Asosiasi Agen Perjalanan Filipina Akan Gelar Pameran Perjalanan Pada 6-8 Febuari 2026.

this formate

Para pelancong berbondong-bondong padati  SMX Convention Center di Pasay City untuk mendapatkan penawaran perjalanan menarik di ajang Travel Tour Expo (TTE) Asosiasi Agen Perjalanan Filipina (PTAA) tahun 2024 pada 2 Februari 2024. ( Foto : PNA/oleh Robert Oswald Alfiler)

MANILA, bisniswisata.co.id:Asosiasi Asosiasi Agen Perjalanan Filipina (PTAA), salah satu grup perjalanan terbesar di negara ini, akan mengadakan Travel Tour Expo (TTE) tahunannya di SMX Convention Center di Pasay City pada tanggal 6 hingga 8 Februari 2026.

TTE 2026 diperkirakan akan menampilkan lebih dari 800 stan, dengan peserta pameran menjanjikan “tarif terendah” dan penawaran perjalanan eksklusif pameran di destinasi lokal dan internasional yang tersebar di enam benua.

“Perjalanan lebih dari sekadar rekreasi. Ini mendorong perekonomian kita dan mencerminkan semangat penemuan bangsa Filipina. Travel Tour Expo 2026 merayakan semangat ini dengan menjadikan destinasi impian lebih mudah diakses dan terjangkau,” kata Presiden PTAA Jaison Yang dalam sebuah pernyataan Kamis pekan lalu

Peserta pameran termasuk maskapai penerbangan lokal dan internasional, agen perjalanan dan operator tur, hotel dan resor, kapal pesiar, asuransi, penjual perlengkapan perjalanan, dan kedutaan besar.

PTAA mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah pengunjung akan mencapai lebih dari 100.000 karena pameran tahun ini akan mencakup dua lantai pusat konvensi.

Tiket masuk akan tersedia di lokasi acara seharga PHP100 untuk tiket masuk umum dan PHP80 untuk warga lanjut usia dan penyandang disabilitas (PWD). Sementara itu, pemegang kartu Bank of the Philippine Islands (BPI) akan menikmati masuk gratis, dengan hak masuk lebih awal.

Bersamaan dengan TTE, grup ini akan menyelenggarakan International Travel Trade Expo (iTTE) untuk pelaku industri lokal dan internasional.

TTE, yang diadakan dua kali setahun, menyediakan platform bisnis-ke-bisnis antara pembeli dan penjual dan bertujuan untuk membantu para pemangku kepentingan memperluas jangkauan pasar.

TAT Luncurkan Rute Warisan Kanal untuk Bangkok Design Week 2026

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah mengumumkan peluncuran rute wisata baru di sepanjang Kanal Banglamphu dan Ong Ang, menawarkan pengunjung cara baru untuk menikmati warisan berbasis kanal Kota Tua selama Bangkok Design Week 2026.

Rute ini dikembangkan melalui kerja sama antara TAT, Administrasi Metropolitan Bangkok, Badan Ekonomi Kreatif, lembaga mitra, operator sektor swasta, dan komunitas lokal.

Rute ini menampilkan enam sub-rute yang menggabungkan perjalanan jalan kaki dan perahu, memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan di sepanjang Kanal Banglamphu, menjelajahi area di sekitar Pulau Rattanakosin, dan mempelajari peran historis kanal, jembatan, dan benteng di ibu kota.

Program ini juga memperkenalkan wisatawan ke area Banglamphu–Ban Phan Thom, yang dikenal dengan distrik komersialnya yang telah lama berdiri dan kerajinan tradisional seperti sulaman, produksi daun emas, dan kerajinan niello.

Bagian lain mencakup area Ong Ang–Chakrawat, lingkungan multikultural dengan sejarah panjang sebagai pusat perdagangan herbal Thailand dan Tiongkok.

Kegiatan wisata berpemandu di sepanjang rute Kanal Banglamphu–Kanal Ong Ang akan ditawarkan selama Bangkok Design Week 2026, yang berlangsung dari 29 Januari hingga 8 Februari.

Layanan perahu dan tur berpemandu telah diatur, dengan jadwal dan detail kegiatan tersedia melalui situs web Bangkok Design Week dan layanan 1672 Travel Buddy.

Tourism Malaysia dan AEON Berkolaborasi Lakukan Promosi Strategis Tahun Melawat ke Malaysia 2026

this formate

SHAH ALAM, bisniswisata.co.id:Tourism Malaysia mengumumkan kolaborasi strategis bersama AEON CO. (M) BHD. (AEON), untuk menyokong pelaksanaan kempen Tahun Melawat Malaysia 2026 (VM2026).

