HAIKOU, China, bisniswisata.co.id : Para profesional pariwisata dari Brunei Darussalam berpartisipasi pada pelatihan Bahasa Mandarin dan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Pariwisata dari di Haikou, Provinsi Hainan di Tiongkok.
Dilansir dari borneobulletin.com.bn, lokakarya yang diselenggarakan oleh ASEAN-China Centre (ACC) ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan komunikasi bahasa Mandarin dan meningkatkan kapasitas layanan di antara para profesional sektor pariwisata ASEAN.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempersiapkan tenaga kerja pariwisata di kawasan tersebut guna memenuhi harapan wisatawan Tiongkok, salah satu pasar masuk terbesar ASEAN.
Lokakarya ini juga berfungsi sebagai platform untuk pertukaran antarbudaya, jaringan profesional, dan berbagi praktik terbaik antara negara-negara anggota ASEAN dan Tiongkok.
Program ini menandai salah satu inisiatif utama ACC bersamaan dengan Tahun Pertukaran Antarmasyarakat ASEAN-Tiongkok 2025.
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan keterampilan bahasa yang relevan dan kesadaran budaya untuk meningkatkan pemberian layanan dan meningkatkan pengalaman pengunjung Tiongkok.
Pelatihan ini juga mendukung tujuan ASEAN yang lebih luas untuk mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Brunei diwakili oleh 69 peserta yang mengikuti pelatihan daring melalui Zoom
sementara dua peserta mengikuti pelatihan tatap muka di Haikou sepanjang minggu.
Departemen Pengembangan Pariwisata menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan standar profesional perhotelan dan pariwisata di Brunei Darussalam, dengan upaya memperkenalkan program pelatihan baru untuk membangun kompetensi industri dan memperkaya pengalaman pengunjung.










