AIRLINES DESTINASI INTERNATIONAL NEWS RISET

CrescentRating Meluncurkan Inflight Travel Tracker: Mengungkap Realita Perjalanan Udara Muslim

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Meskipun maskapai penerbangan dan otoritas penerbangan sipil sering berasumsi bahwa melayani penumpang Muslim dimulai dan berakhir dengan memesan makanan Halal (MOML) terlebih dahulu, perilaku penumpang di dalam kabin menunjukkan cerita yang sangat berbeda.

CrescentRating secara resmi meluncurkan Inflight Travel Tracker, dasbor intelijen khusus yang menyediakan data operasional bulanan tentang perjalanan udara Muslim yang diambil dari lebih dari 230.000 perjalanan nyata yang dilacak sejak April 2013.

Pelacak ini memetakan waktu sholat penumpang, lintasan lingkaran besar, pola waktu keberangkatan, dan durasi penerbangan di 820 pasangan kota terprofil.

Apa itu Inflight Travel Tracker?

Inflight Travel Tracker mengukur apa yang dialami dan dihitung penumpang sebelum naik pesawat. Temuan utamanya mengungkapkan bahwa 91,8% perjalanan udara Muslim yang dilacak mencakup setidaknya satu shalat yang dilakukan di udara.

Persentase Shalat di Pesawat: 91,8% perjalanan membutuhkan setidaknya satu shalat di udara.

Rata-rata Shalat di Pesawat: 2,04 shalat dilakukan per perjalanan.
Perjalanan dengan beberapa Shalat: 32,0% perjalanan membutuhkan tiga atau lebih shalat di udara.

Durasi Penerbangan Median: 7,86 jam di udara (Penerbangan jarak jauh 9 jam+: 39,9% | Penerbangan jarak sangat jauh 13 jam+: 20,1%).

Jangka Waktu Perencanaan Median: 13,0 jam waktu persiapan (56,5% tercatat dalam 24 jam sebelum penerbangan).

Karena waktu shalat Islam mengikuti matahari di sepanjang jalur penerbangan dan bukan jam kota asal atau tujuan, penumpang saat ini harus menghitung waktu shalat secara manual sebelum naik pesawat.

Sistem di dalam pesawat hampir tidak memberikan panduan apa pun, sehingga para penumpang harus menavigasi zona waktu dan arah kiblat sepenuhnya sendiri.

Lima Pasangan Kota Tersibuk dalam Satu Arah

Pelacak ini menganalisis volume penumpang sebenarnya di seluruh rute arah individu (memperlakukan perjalanan keberangkatan secara terpisah dari perjalanan pulang). Lima pasangan kota tersibuk dalam pelacak ini menyoroti koridor perjalanan intensif yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Australasia:

London (LHR) → Kuala Lumpur (KUL) (235 perjalanan pada periode terbaru / 3.420 sepanjang waktu)

Profil: Waktu penerbangan rata-rata 13,0 jam | Rata-rata 4,20 kali salat di pesawat | 100% perjalanan melibatkan salat di pesawat (99% membutuhkan 3+ salat) | 99,8% termasuk salat Subuh di udara.

Kuala Lumpur (KUL) → London (LHR) (201 perjalanan pada periode terbaru / 2.813 sepanjang waktu)

Profil: Waktu penerbangan rata-rata 13,8 jam di pesawat untuk navigasi jarak jauh ke arah barat.

Dubai (DXB) → Kuala Lumpur (KUL) (167 perjalanan pada periode terbaru / 2.580 sepanjang masa)

Profil: Waktu penerbangan rata-rata 7,3 jam yang menghubungkan pusat-pusat Timur Tengah dengan Asia Tenggara.

Kuala Lumpur (KUL) → Melbourne (MEL) (167 perjalanan pada periode terbaru)

Profil: Koridor utama jarak jauh ke arah timur yang melayani arus pelajar, keluarga, dan rekreasi.

Kuala Lumpur (KUL) → Sydney (SYD) (155 perjalanan pada periode terbaru / 1.837 sepanjang masa)

Profil: Koridor trans-ekuator dengan kepadatan tinggi untuk penerbangan semalam.

