ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL

Laos Naik 10 Peringkat dalam Indeks Pengembangan Pariwisata Global

Sebuah kuil di Luang Prabang, Laos. Luang Prabang menampilkan kuil-kuil tua, objek wisata yang indah, dan lanskap pedesaan. ( Xinhua)

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Laos telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan pariwisata, menempati peringkat ke-75 dari 110 negara dalam Travel and Tourism Development Index (Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata) 2026 yang diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia (*World Economic Forum*), dengan skor 3,69.

Skor negara tersebut meningkat sebesar 6,1 persen, sementara peringkatnya naik 10 posisi dibandingkan tahun 2024. Hal ini mencerminkan daya saing yang terus tumbuh serta potensi Laos sebagai destinasi pariwisata internasional.

Dilansir dar www.thestar.com.my,
Anousone Vongprachanh, yang melakukan perjalanan dari Kanada untuk mengunjungi kerabat di Vientiane, sempat berkunjung ke Luang Prabang dalam perjalanannya.

“Kami pergi ke Luang Prabang sebagai bagian dari rencana untuk mengunjungi kerabat dalam perjalanan ini. Kami ingin menjelajahi kota tersebut dan mencoba pengalaman bepergian dengan Kereta Api Laos-Tiongkok,” ujarnya.

Laporan tersebut menempatkan Laos sebagai salah satu dari 10 negara berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan yang telah menunjukkan kemajuan berarti dalam pengembangan pariwisata, yang didukung oleh pemulihan kuat di kawasan tersebut.

Secara global, Jepang menempati peringkat pertama, diikuti oleh Amerika Serikat dan Spanyol. Di lingkup ASEAN, Singapura memimpin di peringkat ke-13, diikuti oleh Indonesia di peringkat ke-23, Malaysia ke-26, Thailand ke-38, Vietnam ke-52, dan Filipina ke-57.

Posisi Laos di peringkat ke-75 menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan lebih lanjut agar dapat bersaing dengan negara-negara pemimpin di kawasan ini.

Keluarga menikmati alam di KL East Park

Salah satu kekuatan utama Laos adalah harga yang kompetitif, yang menjadikan negara ini destinasi menarik bagi wisatawan yang mengutamakan anggaran hemat.

Laporan tersebut juga menyoroti kemajuan dalam aspek keberlanjutan lingkungan, dengan peningkatan skor sebesar 14 persen. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk mengembangkan pariwisata sekaligus tetap melestarikan sumber daya alam.

Namun, berbagai tantangan masih ada, terutama terkait infrastruktur, layanan pariwisata, sumber daya manusia, kesiapan teknologi, dan lingkungan bisnis.

Mengatasi kelemahan-kelemahan ini akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan menarik lebih banyak pengunjung mancanegara.

Pertumbuhan sektor pariwisata telah membuahkan hasil yang menggem- birakan. Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, lebih dari 2,5 juta wisatawan asing berkunjung ke Laos pada paruh pertama tahun 2026, meningkat 9,87 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Thailand menjadi pasar sumber wisatawan terbesar dengan 833.738 kunjungan, diikuti oleh Tiongkok dengan 675.365 kunjungan, dan Vietnam dengan 586.190 kunjungan.

Peningkatan peringkat serta bertambahnya jumlah pengunjung menunjukkan potensi pariwisata Laos yang kian berkembang.

Kerja sama yang berkelanjutan antara sektor publik dan swasta, investasi di bidang akomodasi dan fasilitas, digitalisasi, serta pengembangan sumber daya manusia akan membantu memperkuat daya saing negara tersebut dan mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan di masa mendatang. ( Vientiane Times/ANN)

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)