Maher Zain (Foto: dok/universal)
Oleh Sri Darmastuti Sahlin
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat ngabuburit di restoran, cafe, mall maka lagu “Rahmatan Lil Alameen” dari Maher Zain termasuk salah satu nasyid yang paling banyak diputar dan terpopuler di dunia.
Mengapa lagu dengan tema cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang judulnya “Rahmatun Lil ‘Alameen” ini begitu pupuler ? berasal dari Al-Qur’an yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai “rahmat bagi seluruh alam.”
Di Spotify tercatat sekitar 158 juta lebih stream. Lagu ini juga menjadi lagu Maher Zain yang paling banyak didengarkan di platform tersebut. Sementara di YouTube, video resminya sudah mencapai sekitar 280 juta lebih penonton. Jadi secara keseluruhan (Spotify + YouTube + platform lain), lagu ini sudah didengar ratusan juta kali di seluruh dunia.
Pesan universalnya memang menyentuh hati umat Islam. Selain mudah dinyanyikan dalam bentuk sholawat modern, liriknya lagunya sangat emosional bagi banyak orang. Apalagi aransemennya modern tapi tetap religi membuat nasheed dengan musik pop modern dengan melodi mudah diingat
dan bisa isa dinikmati oleh segala usia, anak muda, keluarga bahkan non-Muslim yang menyukai world music.
Tak heran saat ‘Ngabuburit’ di mall di tanah air misalnya, lagu Rahnatan Lil Alameen sering diputar. Maher Zain punya basis penggemar global sebagai penyanyi Muslim internasional dari Swedia yang sangat populer di Indonesia, Malaysia, Turki, Timur Tengah, Afrika, bahkan di kalangan Muslim diaspora di Eropa lagunya cepat menyebar lintas negara.
Penyanyi, penulis lagu, dan produser musik *Swedia* berdarah Lebanon yang terkenal dengan lagu-lagu religi Islam (nasyid) kontemporer R&B. Lahir pada 1981, Dia merilis album debut sukses Thank You Allah (2009) dan dikenal luas, terutama di Indonesia dan Malaysia, dengan lagu hits seperti “Insha Allah“.
Lahir di Lebanon tapi keluarganya pindah ke Swedia saat ia berusia delapan tahun. Sebelum menjadi penyanyi religi, ia adalah produser musik di Swedia dan pernah bekerja di Amerika Serikat.
Genrenya mengusung musik pop/R&B kontemporer dengan lirik bernuansa Islami, sering disebut sebagai Islamic Nasheeds.
Karya Terkenalnya selain Album Thank You Allah (2009), Forgive Me (2012), dan One (2016).
Maher sangat populer di kalangan pemuda Muslim di Timur Tengah, Barat, serta Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia. Media sosial mempercepat viralitas dan potongan lagu Rahmatun Lil’Alameen yang sering dipakai untuk video dakwah, konten Ramadan, reels / TikTok religi, video perjalanan umrah hingga di putar masjid, TV Islam dan acara keagamaan. Fenomena ini membuat lagu ini terus “hidup kembali” setiap tahun.
Tah heran banyak orang menyebut Maher Zain sebagai “ikon musik Ramadhan dunia.” Lagu-lagunya seperti, Ya Nabi Salam Alayka
Baraka Allahu Lakuma, For The Rest of My Life selalu kembali populer setiap tahun.
Lagu Rahmatun Lil Alameen sebenarnya bukan hanya tentang Nabi Muhammad, tetapi juga tentang pesan rahmat untuk seluruh manusia, bukan hanya umat Islam. Itulah sebabnya lagu yang artinya “Rahmat bagi seluruh alam” ini mengisahkan keindahan akhlak dan kasih sayang Nabi Muhammad yang membawa cahaya Islam ke dunia dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.
Liriknya menggambarkan kehadiran Nabi membawa rahmat, cinta, dan kebaikan bagi semua makhluk. Setiap Ramadhan umat Muhammad serasa bisa menumpahkan kerinduan kepada Nabi Muhammad, sehingga banyak orang merasa emosional ketika mendengarnya. Alfatihah untuk Maher Zain Ya Rabb, sukses selalu karirnya.
Penulis: Diaspora Indonesia tinggal di Stockholm, Swedia.










