JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyambut positif ajakan kolaborasi dari Eka Tjipta Foundation yang senantiasa hadir mewadahi kontribusi dan inisiatif pilar bisnis Sinar Mas guna membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari strategi Kementerian Ekraf dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk mendorong peran perempuan dan generasi muda untuk ikut andil dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif.
“Sosok perempuan tak hanya sebagai housewife, tapi mereka punya dampak yang mau dihasilkan di luar rumah dengan profesi lainnya. Kita harus memberdayakan perempuan atau memberikan akses kepada perempuan untuk mengembangkan tiap subsektor ekonomi kreatif.
Dengan demikian peran perempuan lintas sektor tak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi wirausahawan atau pengembang gim,” ungkap Wamen Ekraf Irene di Autograph Tower, Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Hal senada juga diungkap Wamen PPPA Veronica Tan yang menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan melalui keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Dia menyebut bahwa KemenPPPA mulai berencana membuat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan jelang Desember 2025.
“Sebenarnya kami ingin membuat roadmap awal menuju 22 Desember sebagai momentum gerakan perempuan yang susah mendapat akses seperti nelayan perempuan sehingga publik lebih sadar bahwa konteks peran perempuan tak hanya terbatas di rumah saja. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan perlu terus digaungkan nantinya,” ujar Veronica Tan.
Selain itu, menurut Wamen Ekraf Irene, peran generasi muda juga perlu dilibatkan sebagai upaya pengembangan subsektor ekonomi kreatif seperti gim. Perkembangan industri gim di Indonesia meliputi tantangan dalam produksi, pengembangan bakat, dan akses pasar.
Wamen Ekraf Irene menambahkan dengan inovasi dan kreativitas, generasi muda mampu menciptakan gim lokal dan memanfaatkan komunitas sebagai bentuk pemasaran terhadap karya gim untuk jangkau pasar global.
“Subsektor gim bisa maju karena komunitas yang keren. Penguatan ekosistem gim di Indonesia harus dimulai dengan mencari talenta yang bisa mengerti atau mampu manage komunitas untuk menentukan marketnya sehingga mereka bisa menjadi moderator atau community manager bagi gim-gim lokal yang akan berkembang di Indonesia,” imbuh Wamen Ekraf Irene.
Sebagai bagian yang fokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda, Eka Tjipta Foundation juga memberikan sejumlah inisiatif kolaborasi yang menjembatani edukasi literasi digital untuk mendukung industri kreatif yang berkelanjutan.
“Kami banyak memberikan beasiswa khususnya bagi pelajar-pelajar SMK yang berpotensi dan punya prestasi di sekolah. Selain itu, program pendidikan seperti bidang pemasaran digital dan pengembangan gim juga bisa dibuatkan pembinaan bibit-bibit unggul atau pelatihan khusus sesuai kebutuhan generasi muda sehingga mereka punya kontribusi positif untuk bangsa,” jelas Hong Tjhin sebagai Ketua Umum Eka Tjipta Foundation.
Kementerian Ekraf berkomitmen menciptakan ruang yang aman, kreatif, dan inklusif bagi generasi muda dan perempuan. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.










