FRANKURT, bisniswisata.co.id: Di IMEX Frankfurt 2025, Graham Pope, Wakil Presiden Penjualan Internasional, Cvent, memberikan wawasan tentang bagaimana platform tersebut mengubah industri pertemuan dan acara (MICE) global melalui inovasi yang digerakkan oleh AI dan perluasan pasar yang strategis.
Cvent, pemimpin industri berusia 26 tahun, menghubungkan lebih dari 330.000 perencana acara dengan 340.000 lokasi di seluruh dunia. Platform tersebut menyederhanakan sumber lokasi, RFP, logistik acara, dan analisis kinerja—menjadikannya jembatan penting antara perencana dan pemasok.
Dilansir dari travelandtourworld.com, Pope menekankan bahwa personalisasi membentuk kembali pengalaman tamu, didorong oleh peran AI yang semakin besar dalam menyusun rekomendasi dan menyederhanakan operasi.
AI tidak hanya membantu perencana menyusun RFP yang tepat tetapi juga membantu lokasi dalam merespons dengan cepat, memperkirakan permintaan, dan meningkatkan pemberian layanan.
Cvent secara aktif berekspansi ke pasar MICE yang sedang berkembang seperti Jepang, Thailand, dan Arab Saudi. Di Eropa, para perencana mencari sumber daya di luar hub tradisional, lebih menyukai tempat yang unik dan eksperiensial seperti galeri dan bangunan bersejarah.
Diversifikasi ini memicu kreativitas dan persaingan di bidang acara.
Perusahaan ini berinvestasi dalam fitur-fitur bertenaga AI seperti pencocokan tempat pintar dan analisis prediktif, dengan peningkatan di masa mendatang yang berfokus pada wawasan data yang lebih baik dan alat pengukuran ROI.
Cvent juga melihat peningkatan minat pada pariwisata berkelanjutan dan acara yang mendalam secara budaya, yang mendorong para perencana untuk memilih destinasi sekunder atau pedesaan yang menawarkan pengalaman lokal yang autentik.
Dengan pendekatan yang mengutamakan teknologi, Cvent membantu membentuk masa depan MICE dengan memberdayakan para perencana untuk menyelenggarakan acara yang sangat personal, efisien, dan berkesan.
Seiring dengan beralihnya permintaan ke inovasi digital dan desain eksperiensial, Cvent tetap menjadi yang terdepan dalam lanskap acara yang terus berkembang.
Bisakah Anda memperkenalkan diri?
Saya Graham Pope, Wakil Presiden Penjualan Internasional di Cvent. Cvent adalah perusahaan berusia 26 tahun dan platform pertemuan dan acara global terbesar di industri ini.
Kami menghubungkan perencana acara dengan hotel dan tempat pertemuan di seluruh dunia. Saat ini, kami memiliki sekitar 330.000 pengguna aktif yang menggunakan teknologi kami di sisi perencanaan acara, dan sekitar 340.000 hotel dan tempat terdaftar di platform kami secara internasional.
Bagaimana Cvent melayani perencana acara dan tempat?
Kami menyediakan solusi teknologi bagi perencana acara untuk membantu mereka mengelola program acara, dan juga menawarkan solusi bagi hotel dan tempat acara untuk menerima dan mengelola bisnis dari para perencana tersebut.
Pada dasarnya, kami menghubungkan perencana dengan tempat, membantu mereka menanggapi RFP (permintaan proposal), mengelola logistik acara, dan menganalisis hasil bisnis.
Kami bertindak sebagai jembatan antara kedua kelompok ini, memastikan operasi bisnis yang lebih lancar bagi perencana dan pemasok.
Tren baru apa dalam industri MICE yang mengubah ekspektasi tamu?
Tren terbesar yang mengubah ekspektasi tamu adalah personalisasi.
Penggerak utama di balik perubahan ini adalah dampak kecerdasan buatan (AI) pada pengalaman tamu, baik bagi peserta acara maupun tamu hotel.
