HOSPITALITY HOTEL LIFESTYLE NEWS PENDIDIKAN

Apa Itu Pendapatan Per Kamar Tersedia (RevPAR) bagian 2

( Foto: STR)

MAATRICH, bisniswisata.co.id: RevPAR mengukur pendapatan yang dihasilkan per kamar yang tersedia, terlepas dari apakah kamar tersebut ditempati atau tidak.

Perbedaan ini penting: metrik ini memperhitungkan seluruh inventaris kamar properti, bukan hanya kamar yang terjual.

Secara praktis, RevPAR adalah angka yang mencerminkan kekuatan penetapan harga (tarif) dan penangkapan permintaan (tingkat hunian) secara bersamaan.

Sifat ganda inilah yang membedakan RevPAR dari dua metrik terkait yang seringkali disalahartikan:

*Tarif Harian Rata-rata (ADR): pendapatan rata-rata yang diperoleh per kamar yang ditempati.

*Tingkat hunian: persentase kamar yang tersedia yang terjual.

Sebuah properti dapat mencatatkan ADR yang tinggi namun kesulitan dengan tingkat hunian yang rendah atau mengisi setiap kamar dengan harga yang merugikan profitabilitas.

RevPAR mencakup kedua dimensi tersebut dalam satu metrik, memberikan pandangan yang lebih lengkap kepada pengelola hotel tentang kinerja pendapatan kamar.

RevPAR vs ADR vs Tingkat Hunian

Meskipun ADR, tingkat hunian, dan RevPAR sangat terkait, masing-masing mengukur sesuatu yang berbeda.

Melihat ketiganya bersama-sama membantu pengelola hotel memahami apakah kinerja pendapatan didorong oleh harga, permintaan, atau kombinasi keduanya.

Misalnya, sebuah hotel dengan ADR $250 dan tingkat hunian 40% mungkin tampak berkinerja baik hanya berdasarkan tarif kamar saja, namun RevPAR-nya hanya $100.

Sebaliknya, hotel dengan ADR (Average Daily Rate) yang lebih rendah tetapi tingkat hunian yang lebih tinggi dapat menghasilkan pendapatan lebih banyak dari inventaris yang tersedia.

Inilah mengapa manajer pendapatan biasanya memantau ketiga metrik tersebut secara bersamaan daripada hanya mengandalkan satu ukuran saja.
Mengapa RevPAR Penting untuk Hotel Anda?

Karena RevPAR mencakup tarif dan volume, metrik ini menawarkan pandangan holistik tentang kinerja yang tidak dapat diberikan oleh ADR atau okupansi secara terpisah.

Hotel yang mengejar okupansi melalui diskon besar-besaran mungkin terlihat ramai tetapi kehilangan pendapatan; hotel yang mempertahankan tarif premium mungkin melindungi ADR-nya sementara kamar-kamar kosong.

RevPAR mengungkap pertukaran antara keduanya dan memungkinkan pengelola hotel untuk mencapai keseimbangan optimal.

Hal ini membuat metrik ini sangat berharga untuk benchmarking. Pengelola hotel dapat membandingkan RevPAR dengan pesaing di pasar mereka dan melacaknya dari waktu ke waktu untuk mengidentifikasi tren, musiman, dan dampak keputusan strategis.

RevPAR juga memberikan informasi tentang pilihan sehari-hari terkait penetapan harga, distribusi, dan strategi manajemen pendapatan secara keseluruhan.

Itulah sebabnya metrik ini menjadi inti dari manajemen permintaan hotel yang efektif dan pendekatan yang lebih luas untuk mengevaluasi kinerja hotel.

Cara Menghitung RevPAR: Rumus dan Pertimbangan

Ada dua cara standar untuk menghitung RevPAR, dan keduanya menghasilkan hasil yang sama. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pengelola hotel tergantung pada data yang tersedia bagi mereka.