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintensif- kan upaya mempromosikan Malaysia sebagai destinasi pariwisata, belanja, dan gaya hidup yang dinamis melalui berbagai kegiatan promosi dan penawaran eksklusif kepada pengunjung domestik dan internasional di pusat perbelanjaan terpilih di seluruh negeri.

Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pelaku industri termasuk hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan,  pusat perbelanjaan lainnya untuk memperluas jangkauan promosi kampanye VM2026.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, maskot resmi VM2026, Wira dan Manja, akan ditampilkan sebagai elemen dekoratif di jaringan pusat perbelanjaan AEON di seluruh negeri.

Selain itu, video promosi destinasi wisata Malaysia akan ditayangkan di layar LED untuk menyoroti keunikan dan keragaman produk pariwisata negara ini dalam rangka VM2026.

Upacara peluncuran kolaborasi ini diresmikan oleh Chiew Choon Man, Wakil Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, yang mewakili YB Dato Sri Tiong King Sing di AEON Mall Shah Alam.

Turut hadir pula Chua Choon Hwa (Wakil Sekretaris Jenderal (Pariwisata) MOTAC); Iskandar Sarudin (Ketua AEON Company Malaysia Bhd.) dan Puan Zuraini Abdul Ghani (Direktur Divisi Pengembangan Paket, Pariwisata Malaysia).

Menurut Dato Sri Tiong King Sing, kolaborasi strategis ini mencerminkan komitmen berkelanjutan sektor swasta untuk mendukung agenda Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Inisiatif seperti ini tidak hanya mampu meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga menghasilkan efek limpahan ekonomi ke industri terkait seperti ritel, perhotelan, dan jasa.

Upaya ini pada gilirannya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memperkuat daya saing Malaysia sebagai destinasi pariwisata dan investasi.

Pada acara yang sama, barang-barang edisi terbatas khusus dari kolaborasi VM2026, yaitu tas jinjing dan ikat kepala, juga diluncurkan.

Pengunjung memiliki kesempatan untuk menukarkan barang-barang edisi terbatas ini dengan pembelanjaan minimum RM350 melalui kombinasi hingga tiga struk pembelian.

Sepanjang periode kampanye, berbagai inisiatif akan dilakukan. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, termasuk program Cerita Raya bersama Wira dan Manja, Carnival Bazaar yang menampilkan berbagai makanan khas lokal, serta Tourism Malaysia Run di beberapa negara bagian terpilih. Selain itu, berbagai barang penukaran eksklusif dan aktivitas interaktif juga diperkenalkan untuk merayakan VM2026 bersama mitra strategis Tourism Malaysia, masyarakat setempat, serta pengunjung domestik dan internasional. Tourism Malaysia tetap berkomitmen untuk mendorong pengeluaran pariwisata negara melalui segmen belanja dengan menarik lebih banyak pengunjung untuk berkunjung dan berbelanja di Malaysia. Upaya ini akan diperkuat melalui penyelenggaraan Malaysia Super Sale pada Maret 2026, Malaysia Mega Sale (Juni hingga Juli 2026) dan Malaysia Year End Sale (MYES) mulai November 2026 hingga Januari 2027. Inisiatif ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi negara dan memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi belanja terkemuka di kawasan ini. Segmen belanja tetap menjadi komponen penting dari industri pariwisata negara, sejalan dengan target Visit Malaysia 2026 untuk menarik 43 juta pengunjung internasional, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan memperkuat perekonomian Malaysia. ekonomi.

Vietnam is Calling, Upaya Hieutour Promosikan Delta Mekong & kota lain.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hieutour VN, sebuah tour operator di Vietnam mengundang industri pariwisata dari Indonesia, Singapura, Malaysia dan India untuk mengikuti Famtrip, Konferensi Pariwisata Internasional dan Perdagangan betajuk Vietnam is Calling pada 19-26 November 2025 lalu.

Nguyễn Hồng Hiếu atau biasa disapa Bob, CEO dan pendiri dari Hieutour VN, tour operator Vietnam mengatakan tujuan Program adalah mempromosikan Vietnam sebagai destinasi wisata pada pelaku pariwisata di Indonesia, Singapura. Malaysia dan India.

“ Kami menampilkan produk pariwisata baru dan pengalaman otentik di seluruh Kota Ho Chi Minh dan Wilayah Delta Mekong,”.

Dari kegiatan Famtrip, seminar dan B to B antara peserta dan para pelaku pariwisata dari Vietnam  maka diharapkan akan terjalin koneksi & pertukaran informasi serta kemitraan bisnis untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Vietnam.

“ Jadi melalui program Vietnam is Calling kami ingin membangun saluran jaringan langsung antara travel agent (TA) dan travel operator (TO ) internasional, perusahaan yang berminat melakukan Foreign Direct Investment (FDI),  pemangku kepentingan pariwisata & perdagangan Vietnam,” ungkap Bob.

