Air Asia Mentransformasi Jadi Maskapai Digital

0
186
AirAsia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Maskapai AirAsia menggandeng Google Cloud untuk mengintegrasikan teknologi machine learning dan artificial intelligence ke dalam semua lini bisnis dan budaya Air Asia. Integrasi ini sebagai langkah strategis AirAsia mentransformasi diri menjadi sebuah perusahaan berbasis teknologi yang melayani kebutuhan perjalanan.

“Saat ini, Air Asia berada dalam fase lanjutan untuk mengembangkan bisnis perusahaan menjadi lebih dari sekadar perusahaan transportasi, yaitu dengan mendigitalisasi operasional dan proses sehingga menjadi lebih efisien,” lontar CEO Grup AirAsia Tony Fernandes dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (12/10/2018).

Dilanjutkan, platform Google Cloud memungkinkan Air Asia memaksimalkan penggunaan data yang dimiliki dan membuka kesempatan baru untuk unit bisnis baru. “Kami membangun dua platform utama, yaitu airasia.com yang akan menjadi platform berbasis teknologi yang memudahkan pelanggan memesan segala produk perjalanan mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, tur, transportasi darat hingga hiburan,” ucapnya.

Lalu, sambung dia, BigLife sebagai portal gaya hidup yang menggabungkan fitur-fitur seperti yang terdapat pada Kayak, TripAdvisor, Groupon, dan eBay dalam satu situs. BigLife akan mengintegrasikan seluruh fitur digital yang dibangun oleh unit bisnis digital Air Asia, RedBeat Ventures, seperti aplikasi uang digital BigPay,

Juga fitur konektivitas dalam pesawat ROKKI, toko online Ourshop, layanan logistik RedBox dan RedCargo. Bagi Tony, kedua platform ini akan semakin membuka luas peluang bisnis yang dapat dikembangkan oleh AirAsia melalui data yang terkumpul.

“Proses transformasi AirAsia sudah dimulai sebelumnya dengan penggunaan G Suite yang telah mengubah cara kerja organisasinya,” ujar Diane Greene, CEO Google Cloud. ”Sekarang, dengan penggunaan platform layanan analitis dan mesin pembelajaran mutakhir kami, AirAsia akan dapat mendigitalisasi semua lini bisnisnya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggannya.” paparnya.

Kerjasama keduanya meliputi pembangunan sistem prediksi permintaan yang lebih baik dan pemasaran yang lebih tepat sasaran. Meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan dengan menyediakan layanan yang lebih personal. Memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko melalui sistem prediksi perawatan pesawat yang lebih baik, ramalan cuaca secara real-time dan optimalisasi penugasan awak pesawat dan awak kabin.

AirAsia juga akan bekerja sama dengan Google Cloud untuk mendigitalisasi dan mentransformasi cara kerja dan budaya perusahaan dengan memanfaatkan G Suite dan Chrome Enterprise untuk menciptakan lingkungan kerja digital yang lincah, yang memungkinkan data dan analisa untuk dapat diakses kapan pun dibutuhkan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Sebelumnya Tony pernah berujar data adalah aset terbesar yang Air Asia miliki. Tetapi, ia juga mengingatkan data menjadi tidak berarti jika tidak dapat memahaminya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.