(Koridor historis utama lainnya yang diprofilkan termasuk Doha → Kuala Lumpur dengan 2.655 perjalanan dan Jeddah → Kuala Lumpur dengan 2.627 perjalanan).

Empat Kesenjangan Layanan Kritis yang Harus Diperbaiki Maskapai Penerbangan

Pelacak ini mengidentifikasi empat titik gesekan operasional utama yang saat ini belum ditangani oleh maskapai penerbangan komersial:

Kesenjangan 1: Mengetahui Kapan Harus Shalat (91,8% Terpengaruh)

Perhitungan waktu shalat di jalur penerbangan adalah hambatan terbesar bagi penumpang Muslim. Tidak ada dalam hiburan dalam penerbangan (IFE) standar atau pengumuman kabin yang menunjukkan kapan jendela sholat dibuka atau ditutup di sepanjang perubahan garis bujur.

Kesenjangan 2: Puncak Keberangkatan Pukul 02:00

Jam keberangkatan tersibuk di seluruh dataset adalah pukul 02:00 pagi (7,8% penerbangan), dengan 24% dari semua penerbangan berangkat antara pukul 21:00 dan 03:00. Keberangkatan tengah malam berarti penumpang naik pesawat dalam keadaan lelah dan langsung menghadapi logistik shalat Subuh di udara.

Kesenjangan 3: Realita 32,0% Penumpang yang Melakukan Beberapa Shalat di Penerbangan Jarak Jauh

Pada penerbangan jarak menengah dan jauh, penumpang tidak hanya melakukan satu shalat—hampir sepertiga harus menyelesaikan seluruh siklus harian (3 shalat atau lebih) di udara, yang mempengaruhi pergerakan kabin, antrian toilet, dan siklus istirahat.

Kesenjangan 4: Permintaan yang Kurang Siap Selama Ramadan

Maskapai penerbangan seringkali menangani lonjakan permintaan Ramadan dan Umrah secara reaktif daripada mengintegrasikan penjadwalan sahur (subuh) dan buka puasa ke dalam alur kerja kabin standar.

Apa yang Dapat Dilakukan Pemangku Kepentingan Penerbangan dengan Data Ini

CrescentRating mengubah metrik empiris ini menjadi solusi kabin, katering, dan operasional yang konkret:

*Integrasi Perangkat Lunak IFE & Avionik: Mengintegrasikan pengatur waktu jendela sholat otomatis dan indikator arah kiblat peta bergerak langsung ke layar di belakang kursi, menghilangkan tebakan penumpang.

*Koordinasi Dapur & Layanan: Menyelaraskan distribusi makanan di kabin dan siklus tidur saat lampu dimatikan di sekitar waktu sholat—mencegah troli makanan menghalangi lorong ketika penumpang perlu sholat atau berwudhu.

*Rekayasa Kamar Mandi & Fasilitas: Memanfaatkan pola konsumsi air dan lalu lintas untuk mengoptimalkan drainase lantai toilet, instalasi bidet, dan penyediaan perlengkapan kebersihan di koridor Muslim dengan kepadatan tinggi.

*Peningkatan Kapasitas Awak Kabin: Melatih awak kabin tentang etika sholat dalam penerbangan (seperti posisi sholat duduk dan pengelolaan ruang sholat) untuk mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Naiklah dengan Pelacak Perjalanan Dalam Penerbangan

Seiring dengan perluasan pasar perjalanan Muslim global menuju 262 juta kedatangan internasional pada tahun 2030, loyalitas penumpang di sektor penerbangan akan dimiliki oleh maskapai penerbangan yang mengakui kepatuhan terhadap keyakinan sebagai disiplin operasional holistik.

Pelacak Perjalanan Dalam Penerbangan CrescentRating memberikan maskapai penerbangan komersial, penyedia katering, dan pengembang IFE visibilitas tingkat penerbangan yang tepat yang dibutuhkan untuk meningkatkan martabat penumpang dan memberikan kenyamanan tanpa cela di angkasa.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)