NASIONAL NEWS

DPD Bali Periode 2021- 2026 Pewaris BBTF dan Portal ASITA

JIMBARAN, bisniswisata.co.id: SEMPAT tertunda, akhirnya MUSDA XIV ASITA BALI 2021 terlaksana pada 28-29 Oktober 2021 bertempat di PoltekPar Nusa Dua. Melibatkan 173 anggota dari 251 anggota penuh secara hybrid, diikuti empat calon Ketua DPD, dua calon Ketua DEPETA.

MUSDA memutuskan I Putu  Winastra, S.Sos sebagai Ketua DPD ASITA Bali periode 2021-2026. Komisaris utama PT Asli Alami Wisata, Direktur PT Klumpu Padi Bali, PT Karang Mesari Transport, PT Karang Bali Asli Tour ini, adalah anggota Dewan Penentu Kebijakan Marketing BPPD Kota Denpasar, Wakil Bidang Promosi BPC PHRI Bangli, juga menjabat Wakil Ketua Bali and Beyond Travel Fair. Sejak tahun 2006 aktif selaku pengurus di DPD ASITA Bali sebagai ketua bidang penggalian dana.

Sementara Ketua DEPETA – Dewan Pengawas Tata Krama —terpilih I Ketut Tunggu, SPd., Komisaris PT Bali Daksina Wisata , Direktur PT Panca Sari Wisata, pemilik Wait Garden Cottage di Nusa Penida. Sekretaris BPPD Klungkung ini “bekas” pejabat Ketua Bidang Lingkungan dan Ketua Komite Pasar Domestik DPD ASITA Bali.

Bukan Utama, hanya Bonus

Saat menyampaikan pertanggungawabannya selaku Ketua DPD ASITA Bali periode 2016-2020, I Ketut Ardana, SH menegaskan bahwa kepengurusannya mewariskan ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) dan kelanjutan portal digitalisasi keorganisasian serta usaha kepariwisataan ASITA kepada pengurus terpilih. Meski telah berhasil menyelenggarakan BBTF selama 7 (tujuh) kali perlu perjuangan untuk menjadikan BBTF event tahunan anggota ASITA.

Ketut Ardana, mengingatkan anggota ASITA Bali bahwa siapa pun terpilih dituntut kerja keras selain meyakinkan anggota untuk bertahan dalam situasi sulit akibat pandemi dan menjaga eksistensi organisasi sebagai Himpunan Perusahaan Perjalanan Indonesia. Juga dituntut untuk dapat membantu, memberdayakan anggota serta membangkitkan kepariwisataan Indonesia.

Seperti diketahui pemerintah provinsi Bali telah memaklumkan perihal 6 (enam) sektor unggulan sebagai pilar perekonomian Bali dalam payung Ekonomi Kerthi  Bali  yaitu sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan, sektor kelautan/perikanan, sektor industri, sektor industri kecil menengah (IKM), usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital. Kepariwisataan hanya menjadi pilar ekonomi ke enam dalam pembangunan ke depan.

“Pemerintah Bali tidak lagi memposisikan kepariwisataan sebagai sektor utama, tetapi hanya bonus dari lima sektor lainnya. Pergeseran ini patut disikapi secara professional, adaptif dan hampir 100 persen anggota DPD ASITA Bali adalah inbound tour operator,” jelasnya

Profesional dan Profitable

Bersama DEPETA, ASITA mampu membentuk kepengurusan ASITA yang berkomitmen memperjuangkan kepentingan ASITA dan seluruh anggota. Memperkuat konsolidasi internal, mewujudkan ASITA yang solid, berwibawa dan disegani.

“Saya berkomitmen menjadikan ASITA organisasi yang independen, transparan, professional dan bebas kepentingan politik praktis. Menjadi mitra strategis pemerintah sebagai duta promosi utama destinasi pariwisata Indonesia,” tegas Putu Winastra Ketua terpilih dalam MUSDA XIV ASITA BALI 2021 menjawab bisniswisata.co.id.

Rencana strategis  selanjutnya, jelas Putu Winastra adalah melaksanakan pertemuan anggota secara berkala, sebagai wadah untuk sharing informasi tentang regulasi, product knowledge, new potensial market dan lainnya dengan nara sumber yang ahli dibidangnya sehingga mampu memberikan added value bagi anggota. Memberikan pelatihan dan edukasi kepada anggota asita untuk meningkatkan skill, wawasan, karakter building, problem solving dan adaptasi transformasi digitital tourism.

“Khusus untuk mengelola BBTF dan ASITA portal, dikerjakan secara professional dan profitable agar mampu memberikan kontribusi secara finansial sebagai pengganti iuran anggota,” ungkap nya lebih jauh.

Didampingi personal DEPETA yang kompeten dan dukungan anggota, diharapkan kepengurusan DPD ASITA Bali 2021-2026 mampu meningkatkan kinerja devisi pangsa pasar ASITA (11 devisi pasar utama Bali)  untuk mengkoordinasikan kegiatan promosi dan mengatur persaingan yang sehat antar anggota.

Program kerja jangka pendek yang mendesak dan segera harus dilaksanakan adalah memperjuangkan akses permodalan dengan bunga rendah melalui ban-bank pemerintah. Memperjuangkan realisasi dana hibah pariwisata untuk BPW, sehingga anggota dapat dengan segera memulai kembali usahanya, jelas Putu Winastra.

Meski pun kepariwisataan hanya menjadi prioritas terakhir dalam enam pilar perekonomian Bali, DPS ASITA Bali tetap mendorong pemerintah secara konsisten melakukan penertiban kepada perusahaan/perusahaan/individu pihak asing yang melaksanakan bisnis secara illegal di Bali. Meningkatkan jumlah penerbangan langsung ke Bali dari negara asal wisatawan baik penerbangan regular, charter flight mau pun private jet dengan menyederhanakan biaya- biaya di bandara. Tetap mendukung pengembangan pariwisata Bali yang berbasis kearifan lokal melalui pengembangan desa wisata dan konsep sustainable tourism. ***

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*