Desa Wisata Pulesari Tonjolkan Suasana Alam Merapi

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Desa Wisata Pulesari, Wonokerto Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menonjolkan suasana alam pedesaan lereng Gunung Merapi serta sajian budaya dan kuliner khas desa, untuk ditawarkan ke wisatawan. Sajian desa wisata ini menjadi daya tarik tersendiri dan layak untuk dikunjungi.

“Potensi-potensi alam di Desa Pulesari itu yang kami manfaatkan sebagai daya tarik wisata. Pada libur Lebaran ini kami optimistis akan banyak wisatawan yang berkunjung,” kata pengelola Desa Wisata Pulesari, Didik Irawanto, Ahad (17/6).

Desa Wisata Pulesari yang berlokasi di jalur strategis arus mudik dan arus balik Lebaran ini sangat cocok menjadi tempat singgah dan berwisata. “Lokasi Desa Wisata Pulesari ini sangat strategis dan mudah dijangkau dari jalur utama mudik Lebaran, sehingga wisatawan dapat lebih mudah menemukan lokasi Desa Wisata Pulesari,” katanya.

Juga, Desa Wisata Pulesari menonjolkan kearifan lokal masyarakat setempat dengan menggali potensi yang ada, mulai dari potensi kebun salak, dan sungai dengan pemandangan Gunung Merapi.

“Sebagaimana objek wisata di kawasan lereng Gunung Merapi, Pulesari juga mengandalkan keindahan alam untuk dijual. Namun yang lebih spesifik berupa wisata air menyusuri aliran Sungai Bedog yang masih jernih dan alami,” katanya

Dilanjutkan, tracking sungai yang ditawarkan beragam jenisnya, seperti jembatan goyang, titian bambu, vertical web, gubuk hujan, tangga air, dan jaring laba-laba. “Wisatawan diajak menyusuri Sungai Bedog sembari menikmati keindahan alam desa. Kegiatan susur sungai ini yang paling diminati pengunjung mulai dari usia anak sampai dewasa,” lontarnya.

Wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan kesenian tradisional, outbond, belajar membatik dan aneka kerajinan, serta menanam padi. “Pengunjung juga berkesempatan belajar budi daya salak pondoh dan membuat olahannya seperti dodol, geplak, bakpia, enting-enting, dan madu mongso. Kami bekerja sama dengan kelompok ibu-ibu dasawisma di daerah ini,” katanya.

Keterlibatan warga, kata dia, juga ditunjukkan dengan menyediakan fasilitas homestay dari rumah warga bagi wisatawan yang ingin menginap. “Desa wisata merupakan program yang digerakkan masyarakat sehingga otomatis mereka ikut terlibat. Selain memberi kesibukan, hasilnya juga bisa untuk membantu perekonomian keluarga,” katanya.

Tak bisa dipungkiri, Sleman menyimpan desa wisata yang melimpah. Setiap desa memberikan keunggulan dan ciri khasnya masing-masing. Beberapa Desa Wisata Sleman dengan beberapa kategori, sehingga bisa lebih mudah menentukan ingin berkunjung seperti dilansir laman Tour-Yogyakarta.com:

#. Desa Wisata Brayut

Desa di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, merupakan desa budaya berbasis pertanian. Suasana desa masih alami sehingga merasakan sejuknya alam. Terlebih di desa ini terdapat arena outbound. Berkunjung ke Desa Wisata Brayut, akan merasakan langsung bagaimana menjadi orang desa lengkap dengan segala rutinitasnya seperti menanam padi, membajak sawah, menangkap ikan langsung di kolamnya, dan mandi di sungai yang jernih. Selain bertani juga bisa belajar membatik dan belajar memainkan gamelan.

#. Desa Wisata Kelor

Terletak di Kelor, Bangun Kerto, Turi, Kabupaten Sleman, memang sangat asri dan terjaga keindahan alamnya. Desa ini menyediakan area perkemahan dan berbagai wahana permainan yang seru, seperti permainan berbahan karet, jembatan buatan di atas kolam, hingga permainan flying fox. Juga menawarkan rumah Joglo bagi yang ingin tinggal di rumah Joglo. Rumah Joglo adalah rumah khas tradisional orang Yogya, rumah adat ini terbuat dari kayu jati pilihan.

#. Desa Wisata Kembang Arum

Desa wisata ini mengusung konsep desa wisata edukasi atau pendidikan di Kembang Arum, Donokerto, Turi. Terdapat fasilitas kolam pemancingan ikan dan kolam renang alami. Sebaiknya membawa keluarga terutama anak-anak, karena di Desa Wisata Kembang Arum disediakan pembelajaran seni, budaya dan lingkungan alam. Sehingga Mereka bisa belajar melukis dengan ditemani gemericik air sungai dan kicauan burung.

#. Desa Wisata Pentingsari

Desa wisata indah berada di Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, dekat Gunung Merapi, Desa Wisata Pentingsari ini menawarkan paket wisata bertani. Juga diajarkan bagaimana cara menanam padi, membajak sawah, bahkan diajarkan bagaimana menangkap ikan yang baik. Bahkan, menjelajahi desa dan mengarungi sungai yang membelah desa tersebut.

#. Desa Wisata Grogol

Desa Wisata Grogol terkenal karena seni dan budayanya. Berbagai kekayaan seni dan budaya yang dimiliki seperti, Ketoprak, Wayang kulit, Wayang orang, Karawitan, Kuda lumping, Cokekan, Keroncong, dan lainnya. Juga, ada beberapa sanggar seperti Sanggar Wijaya Kusuma, Sanggar Bujo Gati, Sanggar Sekar Rinonce dan Sanggar Ki Sarju. Desa Wisata Grogol yang terletak di Dusun Grogol, Margodadi, Sayegan, Sleman, Yogyakarta.

