DESTINASI HALAL INTERNATIONAL LIFESTYLE RISET

Bagaimana Perempuan Muslim Mendefinisikan Ulang Pariwisata Halal

Nilai, identitas, dan kemampuan beradaptasi membentuk kembali pasar pariwisata Halal

SINGSPURA, bisniswisata.co.id: Pasar pariwisata Halal telah memasuki fase kematangan baru. Meskipun akses ke makanan Halal dan fasilitas ibadah tetap penting, elemen-elemen ini saja tidak lagi mendefinisikan kesuksesan.

Webinar Pariwisata Halal 101 terbaru dari CrescentRating mengungkapkan bahwa dua segmen kini mendorong evolusi pariwisata ramah Muslim: perempuan dan Muslim muda.

Harapan mereka membentuk kembali bagaimana destinasi merancang pengalaman, mengkomunikasikan nilai, dan membangun kepercayaan.

Para wisatawan ini tidak bertanya apakah suatu destinasi ramah Muslim; mereka bertanya apakah destinasi tersebut memahami mereka.

Bagi destinasi dan bisnis pariwisata,memahami mereka bukan lagi pilihan; itu adalah fondasi untuk pertumbuhan di masa depan.

Wisatawan Perempuan Muslim definisikan Ulang Permintaan

Perempuan Muslim mewakili segmen yang substansial dan berpengaruh di pasar pariwisata global.

Mereka mencakup hampir separuh dari wisatawan Muslim di seluruh dunia dan mencerminkan pola perjalanan global yang lebih luas.

Di mana perempuan merupakan mayoritas perjalanan internasional. Mengingat wisatawan perempuan Muslim mewakili dua pertiga dari semua wisatawan internasional, mengabaikan mereka bukanlah peluang ceruk yang terlewatkan; melainkan sebuah kesalahan strategis.

Hal yang membedakan segmen ini adalah keragamannya. Perempuan Muslim tidak bepergian dengan satu cara yang tetap. Mereka berpindah-pindah antara berbagai moda perjalanan tergantung pada tahap kehidupan dan tujuan.

Ini termasuk perjalanan solo, perjalanan kelompok khusus perempuan, perjalanan bisnis, dan liburan keluarga multi-generasi. Destinasi yang mengasumsikan satu profil berisiko gagal memenuhi kebutuhan nyata.

Perempuan Muslim muda, khususnya dari Generasi Z, memainkan peran yang sangat besar dalam membentuk keputusan perjalanan.

Sangat digital dan terhubung secara sosial, mereka memengaruhi ke mana keluarga pergi, di mana mereka menginap, dan bagaimana destinasi dipersepsikan secara online.

Ketergantungan mereka pada platform media sosial sepanjang perjalanan berarti bahwa representasi, nada, dan keaslian sama pentingnya dengan fasilitas.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)