Henny Murniati, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan ( paling kiri) menyaksikan Pemimpin Redaksi Kalimantan Post, Hj Sunarti menerima souvenir di acara silaturahmi Wartawati se-Indonesia pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, pada Sabtu (7/2/2025).
SERANG, Banten, bisniswisata.co.id: Wartawan perempuan biasanya lebih luwes dalam menembus narasumber. Wartawati memiliki sejumlah keunggulan dalam menjalankan profesi diantaranya lebih luwes dalam menembus narasumber dan didukung oleh beberapa faktor pendekatan interpersonal,” kata Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir atau akrab dipanggil Cak Munir.
Berbicara pada acara Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia ( SIWI) pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, hari ini, dia menyatakan kemampuan wartawati saat ini tidak kalah dengan wartawan pria.
Saat ini, ia memperkirakan jumlah wartawati kurang dari 20% dari total wartawan di Indonesia. “Kami berusaha mendorong wartawan perempuan menjadi wartawan profesional dan tidak kalah dengan wartawan laki-laki,” ujarnya.
Acara yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan pimpinan Henny Murniati di PWI Pusat ini diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan dibuka Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah.
Cak Munir yang juga Direktur Utama LKBN ANTARA kini memimpin DPP PWI 2025 – 2030 didampingi oleh Atal S Depari, wartawan senior yang juga mantan Ketum PWI Pusat periode 2018-2023. Hari Pers Nasional ( HPN) kali ini adalah yang pertama dalam masa kepemimpinan Cak Munir.
Tanpa ragu dia menyebut sejumlah perempuan yang berkarier sebagai wartawati sukses di Indonesia. Di antaranya adalah Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi, Najwa Shihab (pemilik NarasiTv), dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Mutia Hafidz.
Menurut dia, mereka adalah wartawati-wartawati yang berhasil mengembangkan kompetensi diri sehingga bisa menjadi public figure dan tokoh masyarakat, ucap Cal Munir yang kini menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.
Acara dilanjutkan dialog dengan narasumber Rosiana Silalahi. CEO Kompas TV yang berbagi kiat sukses menjadi wartawati. Rosiana yang mengawali karir sebagai wartawan TVRI menyatakan tantangan menjadi wartawan / presenter televisi pasti ada.
“Dibalik sukses, ada tanggung jawab besar menjadi wartawati. Jalani sepenuh hati dan sebisa mungkin lampaui dari apa yang ditugaskan kepada kita dari pimpinan,” kata Rosiana
Wanita yang akrab dipanggil Rosi ini juga mengingatkan para pemilik media yang saat ini bermunculan di daerah agar tidak melakukan ‘pencomotan’ produk jurnalistik pihak lain. Menurut dia, ada ribuan produk jurnalistik Kompas TV yang dicomot secara tidak bertanggungjawab.
Bahkan, lanjutnya, produk tersebut ditampilkan lagi dalam konteks yang berbeda. Dia menyarankan, perusahaan pers daerah membuat produk jurnalistik yang mengangkat kekhasan yang dimiliki daerahnya atau tampil beda dengan media lain karenanya Rosi meyakini produk jurnalistik yang tampil berbeda akan lebih mudah bersaing.










