Deep and Extreme Indonesia 2026 Momentum RI Kuasai Wisata Petualangan Global”

this formate

Pembukaan DXI 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai penyelenggaraan Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia, seiring meningkatnya tren wisata berbasis pengalaman alam.

“Selamat kepada Deep Extreme Indonesia yang sudah 18 kali menyelenggarakan pameran ini. Ini adalah salah satu langkah kita untuk semakin memperluas jejaring, menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata Adventure tingkat global,” ujarnya.

berbicara pada pembukaan DXI 2026, hari ini di JICC Senayan, Jakarta, .pameran tahunan ini juga menjadi salah satu ajang terbesar di Indonesia yang mengangkat olahraga petualangan, aktivitas luar ruang, dan penyelaman.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia menjadikan wisata alam sebagai daya tarik utama. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen memilih wisata pesisir dan bahari sebagai aktivitas utama.

Kontribusi wisata bahari pun sangat signifikan, yakni sekitar 32 hingga 42 persen terhadap total aktivitas ekonomi pariwisata nasional, atau setara 1,5 hingga 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Perkembangan ini tidak terlepas dari perubahan perilaku wisatawan pascapandemi COVID-19 yang semakin mengutamakan pengalaman bermakna.

Wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih personal, mendalam, serta terhubung langsung dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal. Tren ini mendorong meningkatnya minat terhadap wisata minat khusus seperti diving, surfing sailing , trekking dan berbagai aktivitas petualangan lainnya.

Dalam mendukung pertumbuhan wisata luar ruang, Kementerian Pariwisata menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sejak 2025, keselamatan berwisata telah menjadi program unggulan yang diperkuat melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata serta pelaku industri pariwisata berbasis alam.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus mendorong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 hingga 17 juta pada 2026. Pada tahun sebelumnya, Indonesia berhasil mencatatkan 15,4 juta kunjungan wisatawan.

DXI 2026 diselenggarakan pada 23–26 April 2026 di Hall B JICC Jakarta dengan mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration. Tema ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mengembangkan industri wisata petualangan sekaligus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia.

Pameran ini menghadirkan ekosistem industri yang lengkap, mulai dari peralatan diving, wisata bahari, overland adventure, mountaineering hingga komunitas petualangan dan gaya hidup luar ruang.

Selama empat hari pelaksanaan, DXI 2026 juga menyuguhkan berbagai program interaktif seperti Diving and Underwater Experience_, Adventure and Outdoor Activities Workshop and Sharing Session serta Family Kids Activities

Selain itu, berbagai kompetisi turut meramaikan acara, di antaranya Underwater Mermaid Competition, Underwater Photo Competition, Underwater Dance Competition_ Underwater Modelling Competition, serta Adventure Shootout Competition_.

Kementerian Pariwisata juga berpartisipasi aktif melalui kehadiran _booth_ Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi yang menampilkan berbagai pelaku industri pariwisata nasional.

Pembukaan DXI 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Saya berkomitmen mendorong agar sektor pariwisata, termasuk pariwisata bahari ini didukung kesiapan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah,” kata Menko AHY.

Ia menyampaikan banyak destinasi unggulan Indonesia memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan aksesibilitas.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

 

Train of Glamour Bergabung dengan EHL Alliance, Awali Babak Baru dalam Layanan Kereta Mewah

this formate

SHANGHAI, bisniswisata.co.id: Train of Glamour, brand gaya hidup premium berbasiskan perjalanan kereta, bagian dari Fosun Infrastructure Group, bergabung dengan EHL Alliance sebagai corporate member pertama asal Tiongkok.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Train of Glamour untuk menghadirkan konsep baru dalam layanan kereta mewah—bukan sekadar moda transportasi, melainkan destinasi itu sendiri.

Silk Road Express, layanan unggulan Train of Glamour, menjadi kereta wisata pertama di dunia dengan eksterior lukisan tangan hasil kolaborasi dengan Tsinghua University.

Interiornya yang dirancang HBA juga meraih “OPAL London Outstanding Property Award 2024 (Platinum)”. Kereta ini hanya menampung 80 penumpang dalam 38 kabin deluxe, menghadirkan pengalaman perjalanan eksklusif yang mengutamakan privasi dan eksplorasi budaya.

Silk Road Express mengusung tiga elemen kelangkaan, yakni rute, budaya, dan layanan. Rutenya melintasi Jalur Sutra asli yang mencakup situs Warisan Dunia UNESCO, menghadirkan estetika Timur secara menyeluruh, serta memadukan standar layanan global dengan kekayaan budaya lokal.

Sebagai anggota EHL Alliance, Train of Glamour akan berkolaborasi dalam lima inisiatif strategis:
1. Mengembangkan standar layanan kereta mewah pertama di Tiongkok.
2. Meningkatkan kualitas layanan dengan tetap mempertahankan budaya Timur.
3. Meluncurkan program pertukaran tenaga kerja dan magang bagi mahasiswa EHL.
4. Berpartisipasi dalam jejaring lintasindustri dan brand.
5. Mengembangkan pengalaman kuliner kelas Michelin bersama chef terkemuka.

