Tips Wisata Bersama Pasangan

0
76

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata bersama pasangan merupakan momen yang menjadi impian bagi sebagian besar orang. Berbagi pengalaman dan kisah dalam perjalanan adalah inti dari kisah yang nampak indah ini. Namun untuk mewujudkan trip tersebut ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah durasi hubungan tersebut. Hal ini akan berujung pada lokasi bepergian bersama pasangan.

Hasil survei yang dilakukan oleh U.S. Travel Association, pasangan yang berlibur berdua memiliki kualitas hubungan romantis yang lebih baik. Saat berlibur berdua, pasangan jadi lebih sering berkomunikasi dan bekerjasama karena segala sesuatunya dilakukan berdua.

Memang, Liburan cocok dilakukan untuk menyegarkan kembali hubungan yang mulai jenuh. Dalam perjalanan Anda merasakan nuansa baru dalam romansa. Karena itu saat asmara sedang meredup tak ada salahnya kalau Anda merencanakan perjalanan bersama istri atau suami.

Tak perlu jauh-jauh. Bepergian ke kota terdekat pun sudah cukup. Tetapi buatlah perencanaan yang matang terlebih dahulu agar liburan romantis Anda tidak berantakan dan justru memperkeruh suasana.

Mengutip Insider, Jumat (26/04/2019), berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk memutuskan lokasi bepergian bersama pasangan berdasarkan durasi sebuah hubungan.

#. Eksplorasi tempat seru di dalam kota

Jika usia hubungan masih enam bulan bahkan kurang, sebaiknya perbanyak waktu untuk mengeksplorasi sudut-sudut kota yang jarang dijamah seperti museum atau situs bersejarah. Selama proses penjajakan ini, perbincangan ringan bisa menjadi bumbu yang pas untuk menambah kemesraan.

#. Melancong di akhir pekan

Untuk usia hubungan yang sudah mencapai 12 bulan, rencana untuk bepergian ke luar kota di akhir pekan nampaknya sudah bisa diterapkan. Setelah mengenal selama kurang lebih satu tahun, sedikit banyak sisi pasangan yang mulai terkuak. Berbagi kisah di luar kota adalah hal yang perlu dicoba dalam fase ini, pantai atau gunung bisa menjadi lokasi yang ideal.

#. Bertualang ke tempat idaman

Setelah usia hubungan melebihi satu tahun, rencana petualangan adalah yang harus segera diwujudkan. Berkoordinasi bersama pasangan sudah pasti diperlukan di tahap ini. Berbagi waktu selama 24 jam bersama dengan pasangan dalam nuansa petualangan adalah hal yang harus dilalui dalam fase ini. Banyak hal yang harus ‘dipertaruhkan’ dalam fase ini, selain kemesraan semata.

#. Hargai keinginan satu sama lain

Namanya dua kepribadian berbeda pasti ada saja yang tidak sama. Bukan hal yang mengherankan kalau sepasang kekasih atau suami istri memiliki pendapat yang berbeda, termasuk dalam memutuskan ide travelling. Wajar kalau Anda dan pasangan memiliki ide yang berbeda dalam merencanakan perjalanan berdua. Tak perlu menjadikannya beban. Dengarkan keinginan satu sama lain dan cobalah untuk mewujudkannya bersama. Jika tak memungkinkan, belajarlah berkompromi dan menentukan rencana yang dapat diterima kedua belah pihak.

#. Jangan berekspektasi terlalu tinggi

Saat merencanakan liburan kita seringkali berharap muluk, membayangkan berbagai kesenangan yang akan kita dapatkan di tempat berlibur nanti. Tetapi kenyataan seringkali tidak berjalan sesuai rencana. Bisa jadi tempat yang akan Anda kunjungi ternyata tidak semenakjubkan yang Anda dengar dari teman-teman. Bisa jadi tempat wisatanya memang indah tetapi pelayanan hotel tempat Anda menginap justru mengecewakan. Cara terbaik untuk mengantisipasi hal seperti ini adalah dengan tidak mengharapkan yang muluk-muluk. Jadi saat skenario terburuk terjadi, Anda dan pasangan bisa tetap tenang dalam menghadapinya.

#. Berhati-hati

Mengunjungi tempat baru yang belum Anda kenal bukannya tidak mengandung risiko. Karena itu tetaplah waspada. Jangan sampai Anda dan pasangan jadi lalai karena terlalu fokus bersenang-senang. Anda dan pasangan harus saling menjaga. Lebih baik lagi jika Anda bisa bergantian menjaga barang bawaan. Jangan sampai liburan jadi rusak karena kehilangan dompet atau telepon genggam. Yang paling tentu saja menjaga keselamatan Anda berdua.

#. Jangan memaksakan diri

Dimaksud jangan memaksakan diri di sini adalah jangan memaksakan tubuh Anda untuk bepergian ke sana ke mari tanpa henti. Kesalahan yang sering dilakukan orang saat bepergian adalah ngotot untuk menjalankan rencana tamasya agar tidak rugi waktu, tetapi tidak memperhatikan kondisi fisik. Akibatnya kelelahan lalu jatuh sakit begitu liburan berakhir. Ketahui batas ketahanan fisik Anda. Luangkan waktu istirahat yang cukup, karena tubuh yang fit adalah modal utama untuk bepergian dengan gembira. Jika kondisi fisik buruk mood pun jadi buruk. Salah-salah Anda bisa bertengkar dengan pasangan. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.