Dua opsi rumus RevPAR adalah:

Untuk melihat cara menghitung RevPAR dalam praktiknya, pertimbangkan hotel dengan 100 kamar yang menghasilkan pendapatan kamar sebesar $10.000 dalam satu malam.

Membagi $10.000 dengan 100 kamar yang tersedia menghasilkan RevPAR sebesar $100. Rumus kedua menghasilkan angka yang sama: ADR sebesar $200 dengan tingkat hunian 50% juga menghasilkan RevPAR sebesar $100.

Pertimbangan untuk pelaporan yang konsisten:

Periode waktu: RevPAR dapat diukur per malam, bulanan, atau tahunan, tetapi periode tersebut harus dinyatakan dengan jelas.

Inventaris kamar yang tersedia: tentukan secara konsisten kamar mana yang dianggap tersedia, termasuk bagaimana kamar yang tidak beroperasi diperlakukan.

Konsistensi: terapkan metode yang sama setiap kali agar angka tetap dapat dibandingkan antar periode dan properti.

Apa Itu Indeks RevPAR yang Baik?

Angka RevPAR mentah menjadi jauh lebih bermakna ketika diukur terhadap persaingan. Itulah peran indeks RevPAR, juga dikenal sebagai Indeks Penghasilan Pendapatan (Revenue

Generation Index/RGI), yang dihitung sebagai:
Indeks ini dibangun berdasarkan konsep “pangsa yang adil.” Skor 100 berarti properti tersebut mendapatkan tepat pangsa pendapatan yang adil dalam kelompok kompetitifnya.

Skor di atas 100 menunjukkan kinerja yang lebih baik, sedangkan skor di bawah 100 menandakan bahwa properti tersebut tertinggal dari para pesaingnya.

Misalnya, jika sebuah hotel mencatat RevPAR sebesar $120 dan rata-rata kelompok kompetitifnya adalah $100, maka indeksnya adalah 120—artinya properti tersebut mendapatkan 20% lebih banyak dari pangsa pendapatan pasar yang adil.

Perlu ditekankan bahwa “baik” bersifat relatif. Apa yang dianggap sebagai indeks RevPAR yang kuat bergantung pada kelompok kompetitif, pasar, dan segmennya. Tidak ada tolok ukur universal yang berlaku untuk setiap properti.

Bagaimana Cara Mendapatkan Data RevPAR Pesaing?

Data pesaing jarang dapat diakses secara publik karena dimiliki oleh masing-masing properti atau jaringan hotel.

Sebaliknya, para pengelola hotel biasanya mengandalkan platform agregasi dan benchmarking yang mengumpulkan dan menganonimkan data kinerja pelanggan mereka.

Penting untuk diingat ketika mencari platform seperti ini bahwa kualitasnya hanya sebaik data yang dimasukkan ke dalamnya; oleh karena itu, masuk akal untuk memilih platform yang populer.

Berikut daftar platform benchmarking *umum:
*STR
*HotStats
*OTA Insight
*Lighthouse

Kesalahan Umum RevPAR yang Harus Dihindari

Meskipun sangat berguna, RevPAR mudah disalahartikan. Kesalahan yang paling umum meliputi:

Mengandalkan RevPAR saja: metrik ini mengabaikan aliran pendapatan lain seperti makanan dan minuman, spa, dan acara, dan tidak menyebutkan biaya operasional.

Menjual kamar dengan harga di bawah nilai sebenarnya: meningkatkan okupansi dengan menurunkan harga dapat mempercantik angka okupansi sekaligus menekan RevPAR dan mengurangi profitabilitas.

Perhitungan yang tidak konsisten: mencampur jenis kamar, mengabaikan kamar yang tidak beroperasi, atau mengubah periode pengukuran akan mendistorsi perbandingan apa pun.

Mengabaikan konteks pasar: mengevaluasi RevPAR tanpa mengacu pada kelompok pesaing atau musiman akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan (Abigail Ward)

admin