#. Desa Wisata Tanjung

Desa Wisata Tanjung terletak di Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, menyajikan suasana tradisional Jawa yang sangat kental. Mulai dari perilaku masyarakatnya hingga benda-benda budaya. Salah satu benda yang paling mencolok adalah bangunan Rumah Joglo yang konon telah berusia 200 tahun. Desa Wisata tanjung ini berada sekitar 5 km ke arah utara dari Monumen Jogja Kembali (MONJALI)

#. Desa Wisata Gabugan

Desa Wisata Gabugan yang indah ini terletak di Jalan Tempel Pakem, Gabugan, Jalan Turi, Donokerto, terkenal dengan salak pondohnya karena banyak perkebunan salak yang merupakan salaha satu ikon Kabupaten Sleman di bidang Agrobisnis. Juga memiliki berbagai kesenian dan budaya yang masih dilestarikan sampai saat ini, diantaranya adalah Jathilan, Karawitan, Wayang kulit dan Ketoprak . kuliner di sanapun sangat khas yakni Salak Pondoh, Dodol Salak, Mengono, dan Jenang Salak.

#. Desa Wisata Trumpon

Anda penyuka buah salak? Jika benar, Desa wisata Trumpon ini tidak boleh Anda lewatkan saat sedang berada di Yogyakarta. desa ini terkenal dengan agrowisata salak pondoh. Pemandangan Gunung Merapi menambah suasana asri desa ini. Desa wisata yang terletak di Trumpon, Merdikorejo, Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

#. Desa Wisata Ledoksambi

Desa Wisata Ledoksambi lokasinya berada di desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, DIY. Pesona yang ditawarkan oleh Desa ini adalah wisata alam dan outbound yang seru dan menyenangkan. Beragam kegiatan mulai dari fun games sampai bajak sawah, dari naik perahu sampai melukis gerabah, semuanya dapat Anda nikati di desa wisata ini.

#, Desa Wisata Bokesan

Desa wisata ini sebagian besar penduduknya memanfaatkan air yang melimpah dari sungai opak dan juga tanah sebagai kolam ikan sebagai tanah persawahan. Lokasi Desa Wisata Bokesan berada di Sindumartani, Ngemplak, Turi, Sleman, Yogyakarta

#. Desa Wisata Gamplong

Desa wisata yang satu ini terkenal dengan wisata kerajinan tenunnya yang berada di Padukuhan Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa wisata yang terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta ini juga cukup menarik untuk disinggahi oleh Anda, terlebih karena masih adanya industri kerajinan tenun tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

#. Desa Wisata Sambi

Desa wisata terakhir yang kami rekomendasikan untuk Anda adalah Desa Wisata Sambi. Suasana desa yang nyaman dan tenang inilah alasannya. Desa Wisata Sambi menawarkan arena outbound yang berada di Ledok Sambi di dekat Kali Kuning. Lokasi Desa Wisata Sambi ini terletak di Jalan Kaliurang KM 19.2, Dusun Sambi, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (NDY)

Buaya Panggang, Kuliner Ekstrem dengan Sejuta Rasa

this formate

MELBOURNE, bisniswisata.co.id: Untuk mendapatkan sejuta cita rasa yang khas dari kawasan Australia Utara, letakkan buaya sepanjang 1,8 meter di barbekyu. Itulah yang dilakukan Justin Whitrow di Mindil Beach Sunset Markets saat menyajikan kuliner ekstrem. Buaya yang dimasak lama disajikan dalam taco.

Withrow menganggap waktu memasak delapan hingga sembilan jam membawa rasa baru pada daging. Ini jadi lumayan berbeda. Banyak orang yang menyebutnya sejenis ayam yang dibumbui, tapi kami menemukan itu keluar dari panggangan lebih seperti konsistensi daging babi tumis yang lengket,” kata Whitrow seperti dilansir laman ABCNews, Ahad (17/06/2018).

Buaya yang dikuliti tetapi tetap memiliki kepala, masing-masing sekitar 1,5 meter hingga 1,8 meter panjangnya. “Ukuran paling manis. Seperti kebanyakan hewan, yang lebih kecil punya daging yang lebih manis sehingga rasanya sedikit lebih baik,” kata Whitrow.

Whitrow mengatakan ia telah melihat perlakuan serupa dengan buaya di Amerika, tetapi berharap buaya panggang bisa menjadi dikenal sebagai hidangan “benar-benar unik” untuk Kawasan Utara. Dia mengatakan itu adalah daging yang berkelanjutan, karena buaya kebanyakan dibesarkan untuk kulit mereka.

Industri buaya senilai 106,7 juta dolar AS untuk Kawasan Utara pada 2014-2015. “Ini adalah industri yang sangat berkelanjutan di sini dengan industri buaya dan tidak banyak penjualan daging dengan banyak yang berorientasi pada kulit,” katanya. “Kami benar-benar merasa itu adalah produk daging berkelanjutan yang harus lebih banyak digunakan.” sambungnya,

Namun di masa depan, Whitrow mengatakan ia mungkin merambah ke cita rasa Utara lainnya, termasuk kerbau. (ABC)

Lebaran, 1000 Wisatawan Diprediksi Jelajahi Rinjani

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah menyiapkan petugas piket sebagai salah satu upaya mengantisipasi lonjakan wisatawan lokal yang melakukan pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saban tahunnya, mulai H+2 Idul Fitri, pendaki mulai berdatangan.

“Jumlah pendaki pada libur Lebaran bisa mencapai lebih dari 1.000 orang per hari, terutama wisatawan lokal yang paling mendominasi,” kata Kepala Bagian Tata Usaha BTNGR Dwi Pangestu seperti dilansir laman Antara, Ahad (17/06/2018).

Dilanjutkan, antisipasi lonjakan jumlah pendaki sejak H+2 Lebaran 2018 juga dimaksudkan untuk menjaga agar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, terutama di sepanjang jalur pendakian, tetap bersih dari sampah. BTNGR sudah mengatur jadwal para petugas yang wajib berpatroli mulai dari pintu masuk hingga pusat peristrahatan para pendaki di sekitar Danau Segara Anak.