Bagi pihaknya program ini adalah pencitraan pariwisata Vietnam secara internasional dan akan memperkuat citra Vietnam sebagai destinasi yang aman, dinamis, dan berkelanjutan untuk pariwisata dan investasi.

Usai makan malam bersama pada malam kedatangan, Bob ( kiri depan baju hitam) pendiri dan CEO Hieutour VN berfoto bersama sebagian peserta di sebuah resto di Ho Chi Minh City        ( Foto: Hendro/ Rainbow Holiday)

Konferensi Pariwisata & Perdagangan Internasional di Ho Chi Minh City tepatnya di Garden 28 Thao Dien pada 24 November 2025 sekaligus penguatan kerja sama di bidang pariwisata dan investasi perdagangan,dan penyerahan Sertifikat apresiasi

Hieutour VN mendatangkan sedikitnya 100 an peserta yang merupakan perusahaan perjalanan luar negeri (TA/TO) dari Asia, perwakilan dari perusahaan investasi FDI dan asosiasi pariwisata internasional dan regional.

Di Garden 28 Thao Dien, pihaknya mengundang para mitra domestik seperti jaringan hotel WINK di Vietnam , SacoTravel Thaco transportasi, Departemen Pariwisata, Departemen Perencanaan & Investasi, Departemen Kebudayaan Olahraga & Pariwisata, dan para pemimpin senior di Vietnam.

Menurut Bob, perusahaan Vietnam,Operator tour, hotel & resor, maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, tempat wisata, restoran, dan lembaga promosi investasi, kalangan Media & Pers, Jurnalis perjalanan, majalah internasional & nasional, media ekonomi, dan KOL (Key Opinion Leaders) mendukung kegiatan ini.

Untuk standar program & partisipasi seperti akomodasi hotel dan resor bintang 3 – 4 – 5.
Makanan sesuai yang ditentukan & makan malam penutupan. Eksplorasi Famtrip setiap hari berpindah-pindah kota untuk Inspeksi produk dan pengenalan destinasi.

Rute hari pertama saat kedatang pada 19 November, peserta menginap di jaringan hotel WINK, Ho Chi Minh City sambil menunggu kedatangan para peserra dari berbagai negara.

Perjalanan selama seminggu di Vietnam ini mengharuskan peserta mengeluarkan biaya sebagai peserta US$ 115 di luar tiket penerbangan dari negara asal masing-masing. Sementara biaya-biaya lainnya untuk transportasi, hotel dan makan ditanggung oleh peserta

Hong Kong Semakin Bersinar sebagai Destinasi Ramah Wisatawan Muslim

this formate

JAKARTA, bisniswisata co.id : Hong Kong kini tidak hanya dikenal sebagai kota kosmopolitan yang dinamis, tetapi juga sebagai salah satu destinasi yang makin ramah bagi wisatawan Muslim.

Upaya strategis yang dilakukan oleh otoritas pariwisata dan pelaku industri lokal telah meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan bagi pengunjung Muslim dari berbagai negara, khususnya Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.

Meningkatnya Pengakuan Internasional

Hong Kong berhasil menarik perhatian industri pariwisata global ketika berhasil meraih predikat “Most Promising Muslim-Friendly Destination of the Year” di ajang Halal in Travel Awards 2025.

Prestasi ini menggarisbawahi perkembangan pesat kota ini dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang inklusif untuk komunitas Muslim.

Tak hanya itu, dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, Hong Kong menempati peringkat tinggi dalam sejumlah kategori penting seperti kemudahan akses ramah Muslim dan keamanan bagi wisatawan Muslim perempuan.

Standar Ramah Muslim yang Lebih Jelas

Sejak 2024, Hong Kong Tourism Board (HKTB) bekerja sama dengan CrescentRating—lembaga internasional otoritatif dalam halal travel—untuk memperkenalkan program akreditasi bagi hotel dan fasilitas lain yang memenuhi standar layanan ramah Muslim.

Seminar dan pelatihan bagi pelaku hotel, restoran, serta operator atraksi telah digelar untuk memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

Hasilnya nyata: lebih dari 60 hotel kini telah mendapatkan akreditasi Muslim-friendly, dan jumlah outlet makanan bersertifikat halal hampir menggandakan diri dibandingkan tahun sebelumnya.

Kuliner Halal & Fasilitas Pendukung

Selain hotel, pilihan makan halal juga terus berkembang di berbagai penjuru kota. Dari masakan Asia Selatan hingga Timur Tengah dan bahkan hidangan Kantonese yang dipersiapkan sesuai standar halal, wisatawan Muslim kini memiliki lebih banyak pilihan untuk dinikmati selama kunjungannya.

