Home DAERAH Curug Parigi, Wisata Tersembunyi di Bekasi yang Menyedihkan

Curug Parigi, Wisata Tersembunyi di Bekasi yang Menyedihkan

0
249
Curug Parigi Bekasi (Foto: Travelingyuk.com)

BEKASI, bisniswisata.co.id: Bekasi Jawa Barat ternyata menyimpan objek wisata air terjun yang menawan. Bahkan, air terjun ini kerap disebut-sebut mirip dengan air terjun Niagara, di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat. Juga ada yang mengklaim air terjun di Bekasi merupakan versi mini air terjun terkenal di duniat.

Curug Parigi terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Pangkalan 5, Kampung Parigi, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Kawasan ini dijadikan objek wisata musiman oleh wisatawan lokal. Untuk bisa sampai di sana memang perlu mempersiapkan waktu lebih banyak mengingat kondisi jalan cukup macet.

Jika datang dari arah pintu Tol Bekasi Barat, bisa ambil arah menuju Jalan Raya Narogong, dapat berbelok ke Jalan Pangkalan 5. Juga terdapat jalan beton cukup satu mobil sepanjang 500 meter. Untuk masuk ke dalam Curug Parigi memang ada biayanya untuk masuk mobil sebesar Rp10.000, sepeda motor Rp5.000, dan sepeda Rp2.000.

Curug Parigi dinilai berpotensi menjadi kawasan objek wisata yang bisa membangkitkan ekonomi kawasan setempat. Apalagi, berdekatan dengan TPST Bantargebang. Memang hampir setiap hari ada saja wisatawan lokal yang datang, rata-rata bisa mencapai 25 orang perhari. Saat Sabtu Minggu apalagi liburan jumlahnya meningkat 100 persen.

Sayangnya, kunjungan wisatawan lokal itu sangat singkat. Mereka datang, melihat air terjun lalu foto-foto dan pergi. Paling 10- 15 menit berada di kawasan Curug Parigi. Intinya, tidak ada yang betah. Penyebabnya, kondisi curug ini sangat-sangat memprihatinkan.

Airnya berbau busuk, nampak keruh dan kadang berbusa, sampah berceceran tak terurus, kawasan obyek ini kurang terawat dan pengelolaannya masih dilakukan seadanya dengan kata lain belum dikelola secara bagus. Padahal bila dikelola secara bagus, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Selain itu Akses masuk ke Curug Parigi hanya melalui sebuah jalan yang bernama Jalan Curug Parigi. Sepanjang jalan sebelum menuju air terjun, di sebelah kanan tersuguh hamparan hijau pepohonan, namun sebelah kiri deretan pabrik mengeluarkan asap putih dan kadangkala ada air mengalir masuk sungai.

Tuti (23) warga sekitar Curug Parigi mengatakan, sejak tahun 1980-an, curug ini selalu banyak pengunjung. Bahkan, air terjun mini kerap dijadikan lokasi syuting FTV, sinetron, reality show, hingga film layar lebar. Salah satu film tahun 1980-an yang pernah mengambil panorama di sana adalah film Dia Sang Penakluk yang diperankan mendiang Suzanna

”Memang dulu, banyak yang datang untuk berswafoto setelah dipakai shuting film, kebanyakan komunitas foto. Namun kini semakin jarang pengunjung yang datang tak seramai dulu. Banyak pengunjung yang dari daerah lain justru kecewa karena airnya berbau busuk, meski pemandangannya sangat indah,” sebut dia.

Novi (38), wisatawan lokal menyayangkan kondisi Curug Parigi yang kurang terawat dan pengelolaannya masih dilakukan seadanya. Selain itu, warna air di sana juga tampak keruh dan berbau kurang sedap. ”Saya lihat curug ini dari media sosial, lalu berinisiatif dengan suami untuk datang ke sini,” kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi Ahmad Zarkasih mengatakan, kawasan itu sudah ditata sejak tahun lalu. Curug Parigi memang dijadikan sebagai objek wisata alam oleh pemerintah. “Potensinya besar untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar. Apalagi, air terjunnya memang sangat bagus,” kata dia.

Pada tahun lalu, kata Ahmad, pemerintah mengucurkan restorasi Curug Parigi sebesar Rp8 miliar pada 2017. Anggaran itu memang dimanfaatkan untuk menata beberapa fasilitas umum seperti lahan parkir, musala, dua menara pandang, jembatan, dan fasilitas lainnya untuk mendukung kawasan wisata.

Apalagi, penataan Curug Parigi dilakukan sesuai feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) yang ada. Saat ini, kajian FS dan DED sudah dilakukan oleh dinasnya sejak awal 2017 yang membuktikan air terjun mini tersebut layak dijadikan wisata alam. ”Ini lokasi objek wisata baru bagi warga Bekasi,” ungkapnya seperti dilansir Sindonews.com, Selasa (19/03/2019)

Zarkasih mengakui Curug Parigi merupakan wisata musiman yang hanya bisa dinikmati ketika musim kemarau, sementara pada musim hujan akan tertutup debit air dari hulu. “Pas hujan deras, memang curug tidak terlalu kelihatan dibandingkan musim kemarau. Tapi, tetap ada potensi dari sisi wisata,” kata dia. (NDY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.