Foto bersama usai makan malam “Flavours of Friendship.
PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Dalam perayaan yang kaya akan warisan, cita rasa, dan persahabatan, kedutaan besar Kamboja dan Singapura menandai 60 tahun hubungan diplomatik tidak hanya lewat kata-kata tetapi juga lewat meja makan bersama.
Dilansir dari www.khmertimeskh.com, diselenggarakan pada tanggal 24 dan 25 Juni di Phnom Penh, jamuan makan malam “Cita Rasa Persahabatan”, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Singapura dan didukung oleh Badan Pariwisata Singapura.
Kegiatan ini mempertemukan dua legenda kuliner: Koki ternama Kamboja Ros Rotanak, yang lebih dikenal sebagai Koki Nak, dan Koki ternama Singapura Petrina Loh.
Kolaborasi mereka menghasilkan pengalaman bersantap lima hidangan yang memadukan cita rasa dan tradisi kedua negara, yang melambangkan kerja sama dan rasa saling menghormati selama puluhan tahun.
Dari bak kut teh yang dicampur dengan cabai Kampot khas Kamboja hingga salad sambal udang jeruk bali dan kepiting cabai khas Singapura yang diolah kembali dengan acar jahe.
Menu tersebut tidak hanya mencerminkan kreativitas lintas budaya tetapi juga ikatan mendalam yang terjalin antara kedua negara.
“Makan malam ini lebih dari sekadar pesta—ini adalah penghormatan kepada warisan bersama kita dan persahabatan yang terus berkembang antara Singapura dan Kamboja.Makanan adalah kronik hidup identitas kita” kata Duta Besar Teo Lay Cheng.
“Sama seperti diplomasi yang membangun jembatan antarnegara, makanan membuka jendela untuk saling memahami.”
Melalui kolaborasi ini, kami berharap para tamu pulang dengan lebih dari sekadar perut kenyang—mungkin apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya yang membentuk hidangan ini, ujar Teo Lay Cheng.
Bagi Chef Nak, yang misinya telah lama adalah untuk mengangkat dan melestarikan kuliner Kamboja, malam itu bermakna sekaligus simbolis.“Merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari peringatan khusus ini,” katanya.
Menurut dia, saat kita berbagi makanan yang paling dekat di hati kita, kita juga merayakan kisah dan nilai-nilai yang menghubungkan kita. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana makanan tidak hanya dapat memelihara tubuh, tetapi juga hubungan.
Perjalanan kuliner Chef Nak dimulai di pasar-pasar di Phnom Penh, tempat ia belajar dari tradisi keluarga dan irama memasak lokal. Kini dikenal secara internasional, buku resepnya yang memenangkan penghargaan, NHUM dan SAOY, telah membantu mengangkat kuliner Kamboja ke khalayak global.
Di sisi lain, Chef Loh mengambil jalan yang lebih tidak konvensional—meninggalkan karier di perbankan swasta untuk mengikuti hasrat kulinernya.
Berlatih di Le Cordon Bleu di San Francisco dan berpengalaman di dapur berbintang Michelin, ia menawarkan filosofi yang memadukan cita rasa tradisional Asia dengan teknik inovatif dan berkelanjutan.
“Berkolaborasi dengan Chef Nak sangat berarti,” kata Petrina karena tidak hanya menyiapkan makanan tapi juga berbagi kenangan, warisan, dan persahabatan. Acara ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi jembatan yang kuat antarbudaya.
Makan malam “Flavours of Friendship” merupakan bagian dari rangkaian acara yang lebih luas yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Singapura untuk memperingati ulang tahun ke-100 hubungan diplomatik Kamboja–Singapura pada tahun 2025.
Namun, acara tersebut menonjol karena dampak emosionalnya—mengingatkan para hadirin bahwa diplomasi tidak selalu tentang pernyataan resmi atau perjanjian formal.
Terkadang, ini tentang cita rasa yang bercerita, tentang tangan yang memasak dengan penuh perhatian, dan tentang orang-orang yang berkumpul untuk terhubung melampaui batas.
Karena kedua negara menantikan masa depan kerja sama yang lebih erat, kolaborasi kuliner ini telah meninggalkan kesan abadi bagi para tamu: bahwa persahabatan, seperti halnya makanan, paling baik jika dibagikan