Atraksi populer seperti Ocean Park bahkan telah melengkapi diri dengan fasilitas ramah Muslim termasuk ruang ibadah yang lengkap, pilihan restoran halal bersertifikat, dan fasilitas yang memperhatikan kebersihan serta kenyamanan sesuai dengan kebutuhan Muslim.

Panduan & Kampanye yang Mempermudah Perjalanan

HKTB juga meluncurkan kampanye Jelajah Hong Kong yang disesuaikan untuk wisatawan Muslim, termasuk pembuatan panduan digital yang memuat informasi lengkap soal restoran halal, fasilitas salat, serta area wisata yang cocok untuk perjalanan keluarga Muslim.

Dengan kampanye ini, pengalaman berkunjung terasa lebih personal dan informatif, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merencanakan perjalanan ramah Muslim ke luar negeri.

Melihat Ke Depan

Hong Kong terus memperluas kerja sama regional serta memperkuat promosi demi menarik lebih banyak wisatawan Muslim di masa mendatang.

Strategi ini tidak hanya memperkaya pilihan wisata, tetapi juga menunjukkan bahwa destinasi global bisa berkembang dengan tetap menghormati dan memahami beragam kebutuhan budaya dan agama.

Gulfood 2026: Revolusi Pameran Global di Dua Mega-Venue Dubai

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Dubai kembali mencatat sejarah di panggung pameran internasional melalui Gulfood 2026 — pameran makanan dan minuman terbesar di dunia yang berlangsung pada 26–30 Januari 2026.

Tahun ini, acara mencapai tonggak baru dengan menjadi event pertama yang diselenggarakan secara bersamaan di dua lokasi mega: Dubai World Trade Centre (DWTC) dan Dubai Exhibition Centre (DEC) yang telah diperluas di Expo City Dubai.

Rekor Ekspansi & Sebaran Venue

Gulfood 2026 mencetak pertumbuhan spektakuler dengan penambahan 100% ruang pameran, berhasil menjual habis total lebih dari 280.000 meter persegi di kedua venue tersebut.

Ini adalah kali pertama pameran global skala besar berjalan simultan di dua arena besar, sekaligus memperkenalkan Dubai Exhibition Centre yang diperbarui dengan investasi sekitar US$2,7 miliar.

Menurut Trixie LohMirmand, Executive Vice President dari Dubai World Trade Centre dan CEO KAOUN International, capaian ini menjadi momentum dunia yang membuka babak baru dalam desain dan penyelenggaraan pameran mega-scale di sektor makanan dan minuman.

Skala Global & Partisipasi yang Meningkat

Gulfood 2026 memadukan kekuatan suplai dan permintaan global dalam lima hari perdagangan intensif. Pameran ini menampilkan:

– 8.500+ peserta pameran dari 195 negara, menampilkan 1,5 juta produk di berbagai kategori.

– 40% peserta merupakan exhibitor baru, menunjukkan peningkatan keterlibatan pasar global.

– Partisipasi nasional terbesar dari pasar utama seperti India, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan AS, ditambah negara-negara baru seperti Luxembourg, Maldives, Rwanda, Slovakia, Swedia, dan Uganda.

-India tampil sebagai Official Country Partner dengan lebih dari 600 peserta, termasuk brand-brand ternama seperti Amul dan Rasna, menegaskan perannya dalam memperkuat koneksi ekspor agrikultur global.

Dua Venue, Ekosistem Perdagangan Terintegrasi

Keberhasilan Gulfood 2026 tidak hanya soal ukuran, tetapi juga struktur acara yang diperluas:

– Dubai Exhibition Centre (DEC) menjadi pusat sektor utama seperti World Food serta Rice, Pulses & Grains, dan memperkuat Expo City Dubai sebagai koridor pertumbuhan masa depan untuk perdagangan global.

– Dubai World Trade Centre fokus pada sektor seperti Beverages, Dairy, Fats & Oils, Meat & Poultry, serta menyelenggarakan program khusus Gulfood Startups yang menampilkan lebih dari 250 inovator dan investor dari lebih 30 negara.

Ekspansi ini juga mencakup tiga sektor baru di DEC: Gulfood Fresh, Gulfood Logistics, dan Gulfood Grocery Trade, yang menggarisbawahi pentingnya rantai pasok dingin (cold chain), efisiensi logistik, serta distribusi barang grosir di pasar dunia.

Fasilitasi Business Matching & Deals

Gulfood 2026 menghadirkan The Big Deal Hub — platform khusus yang memfasilitasi pertemuan bisnis antara pembeli dan penjual di seluruh rantai nilai makanan.

Dengan partisipasi pemain besar seperti Cybera Capital dan Panamex Groupe, program ini dirancang untuk mempercepat kesepakatan bernilai tinggi di pasar internasional.

