EVENT HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Dari Perubahan yang Bermakna Menuju Dampak yang Berkelanjutan: Peta Jalan MICE Thailand Menuju 2026

Tim Biro Konvensi dan Pameran Thailand  (TCEB).

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Sektor MICE Thailand 2026 memasuki fase strategis yang berfokus pada ketahanan, keberlanjutan, dan dampak bernilai lebih tinggi, dengan TCEB memposisikan kembali pertemuan dan pameran sebagai penggerak ekonomi nasional.

Sektor Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE) Thailand telah memasuki fase yang menentukan. Setelah melewati gangguan tahun-tahun pandemi, industri ini tidak lagi hanya berfokus pada pemulihan seperti dilansir dari www.traveldailynews.asia.

Penekanan telah bergeser ke arah ketahanan, penciptaan nilai, dan daya saing jangka panjang. Di pusat transisi ini adalah Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB), yang telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk mengkalibrasi ulang strategi MICE Thailand.

Kini di bawah kepemimpinan Dr. Supawan Teerarat, Presiden TCEB dan timnya, pertanyaan untuk tahun 2026 bukan lagi apakah Thailand mampu menjadi tuan rumah acara kelas dunia, karena jelas mampu.

Tetapi seberapa efektif MICE dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi nasional di pasar global yang semakin kompetitif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Penataan Ulang Strategis, Bukan Kembali ke Masa Lalu

Sektor MICE Thailand dulunya sangat bergantung pada skala: kongres besar, pameran massal, dan kelompok insentif yang tertarik oleh harga dan keramahan.

Meskipun kekuatan ini tetap ada, peta jalan TCEB saat ini mencerminkan pendekatan yang seimbang, yang memprioritaskan hasil, transfer pengetahuan, dan penyebaran regional.

Pola permintaan pasca-pandemi lebih menyukai waktu tunggu yang lebih singkat, format hibrida, dan pengalaman yang sangat terkurasi.

Sebagai tanggapan, Thailand telah memposisikan dirinya bukan hanya sebagai destinasi tuan rumah, tetapi sebagai platform untuk hasil bisnis, baik di bidang perawatan kesehatan, teknologi, keberlanjutan, atau industri kreatif.

Penyesuaian ulang ini selaras dengan tujuan nasional yang lebih luas, memastikan bahwa aktivitas MICE berkontribusi langsung pada diversifikasi ekonomi, inovasi, dan pengembangan keterampilan.

Transisi Kepemimpinan dan Kontinuitas Kelembagaan

Setelah berakhirnya masa jabatan Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya dan periode kepemimpinannya yang ditandai dengan reformasi struktural, penyelarasan internasional, dan penekanan pada standar keberlanjutan dan yang terpenting sekarang adalah keberlanjutan.

Kerangka kerja kelembagaan TCEB, kemitraannya, kemampuan penawaran, dan keahlian manajemen destinasi, sudah cukup matang untuk membawa momentum ke depan.

Ini termasuk pelaksanaan kebijakan, koordinasi pemangku kepentingan, dan hasil yang terukur. Perubahan untuk pertumbuhan.

Infrastruktur sebagai Keunggulan Kompetitif

Keunggulan Thailand tidak hanya terletak pada budaya pelayanannya, tetapi juga pada kedalaman infrastrukturnya. Bangkok tetap menjadi pusat regional, didukung oleh ekosistem pusat konvensi, hotel, dan konektivitas transportasi yang matang.

Tempat-tempat unggulan seperti Queen Sirikit National Convention Center telah mengalami modernisasi ekstensif, memperkuat posisi Bangkok dalam lanskap penawaran global.

Sama pentingnya adalah perluasan aktivitas MICE di luar ibu kota. Kota-kota seperti Chiang Mai, Phuket, Pattaya, dan Khon Kaen semakin diposisikan sebagai tuan rumah khusus, menawarkan proposisi nilai yang berbeda yang selaras dengan kesehatan, budaya, olahraga, dan perdagangan regional.

Desentralisasi ini mendukung ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik Thailand bagi penyelenggara yang mencari destinasi yang berbeda.

Peran Perhotelan dalam Kesuksesan MICE

Sektor perhotelan Thailand tetap menjadi landasan daya saing MICE-nya. Hotel-hotel yang diakui secara internasional, resor yang dibangun khusus, dan operator berpengalaman mendukung reputasi negara ini untuk keandalan dan keunggulan layanan.

Properti sebelumnya seperti Shangri-La Bangkok, Royal Cliff Group di Pattaya, dan Royal Garden Resort Group yang sekarang bernama Anantara, menggambarkan bagaimana resor terpadu telah lama mendukung konferensi, insentif, dan pameran.

Fasilitas yang dibangun khusus, termasuk Pattaya Exhibition and Convention Hall (PEACH) di Royal Cliff, bersama dengan pusat konvensi Bangkok (QSNCC, BITEC, IMPACT, CENTARA, DUSIT, dll.) adalah contoh awal pemahaman Thailand bahwa MICE membutuhkan infrastruktur khusus, bukan hanya ballroom hotel.

Keberlanjutan Beralih dari Konsep Menjadi Persyaratan

Keberlanjutan bukan lagi pembeda; itu adalah sebuah harapan. Kebijakan TCEB semakin mencerminkan realitas ini, dengan menanamkan tanggung jawab lingkungan dan sosial ke dalam kriteria penawaran, sertifikasi tempat, dan desain acara.

Dari pengukuran karbon hingga keterlibatan komunitas, peta jalan MICE Thailand mencerminkan standar global sambil tetap mempertahankan relevansi lokal.

Keselarasan ini sangat penting jika negara ini ingin tetap kompetitif melawan pesaing regional yang sedang berkembang yang berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur hijau dan kemampuan digital.

Dampak Ekonomi dan Jalan ke Depan

Pada tahun 2026, MICE diharapkan berkontribusi tidak hanya melalui jumlah delegasi tetapi juga melalui pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, masa tinggal yang lebih lama, dan keterlibatan yang lebih dalam dengan industri dan akademisi Thailand.

Tujuannya adalah dampak daripada volume, sebuah pergeseran yang mencerminkan praktik terbaik global. Kekuatan Thailand terletak pada kemampuannya untuk menggabungkan efisiensi dengan keramahan, skala dengan kreativitas, dan kebijakan dengan kemitraan.

Dengan strategi yang jelas, lembaga – lembaga berpengalaman, dan basis perhotelan yang terbukti, negara ini berada pada posisi yang baik untuk memastikan bahwa sektor MICE-nya memberikan nilai berkelanjutan jauh melampaui tahun 2026.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)