DESTINASI INTERNATIONAL NEWS

Overtourism di Barcelona, Jumlah Turis Melebihi Jumlah Penduduk

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Popularitas Barcelona sebagai destinasi wisata telah melonjak, menyambut 15 juta wisatawan pada tahun 2024. Sebagai perbandingan, angka ini sekitar sepuluh kali lipat populasi penduduk kota yang berjumlah sekitar 1,5 juta.

Mungkin tidak mengherankan jika kota ini sering dianggap sebagai salah satu tempat wisata terpadat di dunia. Beberapa data bahkan menunjukkan kepadatan yang mencengangkan, yakni lebih dari 200.000 wisatawan per kilometer persegi.

Terlebih lagi, tampaknya ada lebih dari sembilan wisatawan untuk setiap sepuluh penduduk.Jumlah wisatawan melampaui destinasi terkenal lainnya, seperti Roma dan Paris, tetapi gelombang besar ini, yang mewakili hampir seperlima dari total angka pariwisata Spanyol, telah memberikan tekanan pada kota dan memicu perdebatan.

Raksasa Pariwisata

Dilansir dari tourism-review.com, Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Barcelona sebenarnya melampaui jumlah keseluruhan wisatawan yang berkunjung ke negara-negara seperti Brasil atau Australia.

Angka tersebut juga mendekati jumlah wisatawan Paris (sekitar 19 juta). Sementara Barcelona menyambut hampir tiga kali lebih banyak wisatawan daripada Venesia (yang menerima sekitar 5,5 juta), jumlah wisatawan yang datang hanya setengah dari jumlah wisatawan London (30 juta).

Namun, populasi London hampir enam kali lipat dari Barcelona. Faktanya, jumlah wisatawan tahunan Barcelona melebihi populasi Portugal, Bolivia, dan bahkan Belgia, sehingga mudah untuk melihat tekanan pada infrastruktur kota.

Dampak Pariwisata Berlebihan

Dampak dari para pengunjung ini jelas berdampak pada kehidupan sehari-hari penduduk Barcelona.

Menurut studi VisitMob, sekitar 6 dari 10 penduduk merasa kota ini tidak dapat menampung lebih banyak wisatawan, sementara lebih dari sepertiganya harus menyesuaikan kebiasaan mobilitas mereka karena terlalu banyaknya turis.

Daerah seperti Las Ramblas, misalnya, menjadi sulit dijelajahi oleh penduduk setempat. Perluasan bandara El Prat juga kontroversial, karena berpotensi menarik lebih banyak wisatawan ke kota yang sudah padat.

Hal ini hanya akan memperburuk masalah seperti layanan publik yang terbatas dan kekurangan perumahan.

Sebuah Kota di Persimpangan Jalan

Barcelona kini berada di persimpangan jalan: apakah kota itu akan terus menerima wisatawan dalam jumlah yang terus meningkat, atau apakah kota itu mulai menerapkan langkah-langkah untuk mengekang hal ini?

Kepadatan wisatawan yang tinggi telah menyebabkan meningkatnya biaya dan tekanan lingkungan. Hal itu juga menciptakan rasa “fobia pariwisata” yang semakin meningkat di antara sebagian penduduk, yang merasa aksesibilitas dan pesona kota itu terkikis.

Studi Nomad eSIM benar-benar menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengatasi tantangan ini, karena lintasan saat ini dapat mengasingkan penduduk setempat.

Mencari Solusi Berkelanjutan

Untuk mempertahankan identitas unik dan kohesi sosial kota, para pemimpin Barcelona harus memikirkan strategi pengelolaan pariwisata.

Ini mungkin mencakup hal-hal seperti membatasi jumlah pengunjung, mempromosikan perjalanan di luar musim, atau mendorong wisatawan untuk menjelajahi daerah lain yang tidak terlalu ramai.

Menemukan keseimbangan antara manfaat finansial pariwisata dan kualitas hidup penduduk sangat penting, karena kota ini menghadapi popularitasnya.

Tanpa tindakan tegas, masuknya banyak pengunjung ke Barcelona dapat mendorong kota ini terlalu jauh, dan itu dapat mengancam daya tariknya.

Hildea Syafitri