Foto: Unsplash
WASHINGTON, bisniswisata.co.id: Sebuah survei oleh American Hotel & Lodging Association menunjukkan bahwa pemilik hotel terus menghadapi peningkatan biaya operasional dan tantangan kepegawaian, dengan sebagian besar memperkirakan permintaan perjalanan pada tahun 2026 akan tetap stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Survei terbaru dari American Hotel & Lodging Association (AHLA) menemukan bahwa pemilik dan operator hotel di seluruh Amerika Serikat terus menghadapi kenaikan biaya untuk pasokan, tenaga kerja, asuransi, dan energi seiring persiapan industri untuk acara-acara besar seperti Piala Dunia FIFA 2026.
Survei yang dilakukan pada akhir Februari 2026 dan berdasarkan tanggapan dari 246 pengelola hotel ini menyoroti tantangan keuangan dan kepegawaian yang berkelanjutan.
Biaya operasional tetap menjadi tantangan paling signifikan bagi pemilik hotel. Tekanan keuangan yang paling sering disebutkan adalah biaya barang dan perlengkapan (71%), biaya tenaga kerja (65%), fluktuasi permintaan dan hunian (59%), biaya utilitas dan energi (50%), premi asuransi (43%), dan kekurangan tenaga kerja (42%).
Lebih dari setengah responden melaporkan bahwa properti mereka kekurangan staf, baik sebagian maupun seluruhnya. Untuk merekrut dan mempertahankan karyawan, hotel menawarkan upah yang lebih tinggi (70%), penjadwalan yang fleksibel (54%), diskon hotel (54%), dan tunjangan yang lebih baik (31%).
Ke depan, 39% responden memperkirakan permintaan perjalanan pada tahun 2026 akan tetap relatif stabil dibandingkan dengan tahun 2025, sementara 29% memperkirakan akan sedikit lebih kuat.
Sebanyak 6% memperkirakan akan jauh lebih kuat. Hampir 20% properti yang relevan melaporkan bahwa pemesanan tahun 2026 saat ini berada di bawah ekspektasi karena hotel mulai melacak tren pemesanan awal untuk Piala Dunia FIFA..