“Kami juga mengimbau kepada para pemandu wisata gunung untuk menjaga kebersihan dengan membawa turun semua sampahnya,” kata Dwi sambil menegaskan bahwa pada Juni 2018 akan dilakukan aksi bersih sampah di jalur pendakian Gunung Rinjani bersama Pemerintah Provinsi NTB, dan Kelompok Masyarakat Peduli Gunung Rinjani.

BTNGR menyiagakan petugas piket untuk berjaga di pos pintu masuk pendakian Resort Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, petugas juga disiagakan di Resort Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Pengawasan di dua pintu masuk pendakian lainnya dibantu oleh kelompok masyarakat mitra BTNGR, yakni di jalur pendakian Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah. “Petugas piket dari pegawai nonmuslim disiagakan mulai H-2 hingga H+3 lebaran,” ujarnya.

Keberadaan petugas dibutuhkan karean ada saja wisatawan asing yang ingin mendaki. Mulai H+2 lebaran, kata Dwi, upaya penjagaan di Resort Sembalun dan Senaru, akan dibantu oleh warga lokal, terutama kelompok masyarakat yang tergabung dalam forum “porter dan guide” (pemandu wisata gunung).

Upaya melibatkan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan dan pengawasan digulirkan agar tidak ada pemandu wisata gunung dan “trekking organizer” (TO) ilegal yang beroperasi. BTNGR telah melakukan pendataan ulang pemandu gunung pada 2017.

Dari hasil pendataan tersebut diperoleh jumlah pemandu gunung sebanyak 1.059 orang. Dari total jumlah tersebut yang sudah mendaftar dan melakukan legalisasi hingga 30 Mei 2018 sebanyak 660 orang. Namun, yang sudah terbit izin dan kartu tanda anggota (KTA) baru sebanyak 517 orang, terdiri atas 247 orang porter dan 193 orang guide.

Sisanya masih dalam proses. “Seluruh pemandu wisata gunung harus berizin. Kebijakan itu sudah diberlakukan sejak 1 Juni 2018. Begitu juga dengan TO harus ada izin resmi,” ucap Dwi. (NDY)

Lebaran Pertama, Arus Penumpang Bandara Bali Paling Tinggi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura (AP) I mencatat arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat paling tinggi pada hari pertama Lebaran 2018. Penumpang tertinggi di bandara Bali mencapai 74.931 orang.

“Angka ini (jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali) naik 12,03 persen dari 66.884 orang pada H1 Lebaran 2017,” kata Corporate Secretary AP I Israwadi dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (17/06/2018).

Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Israwadi menjelaskan total penumpang di Bandara Surabaya sebanyak 51.812 orang atau turun 3,03 persen dari 53.430 orang pada H1 Lebaran 2017. Selanjutnya penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar 22.067 orang. “Angka ini turun 19,51 persen dari 27.416 orang pada H1 Lebaran 2017,” tutur Israwadi.

Dilanjutkan, pada hari pertama Lebaran 2018 total arus penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 246.590 orang. Angka tersebut menurutnya tumbuh 2,15 persen dari 241.402 orang dibandingkan H1 Lebaran 2017.

Trafik penumpang di bandara yang dikelola AP I pada periode H-8 hingga H1 Lebaran 2018 mencapai sekitar 2,5 juta orang. Angka tersebut tumbuh 8,2 persen dari periode yang sama pada 2017. Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai 20.553 pergerakan pesawat, tumbuh 9,7 persen dari tahun lalu.

Sementara jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, pada H+1 Lebaran 2018, 15 Juni, mengalami kenaikan sebesar 6,75 persen dibandingkan waktu yang sama pada 2017. Jumlah total penumpang pada Jumat terdata sebanyak 186.204 orang, sedangkan pada lebaran pertama tahun lalu ada 174.436 penumpang.

Rincian penumpang lebaran pertama 2018 untuk penumpang datang domestik tercatat sebanyak 65.393 penumpang dan penumpang internasional yakni 19.382 penumpang. Sementara untuk keberangkatan yang domestik tercatat 78.619 penumpang dan Internasional ada 22.810 penumpang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Lebaran, Copet Bergentayangan di Ragunan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mengisi liburan Lebaran di Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan, harus meningaktkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Persoalan utama yang dihadapi wisatawan adalah aksi pencopet yang bergetayangan memanfaatkan kelengahan pengunjung.

“Kami akan pantau titik yang rawan kejahatan saat jumlah pengunjung meningkat selama libur Lebaran ini. Kejahatan paling rawan di Ragunan adalah pencopetan,” ungkap Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar di area Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Sabtu (16/06/2018).

Biasanya, lanjut Kapolres, pelakunya ibu-ibu yang menyamar menjadi pengunjung. Modus aksi pencopet dengan memepet korban saat berdesakan. Umumnya, pelaku pencopetan melancarkan aksi kejahatan secara berkelompok. Titik-titik rawan pencopet berada di kandang ular, burung dan sentra oleh-oleh. “Kami siapkan personil di sana. Termasuk ada intel yang mengawasi,” ujarnya.

Selain pencopetan, kasus anak hilang juga kerap terjadi ketika pengunjung Kebun Binatang Ragunan membludak. Karena itu ia meminta pengunjung tidak membiarkan buah hati mereka lepas dari jangkauan. “Banyak anak yang terlepas dari orang tuanya, meski umumnya kembali ke orang tuanya namun kasus anak hilang juga harus jadi perhatian kita,” sambungnya.

Kepolisian Resor Jakarta Selatan menyiagakan 114 personel polisi dari total personel gabungan mencapai 337 orang untuk menjaga kawasan Kebun Binatang Ragunan selama masa libur Lebaran 2018. Pengawasan juga dibantu TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Dilanjutkan, dalam pengamanan ini pihaknya membentuk tiga ring pengawasan. Ring pertama berada di dalam lokasi wisata Ragunan. Sedangkan ring kedua di pintu masuk. “Ring ketiga berada di jalan sekitar Ragunan, untuk mengantisipasi kemacetan,” kata Indra.