“Train of Glamour bangga bergabung dengan EHL Alliance sebagai anggota pertama dari Tiongkok,” ujar John Fang.

Menurut dia, bersama EHL ingin hadirkan standar baru dalam perjalanan kereta mewah di Tiongkok dengan mengedepankan narasi autentik Timur dan layanan perhotelan global.

“Silk Road Express bukan sekadar kereta, namun ruang budaya yang bergerak dengan sentuhan estetika Timur dan layanan kelas dunia.” kata John Fang.

Keputusan bergabung sebagai anggota EHL Alliance mencerminkan komitmen Train of Glamour terhadap inovasi, pelestarian budaya, serta kepemimpinan layanan dalam industri perjalanan mewah global. ( PRNewswire)

Ketika Bagusföreningen Rayakan Hari Kartini di Utara Dunia

this formate

MALMO, bisniswisata.co.id: Diaspora Indonesia di Swedia Selatan (Scania) tepatnya di kota Malmö, ikut merayakan peringatan Hari Kartini 2026. Acara yang diselenggarakan oleh The Swedish Indonesia Bagus Association atau disebut   Bagusföreningen ini mengambil tagline: Embrace the world through women’s empowerment and equality.

Ini adalah perayaan Hari Kartini pertama yang dilakukan secara offline oleh Bagusföreningen, organisasi nirlaba yang didirikan sejak 8 tahun lalu. Sebelumnya, Bagus pernah membuat seminar online.

Perayaan Hari Kartini 2026 ini dilaksanakan di Studiefrämjandet, di gedung lembaga pendidikan yang selama ini meminjamkan studio tari secara gratis untuk kegiatan Bagusföreningen.

Diaspora Indonesia dari berbagai kota di Swedia tampak antusias mengikuti acara sampai selesai dan menutupnya dengan tarian Maumere dan Poco-Poco bersama.

Perayaan Kartini ini memang dikemas dengan hiburan interaktif, antara lain berupa quiz lagu dan quiz tentang Kartini, tarian tradisional, penyanyi solo & koor oleh mahasiswa/i anggota Bagusföreningen dan PPI Scania, pembacaan surat-surat Kartini, fashion show baju daerah dan lain-lain.

” Kami tidak ingin Hari Kartini sekedar dirayakan dengan kebaya dan dandan cantik. Saya rasa bukan itu mimpi dan cita-cita Kartini untuk perempuan,” kata Nina Mussolini-Hansson, co-founder & PR Bagusföreningen.

Oleh sebab itulah peringatan Hari Kartini dikemas dengan unsur pendidikan, menggali spirit Kartini lewat surat – suratnya, sekaligus belajar sejarah. “Tentu kami tak lupa unsur hiburannya, agar penonton tidak merasa bosan & ikut aktif dalam kegiatan,” tambah Nina.

Bagusföreningen ingin memperkenalkan Kartini kepada masyarakat Swedia agar mereka paham bahwa Indonesia juga sudah berjuang keras untuk emansipasi dan kesetaraan perempuan sebagaimana halnya dengan Swedia.

Di penghujung acara, Bagusföreningen memberikan Bagus Kartini Award untuk seorang perempuan yang dianggap sudah memberi inspirasi, bekerja keras mengurus keluarga dan bekerja, namun tidak lupa memberi waktunya untuk kegiatan sosial/komunitas. Bagus Kartini Award 2026 diberikan kepada Eka Resmiati Gunnarsson.

“Insya Allah award ini akan kami lanjutkan dengan mencari perempuan-perempuan diaspora Indonesia yang sudah bekerja keras dan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya di seluruh Swedia,” kata Nina yang sudah menginisiasi pemberian award

Dukung Perfilman Indonesia, Kementerian Ekraf Siapkan _Platform_ Pemetaan Lokasi Syuting

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan ekosistem industri film melalui tata kelola produksi yang lebih profesional, sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, dalam audiensi bersama Wahana Edukasi.Penguatan industri, ujarnya, perlu dimulai dari fondasi paling mendasar, yakni pengelolaan keuangan dan sistem kerja yang tertata.

“Permasalahan mendasar pelaku kreatif hari ini adalah bagaimana memisahkan keuangan pribadi dan proyek. Ini menjadi fondasi sebelum kita bicara akses pembiayaan dan penguatan industri secara lebih luas,” ujar Wamen Ekraf, kemarin, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari program SCENE yang berfokus pada pengembangan talenta perfilman hingga tahap implementasi. Dia menekankan pentingnya hubungkan pelatihan dengan kebutuhan industri.

