Waterboom Dibangun dari Dana Desa malah Untung

0
26
Waterboom - ilustrasi

MEULABOH, bisniswisata.co.id: Dana desa yang dikucurkan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bila digunakan secara positif pasti hasilnya positif juga. Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 30 juta per tahun dari pengelolaan wahana bermain anak jenis waterboom.

Waterboom ini dibangun dari dana desa pada tahun 2018 lalu, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 380 juta. “Kami sangat bersyukur dengan alokasi dana desa, saat ini kami telah berhasil mendatangkan pendapatan asli desa (PAD) untuk meningkatkan pendapatan di desa,” kata Kepala Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Anwar Diwa.

Ide pembangunan wahana bermain anak tersebut diperoleh berdasarkan hasil musyawarah bersama kalangan masyarakat di desa. Mereka memutuskan untuk membangun sarana yang mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan desa, jelasnya

Dampak dari pembangunan tempat bermain ini, sambung dia seperti dilansir Antara, Senin (08/07/2019) juga telah menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di desa. Sebab, pekerja di wahana bermain ini 100 persen warga desa yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap.

Karena berhasil mengelola dana desa sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat, aparatur desa dalam tahun ini kembali mengalokasikan dana sebesar Rp 200 juta yang bersumber dari dana desa untuk membangun wahana lainnya.

Sampai kini jumlah pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini, setiap pekannya selalu ramai, termasuk pada hari biasa. “Dana desa mengubah desa kami menjadi desa wisata di Aceh Barat, kami berterima kasih kepada pemerintah,” kata Anwar sambil menambahkan Kini desa tersebut menjadi salah satu pilihan warga lokal untuk menikmati libur sekolah maupun mengisi libur setiap akhir pekan di daerah itu.

Data Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyebutkan dalam lima tahun ke depan dana desa akan dinaikkan menjadi Rp 400 triliun yang sebelumnya Rp 257 triliun. Dana sebesar itu bukan hanya digunakan untuk infrastruktur tapi fokus pemberdayaan manusia dan pemberdayaan ekonomi desa.

Selain itu, desa-desa yang inovasinya bagus sekarang dana desanya atau BUMDes-nya membayar pajak lebih besar dari dana desanya sebelumnya. Karenanya dalam program inovasi desa ini perlu pendampingan. Memang kendala paling sulit yaitu mengedukasi masyarakat karena beragamnya atau masih rendahnya tingkat pendidikan.

Kemendes PDTT juga melibatkan forum Pertides untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memberikan pendampingan karena banyaknya jumlah desa. Bursa inovasi desa tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk berinovasi. Kedua, setiap inovasi tersebut kita dokumentasikan dalam bentuk video atau tulisan. Sehingga bisa ditiru desa-desa lain sampai negara-negara lain.

Pentingnya inovasi dan perlunya mengkloning dari desa-desa sukses. Melalui Bursa inovasi desa ini diberikan fasilitator untuk merangsang masyarakat desa agar kreativitas dan idenya keluar. Seperti yang dilakukan Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat sehingga diharapkan diadopsi desa-desa lainnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here