Indra menuturkan, selama libur Lebaran jumlah pengunjung objek wisata ini selalu meningkat tajam. Di hari kedua libur 2018 ini, peningkatan jumlah pengunjung sudah mulai terlihat. Jumlah pengunjung di hari pertama lebaran mencapai 21 ribu. Sementara hari ini, baru tiga jam sejak pintu masuk dibuka, sudah ada 20 ribu orang.

Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Dina Himawati memprediksi jika lonjakan pengunjung akan terjadi pada hari ketiga dan keempat sesudah Lebaran. “Hai kedua, ketiga dan keempat jadi hari Sabtu, Minggu dan Senin,” ucapnya.

Padahal, lanjut Dina, mereka sebelumnya sudah menginformasikan kepada calon pengunjung untuk menghindari kunjungan dihari tersebut melalui media sosial. “Kita sudah jauh-jauh hari menginformasikan kepada calon pengunjung melalui media sosial kami untuk menghindari kunjungan di hari kedua, tiga dan empat karena kita perkirakan hari itulah lonjakan, berdekatan juga dengan akan berakhirnya cuti bersama,” paparnya. (NDY)

Perahu Wisata Terbalik, 1 Wisatawan Tewas

this formate

BIMA NTB, bisniswisata.co.id: Sebuah perahu boat ditumpangi sekitar 30 wisatawan lokal yang hendak menuju Pulau Satonda, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbalik, Sabtu (16/6/2018). Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, tiba-tiba terbalik dan menenggelamkan semua penumpangnya. Dari 30 orang penumpang, 1 penumpang di antaranya dilaporkan tewasa.

Kapolsek Tambora IPTU Sukarmin mengatakan, kecelakaan laut itu terjadi di Perairan So Nae Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora. “Perahu pengakut sekitar 30 orang penumpang yang hendak berwisata ke Pulau Satonda tersebut tiba-tiba terbalik dan mengakibatkan semua penumpang tenggelam,” katanya.

Dijelaskan, perahu tersebut milik Nain, warga Desa Kore, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penyebab terbaliknya diduga akibat kelebihan muatan dan hantaman gelombang di tengah laut antara Pulau Satonda dan Pantai So Nae Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. “Para penumpang sempat menyelamatkan diri dengan bergelantungan di boks ikan dari gabus yang ada dalam kapal tersebut,” sebutnya.

Beruntung, para korban langsung dievakuasi oleh kapal penumpang lainnya yang menyusul dari belakang sehingga para korban dapat diselamatkan. Meski demikian, dalam peristiwa tersebut terdapat 6 orang korban yang harus dilarikan ke Puskesmas Calabai untuk mendapatkan perawatan medis lantaran banyak minum air laut.

“Satu orang di antaranya atas nama Kamsiah (36) asal Dusun So Nae Desa Kawinda, Kecamatan Tambora tewas. Kemudian, sekitar 10 menit para korban lainnya langsung dievakuasi oleh kapal penumpang yang menyusul belakangan,” jelas Kapolsek seperti dilansir laman Sindonews.com

Ada pun nama korban lainnya yang saat ini tengah dirawat di Puskesmas Calabai, Kabupaten Dompu yakni Suharni (24) dengan kondisi lemas. Adi Mulyadin (30) dengan kondisi lemas dan sesak napas. Dimas Alhafidz (3) dengan kondisi lemas dan Hani (30) dengan luka robek pada telapak kaki kanan.

“Semuanya korban di atas berasal dari satu desa yakni Desa Kawinda Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Sementara perahu tenggelam ini diduga kuat akibat kelebihan muatan dan disertai besarnya gelombang di perairan tersebut. Sehingga menghantam kapal dan akhirnya karam,” ungkapnya.

Ia memastikan, tidak ada korban yang meninggal di lokasi kejadian atau TKP, melainkan satu korban meninggal tersebut setelah berada di Puskesmas Calabai akibat banyak meminum air laut.

Hingga saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolsek Pekat, Kabupaten Dompu untuk mendata dan mengidentifikasi para korban. Kemudian berkoordinasi dengan Satpol Airud. “Tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang belum terselamatkan mengingat minimnya armada yang membantu saat evakuasi,” pungkasnya. (SIN)

Labuan Bajo Ditetapkan Jadi Badan Otoritas Pariwisata

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Pemerintah pusat menetapkan Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Badan Otoritas Pariwisata (BOP). Penetapan BOP Labuan Bajo itu melalui Peraturan Presiden nomor 32/2018, yang ditandatangani pada 5 April 2018,

“Berkaitan perkembangan proses pembentukan BOP Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Penetapan Labuan Bajo ini tidak terlepas dari keberadaan Taman Nasional Komodo (TNK) yang dibentuk sejak 1980,” papar Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Klakik, Sabtu (16/6/2018).

TNK adalah rumah bagi reptil purba komodo (Varanus komodoensis) dan aneka biota laut. Sementara Labuan Bajo adalah ibukota kabupaten menjadi pintu gerbang menuju TNK. Karena kekayaan alam itu, TNK kini menjadi target tujuan pariwisata dunia, tidak hanya untuk melihat komodo tetapi juga kegiatan wisata, di antaranya snorkeling, menyelam, dan jalan kaki.

Karena itu, sambung dia seperti dilansir laman Antara, tuntutan pembangunan di Labuan Bajo sebagai pintu gerbang dan zona penyangga TNK sangatlah mendesak. Selain itu, indikator utama dari kehadiran BOP Labuan Bajo adalah peningkatan kunjungan wisatawan dan penerimaan negara.

Pada 2019, pemerintah menargetkan 20 juta kunjungan ke Indonesia. Labuan Bajo terpilih menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas 2016 demi memenuhi target nasional itu. Melalui pembentukan BOP Labuan Bajo, ditargetkan jumlah kunjungan mencapai 500.000 wisatawan pada 2019. Jumlah itu naik lima kali lipat dari jumlah wisatawan pada tahun 2015 yakni sebesar 90.000 wisatawan.