Dalam diskusi tersebut, Wahana Edukasi menggarisbawahi sejumlah tantangan di lapangan, terutama belum optimalnya manajemen produksi. Peran seperti line producer dan location manager dinilai masih memerlukan penguatan, baik dalam pengelolaan anggaran, sistem kerja, maupun pemanfaatan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Ekraf menilai pentingnya pendekatan adaptif dengan mempertimbangkan kondisi industri saat ini. Menurutnya, pendekatan berbasis lokasi dapat menjadi langkah awal yang konkret dan relevan.

“Kalau kita punya data lokasi yang terkurasi, itu bisa langsung dimanfaatkan untuk produksi sekaligus menggerakkan ekonomi di sekitarnya. Saat ini kita bahkan belum memiliki basis data terpusat yang bisa digunakan bersama,” jelas Irene Umar.

Lebih lanjut, Wamen Ekraf mendorong pengembangan program dengan model yang berkelanjutan. Skema _hybrid learning_ berbasis materi digital yang diperkuat mentorship dinilai dapat menjadi solusi, sekaligus membuka peluang penerapan _subscription model_ sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

Selain itu, Kementerian Ekraf juga mengimbau adanya kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pendekatan vokasi. Integrasi antara pembelajaran teoritis dan praktik industri menjadi kunci untuk menghasilkan talenta yang siap terjun ke dunia kerja.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Ekraf membuka peluang pengembangan platform terpusat berbasis data untuk pemetaan lokasi syuting di Indonesia.

Platform ini diharapkan menjadi _one-stop system_ yang memudahkan pelaku industri, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi produksi film.

“Kementerian Ekraf dapat mendukung dari sisi platform dan agregasi data. Yang terpenting adalah program ini bisa segera diuji dan dikembangkan secara bertahap,” tambah Wamen Ekraf.

Sementara itu, Pembina Wahana Edukasi, Sigit Pratama, mengatakan bahwa tantangan utama di industri saat ini terletak pada penguatan aspek manajemen produksi yang belum merata.

Dia menilai kapasitas pengelolaan produksi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas proyek serta keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.

“Ketika production management diperkuat, dampaknya tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada ekosistem ekonomi kreatif secara keseluruhan,” ujar Sigit.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam pengembangan kurikulum berbasis praktik industri untuk line producer dan location manager penjajakan kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta inisiasi basis data lokasi syuting terintegrasi guna memperkuat tata kelola produksi dan mendorong ekraf sebagai the new engine of growth

CEO Hyatt: Loyalitas Harusnya Tidak Buat Tamu Merasa ‘Diperlakukan sebagai Objek’

this formate

Hoplamazian mengatakan World of Hyatt berupaya menciptakan ‘hubungan emosional’

BERLIN, bisniswisata.co.id: World of Hyatt telah menjadi program loyalitas dengan pertum- buhan tercepat di antara merek hotel dalam beberapa tahun terakhir, dan Presiden dan CEO Hyatt Hotels Corp, Mark Hoplamazian, mengatakan itu karena platform tersebut dibangun untuk memprioritaskan koneksi daripada poin.

Dilansir dari costar.com, selama Forum Investasi Perhotelan Internasional EMEA 2026, Hoplamazian mengatakan program poin tradisional terkadang dapat menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang langgeng dengan tamu hotel.

“Kami merancangnya sebagai platform pengalaman, bukan program poin, karena seringkali email tamu yang paling marah dan kesal yang saya terima adalah ketika orang merasa diperlakukan sebagai objek,” katanya.

Mereka merasa ini hanya tentang transaksi komersial, dan itu sangat jauh dari semangat budaya kita.” Sebagai contoh, Hoplamazian menggambarkan sebuah keluarga yang terlibat dalam perjalanan hipotetis, kemudian fitur-fitur penting dari perjalanan tersebut.

“Saya dan istri saya, putra saya yang berusia 12 tahun, dan putri saya yang berusia 9 tahun ingin pergi ke suatu tempat yang suhunya 70 derajat atau lebih hangat, di mana ada lapangan golf yang bagus dan ada pantai, dan mungkin restoran berbintang Michelin dalam jarak lima menit berkendara,” katanya.

“Lalu Anda menekan tombol kembali, dan Anda mendapatkan banyak penawaran dan pilihan.” Kami sekarang mengembangkan hal itu dengan mengatakan, ‘Ngomong-ngomong, saat Anda mempertimbangkan destinasi-destinasi ini, mohon pertimbangkan juga fakta bahwa di destinasi ini, Anda dapat melakukan jenis aktivitas ini.'”

Hyatt juga menjadikan AI sebagai fokus yang lebih besar untuk penggunaan internal, menawarkan platform kepada tim operasional yang dapat membantu mengidentifikasi tren data dan memandu pengambilan keputusan yang lebih baik dalam bisnis.

