EVENT FASHION LIFESTYLE

Kolaborasi Desainer & Pemkab Blora Tampilkan Fashion Muslim

YOGYAKARTA. bisniswisata.co.id:Hanum Ramadhani menjadi  salah satu desainer muda dari Blora yang mengikuti ajang Tren Busana Muslim di Muffest 2022 di  Yogyakarta dari 6 -10 April 2022.

Di event ini dia melepas karya terbaru yang terinspirasi dari ekosistem alam hutan Jati yang ada di Blora Jawa Tengah. Blora Kota Mustika merupakan jargon Kabupaten Blora. Nama ini merupakan akronim dari Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu dan Aman. 

Pada Gapura Blora di perbatasan Kota, jargon ini banyak ditampilkan sehingga masyarakat luas menjuluki Blora sebagai Kota Mustika. Di kenal juga sebagai Kota Barongan, seni rakyat yang sangat populer di Blora. 

Di Blora barongan ditampilkan pada berbagai acara, acara keluarga maupun acara umum dalam agenda  desa. popularitas barongan di Blora ini membuat banyak orang mengidentikan Blora sebagai Kota Barongan.

Untuk bisa menggairahkan kunjungan wisatawan ke Blora dengan menampilkan seni kebudayaan Barongan, Hanum Rahmadiyanti, yang akrab disapa Nenni membawa karya dengan tema “Membumi Bersama”. Dia berkolaborasi dengan Dekranasda Kabupaten Blora, menyuguhkan rancangan bertema alam. 

Hutan jati yang  menjadi ekosistem alami dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat Blora dimunculkan dengan motif daun Jati. Tak hanya itu, diantara pola daun jati, dihiasi motif yang menjadi ikon seni tradisi di Blora yakni seni Barongan. 

Sebagai anak muda asli Blora saya ingin sekali bisa mengembangkan fashion di Blora, terutama fashion muslim Ready to wear. Saya menggandeng pengrajin Batik Blora membuat Fashion Hijab kombinasi Batik khas blora dengan style Modest Elegant Daily,” ujar Nenni saat ditemui di kawasan kuliner Timoho Yogyakarta

Nenni tertarik untuk mangangkat Batik blora karna warna yang soft dengan proses pembuatan menggunakan pewarna alam indigo, selain itu Tren ini harus dimulai karena Batik Blora mengandung  makna seribu satu cerita yang terkandung dalam setiap motifnya seperti motif daun jati yang bermakna bahwa di Blora banyak kebun jati.

“Motif barongan yang bermakna seni yang terkenal di Blora, motif pompa minyak hindia yang bermakna kekayaan alam yang ada di Blora. Dari sinilah Batik Blora harus di brandingkan sampai kancah international,” kata Nenni

Menurut dia pada Muffest, kolaborasi dan show perdana ini bisa membantu menaikan Awarness dan branding di bidang batik Blora karena bisa digunakan untuk Fashion muslim dengan Style Modest Elegant Daily maupun acara acara Hang out.

Nenni ingin sekali mengangkat pengrajin batik tradisional blora untuk bisa lebih semangat dalam berkarya. “Sudah saat nya kita bangkit bersama untuk memajukan Kabupaten Blora menjadi pusat Tren Batik Modern,” ungkap Nenni. 

Sementara ketua Dekranas Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman yang mendampingi Nenni mengatakan keragaman batik Blora merupakan kekuatan ekonomi bagi masyarakat setempat. 

Dia berharap Fashion Show & Pameran di acara Muffest+ 2022 yang di selenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber ( IFC Yogyakarta) pada Sabtu, 09 April 2022 pukul 15.00 – 18.00 WIB, bisa mengangkat batik Blora yang melekat sebagai destinasi fashion Muslim.

Besar harapan atas terselenggaranya event ini dan harapan bangkitnya ekonomi Indonesia terutama di Blora. ” Selain itu kami berharap dari event ini, Blora bisa menjadi pusat Fashion Batik Muslim Terbesar yang ada di indonesia,” ungkap Ainia. 

Keunggulan Batik Blora setidaknya bisa menjadi daya tarik wisata, sekaligus memperkaya khasanah budaya batik di Indonesia sehingga Blora juga menjadi kota batik 

kita pahami branding tersebut akan mempunyai harapan bersama dalam memajukan fashion muslim di Indonesia, khususnya penggunaan dan pengembangan Batik khas Blora untuk di promosikan ke dunia Fashion Muslim di kancah Nasional hingga International, tambah Ainia. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Blora, Arief Rohman juga ikut hadir mengapresiasi karya- karya desainer yang akan tampil di ajang Muffest 2022 di Yogyakarta. Dia berharap, generasi millenial yang meski hidup di era serba digital namun mampu menumbuhkan karakter budaya bangsa dalam karya karya mereka. 

“Di era digital namun tetap bisa membumi, mengangkat budaya lokal di ranah yang lebih luas, melalui karya mereka lah kita bersyukur memiliki keragaman budaya, termasuk bagaiman manusia itu menjaga alamnya sendiri. 

Arief Rohman juga akan terus berkomitmen mrmperhatikan para UMKM yang terus bertahan menjaga tradisi, seperti batik, ukiran akar jati hingga berbagai kuliner khas Blora.

 

Satrio Purnomo