Destinasi wisata Labuan Bajo bukan hanya melihat komodo, namun ada hampir 20 obyek wisata yang tersebar di wilayah ini. Dari jumlah itu ada beberapa destinasi wisata yang jadi hits dan kerap didatangi wisatawan, antara lain:

#. Gili Laba

Merupakan sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo, yang menawarkan panorama alam yang menawan. Hamparan laut terlihat sangat cantik dari atas bukit. Pemandangan warna biru jernih air laut dengan pasir putih membentang. Dari puncak gili laba dapat melihat pemandangan Pulau komodo. Saat musim penghujan warna-warna pepohonan hijau namun saat kemarau warna pepohonan jadi kuning.

#. Wisata Pulau lainnya

Selain Pulau Komodo dan Gili Laba, juga ada wisata pulau lainnya: Pulau Rinca, Kanawa, Padar, Seraya, Kalong, Bidadari, Kelor dan Pulau Kambing. Dan Pulau Rinca serta Pulau Padar yang menarik karena dihuni satwa komodo jumlahnya sekitar 1500 ekor. Selain komodo juga ada kerbau liar, aneka burung dan babi liar. Di pulau rinca para pengunjung ditawarkan untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan yaitu dengan program penanaman tanaman bakau. Sementara Pulau Kanawa menawarkan wisata bawah laut dengan berbagai terumbu karang, ikan kecil berwarna warni, mola-mola dan penyu dapat terlihat jelas hal ini karena air laut yang masih sangat jernih.

#. Wisata Susur Goa

Di Labuah Bajo ada dua goa yang menarik untuk dikunjungi. GOa Watu Cermin dan Goa Rangko. Goa Watu Cermin menyajikan fosil hewan laut di dinding goa dan menjadi bukti dulu goa ini berada di dasar laut. Gua rangko terdapat air laut warna biru jernih dengan dihiasi berbagai stalaktit yang membuat pemandangan sekitar gua sangat eksotis.

#. Air Terjun Cunca Wulang

Air terjun ini memiliki ketinggian 200 mdpl yang mirip green canyon. Berbagai bebatuan mengapit sepanjang sungai. Dapat dipanjat karena batu itu tidak punya sisi tajam. Jika ingin meloncat dari atas batu, dapat melakukannya loncat di atas batu setinggi 6 meter di air terjun cunca wulang ini, akan tetapi harus konsultasi dulu ke guide ya karena terkadang debit air dapat berkurang jika mulai memasuki musim kemarau. Jika tak bisa renang, cukup main ke air terjun sambil menikmati pesona dindingnya yang menyatu dengan airnya yang tenang.

#. Taka Makasar

Pulau super kecil nan mungil yang berada di tengah lautan atau mungkin bisa juga dibilang hanya sebuah gosong pasir. Walaupun kecil mungil namun pemandangan disini dibilang cukup menarik. Hamparan pasir putihnya sungguh menggoda siapa saja untuk sejenak bersantai dan bermain air di tepian pantainya yang landai dan tak terlalu dalam. Dan jika berenang sedikit menjauh, karang karang sangat indah siap menyapa kita.

#. Manta Point

Tak jauh dari Taka Makassar terdapat sebuah perairan yang menjadi habitat dari sang manta – si ikan pari manta. Untuk melihat ataupun berenang bareng manta ini butuh sedikit hoki dan keberuntungan karena manta yang selalu berpindah dan arus yang lumayan kencang. Pada saat ke sini kapal yang saya tumpangi pun berputar-putar dan tak menemukan si manta ini.

#. Pantai Pink

Sesuai namanya, memang pantai ini mempunyai pasir yang berwarna pink. Sekilas memang tak tampak tapi coba ambil segenggam pasirnya dan perhatikan, maka akan Nampak butir butiran halus berwarna merah. Warna pink ini semakin terlihat jika kalian pandang dari ketinggian bukit dan matahari sedang bersinar terang. Pantai pink di Indonesia hanya ada 2 yang pertama di Kepulauan Komodo ini dan yang kedua berada di Pulau Lombok. Warna pink ini sebenarnya berasal dari sebaran karang karang berwarna merah yang banyak terdapat di sekitar pantai. Pada saat karang ini hanyut dan hancur terbawa arus butiran butiran karang ini tercampur diantara pasir pasir dan sekilas menjadikan warnanya pink.

#. Bukit Sylvia

Nama bukit ini terinspirasi akan nama sebuah resort yang berada tak jauh dari bukit ini. Terletak tak begitu jauh dari pusat kota Labuan Bajo, kalian dapat menyewa motor ataupun mobil untuk mencapainya dan hanya butuh waktu 10 menit saja untuk mendaki. Di atas bukit kalian dapat melihat berkeliling 360 derajat. Panorama perbukitan gersang pun tersaji di depan mata, garis pantai meliuk yang memanjakan dan pulau pulau indah yang tersebar menunggu untuk kita jelajahi

#. Desa Cancar

Di desa ini ada area persawahan yang dibentuk mirip seperti sebuah jaring laba-laba raksasa. Jika ingin melihat persawahan unik ini, posisi terbaiknya adalah dari ketinggian sehingga bisa dengan leluasa melihat persawahan ini dengan view sempurna. Untuk itu, para travellers biasanya akan berkunjung ke Puncak Weol, dimana bisa mendapatkan view secara keseluruhan dari sini. Siap-siap dibuat takjub karena yang petani Desa Cancar lakukan benar-benar bukan hanya sekedar menanam padi tapi juga membuat sebuah karya seni.

5. Kampung Melo

Di sekitar Labuan Bajo ada wisata budaya yaitu Kampung Melo. Saat berkunjung ke Kampung Melo, disambut tarian caci yang merupakan tarian khas Manggarai dan dimainkan para lelaki dari Kampung Melo. Saat membawakan tarian caci, para penari mengenakan pakaian yang tak kalah atraktifnya dengan pertunjukan tariannya itu sendiri. Para lelaki ini akan mengenakan topi dan membawa pecut serta tameng yang akan digunakan untuk peragaan menyerang lawan tarinya. Tak hanya tariannya, pemandangan indah yang ada di Kampung Melo ini dijamin akan membuat siapa saja yang datang berkunjung akan sangat terkesan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sayang, Sebagian Jalan Menuju Destinasi Wisata Garut Rusak

this formate

GARUT, bisniswisata.co.id: Sebagian akses jalur objek wisata unggulan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam kondisi rusak. Akan tetapi, jalan tersebut masih cukup aman dilintasi kendaraan wisatawan yang ingin mengisi waktu libur lebaran.

