Bencana Alam Dituding Penyebab Kunjungan Wisman Anjlok

0
124
Atraksi wisata budaya Karapan sapi sepi wisatawan asing (Foto: .brilio.net)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang 2018 rupanya ikut mempengaruhi anjloknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. “Promosi berpengaruh, tapi memang berbagai bencana di 2018 seperti erupsi Gunung Agung, gempa Lombok, tsunami Palu dan Banten akan berpengaruh pada jumlah wisman,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Dijelaskan, Jumlah kunjungan wisman pada November 2018 mengalami penurunan sebesar 11,26 persen dibandingkan bulan Oktober 2018. Namun secara years on years, Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia November 2018 naik 8,16 persen dibanding jumlah kunjungan pada November 2017, yaitu dari 1,06 juta kunjungan menjadi 1,15 juta kunjungan

Secara kumulatif, kunjungan wisman Januari hingga November 2018 sebesar 14,4 juta kunjungan. Angka itu mengalami peningkatan 11,63 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017. Meski begitu, diperlukan kunjungan wisman sebanyak 2,6 juta pada Desember 2018 untuk bisa mencapai target kunjungan sebesar 17 juta yang dicanangkan pemerintah.

“Sudah ada komitmen pemerintah untuk segera membenahi sehingga pariwisata bisa pulih kembali. Bencana berturut-turut tentu mempengaruhi minat wisman datang ke Indonesia,” kata Suhariyanto.

Kendati demikian, tren kunjungan wisman ke Indonesia sejak 2014 terus mengalami peningkatan. Secara berturut-turut kunjungan wisman pada 2014 adalah sebesar 9,4 juta kunjungan, 2015 sebesar 10,2 juta kunjungan, 2016 sebesar 11,5 juta kunjungan, dan 2017 sebesar 14 juta kunjungan.

Selama November 2018, lima besar kunjungan wisman ke Indonesia berdasarkan negara didominasi oleh Malaysia sebesar 186 ribu kunjungan atau 16,23 persen dari total kunjungan November 2018. Kemudian, diikuti oleh Singapura sebesar 153 ribu kunjungan atau 13,41 persen, Timor Leste sebesar 142 ribu atau 12,37 persen, Cina sebesar 124 ribu atau 10,85 persen, dan Australia sebesar 97 ribu atau 8,5 persen.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2018 mencapai rata-rata 60,19 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK November 2017. “Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2018 tercatat sebesar 1,85 hari atau terjadi kenaikan 0,05 poin jika dibandingkan keadaan November 2017,” kata Suhariyanto.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2018 mencapai rata-rata 60,19 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK November 2017 yang tercatat sebesar 57,88 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Oktober 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2018 mengalami kenaikan sebesar 1,35 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2018 tercatat sebesar 1,85 hari, terjadi kenaikan 0,05 poin jika dibandingkan keadaan November 2017,” sambungnya. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.