Hoplamazian mengatakan bahwa hal itu dapat menandai ketika segmen tertentu mengalami periode penurunan pemesanan di masa mendatang kepada manajer umum dan memungkinkan mereka untuk menggali lebih dalam. Tetapi ini masih tahap awal.

“Ia belajar dari dirinya sendiri,” katanya. “Terkadang sinyalnya valid dan ada alasan yang baik untuk itu dan tim harus melakukan sesuatu tentang hal itu, dan terkadang [tidak]. Begitulah cara kerja model-model ini. Mereka belajar dalam skala besar.”

Model Super-Franchise China Dorong Ekspansi Hotel yang Cepat

this formate

Singkatnya: Sektor perhotelan China semakin mengadopsi model manajemen-franchise hibrida yang memungkinkan operator untuk berkembang pesat sambil mempertahankan kendali terpusat atas operasional, branding, dan teknologi.

OHIO, bisniswisata.co.id: Operator hotel di China berkembang melalui model yang sering digambarkan sebagai “manachising,” yang menggabungkan elemen franchise dengan manajemen operasional terpusat.

Dalam pendekatan ini, pemilik properti menyediakan modal dan pengawasan lokal, sementara merek mempertahankan kendali atas fungsi-fungsi utama termasuk penetapan harga, distribusi, sistem teknologi, dan standar layanan.

Struktur ini memungkinkan operator untuk mengembangkan jaringan mereka dengan cepat tanpa sepenuhnya menanggung biaya dan risiko yang terkait dengan kontrak manajemen tradisional.

Target Ekspansi Cepat

Grup domestik besar seperti H World Group sedang mengejar strategi ekspansi agresif, dengan target jangka panjang mencapai puluhan ribu properti di seluruh Tiongkok dan pasar internasional.

Model ini terbukti sangat efektif di segmen menengah dan ekonomi, di mana standardisasi dan efisiensi sangat penting untuk profitabilitas.

Dengan menggabungkan kepemilikan waralaba dengan sistem terpusat, operator dapat berkembang lebih cepat sambil mempertahankan konsistensi merek.

Teknologi Memungkinkan Kontrol Terpusat

Platform teknologi terpusat memainkan peran kunci dalam keberhasilan model ini.
Operator menerapkan sistem terintegrasi untuk manajemen pendapatan, data pelanggan, check-in digital, dan pengadaan, memungkinkan mereka untuk pertahankan pengawasan operasional di seluruh portofolio besar.

Tingkat integrasi ini mengurangi variabilitas antar properti dan mendukung pengalaman tamu yang konsisten di berbagai pasar.
“Grup hotel di Tiongkok mampu berkembang pesat dengan menggabungkan teknologi dengan model operasional yang terstandarisasi,” demikian catatan analis di Phocuswright dalam riset industri.

Daya Tarik bagi Pemilik

Bagi pemilik properti, model hibrida menawarkan keseimbangan antara kemandiri-an dan dukungan. Pemilik mendapat manfaat dari pengakuan merek, akses ke saluran distribusi, dan sistem operasional, sambil tetap mempertahankan kendali atas aset mereka.

Hal ini telah berkontribusi pada adopsi yang kuat di kalangan pengembang dan investor, khususnya di pasar sekunder dan tersier.

Perbandingan Model Operasional Hotel: Pendekatan Tradisional vs Hibrida

Model manajemen waralaba hibrida yang muncul di Tiongkok berbeda dari pendekatan Barat tradisional dalam hal keseimbangan kendali, kebutuhan modal, dan skalabilitas.
Ekspansi model ini di China menarik perhatian operator dan investor internasional.

Di pasar dengan pasokan terfragmentasi dan permintaan domestik yang meningkat, pendekatan serupa dapat menawarkan jalan menuju ekspansi yang cepat.

Namun, mereplikasi model ini mungkin menantang di wilayah di mana sistem distribusi, struktur tenaga kerja, dan lingkungan peraturan berbeda.

Implikasi bagi Industri

Munculnya model manajemen waralaba hibrida membentuk kembali cara perusahaan hotel mendekati pertumbuhan, operasi, dan penyebaran modal.

Bagi operator, kemampuan untuk meningkatkan skala sambil mempertahankan kendali atas fungsi-fungsi utama menawarkan keunggulan kompetitif.

Bagi pemilik, model ini memberikan akses ke merek dan teknologi tanpa sepenuhnya melepaskan kendali atas aset.

Prospek

Sektor perhotelan Tiongkok diperkirakan akan terus berkembang melalui model operasional hibrida yang memprioritaskan skalabilitas dan efisiensi.

Seiring meningkatnya persaingan, kemampuan untuk menggabungkan pertumbuhan waralaba dengan kontrol terpusat dapat menjadi faktor yang semakin penting dalam menentukan kepemimpinan pasar jangka panjang

Soft Opening Nihi Rote, Jadi Harapan Baru bagi Ekonomi Pulau Rote

this formate

Foto : Nihi Rote

ROTE, NTT, bisniswisata.co.id: Di hamparan eksotis Pantai Bo’a, Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur, sebuah langkah besar menuju kesejahteraan masyarakat lokal resmi dimulai.

