DESTINASI INTERNATIONAL NASIONAL NEWS

Sandiaga Uno: Indonesia Tourism Fund Sudah Final

Indonesia Tourism Fund ( ITF) a.l untuk mempromosikan keindahan pariwisata RI.          (Foto: indonesia.travel)

Saudi Arabia dan Kenya juga punya skema Tourism Fund dan punya keunggulan masing-masing. Saudi Arabia memiliki Tourism Fund untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi mereka. Kenya memiliki keindahan alam, rumah bagi berbagai spesies satwa dan suku Maasai yang terkenal dengan warisan budayanya menambah pengalaman budaya yang unik bagi para pengunjung.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pembahasan Indonesia Tourism Fund tengah difinalkan di Kementrian Keuangan termasuk penunjukkan untuk pengelolaannya, kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengawali Jumpa Pers Awal Tahun 2024 di Kemenparekraf. 

“ Dana awalnya Rp 2 triliun untuk tiga fungsi utama yaitu nation branding, mendukung promosi pariwisata Indonesia di mata dunia serta promosi Meeting Incentive Conference ( MICE),” tegas Sandi Uno.

Di acara Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenparekraf akhir tahun lalu dia mengungkapkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah memulai pembentukan skema pembiayaan pariwisata dan ekonomi kreatif. 

“Presiden Joko Widodo sudah memutuskan dan memfinalkan atas pelaksanaan Indonesia Tourism Fund ( ITF) pengelolaannya di bawah Kementrian Keuangan dengan menunjuk satu BUMN untuk pelaksanaannya,” tambahnya.

Salah satu tujuan dibentuknya skema ITF ini adalah untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional dan lapangan kerja.  Sebab, sektor ini mempunyai multiflier effect terhadap perekonomian nasional.

Sebagai perbandingan, berikut negara-negara yang juga menerapkan skema pembiayaan pariwisata atau dikenal dengan istilah Tourism Fund.  Salah satu negara yang telah menerapkan sistem ini adalah Saudi Arabia dan Kenya. 

Saudi Arabia dan Kenya punya keunggulan masing-masing. Saudi Arabia memiliki Tourism Fund untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi mereka. Ini adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan negara pada sektor minyak dan menciptakan sumber pendapatan tambahan melalui pariwisata.

Sedangkan Kenya Tourism Fund (TF) merupakan badan usaha negara yang didirikan berdasarkan UU Pariwisata tahun 2011 yang mulai beroperasi pada 1 September 2012 menggantikan Badan Pengatur Retribusi Katering dan Pengembangan Pariwisata yang sebelumnya sudah ada sejak tahun 1972.

Kenya memiliki keunggulan pariwisata yang mencakup keindahan alam, keanekaragaman satwa liar, dan warisan budaya yang kaya. Taman nasional dan cagar alamnya, seperti Taman Nasional Maasai Mara, menyajikan pemandangan indah dan menjadi rumah bagi berbagai spesies satwa.

Termasuk migrasi besar-besaran dari gajah, jerapah, dan zebra. Pantai-pantai eksotis seperti Diani dan Malindi menambah daya tarik wisatawan. Selain itu, suku Maasai yang terkenal dengan warisan budayanya menambah pengalaman budaya yang unik bagi para pengunjung.

Dana Pariwisata di Kenya menjadi sumber pendanaan utama bagi pembangunan berkelanjutan industri pariwisata dengan mendiversifikasi basis sumber daya untuk membiayai pengembangan industri pariwisata berkelanjutan melalui inovasi, keunggulan layanan, dan keterlibatan pemangku kepentingan.

 Skema pengumpulan dana yang diterapkan Kenya dilakukan dengan mengumpulkan dana retribusi pariwisata (2% sesuai ketentuan Pasal 105 UU Pariwisata 2011).  Salah satu cara pengumpulan dana tersebut adalah melalui platform eLevy yang dikelola oleh dana pariwisata.

Selain retribusi, Tourism Fund di Kenya juga menerima dan mengelola pengumpulan dana yang berasal dari hadiah, sumbangan, hibah atau wakaf.

 Skema penyaluran dana dilakukan dengan melaksanakan program seperti pengembangan produk dan jasa pariwisata, kegiatan pemasaran, pelayanan, perlindungan, dana bergulir pelatihan pariwisata dan pengelolaan lembaga pelatihan pariwisata dan perhotelan.

Sementara Saudi Arabia telah mengumumkan beberapa proyek pariwisata besar, seperti NEOM dan The Red Sea Project. NEOM adalah kota pintar dan kawasan ekonomi khusus yang diusung oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. The Red Sea Project adalah proyek resor mewah di sepanjang Pantai Laut Merah. 

Dana kekayaan negara Arab Saudi, Dana Investasi Publik (PIF), telah mengumumkan pembentukan Perusahaan Investasi Pariwisata Saudi (Asfar) untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata negara tersebut.

Apa yang Akan Dilakukan Perusahaan Investasi Pariwisata? berinvestasi dalam proyek pariwisata baru, mengembangkan destinasi yang menarik, berinvestasi dalam rantai nilai pariwisata lokal.

Arab Saudi juga melibatkan sektor swasta: Perusahaan akan membantu sektor swasta dengan bermitra dalam investasi dan dengan menciptakan lingkungan yang menarik bagi pemasok lokal, kontraktor, dan usaha kecil dan menengah untuk mengembangkan proyek dan destinasi pariwisata.

Perusahaan terkait pariwisata lainnya yang dimiliki oleh PIF a.l perusahaan investasi Aseer, yang bertujuan mengubah Aseer menjadi tujuan wisata sepanjang tahun, perusahaan Pusat Kota Saudi, diberi mandat untuk membangun dan mengembangkan kawasan pusat kota di Arab Saudi.

 

                          

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)