PHRI: Okupansi Hotel di Malang masih 60 Persen

0
161
Kamar hotel (Foto: Repro Google)

MALANG, bisniswisata.co.id: Ketua Persatuan Hotel dan Resor (PHRI) Malang, Dwi Cahyono mengatakan, okupansi penginapan di daerahnya sudah mencapai 60 persen. Perkiraan hunian menjelang liburan panjang ini terekam sementara sampai Senin (17/12).

“Sudah lumayan mendekati liburan, 60 persen lebih. Dan akan meningkat saat liburan natal dan tahun baru. Mudah-mudahan meningkat,” ujar Dwi saat dihubungi wartawan di Kota Malang, Senin (17/12).

Pada waktu yang sama di tahun lalu, Dwi mengaku, okupansi perhotelan justru sudah mulai penuh. Namun untuk tahun ini sepertinya tidak membludak seperti sebelumnya. Menurut dia, hal ini karena jadwal liburan baru terlaksana mulai Senin (17/12). “Ini karena baru masuk liburan, jadi baru 60 persen,” katanya.

Dari sejumlah daerah yang ada, Kota Malang termasuk salah satu destinasi favorit lokal maupun mancanegara. Para wisatawan juga diprediksi sudah mulai mereservasi di sejumlah penginapan yang tersedia. Salah satunya dialami Hotel Santika Kota Malang yang berada di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 79.

Humas Hotel Santika Kota Malang, Essa Adeline, mengatakan, jumlah hunian tempat penginapannya sudah mencapai 74 persen dari 111 kamar yang tersedia. Jumlah pengunjung ini tersebar dari 20 sampai 31 Desember 2018. Pada 24 Desember 2018, hunian bahkan telah mencapai lebih dari separuh kamar. “Sedangkan di 31 Desember, sekitar 60 persen,” kata Essa seperti dikutip Republika.co.id.

Dibandingkan tahun lalu, perbandingan harga kamar memang mengalami kenaikan sekitar Rp 100 ribu. Untuk pemesanan khusus di libur akhir tahun, pihaknya membanderol harga kamar mulai dari Rp 2 juta. Sementara pada liburan natal, masih sekitar Rp 1,2 juta per kamarnya.

Menurut Essa, pengunjung hotel kebanyakan dari Jakarta, Surabaya dan sekitarnya. Dalam hal ini sangat jarang menemukan turis asing yang mengambil di kuburan akhir tahun. “Kalau turis bukan di musim ini, biasanya mereka banyaknya di Juni. Season liburnya di waktu tersebut,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sebanyak 9.535 wisatawan mancanegara (wisman) dan 3.987.074 lokal telah mendatangi Kota Malang. Di 2017, terekam 11.000-an turis asing dan 4.334.947 pengunjung domestik. Kemudian pada 2018, wisman mengalami kenaikan 10 persen atau 12.000-an sedangkan pengunjung lokal berkisar 4.885.032 orang.

Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni memperkirakan, puncak kunjungan wisatawan terjadi di Desember jelang liburan natal dan pergantian akhir tahun. “Tahun 2018 diestimasi meningkat (karena) ditopang oleh difungsikannya jalan tol Mapan secara fungsional. Kendala yang teranalisa hanya pada faktor cuaca,” tambah dia. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.