Peluncuran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli, bersamaan dengan soft opening Nihi Rote dan hadirnya Rote Hospitality Academy, menjadi simbol nyata bagaimana investasi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan.

Di balik kemegahan resort yang kini berdiri, tersimpan perjalanan panjang penuh visi. Founder dan Presiden Komisaris PT. Bo’a Development, Panji Adhikumoro Soeharto, mengenang awal mula penemuan lokasi tersebut lebih dari satu dekade lalu.

“Sejak pertama kali kami melihat tanah ini 15 tahun lalu, kami tahu bahwa kami telah menemukan sesuatu yang benar-benar istimewa,” ujar Panji Adhikumoro Soeharto dalam sambutannya.

Dikansir dari viva.com, dia menceritakan bagaimana pada tahun 2011 dirinya bersama sejumlah rekannya diajak menjelajahi Rote hingga akhirnya tiba di Pantai Bo’a, yang saat itu masih alami dan belum tersentuh pembangunan.

Dari kekaguman itulah lahir mimpi besar, yakni membangun salah satu resort terbaik di dunia, tanpa mengorbankan alam dan masyarakat sekitar.

Sejak pembangunan dimulai pada 2012, kawasan yang semula gersang kini bertransformasi menjadi ekosistem hijau, dengan lebih dari 1,6 juta tanaman ditanam dan pengembangan nursery yang kini menjadi salah satu yang terbesar di NTT.

Namun lebih dari sekadar destinasi wisata, Nihi Rote hadir sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat. Melalui Rote Hospitality Academy, generasi muda setempat mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan kerja secara gratis.

Program ini tidak hanya berfokus pada industri perhotelan, tetapi juga telah melahirkan sejumlah tenaga ahli lainnya yang siap mengabdi di daerahnya.

Di mana Babak Baru Dimulai

Dalam websitenya, pihak NIHI Rote menyatakan telah membuka diri di atas pasir putih Pantai Bo’a, rumah bagi ombak legendaris Bo’a Barrel.

Di tahun pertamanya, NIHI Rote adalah kanvas yang masih dilukis, sesuatu yang lebih bermakna dalam perkembangannya. Mulai Mei 2026, NIHI Rote dan Akademi Perhotelan dimulai sebagai satu kesatuan, di mana generasi baru mempelajari keahlian perhotelan kelas dunia.

Di sini, pengalaman terus berkembang. Layanan, kuliner, dan momen sehari-hari dibentuk secara langsung. Anda bukan sekadar tamu, tetapi bagian dari perjalanan.

Babak pertama ini tidak terbatas. Ini adalah sebuah proses yang terus berkembang, di mana apa yang Anda alami hari ini menjadi fondasi dari apa yang akan menjadi NIHI Rote dan Akademi Perhotelan di masa mendatang.

Ini menciptakan sesuatu yang langka. Sebuah pengalaman menginap yang lebih personal, lebih manusiawi, dan lebih terhubung daripada kemewahan tradisional.

Ini bukan sekadar NIHI Rote dan Akademi Perhotelan. Ini adalah awal dari sebuah kisah yang menjadi bagian dari Anda. ( Mohammad Ali).

Tripadvisor : Pantai Pantai Timur dan Florida Destinasi Musim Panas Paling Dicari di Amerika

this formate

Myrtle Beach Memimpin Lonjakan Pantai Timur Sementara Cancun Menduduki Peringkat Teratas Destinasi Internasional Saat Wisatawan Merencanakan Liburan

Studi ini menganalisis pencarian perjalanan AS untuk musim panas 2026, mengungkapkan Myrtle Beach memimpin permintaan domestik sementara Cancun menduduki peringkat teratas preferensi internasional untuk ketiga kalinya.

NEEDHAM, Mass, bisniswisata.co.id: – Tripadvisor, platform panduan perjalanan terbesar di dunia, telah merilis temuan awal dari Indeks Perjalanan Musim Panas yang akan datang yang mengungkapkan destinasi musim panas teratas dan yang sedang tren untuk wisatawan AS pada tahun 2026.

Data tersebut mengungkapkan preferensi untuk destinasi pantai Pantai Timur, dengan Myrtle Beach memimpin pencarian perjalanan domestik.

Destinasi pantai yang mudah diakses ini menawarkan daya tarik ramah keluarga dan aktivitas yang melayani wisatawan dari segala usia, mulai dari taman air dan aktivitas pantai hingga atraksi budaya dan hiburan lokal.

Secara internasional, Meksiko dan Karibia terus mendominasi, dengan Cancun sebagai destinasi wisata musim panas terpopuler untuk tahun ketiga berturut-turut, menawarkan pengalaman menyelam dan snorkeling kelas dunia serta kedekatan dengan situs warisan budaya ikonik.

