ISTANBUL, bisniswisata.co.id: Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dalam Laporan Kondisi Ekonomi Islam Global 2025/26: Global Islamic Economy Indicator (GIEI), serta berada dalam kelompok 10 besar pada seluruh sektor ekonomi Islam yang diukur.
Pada sektor modest fashion, Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dunia. Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia pada sektor halal food serta media and recreation, dan terus memperkuat konektivitas halal global melalui 92 Mutual Recognition Agreements (MRA) yang telah terjalin dengan 24 negara.
Di Indonesia, publikasi dan diseminasi SGIE Report secara konsisten didukung oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) sebagai mitra strategis DinarStandard
Posisi Indonesia dalam GIEI mencerminkan semakin kuatnya ekosistem halal nasional yang didorong oleh kebijakan pemerintah. Salah satu perkembangan penting adalah penguatan kelembagaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
“Keberadaan BPJPH yang kini berada langsung di bawah Presiden, serta masuknya ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 adalah kunci semakin kuatnya ekosistem halal nasional” kata Sapta Nirwandar Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre.
Capaian ini memperkuat pengakuan internasional terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk halal nasional.
Dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2025, Indonesia menempati peringkat #4 dunia dengan skor 96,0, berada di bawah Malaysia, UAE, dan Arab Saudi. Posisi ini menjadi catatan penting karena Indonesia turun dari peringkat #3 ke peringkat #4.
Namun, hal ini sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kembali daya saing ekosistem ekonomi Islam nasional. Saatnya Indonesia mempercepat kolaborasi lintas sektor agar potensi besar halal lifestyle Indonesia dapat semakin berdaya saing di tingkat global.
Jika dilihat per sektor, Indonesia tetap menunjukkan kekuatan yang sangat strategis:
🇮🇩 #1 Modest Fashion
🇮🇩 #3 Halal Food
🇮🇩 #3 Media & Recreation
🇮🇩 #4 Halal Pharmaceuticals
🇮🇩 #4 Halal Cosmetics
Sementara itu, pada sektor Islamic Finance dan Muslim-Friendly Travel, Indonesia belum masuk Top 5 GIEI 2025. Ini menjadi ruang penting untuk penguatan kebijakan, investasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Bagi Indonesia, hasil ini bukan hanya soal peringkat, tetapi juga momentum untuk mempercepat transformasi ekosistem halal nasional agar semakin kompetitif di tingkat global.
Dalam perdagangan internasional, Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar ke-9 ke pasar negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) dengan pertumbuhan ekspor sebesar 4,61 persen secara tahunan.
Indonesia juga menjadi penerima FDI terbesar ketiga di antara negara-negara ekonomi Islam dengan nilai mencapai US$24,2 miliar.
Sektor Islamic finance Indonesia turut mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai penerbitan green sukuk negara.
Sementara itu, posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam modest fashion diperkuat melalui berbagai inisiatif seperti MUFFEST+, IN2MOTIONFEST, dan program ASIK Creative Export Acceleration.










