Sustainable Fashion, Tampilkan Karya Reduce-Reuse-Recycle

0
35

YOGYAKARTA. bisniswisata.co.id: Fashion Show mengangkat tema Sustainable Fashion (Reduce-Reuse-Recyle) dengan tajuk “Awali Tahun Baru dengan Yang Baru” dalam karya Laboratté , berlangsung di Galeria Mall Yogyakarta menampilkan  karya para desainer muda.

Mereka adalah Ang Hermana, Rony Biliardo, Ayu Ghia Sugandhi, Fari Ashar dan Ardani Harja. Fashion Show berlangsung  Minggu 27-12-2020 mulai jam 15.30-17.30 wib.

“Fashion Show kali ini desainer benar-benar memanfaatkan perca kain yang ada, diolah dengan teknik pewarnaan shibori, kain cukup tidak cukup, bagaimana caranya disambung, bahkan tidak dibiarkan tersisa sedikitpun,” kata Ang Hermana mewakili rekan desainer lainnya.

Disini desainer mengajak untuk lebih mencintai bumi, karena kita semua tahu limbah tekstil merupakan penyumbang limbah terbesar yang dapat mempengaruhi kerusakan bumi. Dan sejenak kita kembali untuk menahan ego di akhir tahun 2020 ini, agar tidak perlu sesuatunya harus selalu beli yang baru, ujarnya.

Sustainable Fashion gunakan bahan decara efisien tanpa sisa.

Pesannya adalah manfatkan apa yang ada, gunakan kreativitas untuk mengolah pakaian lama menjadi baru, memanfaatkan kain yang tadinya hanya akan menjadi perca limbah dan memenuhi lemari, namun dengan kreativitas dan kemauan maka dapat menjadi sesuatu yang baru.

“Bahan yang bisa dipakai, berguna, dan bahkan dijual.  Mulailah melatih diri untuk tidak menyimpan terlalu banyak barang yang akhirnya hanya rusak karena karena tidak di pakai,” kata Ang Hermana.

Menurut dia, dengan ide dan kreativitas, ada banyak hal yang dapat kita lakukan yang bermanfaat, untuk kehidupan yang lebih baik dan bumi yang lebih baik. Tuntaskan segala hal di tahun ini tanpa tersisa. Dan mulailah buka lembaran baru di tahun yang baru 2021 dengan mengambil banyak pembelajaran di tahun 2020 ini. 

Pakailah segala sesuatunya secukupnya, tepat guna, dan tentunya bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi bumi kita Untuk cutting / desain model baju yang dipilih dalam busana tersebut sederhana, cutting benar-benar mengikuti sisa kain yang ada, semua desain ini dibuat tanpa pola, karena benar-benar ingin menunjukan

karya yang berbicara. Tema nya lebih ke busana casual dan multifungsi.

Desainer lainnya, Rony Biliardo, mengatakan bahwa dalam era modernisasi saat ini, kesadaran akan menjaga lingkungan sekitar agar lestari dan seimbang dibutuhkan langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mengurangi limbah dan ramah lingkungan.

” Kali ini brand Billiardo, mengeluarkan outfit dengan konsep sustainable fashion yang terilihat dari bahan-bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan yaitu tenun Rerempet dari Lombok, Nusa Tenggara Barat,” kata Rony Biliardo,.

Tenun Rerempet ditenun dari sisa-sisa benang tenunan yang dijadikan satu menjadi sehelai kain. Tenun Rerempet menggunakan pewarna alam yang terbuat dari bahan-bahan sekitar. Dengan adanya tenun Rerempet ini, dapat mengurangi limbah pada pembuatan kain tenun di Lombok. 

Tenun Rerempet ini ditenun oleh sekelompok wanita berusia lansia. Lalu dipadupadankan dengan tenun Lurik Jogja yang terlihat pada outfit wanita. Sedangkan untuk outfit pria, menggunakan tenun Pringgasela dengan motif Sadewa dan pewarnaan alam. 

Tenun Pringgasela ditenun oleh sekelompok wanita di daerah Pringgasela, Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan warna-warna yang dipilih yaitu, hijau, abu-abu, maroon, kuning, coklat, dan krem. Outfit terdiri dari kemeja, celana panjang, blouse, outer, dan sarung serta dilengkapi dengan masker yang terbuat dari bahan tenun Lombok.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.