HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Tekhnologi Hotel Membentuk Kembali Industri

Teknologi hotel yang canggih mengubah lanskap perhotelan, mengubah segalanya mulai dari pemesanan hingga pengalaman tamu.

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Di masa lalu, pemesanan kamar hotel merupakan proses kompleks dan impersonal yang melibatkan panggilan telepon atau menavigasi sistem distribusi global yang rumit. 

Namun, kedatangan raksasa pemesanan online seperti Expedia dan Booking benar-benar mengubah keadaan. Hotel harus beradaptasi dengan kenyataan baru ini dengan membangun kehadiran digital yang kuat dan menawarkan situs web yang ramah pengguna serta program loyalitas. 

Pergeseran ini memperkuat ruang digital sebagai saluran utama untuk reservasi hotel, menjadikan prosesnya lebih nyaman dan dapat diakses oleh semua orang.

AI Meningkatkan Hiperpersonalisasi

Dilansir dari tourism-review.com, potensi AI untuk mentransformasi industri perhotelan tidak bisa dianggap remeh. Salah satu keuntungan penting AI adalah kemampuannya menyesuaikan konten untuk suara unik suatu merek dan menciptakan segmen audiens yang sangat terfokus untuk kampanye pemasaran. 

Hal ini memungkinkan hotel untuk melampaui demografi tradisional dan berinteraksi dengan tamu secara lebih akurat, sehingga memberikan pengalaman yang sesuai dengan preferensi mereka.

Masalah Kenyamanan versus Privasi

Transaksi online sangatlah nyaman, namun para ahli menekankan pentingnya privasi data. Konsumen sudah terbiasa memesan barang secara online meskipun masih ada masalah keamanan. 

Namun, sebagian besar wisatawan merasa bahwa manfaat kecepatan, efisiensi, dan akses informasi yang lebih mudah lebih besar daripada kekhawatiran privasi apa pun.

Pemesanan Langsung Sedang Meningkat

Para ahli telah melihat adanya perubahan signifikan terhadap pemesanan langsung melalui situs web dan aplikasi hotel. Keinginan akan keamanan dan kepercayaan merek mendorong perubahan ini. 

Tren ini dipicu oleh konsolidasi jaringan hotel seperti Marriott, yang menawarkan portofolio luas yang melayani beragam kebutuhan dan preferensi.

Misalnya, agen perjalanan online seperti Expedia dan Booking dapat disamakan dengan toko kelontong, tempat mereka dapat memperkenalkan produk kepada Anda. Namun, merek tersebut bekerja keras untuk membuat Anda berpusat pada merek, memercayai merek mereka, dan menggunakan layanan mereka.

Mereka memiliki distribusi yang cukup melalui Marriott, Hilton, dan merek hotel lainnya untuk memenuhi kebutuhan perjalanan semua tamu.

Sentuhan Manusia Tidak Tergantikan

Meskipun penggunaan otomatisasi di industri perhotelan semakin meningkat, para ahli yakin interaksi manusia masih memainkan peran penting. Para tamu menghargai aspek emosional dari perjalanan, dan hotel melayani acara-acara khusus seperti reuni keluarga, pernikahan, dan konferensi bisnis yang mengutamakan sentuhan pribadi dan koneksi. 

Sifat kios swalayan yang bersifat impersonal tidak menggantikan interaksi manusia, sehingga menunjukkan nilai yang tak tergantikan. Tamu hotel pergi ke sana karena berbagai alasan emosional, seperti menjalankan bisnis, menghadiri reuni keluarga, pernikahan, ulang tahun, jalan-jalan, dan liburan. 

Oleh karena itu, ada banyak sentuhan pribadi dan emosi yang terlibat dalam menginap di hotel, dan interaksi antarmanusia tetap penting.

Keberlanjutan Sejati

Meskipun banyak ahli menekankan pentingnya praktik berkelanjutan, masih banyak wisatawan yang tidak menganggapnya sebagai faktor penting saat memilih akomodasi. 

Program loyalitas yang menyoroti donasi amal belum berhasil mendapatkan pengakuan yang signifikan, yang menunjukkan bahwa para tamu memprioritaskan pengalaman hotel yang penting dibandingkan inisiatif lingkungan. Meski demikian, hotel diharapkan tetap sadar akan praktik berkelanjutan seiring dengan semakin banyaknya wisatawan ramah lingkungan.

Perpaduan yang Tepat antara Teknologi dan Tradisi Hotel

Industri perhotelan berada di ambang transformasi teknologi yang signifikan. Dengan integrasi AI, robotika, dan augmented reality, terdapat potensi besar untuk mempersonalisasi pengalaman tamu dan menyederhanakan operasional. 

Namun, hotel-hotel yang sukses menyadari bahwa interaksi manusia sangat penting dalam memberikan pengalaman tamu yang unggul. Keseimbangan antara teknologi hotel mutakhir dan nilai sentuhan manusia yang tak tergantikan akan menjadi hal yang sangat penting agar hotel dapat menonjol. 

Seiring berkembangnya teknologi, hotel-hotel yang memanfaatkan kemajuan ini sambil mempertahankan sentuhan kemanusiaan akan berada pada posisi terbaik untuk berkembang di tahun-tahun mendatang.

 

Hildea Syafitri