pohon Tua.

Parahidup adalah album penuh ketiga Dialog Dini Hari, dirilis tahun 2019. Periode kedepan, secara optimis merupakan periode paling produktif untuk urusan karya dalam kisah panjang Dialog Dini Hari.

Selamat mendengarkan Garis Depan. EP Setara, ungkap Pohon Tua kemungkinan besar dirilis bulan Juni 2020. Bisa mundur, bisa juga tepat waktu. Namanya juga kesenian, yang selalu berjalan paralel dengan ketidakpastian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.