Desa Wisata di Labuan Bajo NTT Dapat  Bimbingan Teknis Kebersihan Lingkungan

0
5

Desa Wisata Warloka, sakah satu desa yang mendapat bimbingan tekhnis dari Kemenparekraf/Bekraf. ( Foto: Gema.id)

MANGGARAI BARAT,  NTT, bisniswisata.co.id: Desa wisata merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo yaitu menyejahterakan desa-desa di Indonesia terutama di wilayah Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Desa wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di DSP Labuan Bajo, kami fokus di 10 titik Desa Wisata,” kata Hari Santosa Sungkari, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf. hari ini.

 “Desa wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di DSP Labuan Bajo, kami fokus di 10 titik Desa Wisata,” ungkap Hari dalam rilisnya, hari ini.

Pihaknya telah menggelar kegiatan pengembangan desa wisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo pada Rabu – Jumat, 11-13 September 2020 di Desa Wisata Warloka, Desa Wisata Nggorang, Desa Wisata Papagarang, dan Desa Wisata Komodo. 

Hari menuturkan pengembangan desa wisata ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sapta pesona ke masyarakat desa wisata dan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa. 

Materi bimbingan teknis tersebut diberikan oleh beberapa perwakilan dari instansi terkait. Di antaranya Direktur Pengembangan Destinasi Regional II , Wawan Gunawan, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif ,  Shelliane Halia Ishak.

Pemateri lainnya adalah  Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Dwi Rudi Hartoyo, dan Tenaga Terampil Kantor Staf Presiden Alicia Shevanel.

Wawan Gunawan pada  pelaksanaan kegiatan mengatakan bahwa program ini bentuk komitmen dari kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang berada di sekitar wilayah DSP.

“Pengembangan Desa Wisata dapat menjadi multiple effect  pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. Tentu harus dengan pengelolaan yang baik dan profesional, apapun bisa menjadi atraksi pariwisata tapi harus memenuhi unsur keseimbangan 4R (Raga, Rasa, Rasio, dan Ruh),” Ujar Wawan.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan baik dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Agustinus Rinus berkaitan dengan pengembangkan desa-desa wisata di daerahnya.

“Kami berharap Desa Wisata di DSP Labuan Bajo ini menjadi destinasi penyangga yang bisa memberikan efek positif pada perekonomian masyarakat desa,” ucap Agustinus.

Adapun 10 titik desa tersebut tersebar di dua kabupaten penyangga DSP Labuan Bajo, yaitu tujuh desa di Manggarai Barat dan tiga desa di Ende. 

Selanjutnya, Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II akan melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata di DSP Mandalika dan Likupang pada akhir September hingga Oktober 2020.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.