Menjadi Pusat Perdagangan Makanan dan Minuman Dunia

Melalui ekspansi luar biasa ini, Gulfood bukan hanya menjadi ajang pameran terbesar di sektor F&B, tetapi juga memperkuat posisi Dubai sebagai pusat strategis perdagangan makanan global.

Pada 2026, event ini semakin menunjukkan bagaimana kota itu menjadi ujung tombak dalam menghubungkan produsen, distributor, dan pembeli di seluruh dunia

CrescentRating Bergabung dengan Dewan PATA Seiring Pariwisata Ramah Muslim Mendapatkan Fokus Industri

this formate

PATA-CrescentRating Halal Travel Trends 2025  di KTT Tahunan PATA di Istanbul tahun lalu.          ( Foto: PATA) 

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: CrescentRating telah terpilih untuk menjabat di Dewan Asosiasi Pariwisata Pasifik Asia (PATA) untuk periode 2026–2028, dimulai pada Mei 2026 dan berakhir pada April 2028.

Penunjukan ini mencerminkan pengakuan industri yang semakin meningkat terhadap peran CrescentRating dalam memajukan pengembangan pariwisata inklusif dan berbasis riset di pasar global.

Pemilihan ini menempatkan CrescentRating di antara sekelompok pemimpin industri yang dipercayakan untuk memandu arah strategis PATA pada saat sektor pariwisata Asia Pasifik terus berkembang sebagai respons terhadap perubahan ekspektasi wisatawan, prioritas keberlanjutan, dan segmen pertumbuhan yang muncul.

Peran dan Signifikansi Dewan PATA

Dewan PATA telah memberikan pengawasan tata kelola dan panduan strategis untuk salah satu asosiasi pariwisata paling mapan di kawasan ini sejak tahun 1951.

Anggota dewan berkontribusi dalam membentuk prioritas jangka panjang yang terkait dengan pertumbuhan pariwisata yang bertanggung jawab, ketahanan destinasi, kolaborasi industri, dan inovasi di seluruh Asia Pasifik.

Terpilihnya CrescentRating ke Dewan mencerminkan kepercayaan dan tanggung jawab. Para anggota diharapkan membawa perspektif yang berwawasan luas yang mendukung misi PATA.

Misinya untuk membangun ekonomi pariwisata yang lebih bermakna dan berkelanjutan, sekaligus mewakili kepentingan ekosistem perjalanan yang beragam dan saling terhubung.

Apa yang Diwakili oleh Pemilihan Ini bagi CrescentRating

Terpilihnya CrescentRating ke Dewan PATA menyoroti semakin pentingnya perjalanan ramah Muslim dalam lanskap pariwisata yang lebih luas.

Dengan perkiraan jumlah kedatangan wisatawan Muslim internasional pada tahun 2030 mencapai sekitar 14% dari total kedatangan internasional, perjalanan ramah Muslim telah menjadi area pertumbuhan yang signifikan di berbagai destinasi.

Terpilihnya CrescentRating menandakan kepercayaan pada pendekatan berbasis bukti perusahaan dan kerja sama jangka panjangnya dengan destinasi, penyedia layanan perhotelan, dan otoritas pariwisata untuk meningkatkan kesiapan bagi wisatawan Muslim.

Selain pengakuan, partisipasi dalam dewan direksi memberi CrescentRating kesempatan untuk memberikan wawasannya pada diskusi industri yang lebih luas, memastikan bahwa inklusi, pertimbangan perjalanan berbasis agama, dan segmen wisatawan baru ditangani dengan jelas, terstruktur, dan kredibel di tingkat strategis.

Melihat ke Depan: Memajukan Komitmen Industri Melalui Kepemimpinan

Dengan perjalanan ramah Muslim yang terus muncul sebagai area pertumbuhan global yang signifikan, CrescentRating memandang perannya di Dewan PATA sebagai tanggung jawab untuk berkontribusi secara konstruktif terhadap kemajuan industri.

Ini termasuk mendukung pengambilan keputusan yang terinformasi, mendorong pengembangan destinasi inklusif, dan memperkuat keselarasan antara kebutuhan pasar dan strategi pariwisata jangka panjang.

Pada April 2025, perusahaan berkesempatan meluncurkan laporan Mastercard-CrescentRating Halal Travel Trends 2025 bersama PATA di KTT Tahunan di Istanbul.

Ke depannya, dengan terpilihnya perusahaan sebagai anggota dewan direksi, kolaborasi yang lebih berwawasan dapat diharapkan.

Melalui kerja sama dengan sesama anggota dewan dan pemangku kepentingan industri, CrescentRating bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata yang tangguh dan siap menghadapi masa depan, sekaligus memperkuat pentingnya melayani wisatawan Muslim sebagai bagian integral dari ekosistem perjalanan global.

.

