JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia bukukan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 5,71 persen. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta sepanjang Januari hingga Agustus 2026
Jumlah kunjungan hingga Agustus 2026 tersebut juga mendekati 99 persen dari tingkat kunjungan pada periode yang sama sebelum pandemi. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 juta hingga 17,6 juta sepanjang 2026.
“Penerimaan pariwisata sebesar US$21,2–22,6 miliar, dan 1,18 miliar perjalanan wisata domestik,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata pada upacara pembukaan WITF 2026 hari ini.
Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) mempertemukan pembeli internasional dan pelaku bisnis pariwisata untuk menampil-kan keberagaman produk dari 26 provinsi di Indonesia.
Selain wisatawan mancanegara, pergerakan wisata domestik turut menopang industri pariwisata di tanah air. Hingga Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan, meningkat 4,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) ketiga dibuka di Jakarta pada 15 Oktober, mempertemukan 250 pembeli dari 45 negara dan 135 peserta pameran dari berbagai provinsi di tanah air berlangsung hingga 17 Oktober di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran.
WITF mengubah promosi pariwisata menjadi peluang bisnis nyata melalui keterlibatan langsung antara pemasok pariwisata Indonesia dan pembeli internasional.
Kegiatan dirancang bukan hanya sebagai pameran pariwisata, tetapi sebagai platform bisnis yang menghubungkan produk pariwisata Indonesia dengan pasar yang tepat. tambah Budi Tirtawisata, ketua panitia pengarah WITF 2026
WITF 2026 hadir di tengah tantangan perubahan pola perjalanan, tekanan ekonomi, tantangan konektivitas transportasi, dan ketidakpastian geopolitik dalam bisnis pariwisata, tambahnya.
Diselenggarakan melalui kolaborasi antara Asosiasi Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata Indonesia, dan pemerintah provinsi Jakarta, untuk memperluas akses pasar, dan memperkenalkan produk pariwisata Indonesia kepada khalayak internasional yang lebih luas.
Ketua GIPI Hariyadi B.S. Sukamdani
mengatakan pentingnya pertahankan akses pasar internasional sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata domestik.
Bagi bisnis pariwisata, tantangannya adalah menerjemahkan peningkatan permintaan menjadi peluang komersial yang berkelanjutan di berbagai destinasi dan segmen perjalanan.