“Masih ada yang belum maksimal (bagus) tapi secara fungsinya saya kira sudah cukup nyaman dilewati,” kata Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut, Jujun Juansyah kepada wartawan di Garut, Sabtu (16/6).

Ia mengatakan, 90 persen akses jalan menuju objek wisata di Kabupaten Garut sudah bisa dilewati kendaraan dengan mudah dan aman. Namun beberapa titik jalan, masih ada yang perlu diperbaiki seperti jalur menuju Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora. “Belum maksimal diperbaiki itu seperti daerah Cikembluan sehingga kenyamanannya kurang,” katanya.

Ia menyampaikan, jalur wisata lainnya yang masih terdapat kerusakan jalan yakni menuju Taman Wisata Alam Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan. Menurut dia, jalur wisata alam unggulan di Garut itu masih ada beberapa titik jalan yang kondisinya belum dapat diperbaiki oleh pemerintah daerah.

“Papandayan jalur kabupaten, kondisinya sudah 90 persen bagus, tapi ada beberapa yang rusak sekitar 10 persen, tapi secara keamanan masih layak dilalui kendaraan,” katanya.

Sementara daerah wisata lainnya seperti Situ Cangkuang di Kecamatan Leles, kata dia, telah dilakukan pemerataan jalan agar pengendara nyaman saat melewati jalur tersebut. Selanjutnya, jalur objek wisata Cipanas Garut di Kecamatan Tarogong Kaler sudah selesai dilakukan pemeliharaan sehingga aksesnya lebih mudah.

“Wisata Situ Bagendit tidak masalah, untuk daerah selatan seperti Pantai Sayang Heulang sudah bagus, kemudian daerah lainnya ada yang sudah bagus,” katanya seperti diunduh laman Antara.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut memiliki kewenangan untuk pemeliharaan jalan sepanjang 829 kilometer, sebesar 75 persen dalam kondisi bagus. “Hanya 75 persen yang sudah mantap, ini yang menjadi ‘PR’ (pekerjaan rumah) yang ditargetkan bupati tahun ini 80 persen jalan sudah harus bagus,” katanya.

Namun ada beberapa destinasi wisata di Garut yang menjadi hits, kerap dikunjungi wisatawan. Antara lain:

# Candi Cangkuang
Candi ini, dibangun pada jaman Hindu peninggalan Kerajaan Sunda Galuh. Keunikannya adalah artefak peninggalan dari dua agama, Hindu dan Islam. Peninggalan agama Hindu adalah patung Dewa Siwa dari abad VIII. Peninggalan Islam dari abad XVII ada makam Embah Dalem Arief Muhammad. Ia adalah penyebar agama Islam pertama di Garut. Letak candi ini, ada di tengah-tengah danau kecil bernama Cangkuang. Objek wisata sejarah ini berada di Garut selatan, disekitaran kampung yang sangat memegang teguh adat dan budayanya, Kampung Pulo namanya.

# Wisata Kampung Pula
Kampung Pulo sebagai penyebar agama Islam pertama di Cangkuang. Embah Dalem Arief Muhammad turut mendirikan peradaban di sekitarnya. Mulanya Embah Dalem Arief Muhammad, panglima perang Kerajaan Mataram yang ditugaskan Sultan Agung menyerang VOC di Batavia. Karena kalah dan takut dapat sanksi jika pulang ke Mataram, Embah Dalem Arief Muhammad memutuskan bersembunyi di Cangkuang. Padahal warga sekitar menganut agama Hindu, animisme dan dinamisme. Bukti penyebaran agama Islam oleh Embah Dalem Arief Muhammad dipamerkan di museum kecil yang ada di dekat makam keramat. Juga ada naskah Alquran dari abad XVII dari daluang atau kertas tradisional dari batang pohon saeh. Ada naskah kotbah Idulfitri dari abad yang sama sepanjang 167 sentimeter berisi keutamaan puasa dan zakat fitrah.

# Wisata Pantai
Garut juga memiliki pantai yang indah. Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Syang Heulang, Pantai Karang Paranje, Pantai Puncak Guha dan Pantai Cijeruk Indah. Ada sekitar enam pantai yang paling sering didatangi wisatawan lokal, nasional hingga internasional. Karena pemandangannya bagus, hawanya sejuk, ombaknya menakjubkan, batu karangnya menantang, bahkan ada pantai memiliki air terjun yang menghadap pantai, yakni Pantai Rancabuaya. Pantai ini paling terkenal di Garut. Jika Pantai Santolo terkenal dengan sumber air panasnya saja. Pantai Sayang Heulang dikenal memiliki terumbu karang yang alami. Pantai Karang Paranje ada gugusan karang di sepanjang pantainya. Pantai Puncak Guha keunikannya dilihat dari atas tebing. Di bawah tebing itu Anda dapat melihat ratusan kelelawar.

# Situ Bagendit
Situ Bagendit adalah obyek wisata danau di Kecamatan Banyuresmi. Situ ini terkenal karena kualitas lingkungannya sangat baik dan kebersihannya terjaga. Kegiatan wisata yang dapat Anda nikmati di sini yaitu menikmati pemandangan indah dengan udara sejuk, bermain perahu dan sepeda air, menaiki rakit khas Situ Bagendit. Juga ada legenda menarik lahirnya objek wisata air.