IHLC akan Hadir di London Muslim Shopping Festival 2026

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) akan hadir di London Muslim Shopping Festival pada 7-8 Febuari 2026 di Exel London, kata Sapta Nirwandar, Ketua IHLC, hari ini.

“London sebagai gerbang untuk ekspansi global jadi perusahaan Indonesia seperti Wardah kosmetik, Fashion Designer dan lainnya memiliki peluang bisnis yang besar
untuk mengikuti event ini,” ujar Sapta.

Menurut dia, event internadional ini diharapkan dihadiri oleh 20.000 Konsumen Halal dan menjadi pameran pariwisata Halal terbesar di dunia yang diisi oleh pembicara dari kalangan Industri halal Internasional, keterlibatan lebih dari 50 perusahaan global dari 15 negara dan penyelenggaraan tempatnya ikonik yaitu Excel London.

“London adalah pasar Muslim utama di Eropa dan 15% penduduk kota yang mengidentifikasi diri sebagai Muslim mewakili lebih dari 1,3 juta orang. Komunitas Muslim yang berkembang pesat, mayoritas penduduk London berasal dari Muslim,” kata Sapta Nirwandar.

Selain komunitas Muslim London juga berpenghasilan tinggi, peluang dari pembeli global serta keberadaan Diaspora Indonesia menjadikan London Muslim Shooping Festival 2026 ini memiliki daya tarik yang tinggi.

Kehadiran budaya Muslim yang kuat dan dukungan kota, London secara aktif mendukung acara budaya Muslim (seperti perayaan Ramadan dan perayaan Idul Fitri di ruang publik).

Menurut Sapta dengan basis konsumen Muslim yang besar dan acara halal internasional, London menawarkan jembatan strategis bagi merek halal Indonesia untuk memasuki dan berekspansi di pasar Eropa dan global.

Apalagi event ini adalah salah satu acara gaya hidup & belanja halal terbesar di Eropa.
Festival ini merupakan platform terintegrasi untuk kecantikan, mode, makanan, dan perjalanan halal.

“ Kami juga mengundang desainer Indonesia untuk berpartisipasi di event ini seperti kosmetika Wardah untuk memperkuat posisi merek apalagi Wardah sudah dikenal luas di London, dan jika partisipasinya semakin memperkuat kepemimpinannya di pasar gaya hidup halal global,”

Event ini menjangkau target audiens yang sangat relevan: Audiens acara ini—terutama konsumen Muslim, termasuk segmen berpenghasilan tinggi dan keluarga—sangat selaras dengan fokus merek Wardah.

“ Pengusaha Indonesua agar manfaatkan booming ekonomi halal global Seiring dengan terus berkembangnya pasar halal global secara pesat, ini adalah momen ideal bagi untuk memperluas visibilitas merek dan mengamankan kemitraan internasional.

Saat ini jumlah umat Muslim di Inggris, Perancis, dan Jerman untuk tahun 2024–2025 berdasarkan berbagai sumber demografis terbaru. Data sebagian besar tidak bersifat resmi dari sensus karena banyak negara Eropa tidak secara rutin memasukkan agama dalam sensusnya.

Dikutip dari The Halal Times, Inggris (United Kingdom), misalnya diperkirakan Muslimnya sekitar 4 – 5 juta pada tahun 2025, atau sekitar 6 – 7 % dari total populasi negara tersebut. Sedangkan Perancis sekitar 6 – 7 juta Muslim pada tahun 2025 atau 8 – 9 % dari total populasi dan Jerman memiliki sekitar 5 – 6 juta Muslim pada tahun 2025 atau , sekitar 6 – 7 % dari total populasi negara ini.

Kegiatan selama Festival juga diisi demo langsung riasan interaktif dengan para seniman yang melibatkan audiens dan memperkuat kehadiran kosmetik asal Indonesia, adanya liputan media dan influencer serta peluang kemitraan yang akan meningkatkan jangkauan global.

Pariwisata Ramah Muslim di Makau: Apa yang Perlu Diketahui Wisatawan

this formate

MACAO, bisniswisata.co.id: Makau memulai debutnya dalam Indeks Perjalanan Muslim Global 2025, menempati peringkat kelima di antara destinasi non-OIC untuk wisatawan wanita Muslim dan ke-16 secara global.

Pilihan Terbaik Agen Perjalanan Muslim di Makau

1. “Bebek Peking di North Palace. Sungguh suguhan halal yang langka!” – Yudah Prasethiya, Ramah Umroh & Halal Tour, Indonesia

2. “Belanjalah tanpa ragu dan beli beberapa kue tradisional lokal di MinM Plaza untuk merasakan cita rasa Makau yang sesungguhnya.” – Faisal Sayed Ali, Hemam Alrahalah Travel & Tourism, Arab Saudi

3. “Sisihkan waktu untuk lokakarya Azulejo. Ini adalah suvenir DIY yang sempurna untuk dibawa pulang.” – Nuratiqah Abdullah, Darussalam Travel & Tours, Brunei Darussalam

Dilansir dari Travel Weekly Asia, seiring meningkatnya permintaan akan perjalanan ramah Muslim di seluruh dunia, Makau muncul sebagai destinasi yang patut dipertimbangkan.

