Vivek Bhalla, Managing Director, Southeast Asia & Korea, IHG (kiri) bersama Anil Pathak, Direktur Operasional
Memperluas jaringan di destinasi yang sudah berkembang maupun destinasi baru, menghadirkan brand dan pengalaman baru, serta mendukung masyarakat dan komunitas lokal.
JAKARTA,bisniswisata.co.id: IHG Hotels & Resorts (IHG) terus perkuat kehadirannya di Indonesia seiring naiknya permintaan perjalanan dan upaya Indonesia perkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata global.
Sedikitnya 50 hotel yang telah beroperasi dan berada dalam pipeline pengembangan, mencakup hampir 10.000 kamar, IHG memperluas jaringan hotel di destinasi yang sudah berkembang maupun destinasi baru.
Vivek Bhalla, Managing Director, Southeast Asia & Korea, IHG, mengatakan pertum- buhan pariwisata RI kini semakin bergerak ke kawasan Timur, dan Indonesia memiliki berbagai potensi untuk mendapatkan manfaat dari perubahan ini.
Keanekaragaman alam dan budaya yang luar biasa, konektivitas yang terus membaik, serta salah satu pasar perjalanan domestik terbesar di kawasan yang menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.
“Perjalanan domestik jadi penggerak utama industri pariwisata Indonesia, sementara permintaan dari wisatawan mancanegara juga terus meningkat “ tambah Vivek Bhalla
Dengan semakin mudahnya akses ke berbagai destinasi, terdapat peluang besar untuk mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak wilayah Indonesia dan perluas manfaat pariwisata ke berbagai daerah, ungkapnya.
Fokus pemerintah RI pada pariwisata berkualitas dan diversifikasi destinasi membuka peluang untuk memperluas kegiatan pariwisata ke luar destinasi yang sudah berkembang, seperti Bali.
Saat ini, IHG mengoperasikan 35 hotel dengan total 7.096 kamar di Indonesia dan memiliki 13 hotel tambahan dengan 2.494 kamar dalam pipeline pengembangan.
Jaringan IHG mencakup 11 destinasi, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Bintan, Lampung, Labuan Bajo, Cikarang, dan Kalimantan Selatan. IHG juga berencana perluas jaringan ke Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok.
Ekspansi IHG didukung pendekatan berbasis klaster dan destinasi, dengan membangun portofolio berbagai brand yang saling melengkapi di pasar-pasar utama.
Pendekatan ini memungkinkan skala operasional yang lebih besar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemitraan jangka panjang dengan pemilik hotel, sekaligus mendukung ekosistem pariwisata lokal.
Vivek mengatakan Bali akan terus menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Asia, tetapi sejumlah peluang pertumbuhan terbesar juga terdapat di destinasi yang sedang berkembang.
“Kami melihat daya tarik yang semakin besar pada lima Destinasi Super Prioritas beserta kota yang menjadi jalan masuk, termasuk Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, dan Labuan Bajo, serta destinasi baru dan berkembang seperti Puncak, Bogor, Lampung, dan Belitung.” katanya.
Pihaknya ingin tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan brand dan pengalaman yang tepat di destinasi yang semakin diminati wisatawan untuk dijelajahi.
Selain memperluas jaringan hotel, IHG menawarkan beragam pengalaman melalui brand di segmen luxury, premium, dan mainstream untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan tujuan perjalanan.
Hotel Indigo merupakan brand IHG dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Saat ini, terdapat tiga hotel yang telah beroperasi di Bandung, Bintan, dan Bali, serta enam hotel dalam pipeline pengembangan, termasuk di Yogyakarta dan Ubud.










