MANILA, bisniswisata.co.id:Departemen Pariwisata Filipina (DOT) mengalihkan strateginya dari yang semula berfokus terutama pada jumlah kunjungan wisatawan menjadi upaya menarik investasi jangka panjang.
“Tujuannya a.l meningkatkan infrastruktur, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor pariwisata, “ ujar Menteri Pariwisata Dita Angara-Mathay.
Iinstansinya memprioritaskan kesiapan investasi, konektivitas yang lancar, dan pertumbuhan ekonomi inklusif dalam rangka persiapan menyambut Hari Pariwisata Sedunia dan Bulan Pariwisata Nasional, tambahnya.
“Kami ingin dikenal sebagai instansi yang secara proaktif memimpin dalam hal kesiapan pariwisata. Hal ini berarti memperkuat bandara dan pintu masuk perjalanan, meningkatkan infrastruktur fisik pariwisata, serta memperluas konektivitas udara, sehingga wisatawan dapat bepergian dengan lancar ke seluruh penjuru negeri.”
Sektor pariwisata berkontribusi sebesar 8,1 % terhadap perekonomian Filipina pada tahun 2025, menghasilkan Nilai Tambah Bruto Langsung Pariwisata sebesar PHP2,27 triliun dan mendukung 7,7 juta lapangan kerja, menurut Otoritas Statistik Filipina.
DOT bekerja sama dengan Departemen Transportasi dan mitra sektor swasta untuk memperbaiki pintu masuk bandara, menambah rute penerbangan dan pelayaran, serta memperluas layanan penerbangan ke pasar-pasar strategis maupun pasar yang sedang berkembang.
Kapasitas kursi penerbangan internasional langsung yang masuk ke Filipina mencapai 7,78 juta kursi pada periode 1 Januari hingga 19 Mei 2026, meningkat 8,31 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah kedatangan wisatawan asal Tiongkok meningkat sebesar 69,15 % menjadi sekitar 310.000 orang selama periode tersebut, berdasarkan data eTravel, ungkap pihak DOT.
Layanan penerbangan jarak jauh yang baru maupun yang kembali beroperasi kini menghubungkan Manila dan Cebu secara langsung dengan San Francisco, Seattle, Vancouver, dan Paris.
Kapasitas penerbangan regional juga telah ditingkatkan dari Cebu, Clark, Iloilo, Bohol, Kalibo, Caticlan, dan Davao menuju berbagai destinasi utama di Asia.
Perjanjian layanan penerbangan dengan Turki telah melipatgandakan frekuensi penerbangan mingguan rute Manila-Istanbul dari tujuh menjadi 14 kali, serta memberikan hak frekuensi tak terbatas untuk pintu masuk sekunder, termasuk Cebu, Clark, dan Davao.
DOT juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri terkait reformasi visa, termasuk memperluas akses bebas visa bagi wisatawan Tiongkok ke lebih banyak pintu masuk.
Lembaga ini telah menandatangani perjanjian kerja sama pariwisata bilateral dengan Vietnam, Kolombia, Kanada, Brasil, dan Chili, serta sedang menjajaki kemitraan investasi dengan perusahaan-perusahaan asing.
Program Kesiapan Investasi Pariwisata dan Program Akuntabilitas Investasi Pariwisata.
Lembaga ini telah menandatangani perjanjian kerja sama pariwisata bilateral dengan Vietnam, Kolombia, Kanada, Brasil, dan Chili, serta sedang mengupayakan kemitraan investasi dengan perusahaan asing.
Selain itu juga membentuk Tim Investasi dan Pengembangan Bisnis Pariwisata Jepang setelah kunjungan kenegaraan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. ke Tokyo pada bulan Mei.
Lembaga ini bekerja sama dengan perusahaan Jepang termasuk Uniqlo, Nitori, Marubeni, dan Sojitz untuk potensi investasi di bidang ritel, pariwisata medis, dan infrastruktur telekomunikasi di destinasi yang kurang terlayani.
Untuk bisnis lokal, DOT telah bermitra dengan platform digital dan keuangan termasuk Klook, GCash, Viber, Mastercard, dan Visa untuk meningkatkan akses pasar, pembayaran tanpa uang tunai, dan literasi keuangan di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Badan tersebut juga melanjutkan kampanye pariwisata domestiknya, “Discover More to Love,” sebuah subkampanye dari “Love the Philippines.”
Dikatakan bahwa kampanye tersebut menghasilkan pendapatan hotel sebesar PHP1,79 juta dan lebih dari 203.000 penjualan tiket penerbangan domestik dalam 100 hari pertama.
DOT telah menunjuk grup P-pop BINI dan SB19 sebagai duta pariwisata dan berencana untuk memperluas pemasaran digital pada tahun 2027, dengan 70 % dari anggaran pemasarannya dialokasikan untuk penempatan digital yang menargetkan pasar utama dan pasar yang sedang berkembang.
Badan tersebut juga memperbarui standar akreditasi pariwisata dan mengembangkan pedoman baru untuk sektor yang sedang berkembang, termasuk tempat perkemahan dan kapal pesiar domestik.
Program-program tenaga kerja diselaraskan dengan Kerangka Kualifikasi Filipina, sementara bursa kerja “Trabaho, Turismo, Asenso!” telah menghubungkan lebih dari 3.300 perusahaan yang menawarkan 260.000 lowongan pekerjaan sejak tahun 2022, kata DOT.
Departemen tersebut juga sedang mengembangkan dasbor data pariwisata interaktif untuk diintegrasikan ke dalam aplikasi eGov pemerintah dan bekerja sama dengan Kepolisian Nasional Filipina dan Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan akses internet di destinasi wisata.
Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin ASEAN ke-49 mendatang akan memberikan kesempatan untuk menampilkan Filipina sebagai destinasi pariwisata dan investasi, kata Angara-Mathay.
“Kita memiliki destinasi, orang-orang, dan kisah-kisah; sekarang kita harus memberi mereka platform global dan investasi yang layak mereka dapatkan,” katanya. (PNA)