Di luar resor dan hiburan ikoniknya, kota ini terus memperkuat penawarannya untuk wisatawan Muslim – menciptakan peluang baru bagi para penasihat yang mencari pilihan baru dan inklusif untuk klien mereka.

Baru tahun ini, Makau memulai debutnya dalam Global Muslim Travel Index 2025 oleh Mastercard dan CrescentRating, menempati peringkat kelima di antara destinasi non-OIC untuk wisatawan wanita Muslim dan ke-16 secara global.

Ini adalah awal yang menjanjikan – dan menandakan destinasi yang secara proaktif membangun infrastruktur yang tepat untuk menyambut spektrum wisatawan yang lebih luas.

Upaya industri mendapat dukungan nyata

Tahun lalu merupakan tahun yang penting bagi Kantor Pariwisata Pemerintah Makau (MGTO) dan para pemangku kepentingan industrinya.

Untuk memperkuat langkahnya dalam pariwisata ramah Muslim, MGTO secara aktif mempromosikan perjalanan ramah Muslim selama Seminar Pembaruan Produk Pariwisata + MICE Makau & Travel Mart di Jakarta.

Agenda lainnya adalah berpartisipasi dalam Experience Macao Mega Sales di Indonesia dan Malaysia – pasar sumber utama bagi wisatawan Muslim di Asia Tenggara.

MGTO juga memperkenalkan Panduan Perjalanan Halal Makau untuk Wisatawan Muslim awal tahun ini, sebuah buku panduan sederhana yang diterbitkan dalam berbagai bahasa agar pengunjung dapat menjelajahi Makau dengan percaya diri.

Di balik layar, MGTO bekerja sama dengan asosiasi Islam Hong Kong untuk mengembangkan tiga skema sertifikasi – restoran halal, restoran dengan dapur halal, dan restoran ramah halal – untuk membantu para pemangku kepentingan lokal menyambut tamu Muslim.

Sementara itu, para pengelola hotel dan staf garis depan juga semakin memahami kebutuhan tamu Muslim melalui pelatihan yang ditargetkan, sementara pengenalan ruang sholat khusus di Bandara Internasional Makau menegaskan kembali sambutan kota ini terhadap tamu Muslim.

Cita Rasa dengan Iman yang Diutamakan

Makanan halal seringkali menjadi perhatian utama bagi wisatawan Muslim, dan Makau terus memperluas penawaran makanan bersertifikasi halalnya.

Restoran Zam Zam bersertifikasi halal di Regency Hotel menghadirkan cita rasa Timur Tengah dan India ke Makau, mulai dari salad tabbouleh hingga masala betis domba dengan briyani.

Untuk mencicipi cita rasa Tiongkok, hotpot dan sate daging yang lezat di Dong Lai Shun – yang terletak di Rua Cidade de Coimbra – akan mengejutkan para tamu tanpa mengorbankan persyaratan halal. Kedua restoran dapat menyediakan ruang sholat untuk kelompok yang lebih besar berdasarkan permintaan.

 

Cicipi hidangan Tiongkok halal seperti bebek panggang Beijing dan domba panggang di North Palace, yang dilengkapi dengan dapur bersertifikat halal. Foto: The Londoner

Sementara itu, North Palace di The Londoner adalah tambahan terbaru yang patut diperhatikan. Dapurnya yang sepenuhnya bersertifikat halal, lengkap dengan perapian terbuka dan panggangan rotisserie, menyajikan hidangan klasik Tiongkok Utara seperti bebek Peking, roti pipih Xinjiang, dan domba Mongolia Dalam.

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh lokal, rekomendasikan MinM Plaza di jantung pusat bersejarah Makau yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di sini, toko ini menawarkan berbagai macam produk yang dirancang atau dibuat di Makau, termasuk sudut suvenir halal khusus yang dipenuhi dengan camilan ramah Muslim.

Produk bersertifikat halal juga dapat ditemukan di Bandara Internasional Makau: Pastelaria Yeng Kee (lantai mezzanine, Departure Airside) dan Lusocasa (lantai dasar, Departure Airside South Extension).

Menghormati budaya penyembuhan

Sebagai rumah bagi berbagai resor dan hotel terpadu, pengalaman kesehatan di Makau juga semakin inklusif. Tamu yang ingin merasakan budaya penyembuhan pengobatan tradisional Tiongkok dapat mengunjungi The Ritz-Carlton Macau di mana terdapat fasilitas terpisah untuk wanita dan pria untuk menikmati perawatan seperti pijat batu panas dan akupresur.