Legenda dikutip dari buku Seputar Garut karya Darpan dan Budi Suhardiman, dulu kala ada janda kaya tapi pelit. Warga menyebutnya Nyi Endit, dari kata pedit (bahasa Sunda) artinya pelit. Suatu hari, Nyi Endit kedatangan kakek kelaparan. Tiga hari sang kakek minta makanan, tapi tak diberi. Hari ketiga si kakek menasihati Nyi Endit agar mau berbagi kepada sesama. Nyi Endit tak terima nasihat itu, ia naik pitam lalu mengusir si kakek. Sambil pergi si kakek sempat menancapkan tongkatnya di halaman rumah Nyi Endit. Tak terima halaman rumahnya dipasangi tongkat si kakek. Ia mencabut tongkat dan melemparkannya. Bekas tancapan tongkat muncul air, makin lama air makin deras bagai air bah. Rumah Nyi Endit dan hartanya tenggelam dalam air bah hingga menjadi situ Bagendit seperti sekarang ini

# Curug Orok
Curug Orok adalah sebuah tempat wisata di Garut yang berupa air terjun. Berlokasi di Desa Cikandang, Curug Orok adalah tempat wisata air terjun di Garut yang paling terkenal. Nama Curug Orok berasal dari cerita masyarakat Garut yang mengatakan bahwa dahulu kala ada seorang ibu yang membuang bayinya dari atas air terjun tersebut. Curug Orok memiliki ketinggian sektiar 45 meter

# Gunung Papandayan
Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Gunung Papandayan hanya berjarak 70 KM dari kota Bandung sehingga banyak warga Bandung yang pergi berwisata ke Gunung Papandayan. Daya tarik utama dari Gunung Papandayan adalah kawah dan air panasnya yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Selain itu banyak juga pecinta alam yang datang mendaki Gunung Papandayan untuk melihat keindahan panorama matahari terbit dari gunung ini. Apabila Anda ingin mendaki Gunung Papandayan, jangan lupa membawa baju hangat karena udara di puncak gunung ini termasuk dingin.

# Air Panas Cipanas
Cipanas adalah nama daerah di Garut yang terkenal dengan permandian air panas alaminya. Air Panas Cipanas terletak sekitar 6 KM dari kota Garut dan 50 KM dari kota Bandung. Dalam perjalanan mencapai Air Panas Cipanas, Anda akan melewati pegunungan dengan hamparan sawah yang hijau dan indah. Air Panas Cipanas banyak dikunjungi wisatawan baik yang menginap maupun yang hanya ingin beristirahat sejenak setiap harinya karena Air Panas Cipanas mengandung berbagai jenis mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain itu fasilitas di daerah ini juga sangat lengkap untuk kegiatan wisata.

# Puncak Darajat Garut
Objek wisata Garut lainnya yang paling populer yaitu wisata darajat Garut. Tempat wisata di Garut Darajat Pass merupakan salah satu objek wisata yang berada di dataran yang cukup tinggi.Wisata ini menjadi salah satu wisata yang sangat digemari oleh para wisatawan. Wisata Garut darajat ini merupakan salah satu objek yang berupa pemandian air panas. Puncak Darajat Garut menjadi objek wisata air panas Garut paling populer karena tempatnya yang sangat nyaman. Terlebih lagi, Anda bisa menikmati mandi dan bermain di tempat yang asri bersama dengan keluarga Anda. Puncak Darajat ini memiliki konsep yaitu taman bermain, sehingga sangat tepat membawa anak-anak Anda untuk mandi dan bermain disini. Dengan konsep taman bermain, menjadikan puncak Darajat Garut menjadi salah satu objek wisata Garut air panas yang sangat populer. Bahkan menjadi objek wisata di Garut paling terkenal.

# Kampung Sampireun
Wisata daerah Garut yang menjadi incaran para turis lainnya yaitu wisata Garut Sampireun. Tempat wisata di Garut Sampireun ini berupa suatu penginapan yang menawarkan fasilitas serta pemandangan yang cukup indah.Bagi Anda yang ingin berwisata dengan menikmati suasana ala sunda yang sangat kental, resort Kampung Sampireun bisa menjadi tujuan wisata Anda.Karena resort ini menawarkan fasilitas serta keindahan yang cukup unik khas dari sunda.

# Tebing Alam Batu Tumpang
Bagi Anda yang menyukai wisata yang menantang adrenalin, wisata daerah Garut yang satu ini sangat cocok bagi Anda.Tebing alam batu tumpang merupakan salah satu wisata yang menawarkan untuk pnajat tebing. Tebing yang cukup curam ini sangat cocok dan akanmenantang nyali Anda. Tak sedikit orang yang mengunjungi wisata alam Garut yang satu ini untuk menjajal keberanian seseorang.Penasaran ingin mencobanya?Lokasinya yang tak jauh dari sebuah pasar bernama Cikajang ini bisa Anda temui dengan mudah.

# Curug Citis
Wisata Garut lainnya yang menawarkan pemandangan yang indah dengan udara yang masih asri yaitu Curug Citis.Curug Citis merupakan objek wisata berupa air terjun yang berada dikaki gunung Guntur.Pepohonan yang masih rindang dan lebat tumbuh dengan subur disekitar curug ini.Sehingga Anda bisa menikmati segarnya air di curug ini dengan udara yang masih asri. (NDIK)

McDonald’s Haramkan Sedotan Plastik

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Mulai September 2018, McDonald’s mengharamkan penggunaan sedotan plastik dan akan diganti dengan kertas di semua jaringan restorannya di Inggris dan Irlandia. McDonald’s menambah panjang daftar perusahaan yang meninggalkan penggunaan produk plastik sekali pakai yang memerlukan ratusan tahun agar bisa terurai, jika tidak didaur ulang,

Jaringan rumah makan ini menggunakan 1,8 juta sedotan setiap hari di Inggris. “Mewakili perdebatan masyarakat yang lebih luas, pelanggan mengatakan kepada kami keinginan mereka terkait dengan penggunaan sedotan,” kata perusahaan itu, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/6/2018).

Keputusan ini diambil setelah uji coba di sejumlah restoran pada permulaan tahun ini dianggap berhasil. Langkah ke sedotan kertas akan rampung pada tahun depan.

