Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. ( Foto: /ANTARA/Ist.)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjalin kemitraan dengan Kementerian Pariwisata dan perusahaan pembayaran multinasional Mastercard untuk menyebarkan manfaat ekonomi dari pariwisata internasional ke lebih banyak wilayah di seluruh negeri.
Melalui program Garuda Indonesia Stopover yang baru diluncurkan, maskapai ini akan memanfaatkan jaringan domestiknya untuk menghubungkan wisatawan mancanegara dengan destinasi sekunder di luar pintu masuk utama negara.
“Sebagai maskapai penerbangan nasional Indonesia, Garuda memainkan peran strategis dalam menghubungkan wisatawan mancanegara tidak hanya ke pintu gerbang utama kami, tetapi juga ke berbagai destinasi di seluruh jaringan domestik kami,” ujar Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Komersial Garuda Indonesia, Mukhtaris, dalam pernyataan yang dirilis di Jakarta, Senin (5 Oktober).
Ia menjelaskan bahwa program ini memungkinkan penumpang internasional yang memenuhi syarat pada rute jarak jauh (long-haul) dan regional tertentu untuk menambahkan penerbangan lanjutan domestik ke destinasi yang berpartisipasi tanpa biaya tambahan saat memesan tiket.
Inisiatif ini dirancang untuk mengubah pola perjalanan wisatawan mancanegara—yang selama ini terkonsentrasi di sekitar pusat pintu masuk utama—menjadi perjalanan dengan banyak destinasi (multi-destination).
Perubahan ini diharapkan dapat memper-panjang masa tinggal wisatawan sekaligus mendorong perekonomian daerah.
Berdasarkan data tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), kedatangan wisatawan mancanegara masih sangat terkonsentrasi di Bali, yang mencatat 6,9 juta kunjungan, dan Jakarta, dengan 2,8 juta kunjungan.
“Melalui program Garuda Indonesia Stopover kami bertujuan memberikan nilai tambah pada perjalanan ke Indonesia dengan menawarkan lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan domestik mereka,” kata Mukhtaris.
Menanggapi ketimpangan distribusi belanja wisatawan, Country Manager Mastercard Indonesia, Aileen Goh, mengatakan bahwa perusahaannya memanfaatkan jaringan global dan wawasan konsumen berbasis data untuk mengarahkan arus wisatawan ke luar pusat-pusat utama tersebut.
“Melalui akses ke jaringan pemegang kartu global kami, kami menyalurkan belanja lintas batas secara langsung ke ekosistem pariwisata daerah, perajin lokal, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh nusantara,” ujar Goh.
Mastercard juga akan gunakan saluran digital untuk menjangkau wisatawan mancanegara yang telah tiba di Bali dan mendorong mereka agar dapat dengan mudah menambahkan destinasi domestik ke dalam rencana perjalanan mereka.
Destinasi yang menjadi sasaran perluasan perjalanan ini mencakup Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo yang semuanya ditetapkan sebagai destinasi pariwisata Super Prioritas Indonesia dan diproyeksikan akan memperoleh manfaat langsung dari peningkatan belanja wisatawan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, tegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan pertumbuhan pariwisata memberikan dampak ekonomi yang luas.
“Inisiatif seperti Program Stopover Garuda Indonesia mendorong wisatawan mancanegara untuk menjelajahi destinasi-destinasi baru, sehingga memastikan bahwa perputaran ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat maupun pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Marthini.









