2019, Hotel di Bali Bertambah 2.326 Unit Kamar

0
117
Kamar hotel (Foto: Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan China berdampak pada tingkat hunian hotel di Bali. Laporan Associate Research Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat hotel bintang 4 dan 5 menjadi pilihan utama pengunjung internasional sepanjang 2017 – 2018, terhitung sekitar masing-masing 38 persen dan 33 persen dari keseluruhan total kunjungan dari wisatawan internasional.

“Dari sisi pasokan, terdapat total 551 hotel berbintang dengan jumlah 52.927 kamar sepanjang 2018 dan berdasarkan data JLL, terdapat tambahan 1.723 kamar berkelas sepanjang 2018.Pertumbuhan jumlah kamar hotel berkelas diperkirakan akan tetap bertumbuh hngga 4,4 persen sepanjang 2019 atau sekitar sebanyak 2.326 unit kamar,” papar Associate Research JLL Asia Tay Sze Min dalam laporan tertulis, Jumat (24/5/2019).

Dari 2019 -2022, lanjut dia, pasok kamar hotel di Bali diperkirakan hanya akan bertumbuh 1,1 persen dengan pertimbangan bahwa seluruh proyek yang sudah diumumkan akan siap huni pada periode tersebut.

Beberapa hotel yang mulai dibuka tahun ini di antarnya ada Capella Ubud sebanyak 22 kamar, Element by Westin Bali Ubud sebanyak 152 kamar, Fairfield by Marriott Bali Legian sebanyak 160 kamar, Kempinski Nusa Dua Bali sebanyak 475 kamar, Renaissance Uluwatu sebanyak 207 kamar, dan Six Senses Uluwatu Bali sebanyak 103 kamar.

Sementara pertumbuhan kunjungan wisatawan semakin tinggi jumlahnya, terutama dari China. Peningkatan ini, terdorong oleh makin banyaknya penerbangan dan kedatangan langsung dari China menuju Bali. “Dalam jangka pendek, kami memprediksi revenue per unit kamarnya di hotal berkualitas terus meningkat secara perlahan-lahan, terdorong juga oleh kenaikan okupansi,” sambungnya.

Diakui, sebagai salah satu pulau paling terkenal di Indonesia di mata para wisatawan mancanegara, Bali terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari sisi kunjungan wisatawan asing. Sepanjang 2018, jumlah kunjungan bertumbuh 6,1 persen atau 6 juta kunjungan secara year-on-year (yoy).

Pertumbuhan kunjungan itu salah satunya mendapat dukungan dari pertemuan International Monetary Fund (IMF) Bank Dunia pada Oktober 2018, yang membawa sekitar 36.000 delegasi dan partisipan yang terlibat.

Jalur udara tetap menjadi pilihan utama bagi pengunjung yang akan pergi ke Bali, hingga 99,3 persen total pengunjung internasional memilih jalur tersebut. Tingkat kunjungan wisatawan di Bali juga terus mengalami tren kenaikan dengan pada Januari 2019 secara year-on-year (yoy) naik 3,1 persen hingga 452.405, dari sebelumnya hanya 345.191 kunjungan.

“China diperkirakan tetap menjadi pengunjung internasional utama di Bali, terhitung sebanyak 22,4 persen berasal dari sana pada 2018. Jumlah itu diikuti orang Australia sebanyak 19,3 persen, India 5,8 persen, dan Inggris 4,4 persen,” paparnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here