Preferensi destinasi bergeser di sepanjang akhir pekan liburan di AS, dengan data yang mengungkapkan bahwa wisatawan memilih perjalanan akhir pekan panjang.

Pilihannya ke destinasi seperti Anaheim, California, dan Orange Beach, Alabama, untuk Hari Peringatan (Memorial Day), dan ke tempat-tempat pantai populer seperti Myrtle Beach, South Carolina, Clearwater, Florida untuk Hari Kemerdekaan (4 Juli).

Indeks Perjalanan Musim Panas: Destinasi Musim Panas Terpopuler 2026

Pencarian perjalanan musim panas menunjukkan perpaduan seimbang antara liburan pantai yang digemari dan destinasi perkotaan ikonik.

Meskipun Myrtle Beach yang sangat populer memimpin tahun ini bersama dengan tiga destinasi pantai Florida teratas, ikon kota juga menduduki puncak daftar, dengan kota-kota besar termasuk New York, Chicago, dan Las Vegas semuanya termasuk di dalamnya.

Secara internasional, Cancun memimpin di antara wisatawan AS, dengan Paris dan London melengkapi tiga besar, cerminkan permintaan yang kuat untuk pusat budaya Eropa di seluruh 10 besar.

10 Destinasi Domestik Teratas untuk Wisatawan AS:
*Myrtle Beach, South Carolina
*New York, New York
*Chicago, Illinois
*Las Vegas, Nevada
*Ocean City, Maryland
*Key West, Florida
*Panama City Beach, Florida
*Seattle, Washington
*Clearwater, Florida
*Nashville, Tennessee

Destinasi Internasional Teratas untuk Wisatawan AS :
*Cancun, Meksiko
*Paris, Prancis
*London, Inggris Raya
*Roma, Italia
*Bavaro, Republik Dominika
*Cabo San Lucas, Meksiko
*Barcelona, ​​Spanyol
*Palm-Eagle Beach, Aruba
*Vancouver, Kanada
*Oranjestad, Aruba

10 Destinasi dengan Pertumbuhan Tercepat Berdasarkan YoY Pertumbuhan

Perbandingan tahun ke tahun menunjukkan bahwa kota-kota pesisir Florida dan pulau-pulau Karibia semakin populer di kalangan wisatawan musim panas ini, sementara wisatawan internasional menemukan destinasi baru di seluruh Eropa, Karibia, dan Asia.

5 Destinasi Domestik Terpopuler

*Orlando, Florida
*Longboat Key, Florida
*Pensacola Beach, Florida
*Baltimore, Maryland
*Charlotte, North Carolina

5 Destinasi Internasional Terpopuler

*Green Island, Jamaika
*The Bight Settlement, Turks and Caicos
*Kyushu, Jepang
*Bilbao, Spanyol
*Tropea, Italia

Tren Perjalanan Akhir Pekan Memorial Day

Destinasi yang sedang tren selama akhir pekan Memorial Day menampilkan favorit baru yang semakin diminati oleh wisatawan musim panas.

Destinasi pesisir seperti St. Pete Beach dan Orange Beach, serta destinasi budaya seperti Roma dan Toronto mengalami peningkatan aktivitas pencarian, sementara Anaheim – rumah bagi Disneyland Park yang berperingkat tinggi – tampaknya akan menjadi pilihan populer untuk liburan akhir pekan yang lebih panjang.

5 Destinasi Domestik Terpopuler untuk Akhir Pekan Memorial Day

*Anaheim, California
*Orange Beach, Alabama
*St. Pete Beach, Florida
*Reno, Nevada
*Virginia Beach, Virginia

5 Destinasi Internasional Terpopuler untuk Akhir Pekan Memorial Day

*Roma, Italia
*Toronto, Kanada
*Porto, Portugal
*Bavaro, Republik Dominika
*Grace Bay, Turks and Caicos

Tren Perjalanan Akhir Pekan 4 Juli

Destinasi yang sedang tren untuk liburan 4 Juli menunjukkan preferensi wisatawan bergeser ke arah destinasi pantai seperti Virginia Beach dan Panama City Beach, dan kota-kota yang berfokus pada hiburan seperti Pigeon Forge – rumah bagi Taman Hiburan Dollywood.

5 Destinasi Domestik Terpopuler untuk Akhir Pekan 4 Juli

*Myrtle Beach, South Carolina
*Pigeon Forge, Tennessee
*Clearwater, Florida
*Virginia Beach, Virginia
*Panama City Beach, Florida

5 Destinasi Internasional Terpopuler untuk Akhir Pekan 4 Juli

*Roma, Italia
*Bavaro, Republik Dominika
*Cap Cana, Republik Dominika
*Palm-Eagle Beach, Aruba
*Oranjestad, Aruba

Tren dan Aktivitas Liburan Musim Panas

Wisatawan musim panas memprioritaskan pengalaman yang terencana dalam liburan mereka. Tur budaya dan pengalaman warisan adalah yang paling populer di kalangan wisatawan AS, diikuti oleh aktivitas luar ruangan dan tur petualangan yang memungkinkan mereka menjelajahi destinasi mereka dengan cara yang unik.