Menteri Lingkungan Inggris Michael Gove mengatakan hal ini sebagai “sumbangan penting” untuk membantu lingkungan. Ini adalah “contoh yang baik untuk bisnis yang lebih besar,” katanya.

Larangan ini tidak diperluas pada bagian lain dari jaringan raksasa makanan ini, tetapi percobaan sejenis akan dimulai di sejumlah gerainya di AS, Perancis dan Norwegia.

Di beberapa negara lain, sedotan hanya diberikan jika diminta pelanggan. Pada bulan April, pemerintah mengusulkan larangan sedotan plastik dan pembersih dari kapas di Inggris. Tetapi banyak kalangan dunia usaha, seperti Waitrose, Costa Coffee, dan Wagamama, sudah beraksi sebelumnya.

Semua pub JD Wetherspoon berhenti menggunakan sedotan plastik pada permulaan tahun. Pizza Express menyatakan akan menggantikan semua sedotan plastik dengan bahan yang dapat didaur ulang secara alamiah pada musim panas tahun 2018.

Dan lebih dari 60 acara di Inggris–termasuk Boardmasters dan Bestival– telah melarang sedotan plastik sebagai bagian dari janji membuang plastik sekali pakai di tempat acara pada tahun 2021.

Kebanyakan sedotan plastik terbuat dari polypropylene dan polystyrene, yang kecuali didaur ulang akan memerlukan ratusan tahun agar dapat terurai. Sebagian besar dari plastik ini berakhir di TPA dan laut. Program Blue Planet II BBC menggarisbawahi kerusakan yang ditimbulkan plastik bagi kehidupan laut.

Tetapi tidak semua orang memandang pelarangan total sebagai jawaban. Sedotan plastik memungkinkan banyak orang cacat di dunia dapat minum tanpa bantuan, kata Baroness Tanni Grey-Thompson. Dia mengatakan sedotan kertas tidak selalu cocok dan aman.

Tetra Pak, perusahaan bungkus makanan, menyatakan sedotan plastik memerankan fungsi “penting” dan seharusnya tidak dilarang. Mereka memandang sedotan dapat didaur ulang bersama-sama dengan karton jika ditaruh kembali ke dalam kotak.

Transcend Packaging di Wales, dan Huhtamaki di Belfast, akan memasok sedotan ke 1.361 rumah makan McDonald’s. Sedotan akan menggunakan kertas dari sumber berkelanjutan, perusahaan tersebut menyatakan.

“Rencana ambisius pemerintah, bersama-sama dengan kuatnya opini masyarakat, telah membantu peningkatan usaha meninggalkan plastik dan saya bangga kami mampu berperan,” kata Paul Pomroy, pimpinan McDonald’s Inggris dan Irlandia. (BBC)

Buaya Melipir, Pengunjung Pantai Ancol Khawatir

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sosok seekor buaya tiba-tiba hadir dan melipir dipinggir Dermaga Sunda Payung Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kehadirannya cukup menghebohkan warga sekitar. Pasalnya, selama ini tak tanda-tanda kehidupan satwa reptil yang menakutkan di kawasan ini.

Bahkan, Warganet sempat heboh dengan video seekor buaya yang berkeliaran di Dermaga Sunda Payung Dayung, pada Kamis (14/6/2018). Video itu diunggah di instagram akun mediamuslimin pada Jumat (15/6/2018). Dalam video itu, ada seekor buaya yang sedang berjalan di bawah jembatan.

Sedangkan, dalam komentarnya disebutkan video tersebut berdasarkan informasi dari Penjagaan Pondok Dayung. Bahwa, pada hari Kamis (14/6/2018) sekira pukul 17.48 Wib anggota KRI Sibolga telah melihat buaya di Dermaga Sunda Pondok Dayung.

Buaya sepanjang 2,5 meter itu sempat ditembak anggota Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan mengenai bagian belakang kepalanya pada Jumat (15/6). Namun buaya itu tenggelam ke dalam air dan diduga masih hidup. Diduga berenang ke arah barat Pantai Ancol.

Untuk itu, Masyarakat diminta waspada jika berlibur di Taman Impian Jaya Ancol karena informasi ini bisa menjadi peringatan. “Waspada pada anak-anak yang berenang liburan di Pantai Ancol,” tulis akun mediamuslimin.

Sejumlah pengunjung Ancol Taman Impian, mengaku khawatir dengan kabar buaya yang tengah berenang ke arah Ancol. Elkana (40), pengunjung Ancil mengaku belum mengetahui adanya informasi tersebut. Namun apabila benar kabar yang ada, ia pun mengaku khawatir sewaktu-waktu buaya tersebut muncul ke permukaan.

“Saya sih belum tahu kalau ada buaya lepas, tapi kalau memang benar, takut juga. Semoga saja nggak apa-apa, pasti kan sudah ada yang jagain,” katanya seperti dikutip laman Tribunnews, Sabtu (16/06/2018).

Hal senada juga disampaikan Feni Angelina (18). Remaja yang tengah menikmati liburan di Ancol mengaku sudah mengetahui kabar adanya buaya di sekitar Dermaga Pondok Dayung. Hanya saja hal tersebut tidak sampai membuatnya ketakutan. “Sebenarnya kalau dibilang takut ya takut sih tapi kan jauh juga dari sana. Kecuali kalau dekat lokasinya, mungkin deh bisa membahayakan,” katanya.

Apalagi, sambung dia, di sekitar Pantai Ancol juga ada banyak batu pemecah ombak. Hal itu tentu saja sedikit banyak membantu mengurangi kemungkinan buaya tersebut bisa mendekati pengunjung yang berada di tepi pantai.

Hewan karnivora itupun hingga Sabtu ini masih belum ditangkap, masih berkeliaran. Meski petugas disiagakan untuk menangkap buaya, namun kewaspadaan yang tinggi harus tetap dijalankan masyarakat yang tengah menikmati liburan lebaran di pantai Ancol. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan menimpa wisatawan yang menikmati masa liburan. (NDY)