Di V SPA The Venetian, perawatan refleksiologi dan pijat tradisional Tiongkok menjadi pusat perhatian. Terdapat ruang relaksasi khusus dan ruang lulur pra-perawatan dengan ruang terpisah untuk tamu pria dan wanita untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan di setiap tingkatan.

Jauh dari hiruk pikuk jalanan di siang hari atau gemerlap lampu di malam hari, keluarga juga akan menemukan banyak kegiatan bermanfaat untuk dilakukan bersama di Makau.

Contohnya: lokakarya ubin Azulejo di Yun Yue Handmade Studio. Ubin biru-putih ikonik ini, yang ditemukan di rambu jalan, gereja, dan dinding bangunan di Makau, berasal dari bangsa Moor yang membentuk Andalusia pada abad ke-8 sebelum Portugis menguasainya.

Sea Odyssey, pertunjukan drone gratis harian MGM Cotai, menerangi langit dengan makhluk laut dan cerita yang dapat dinikmati anak-anak dan orang dewasa di Spectable, atrium yang lapang.

Di tempat lain di kota ini, Museum Grand Prix Makau adalah cara yang bagus bagi keluarga dan teman untuk menghabiskan sore hari. Intip ruang kendali ukuran sebenarnya, garasi pit, dan rasakan gaya G yang dirasakan pengemudi saat akselerasi.

Ciptakan pengalaman Makau yang ramah dan menyenangkan

Dengan semakin banyaknya tempat makan bersertifikasi halal, fasilitas yang lebih baik, dan penawaran budaya yang berkembang, Makau menjadi pilihan menarik bagi wisatawan Muslim yang mencari kenyamanan, variasi, dan keaslian.

Untuk daftar lengkap tempat makan, tempat sholat, dan pengalaman ramah Muslim, kunjungi situs resmi perjalanan ramah Muslim MGTO

Indonesia Siap Bekerja Sama dengan Vietnam di Sektor Halal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia menyelenggarakan “Marketing & Halal Summit 2026” untuk mengidentifikasi arah baru bagi produk-produk halal sekaligus mendukung penguatan ekosistem halal nasional, mengidentifikasi tren masa depan, dan membangun merek halal yang efektif bagi bisnis di sektor ini.

Pada seminar tersebut, para pembicara menawarkan perspektif baru dan pendekatan modern terhadap produk halal, gabungkan nilai-nilai agama, etika, dan kemanusiaan dengan strategi branding untuk menghubungkan tujuan bisnis dengan kepercayaan konsumen.

Berbicara pada acara tersebut, Ahmad Haikal Hasan, Kepala Badan Penjaminan Produk Halal Indonesia (BPJPH). Dia menekankan bahwa pendekatan ini merupakan arah strategis yang penting, memungkinkan bisnis tidak hanya memenuhi standar halal.

Tetapi juga memposisikan merek mereka dengan “daya tarik emosional”, membangun kepercayaan, dan mengejar pembangunan berkelanjutan di pasar global, khususnya di tengah persaingan yang semakin ketat di antara negara-negara ASEAN dan ekonomi internasional.

Haikal Hasan mencatat bahwa standar halal saat ini tidak lagi terbatas pada makna keagamaan atau kewajiban hukum, tetapi semakin dianggap sebagai tolok ukur kualitas global yang terkait dengan kebersihan, keamanan, kesehatan, dan kualitas produk.

Di sela-sela acara tersebut, Haikal Hasan menggambarkan Vietnam sebagai “pemasok potensial” produk halal, dengan prospek yang kuat untuk partisipasi yang lebih dalam di pasar.

Khususnya di segmen barang konsumsi yang bergerak cepat (FMCG). Haikal mengatakan berencana mengunjungi Vietnam minggu depan untuk membahas kemajuan negara tersebut di sektor halal global.

Menurut Haikal Hasan, Vietnam memiliki banyak produk FMCG terkenal, seperti makanan ringan dan minuman, yang belum memperoleh sertifikasi halal, sebagian besar karena Perjanjian Pengakuan Bersama (MRA) tentang sertifikasi halal antara Indonesia dan Vietnam belum ditandatangani.

Kepala BPJPH menambahkan bahwa Vietnam sedang berupaya memasuki pasar halal global, dan Indonesia siap mendukung proses ini.

Ia merekomendasikan agar Vietnam mempercepat semua prosedur sertifikasi halal, sehingga produk-produk Vietnam dapat berkontribusi pada pasar halal di Indonesia dan secara global.

Para ahli mengatakan bahwa mendorong penandatanganan MRA antara Indonesia dan Vietnam akan membuka ruang yang luas untuk kerja sama perdagangan bilateral, khususnya dalam rantai pasokan halal global.