Pengalaman Terbaik yang Dipesan untuk Musim Panas:

*Tour Budaya
*Tour Budaya Terbaik meliputi:
*Tour Jalan Kaki SoHo, Little Italy, dan
Chinatown di New York
*Tour Pawn Stars dan Acara TV Realitas Las
Vegas di Las Vegas
*Tour Chichen Itza Pagi Hari: Cenote dan
mencicipi Tequila
*Tour Sejarah & Warisan Budaya

Tour Sejarah & Warisan Budaya Terbaik meliputi:

*Tour Sejarah Bawah Tanah di Bawah Jalan
*Tour Kelompok Kecil London ke Pub
Bersejarah

Pengalaman Setengah Hari Biara Montserrat dari Barcelona

*Tour Petualangan
*Tour Petualangan Terbaik meliputi:
*Perahu Cepat Sungai Thames di London
*Petualangan Kelompok Kecil ke 3 Cenote Tersembunyi dengan Mencicipi Tequila
*Tour Kayak Transparan di Cagar Alam Shell Key dan Area Teluk Tampa

Metodologi

Data perilaku situs bersumber dari data lalu lintas pihak pertama di platform Tripadvisor untuk pencarian yang dilakukan oleh wisatawan di AS dan Inggris antara 1 Februari – 10 April 2026 untuk perjalanan antara 1 Juni 2026 – 31 Agustus 2026.

PATA Buka Pendaftaran, Cari Bintang Baru ‘Face of the Future’ 2026,

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pacific Asia Travel Association (PATA) kini membuka pendaftaran untuk penghargaan bergengsi PATA Face of the Future 2026, dengan batas waktu pendaftaran pada 15 Juni 2026.

Selama hampir 25 tahun, PATA setiap tahunnya menyelenggarakan penghargaan PATA Face of the Future untuk memilih ‘bintang yang sedang naik daun’ yang luar biasa di industri perjalanan dan pariwisata.

Penghargaan ini diberikan kepada para profesional muda terpilih yang telah menunjukkan inisiatif dan kepemimpinan dalam memajukan pariwisata dan menunjuk- kan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan industri perjalanan Asia Pasifik sesuai dengan misi PATA.

CEO PATA Noor Ahmad Hamid menyatakan, “PATA Face of the Future” adalah penghar- gaan paling bergengsi dari Asosiasi untuk talenta muda; motivasi besar bagi generasi berikutnya untuk menempuh jalan yang mengarah pada perubahan.

Tahun ini, karena penghargaan ini juga bertepatan dengan Ulang Tahun ke-75 PATA, kami akan dengan senang hati merayakan wajah kepemimpinan baru di awal babak baru kami, dan berharap dapat melihat bagaimana mereka menetapkan standar untuk generasi berikutnya.

Pemenang Utama PATA Face of the Future 2026 akan menerima:

*Sponsor penuh untuk menghadiri PATA Travel Mart 2026 (PTM 2026) di Kuching, Sarawak, Malaysia

*Kursi di Dewan PATA, memberikan platform untuk mewakili para profesional muda di seluruh wilayah

*Kesempatan berbicara di acara PATA dan PATA Youth (jika ada)

*Kesempatan berbicara di acara PATA atau mitra lainnya (jika ada)

*Eksposur media global melalui saluran komunikasi PATA

*Kesempatan mentoring, termasuk melayani Sebagai mentor pemuda dalam Program Mentorship Pemuda PATA

*Penggunaan logo identitas merek PATA Face of the Future

*Artikel unggulan di situs web resmi PATA yang menceritakan perjalanan dan dampak seseorang (disediakan sendiri)

WTTC Ingatkan AS Tetap Jadi Pasar Pariwisata Terbesar di Dunia tapi Berada di Persimpangan Jalan

this formate

( foto: Shutterstock)

LONDON, bisniswisata.co.id: Amerika Serikat tetap menjadi pasar Pariwisata terbesar di dunia pada tahun 2025, tetapi kehilangan pangsa pasar menurut Riset Dampak Ekonomi terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC), yang disponsori oleh Mitra Riset Utamanya, Chase Travel.

Meskipun tahun 2025 merupakan tahun terbaik bagi sektor Pariwisata dalam hal pertumbuhan PDB sebesar 4,1%, situasinya sangat berbeda untuk Amerika Utara, yang merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling lambat secara global, hanya meningkat 1,0%, dan hanya 0,9% di AS.

Sebanyak 80 juta lebih banyak orang lakukan perjalanan internasional pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, namun mereka memilih destinasi lain.