AI memainkan peran penting dalam memahami dan memenuhi preferensi individu, menawarkan pengalaman yang sangat personal.
Dengan munculnya AI dalam industri, personalisasi kini menjadi bagian integral dari pengalaman acara, dan data serta konten adalah fondasi yang mendorong personalisasi bertenaga AI.
Bagaimana solusi yang didukung AI dapat meningkatkan pengalaman tamu yang dipersonalisasi?
Dari sudut pandang perencana acara, AI membantu menyederhanakan dan mempersonalisasi berbagai aspek dari proses perencanaan acara.
Misalnya, alat RFP yang didukung AI kini dapat membantu perencana dalam menyusun RFP tertentu. Perencana dapat menggunakan pencarian AI untuk menjadi sangat spesifik tentang persyaratan mereka dan mendapatkan rekomendasi yang tepat untuk hotel, tempat, dan destinasi yang sesuai dengan kriteria mereka.
Misalnya, jika seorang perencana membutuhkan tempat di San Francisco dengan 300 kamar, 4 restoran, dan kedekatan tertentu dengan bandara, AI dapat dengan cepat menyarankan tempat yang paling sesuai.
Seiring berjalannya waktu, AI akan dapat belajar dari preferensi sebelumnya, membantu perencana mengidentifikasi tempat terbaik untuk kebutuhan acara spesifik mereka.
Di sisi tempat, AI membantu menciptakan pengalaman acara yang dipersonalisasi untuk peserta dan mengotomatiskan respons terhadap RFP.
Selain itu, AI dapat memprediksi tren dan memperkirakan permintaan industri, memberikan wawasan untuk membantu tempat merencanakan dengan lebih baik.
AI meningkatkan produktivitas, menyederhanakan proses, dan meningkatkan efisiensi di seluruh ekosistem rapat dan acara.
Pasar sasaran baru apa yang menjadi fokus Cvent untuk tahun 2025, dan bagaimana persaingannya berkembang?
Kami melihat pertumbuhan di beberapa pasar berkembang, khususnya di Jepang, Thailand, dan Arab Saudi.
Pasar-pasar ini menunjukkan potensi yang signifikan bagi industri MICE.
Di Eropa, kami melihat penyebaran acara yang lebih luas yang bersumber dari luar hub umum seperti London.
Faktanya, selama 12 bulan terakhir, 46 negara Eropa bersumber dari perencana AS saja, yang menunjukkan bahwa perencana semakin mencari di luar hotspot tradisional.
Ini menandakan bahwa perencana acara mendiversifikasi pilihan mereka, dan kami melihat munculnya tempat-tempat unik yang bersaing dengan hotel-hotel tradisional.
Dengan meningkatnya permintaan ini, ada peningkatan kreativitas dan persaingan di antara tempat-tempat, yang membuat pasar lebih dinamis.
Bagaimana permintaan tempat-tempat unik memengaruhi industri MICE?
Permintaan tempat-tempat unik telah berkembang, khususnya di Eropa, di mana tempat-tempat non-tradisional menjadi lebih populer.
Perencana tidak lagi hanya berfokus pada ruang konferensi hotel konvensional; mereka menjelajahi tempat-tempat seperti kastil, galeri seni, museum, dan tempat bersejarah untuk menciptakan pengalaman yang unik dan berkesan.
Hal ini mengubah lanskap, karena tempat-tempat unik bersaing dengan hotel-hotel tradisional untuk bisnis acara.
Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan acara yang kreatif dan eksperiensial.
Peserta saat ini mencari lebih dari sekadar pertemuan konvensional
Mereka menginginkan pengalaman yang menonjol.
Perencana acara menyadari bahwa tempat-tempat non-hotel dapat menawarkan lingkungan yang autentik dan unik untuk acara, sekaligus meningkatkan nilai merek bagi organisasi yang menyelenggarakannya.
Apa saja faktor utama yang memengaruhi pola sumber MICE di seluruh wilayah?
Karena perencana ingin meningkatkan keragaman tujuan acara, mereka semakin banyak mencari sumber di luar lokasi tradisional.