Jumlah pengunjung AS menurun 5,5% dibandingkan tahun 2024 dan pengeluaran pengunjung internasional turun 4,6% menjadi US$176 miliar.

Meskipun AS terus memimpin dalam skala, menyumbang US$2,63 triliun terhadap PDB global, WTTC menyoroti bahwa negara tersebut kini berada di persimpangan jalan dalam pengembangan pariwisatanya.

Dengan tindakan yang tepat, AS memiliki peluang signifikan untuk memulihkan pengeluaran wisatawan internasional, mempertahankan penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat kepemimpinan globalnya – terutama karena persaingan semakin intensif dari pasar yang berkembang pesat di Asia Pasifik, seperti Tiongkok.

Pada tahun 2025, sektor Pariwisata di AS mendukung 20,4 juta lapangan kerja, naik 1,2% dari tahun sebelumnya, dan menambah sekitar 242.000 lapangan kerja baru, sebuah sinyal positif bagi sektor tersebut dan perekonomian secara keseluruhan.

Pengeluaran wisatawan domestik tetap kuat di angka US$1,54 triliun, naik 0,3% dari tahun sebelumnya dan 14,3% di atas level sebelum pandemi.

Mempertahankan momentum ini akan bergantung pada peningkatan investasi dan promosi Amerika Serikat, membangun kembali permintaan internasional, mengubah persepsi, dan memastikan AS tetap kompetitif sebagai destinasi global.

Dengan negara tersebut akan menjadi tuan rumah bersama acara sepak bola besar pada tahun 2026, WTTC menyoroti peluang yang signifikan dan mendesak.

Acara ini diharapkan akan mendatangkan sekitar 1,24 juta pengunjung internasional selama periode turnamen, menawarkan platform yang kuat untuk menampilkan pengalaman Amerika, dan mengubah pengunjung menjadi promotor perjalanan ke negara tersebut.

China, pasar terbesar kedua di dunia, dengan cepat mendapatkan tempat, dengan Pariwisata & Perjalanan menyumbang US$1,75 triliun terhadap PDB pada tahun 2025, tumbuh 9,9% dari tahun ke tahun dan mendukung 84,6 juta pekerjaan (+2,0%).

Baik pengeluaran pengunjung internasional (naik 10,5% menjadi US$135 miliar) maupun pengeluaran domestik (naik 10,7% menjadi US$890 miliar) mengalami peningkatan yang signifikan.

Momentum ini mencerminkan kekuatan yang lebih luas dari kawasan Asia-Pasifik, yang kini menjadi kawasan Pariwisata dan Perjalanan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

PDB kawasan ini tumbuh 8,2% pada tahun 2025 mencapai US$3,29 triliun, dengan beberapa pasar melampaui rata-rata global, dipimpin oleh Malaysia (11,2%) dan Filipina (10,8%), diikuti oleh Tiongkok (9,9%), India (7,3%), dan Indonesia (7,2%).

Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, mengatakan Amerika Serikat tetap menjadi pasar Pariwisata dan Perjalanan terbesar di dunia dan memiliki fondasi yang luar biasa.

Untuk menghindari kehilangan posisi kepemimpinannya, AS harus berinvestasi dalam mempromosikan daya tariknya, baik di pasar internasional maupun selama musim sepak bola musim panas.

Mengubah persepsi dan memposisikan AS sebagai destinasi yang ramah; dan meningkatkan pengeluaran wisatawan internasional, mendorong persinggahan dan pengalaman baru. kata Gloria.

Jason Wynn, CEO Chase Travel ungkapkan penelitian terbaru WTTC, sektor Pariwisata & Perjalanan AS terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dukung jutaan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi senilai triliunan dolar bahkan di tengah tantangan global.

“Dengan AS yang akan menjadi tuan rumah serangkaian acara global hingga tahun 2028, kami memiliki kesempatan luar biasa untuk menyambut pengunjung baru dan mendekatkan para pelancong dari seluruh dunia, membina hubungan yang bermakna di berbagai negara dan komunitas.” katanya.

Chase Travel berkomitmen untuk menjadi mitra dan penyedia utama untuk perjalanan domestik dan internasional, memanfaatkan pasar kelas dunia kami untuk berdayakan para pelancong, penasihat, dan mitra untuk meningkatkan setiap perjalanan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi industri ini.

WTTC akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan para pemimpin industri untuk mendukung pertumbuhan Pariwisata & Perjalanan yang berkelanjutan, memperkuat daya saing, dan memastikan sektor ini tetap menjadi penggerak lapangan kerja, investasi, dan peluang ekonomi.

Chase Travel tetap berkomitmen untuk membuat perjalanan lebih mudah diakses dan bermanfaat bagi pemegang kartu dengan menghubungkan mereka dengan mitra tepercaya, pemesanan dan dukungan yang lancar, serta pengalaman yang paling berarti.