Industri ini melihat peningkatan di kota-kota sekunder dan bahkan beberapa tujuan pedesaan menjadi menarik bagi perencana karena ketersediaan tempat-tempat unik, lebih sedikit persaingan, dan titik harga yang menarik.
Munculnya pariwisata berkelanjutan dan pengalaman budaya lokal juga memengaruhi keputusan sumber. Semakin banyak perencana yang menggabungkan pengalaman autentik dan lokal ke dalam acara mereka.
Sering kali memilih destinasi yang memungkinkan mereka memanfaatkan kekayaan budaya dan menawarkan pengalaman yang mengesankan dan menarik kepada peserta.
Bagaimana Cvent memanfaatkan AI untuk meningkatkan proses pengadaan dan perencanaan?
Platform Cvent menggunakan AI untuk membantu para perencana acara dengan memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi untuk tempat, membuat RFP yang disesuaikan, dan menawarkan analisis prediktif yang dapat mengantisipasi tren dan kebutuhan peserta.
Dengan AI, para perencana acara kini dapat mencari tempat dengan lebih efisien, menerima saran yang disesuaikan dengan kebutuhan acara mereka, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan lebih berbasis data.
Selain itu, AI digunakan untuk mengotomatiskan respons terhadap RFP, menghemat waktu bagi tempat dan membantu mereka merespons peluang bisnis dengan lebih cepat.
AI juga dapat memprediksi tren masa depan dalam industri MICE, termasuk memperkirakan permintaan acara dan tarif bisnis di destinasi tertentu.
Apa saja beberapa perkembangan mendatang dalam platform Cvent untuk memenuhi kebutuhan perencana yang terus berkembang?
Ke depannya, Cvent terus meningkatkan platformnya untuk mengintegrasikan lebih banyak alat berbasis AI yang dapat membantu para perencana dan tempat mengoptimalkan proses mereka.
Salah satu pengembangan utama adalah alat pembuatan RFP yang didukung AI, yang memungkinkan para perencana untuk lebih spesifik dalam pencarian lokasi dan menerima rekomendasi berdasarkan wawasan yang didukung data.
Hal ini menghilangkan kebutuhan akan pencarian manual yang memakan waktu dan mempercepat proses perencanaan secara signifikan.
Selain itu, Cvent berupaya memperluas kemampuan analitiknya, yang memungkinkan para perencana dan lokasi untuk memperoleh wawasan yang dapat ditindaklanjuti mengenai kinerja acara, keterlibatan peserta, dan metrik ROI.
Alat-alat ini akan membantu para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang lebih tepat, sehingga meningkatkan efektivitas keseluruhan dari proses perencanaan acara.
Bagaimana Anda melihat industri MICE berkembang dalam beberapa tahun ke depan?.
Di masa mendatang, industri MICE akan terus merangkul inovasi teknologi sebagai pendorong utama efisiensi dan personalisasi.
AI akan memainkan peran yang semakin besar dalam mempersonalisasi acara, dengan para perencana yang mampu menggunakan wawasan berbasis data untuk menyesuaikan konten, merekomendasikan lokasi, dan menciptakan pengalaman unik bagi peserta.
Kita juga akan melihat diversifikasi geografis dalam destinasi acara, dengan para perencana yang semakin banyak mencari lokasi di pasar-pasar berkembang seperti Arab Saudi dan Asia Tenggara, dan bahkan lebih banyak lokasi khusus di Eropa.
Tempat-tempat non-tradisional akan terus meningkat, dengan lebih menekankan pada penawaran pengalaman unik yang membantu merek membedakan acara mereka dari pesaing.
Seiring meningkatnya permintaan akan personalisasi dan efisiensi, industri MICE akan menjadi lebih berbasis data dan didukung teknologi, yang memungkinkan para perencana untuk menyusun acara yang disesuaikan dengan minat peserta sekaligus memberikan hasil yang terukur bagi bisnis.










